
Malam yang begitu sunyi di sebuah gedung bioskop itu tampak pasangan dua sejoli itu terlihat begitu menikmati kencan mereka, orin yang menikmati filmnya itu tidak benar- benar menontonnya, pikiran gadis itu sedang berjalan- jalan entah kemana, dirinya berpikir bagaimana cara berbicara dengan kekasihnya itu.
meski film masih diputar tapi orin selalu memandang wajah tampan Alberto, bahkan dirinya bahkan bicara didalam hati bagaimana dia akan menjadi orang jahat kepada laki-laki yang sangat dirinya cintai itu
dengan wajah sendu Orin masih betah memandangi wajah kekasihnya itu, hingga dirinya kaget karena dari tadi Al tidak benar-benar tertidur.
Aku bertemu dengan seorang gadis di loteng sekolah
untuk pertama kali , aku melihat senyum seorang gadis yang membuatku merasa nyaman.
saat itu dibawah sinar mentari pagi hatiku berdebar dan merasakan kehangatan karenanya, bahkan setiap hari merasa bahagia hanya dengan melihat senyum manisnya, perasaan yang sulit diartikan saat itu membuatku tampak bodoh ketika berpas-pasan denganya, matanya yang tampak sendu membuatku ingin sekali memeluknya, sikapnya yang seolah-olah tegar membuatku ingin melindunginya, dan gadis itu sekarang berada disampingku, gadis yang sangat aku cintai, dia adalah Karolina Putri... ( Alberto)
***aku kira kau benar-benar tidur? ( orin)
kenapa dirimu menangis ketika melihat film romantis?
katakan apa yang sekarang kamu pikirkan orin?
bahkan matamu tidak pandai berbohong ( Alberto)
entahlah? mungkin akhir ceritanya tidak bahagia
mereka akan berpisah karena ibu dari pemain pria tidak merestuinya, itulah yang membuatku sedih ( orin)
bagaimana kamu bisa tahu akhir dari film yang kau tonton jika tidak sampai akhir?
__ADS_1
bukankah film itu belum tamat?
tidak direstui sebuah hubungan tidak berarti sang ibu tidak menyukainya, mungkin ada beberapa alasan dengan keputusan tersebut, tapi jika pemain utama film itu benar-benar saling mencintai mereka akan saling menguatkan apapun yang akan terjadi karena takdir tidak ada yang akan mengetahuinya ( Alberto***)
orin hanya diam dan masih memandang wajah sang kekasih dengan tetesan air matanya itu, Alberto mendekatkan tanganya dan menghapusnya.
mereka berdua meninggalkan gedung bioskop dan mencari makan.
setelah selesai makan Orin mengajak Alberto untuk memasuki sebuah cafe karena tidak memungkinkan mereka berdua masuk area diskotik yang khusus usia dewasa.
Alberto memesan kopi latte hangat kesukaannya dan Orin memesan mojito dengan sedikit alkohol.
mereka berdua menikmati kencan malam itu dengan suasana hati bahagia untuk al dan hati yang sedih untuk orin, melihat orin yang tak terbiasa meminum minuman beralkohol, Alberto pun membawa sang kekasih untuk segera meninggalkan cafe tersebut dan pulang kerumah karena kondisi orin yang sedikit mabuk, Alberto hanya tidak ingin membuat khawatir ibunya Orin.
*Orin ayo kita pulang kau sedikit mabuk, aku akan menelepon sopir untuk menjemput kita. ( al)
Orin dengan sedikit langkah gontai berjalan mendahului Al, dirinya terlihat tampak cemas dengan keadaan kekasihnya itu, mereka berjalan menuju tempat parkir cafe tersebut dan menunggu sopir keluarga Alberto datang.
*Alberto kekasihku yang sangat tampan!?
kenapa dia meninggalkanku dimalam dingin seperti ini
egh.. egh.. ( orin)
lihatlah dirimu kau bahkan tidak tahu caranya mabuk?
__ADS_1
kau sungguh lucu orin, berhentilah berjalan aku dibelakangmu ( al*)
lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun berjalan mendekati kekasihnya yang sedikit ingin mutah tapi tidak jadi itu, Alberto memeluk orin dari belakang dan memeluknya, orin pun yang dengan keadaan antara mabuk dan sadar itu pun berhenti dan membalikan badanya itu.
*kenapa kamu tidak memelukku dari tadi, aku sangat kedinginan, lihatlah tanganku terasa sangat dingin, malam ini kenapa berubah begitu dingin disaat tidak musim dingin, apa hanya aku yang berpikiran seperti itu? ( orin)
kau ini sedikit mabuk sayangku?
lihatlah pipimu memerah saat aku memelukmu dari belakang, apa kau menyukainya?
berikan tanganmu dan masukan ke kantong jaketku biar tidak kedinginan ( Alberto*)
Orin pun melakukan apa yang diminta kekasihnya itu, hanya ada kehangatan di antara kasih cinta mereka.
tak menunggu lama sang sopir pun tiba, dan mereka berdua naik kedalam mobil mengantar orin pulang.
Orin yang sedikit pusing itu pun tertidur dipangkuan Alberto, dan lelaki itu pun mengelus elus rambut indah sang kekasih.
mobil mewah pun tiba di depan rumah mungil orin, melihat lampu yang sudah redup itu pun pasti sang ibu sudah tidur karena sebelumnya orin sudah ijin akan pulang malam dengan Alberto.
Alberto membangunkan kekasihnya dan orin pun terbangun dan segera keluar mobil menuju rumah hangatnya itu, Alberto mengantar sang kekasih didepan pintu dan mengecup kening orin dengan lembut dan penuh cinta, Orin yang masih sedikit mabuk itu pun melambaikan tangan dan mengucapkan Terima kasih berkali-kali dengan menyebut nama tuan muda, Alberto yang melihat tingkah imut orin saat mabuk itu pun tersenyum geli, entah masih mabuk atau tidak orin dengan sedikit mata berkaca-kaca masih memanggil Alberto.
tuan muda Alberto sangat tampan, bahkan dilihat dari belakang masih tampan, aku sangat menyukai tuan muda Alberto, maafkan aku menyukai tuan muda Alberto ( orin)
Alberto berhenti melangkah menuju mobilnya dan membalikan tubuhnya melihat orin yang bicara seperti itu, Alberto ingin memeluk orin tapi gadis manis itu sudah membuka pintunya dan masuk kedalam rumah, melihat hal itu Alberto pun kembali dan masuk ke mobil
__ADS_1
orin masih berdiri dibelakang pintu dan menangis hingga merosot kan tubuhnya dan membekam mulutnya agar tangisanya tak didengar oleh ibu dan Alberto, setelah memastikan kekasihnya orin itu baik-baik saja, al menyuruh sang sopir untuk membawanya pulang.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻