
Tak terasa hari pun sudah mulai sore, sepasang kekasih itu pun segera kembali kerumah neneknya, karena penerbangan kembali ketanah air jam 8 malam, Alberto yang fokus menyetir sedari tadi diperhatikan seorang gadis manis berwajah oriental dengan senyum manisnya melengking dibibir mungilnya.
aku memang sangat tampan sejak lahir dan dirimu selalu memandangiku seperti ini, sepertinya ini sudah menjadi kebiasaanmu ( Alberto melirik sekilas orin)
kurasa memang benar, itulah mengapa banyak gadis yang iri kepadaku, karena kekasihku ini sangatlah tampan dan baik ( orin dengan pandangan manisnya)
apa aku membuatmu jatuh cinta setiap hari, nika benar maka teruslah bersamaku, itu akan membuat harimu indah ( Alberto)
aku selalu berpikir keras untuk itu, tapi? apakah bisa aku selalu bersama dirimu hari ini, esok dan kelak, terkadang aku menjadi seperti gadis lemah jika bersamamu al? ( orin)
orin! tak peduli seberapa sulit hidup, bahkan rintangan yang akan kita lalui bersama, jangan pernah menyesali hal-hal yang membuatmu tersenyum, kau mengerti! ( Alberto dengan sedikit penekanan)
__ADS_1
mereka saling melempar senyum didalam mobil yang dikendarai Alberto, orin sedikit merasa bahagia dengan perkataan sang kekasih, bagaimanapun orin selalu merasa dirinya hanyalah seorang gadis miskin yang yang tidak pantas bersanding dengan tuan muda Alberto, anak seorang konlomerat tersohor dengan bisnis se Antero raya itu.
setelah tiba dikediaman kakek dan nenek Alberto, mereka berdua memasuki rumah dengan hati bahagia, meski tidak saling bergandengan tangan layaknya pasangan remaja lainya, orin dan Alberto tersenyum dengan kata-kata indah yang terlontar dari keduanya didalam perjalanan pulang tadi, bahkan otak mereka masih bertamasya dan tidak menghiraukan jika sang kakek yang menyapa mereka berdua merasa dicuekin.
*Hai al? kalian sudah pulang, oh ya! paman sudah menyuruh art untuk membereskan pakaian kalian berdua, kurasa kau dan juga orin bisa mengecek barang - barang kalian ( paman al memecahkan lamunan mereka)
oh... paman Terima kasih, paman selalu bisa diandalkan ( Alberto mengedipkan kedua matanya)
*tok! tok! orin sayang bolehkan nenek masuk? ( nenek)
buka saja nenek? ( orin)
__ADS_1
aku melihat cucu nenek senyum-senyum ketika pulang tadi, nenek sangat bahagia melihatnya, orin! jagalah cucu nenek Alberto, nenek yakin kalian berjodoh, jangan pikirkan apa yang mereka bicarakan tentang semuanya sayang? karena bahagiamu tidak dijanjikan mereka yang mempunyai mulut bedebah, kau mau berjanji pada nenek untuk kesini lagi dengan kabar bahagia kan sayang? yaitu kabar kalian menikah ( nenek mengenggam tangan orin)
nenek? jika nenek dan kakek sayang kepada Alberto, maka seperti itulah rasa sayangku untuknya nek? orin tidak bisa berjanji, tapi? orin akan menjaga selalu cinta kasih orin hanya untuk Alberto cucu nenek? ( orin memeluk nenek Alberto)
cucuku orin? semoga kau lulus dengan nilai bagus sayang ( nenek)
amin... terimakasih nek, teruslah sehat dan hidup untuk waktu yang lama ( orin masih memeluk dang nenek*)
Orin, Alberto dan sang paman pun berpamitan dengan kakek dan neneknya, setelah makan malam bersama mereka bertiga segera menuju ke bandara, nenek yang sedikit drama menangis membuat orin ikut menangis terisak memeluk erat sang nenek, kakek yang melihat istrinya mencoba menenangkannya, Alberto memeluk kakek dan neneknya dengan senyum tampanya.
sengaja mereka berpamitan dirumah dan tidak mengizinkan nenek dan kakeknya ikut kebandara karena sang nenek memiliki penyakit jantung kronis dan tidak diperbolehkan kecapean ataupun berdiri terlalu lama, setelah dirasa cukup, mereka bertiga pun bergegas segera ke bandara agar tidak ketinggalan pesawat.
__ADS_1
Jangan lupa like, Terimakasih 😘