
Sore itu dikediaman robert Alberto johan dan icca masih disana dan berhasil memberikan alasan agar temanya itu besok bisa berangkat sekolah.
*al? aku dan icca sudah memberikan alasan yang cukup menyakinkan kepada papamu, dan besok mungkin dirimu bisa berangkat kesekolah ( johan)
tapi kurasa jo? paman praba pasti lebih pintar dari kita, dan semuanya tidak akan ada yang gratis bagi beliau, maaf Al, tapi aku rasa kamu juga sependapat dengan pemikiranku ( icca)
Aku tahu itu, sebelum papaku melakukan sesuatu yang menyakiti orin, aku akan bertindak dulu dan untuk kalian berdua aku berterima kasih untuk semuanya ( Al)
kalau begitu aku dan icca pulang dulu, kau tidak perlu memikirkan untuk membayar budi kami dengan segelas jus, karena kami tahu kamu tidak punya uang bahkan untuk membeli cilok (johan)
brengsek kenapa mulutmu selalu berkata benar, kalian memang sudah tertular virusnya teddy dan Hanna ( Al)
hahahaha ( mereka bertiga tertawa kecil)
kami pamit Al semoga harimu menyenangkan ( icca*)
__ADS_1
johan dan icca melempar gurauan kepada sahabatnya itu agar Al bisa tertawa meskipun sebentar, tak lupa johan dan icca berpamitan kepada papanya Al dengan sopan dan mereka berdua pun langsung pulang kerumah masing-masing dengan mobil johan dan para bodyguard milik papanya johan, rumah mewah nan megah itu kembali sunyi dan hanya suara detak jarum jam yang terus berputar untuk mempercepat waktunya.
Hari berganti pagi pun datang, seperti biasa orin kesekolah dengan naik bus dan seperti harinya yang sendiri tanpa adanya Al disisinya gadis manis itu langsung ke kelas dan mendengarkan sebuah lagu milik kerispatih dengan judul " lagu rindu" di earphon favoritnya itu, Hanna dan teddy yang selalu melihat orin seperti zombie itu pun merasa sedih tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk sahabatnya itu, johan dan icca tiba disekolah dan icca ikut ke kelas johan karena ingin memberitahu kabar bahagia hari ini kekasih hatinya akan kesekolah dan mengikuti pelajaran seperti biasanya, mendengar kabar itu orin sangat bahagia dan melepaskan earphon di telinganya, tapi hari ini juga orin sudah menerima beberapa tiket pesawat yang akan mengirim dirinya dan sang ibu meninggalkan kota kelahirannya itu.
lelaki tampan dengan sejuta pesona itu mempersiapkan dirinya untuk segera berangkat kesekolah, dan sebelum berangkat Al berpamitan dengan papanya.
pa? Al pamit untuk kesekolah hari ini dan akan mengambil handphone ini? ( Al)
dengan mengambil handphone miliknya yang disekap sang papa beberapa hari itu.
*sekolah lah dengan benar, lakukan apapun yang membuatmu bahagia putraku, karena waktu untuk mendapatkan kebahagiaan tidak bisa terulang ( papanya Al)
lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun berpamitan dengan sang papa, sebuah mobil mewah siap mengantarkan tuan muda tampan itu untuk berangkat sekolah, sebelum Alberto memasuki mobilnya dirinya melihat papanya Hanna dan menyapa dengan sopan
*selamat pagi guru? sepertinya anda sudah tidak mengajar lagi dirumahku ( al)
__ADS_1
kau memang benar Al? papamu menelepon ku subuh tadi meminta diriku untuk datang ( papanya Hanna)
kalau begitu aku pamit kesekolah paman farid? (Al)
oke al? Hati-hati dijalan...
oh iya Alberto diriku hampir lupa mengatakannya ( papanya Hanna)
soal apa paman farid ( Al)
lindungilah kekasihmu dari ancaman papamu, sepertinya papamu menyuruh kekasihmu untuk pindah dari kota ini, sebaiknya kau temui Orin dan tanyakan kebenaran ini, meski aku dipihak papamu karena membayarku sangat tinggi, tapi aku menyayangimu ( papanya Hanna)
Terimakasih paman farid, aku berangkat sekolah dulu ( Al)
semoga Tuhan melindungimu tuan muda ( papanya Hanna*)
__ADS_1
papanya Hanna pun segera masuk keruang kerja papanya Alberto karena mungkin sudah ditunggu dengan lama, dan tidak menunggu lamamu Alberto menyuruh sopirnya untuk sedikit lebih cepat agar dirinya sampai disekolah.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻