
pagi yang sangat manis pun telah tiba, Orin yang lebih dulu tiba disekolah SMA Husada Karya duduk di kantin sekolah dengan segelas susu hangat, gadis manis berwajah oriental itu pun menunggu kekasih hatinya dengan icca, jika pagi ini adalah pagi yang manis untuk Alberto dan orin tetapi tidak dengan gadis cantik nan angkuh itu.
*apa rencanamu setelah lulus orin? ( icca dengan melamun)
entahlah ca! sepertinya aku dan ibuku akan pindah kota, kakakku sudah hidup mapan di batam, tapi?
aku belum bicara tentang hal ini kepada al.. ( orin meminum susu hangatnya)
kau sangat beruntung memiliki Alberto disisimu, bahkan ibumu pun mendukung hubungan kalian berdua, setelah ujian sekolah mungkin aku akan terbang ke Paris untuk mendaftar sekolah fashion disana, meski mamaku merestui aku dengan johan, tapi papaku sepertinya tidak begitu mendukung hubungan kami ( icca sedikit sedih)
aku bersyukur untuk hidupku..
bagaimanapun kita mempunyai jalan hidup dan impian kedepannya, aku ingin Alberto memahami diriku begitupun sebaliknya ca!
dimasa depan jika kami berjodoh pasti akan bertemu apapun caranya. ( orin sedikit melamun)
orin? pagi ini cepat atau lambat aku harus bicara tentang keinginan kedua orang tuaku dimasa depan, dan kuharap johan bisa memahami cita-cita dan impian hidupku ( icca)
apapun yang terjadi dalam hidup ini, hal baik atau buruk percayalah itu sudah kehendak terindah Tuhan untuk kita, jadi?
semangat, semangat, semangat... ( orin bersemangat dan menyemangati icca)
__ADS_1
semangat!
Terima kasih untuk semua orin, semoga kau selalu bahagia, aku ke kelas dulu ( icca*)
hem! kau juga, kau harus bahagia ( orin)
keduanya berpelukan didalam kantin sekolah, icca pergi ke kelas lebih dulu, dan orin masih menunggu kekasih hatinya dengan penuh kesabaran karena sedikit lama.
Johan yang melihat icca dengan wajah sendu, sedikit berlari mengejar pacar cantiknya itu.
*icca! ( johan sedikit berteriak)
kau kenapa pagi-pagi sudah cemberut sayang? ( johan mengandeng tangan icca)
aku selalu ada waktu untukmu bidadariku.. ( johan tersenyum)
baiklah... kalau begitu mari kita masuk kelas ( ICCA membalas senyuman johan*)
johan dan ICCA bergandengan tangan menuju kelas mereka masing-masing, karena mereka berdua berbeda kelas.
johan pun dengan hati bahagia mengantar sang bidadari hatinya kedepan kelas khusus desainer, selama ini icca memang ingin menjadi seperti sang mama, menjadi seorang desainer internasional seperti mimpinya ketika masih kecil, dirinya lebih menyukai fashion dari pada hukum seperti sang papa.
__ADS_1
Alberto masih berada dirumah dan sedang sarapan bersama sang papa, lelaki tampan dengan sejuta pesona itu kesiangan dalm tidurnya, dan sedih telat masuk sekolah, tidak ingin kekasihnya khawatir dan lama menunggunya, Alberto pun mengirimkan sebuah pesan chatt kepada orin untuk tidak menunggu dirinya yang masih menikmati sarapan bersama sang papa, orin yang mendapat pesan dari Alberto pun memahami tuan muda kesayangannya itu dan segera masuk kedalam kelas.
*al? sepertinya papa ingin menenggok tempat kelahiran mamamu di Chiang mai, setelah dirimu lulus nanti papa akan pulang untuk mengurus semua dokumen kuliahmu ( sang papa)
papa ke thailand dengan paman?
kuharap papa menikmati liburan anda ( Alberto masih menikmati sarapanya)
iya! pamanmu sedang menyiapkan paspor dan menghubungi pihak Bandara untuk memesan tiket pesawat, disaat papa dan pamanmu di Chiangmai jagalah dirimu dan jangan lupa makan tepat waktu putraku, ajaklah orin sesekali kerumah ini, papa hanya ingin membalas kebaikannya ketika papa sakit dulu ( papanya Al)
aku mengerti pa? *pagi ini setelah sampai disekolah aku segera memberitahu orin atas permintaan papa, pasti dia akan sangat terhormat karena papa yang meminta ( Alberto bersemangat)
papa hanya ingin terbaik untuk dirimu al?
kuharap kau tidak mengecewakan papamu dimasa depan ( papanya al)
Alberto akan berusaha sebaik mungkin pa?
aku pamit berangkat sekolah ( Alberto berpamitan dengan sang papa*)
sang papa tersenyum melihat putra semata wayangnya tersenyum sangat manis kapada dirinya, senyum yang lama hilang setelah kematian istri tercintanya.
__ADS_1
papanya Alberto kembali ke kamarnya karena masih dalam masa pemulihan, sang papa melihat foto dirinya bersama mendiang sang istri saat kelahiran Alberto, sebuah tetesan air mata yang tidak sengaja pun terjatuh melewati pipi sang papa yang sudah sedikit berkeriput itu.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻