Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Iri... bilang bos


__ADS_3

Di dalam perusahaan Robt group sudah tiba para petinggi dan dewan direksi yang akan ikut rapat untuk memilih kepala sekolah SMA Husada Karya.


papanya Alberto tampak gagah dengan setelan jas hitam mahalnya, dan adik iparnya pun tak kalah tampan dengan setelah jas warna abu muda.


siang sebelum Putranya terbang ke Thailand, sang papa sedang mengadakan rapat tanpa memberitahu putranya itu, dirinya hanya ingin mengetahui seberapa lihainya Alberto mengelola perusahaan sewaktu dirinya koma.


kepala sekolah yang tak lain adalah adik kandung papanya Alberto, terlihat sombong dan angkuh, dirinya bahkan tidak menyapa kakak kandungnya yang telah memberikan dirinya jabatan tertinggi di SMA bertaraf internasional itu.


*Terimakasih kasih semua para petinggi perusahaan dan dewan direksi sudah datang untuk rapat ini, sebelumnya saya mengucapkan maaf karena telah menganggu makan siang anda semua.


rapat ini saya adakan karena saya rasa sudah saatnya menganti kepala sekolah SMA Husada Karya yang lama dengan yang baru, anda semua pasti sudah tahu dan tidak menjadi rahasia lagi kinerja kepala sekolah lama selama ini, kepada dewan direksi saya mohon kebijaksanaan anda semua untuk memberikan suara kepada calon kepala sekolah baru yaitu tuan hanzel tentracit, waktu voting dimulai dari sekarang. ( papanya al menatap tajam adiknya)


Tunggu sebentar! sebelumnya saya minta maaf mencela direktur Utama tuan Robert Supraba, tapi, saya kira selama saya menjadi kepala sekolah semua sudah jelas kinerja saya, rapat voting dadakan seperti ini melanggar kode etik, dan saya tidak segang melaporkan anda kepada pihak berwajib direktur? ( adiknya papa al membela diri)


silahkan anda laporkan saya, anda juga bisa mengajak pengacara anda ke rapat ini, saya direktur utama pemilik Robt group ini, saya memiliki hak penuh dengan apa yang saya lakukan untuk perusahaan saya dan menyelamatkan saham dari orang licik dan pengkhianat! ( papanya al mengeram didepan adiknya)


direktur, bagaimana kalau anda memberikan waktu kepada kita satu jam untuk voting, setelah itu kami akan kembali memberikan voting kami semua dimeja rapat ini ( salah satu dewan direksi perusahaan)


baiklah Manager Tang? saya tunggu voting kalian semua?


kalau begitu saya akhiri rapat ini dan kembali satu jam lagi dengan voting terbaik kalian, Terima kasih atas waktunya, selamat siang ( papanya al tersenyum kepada semua*)

__ADS_1


waktu yang menegangkan sedang di rasakan oleh adik kandung papanya Alberto, dirinya takut ketahuan kalau sudah memalsukan tanda tangan kakanya untuk memperkaya diri, dirinya tidak hilang akal, kepala sekolah itu mendatangi semua para pemegang saham dan berlutut agar dirinya dipilih.


di tempat lain pun Alberto yang diberi pesan singkat oleh sang paman pun berpamitan kepada orin karena ada rapat pemegang saham dadakan. sebelum orin menjawab Alberto sudah berlari dengan terburu-buru.


lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun tak kehilangan akal, dirinya langsung menemui johan di asrama.


*aku butuh bantuanmu jo? berikan voting pemegang saham kepala sekolah baru, kau tidak perlu datang, cukup pengacaramu ( Alberto dengan nafas lelahnya)


ini rapat dadakan papamu, kau tidak harus datang kemari, cukup kabari aku lewat pesan saja ( johan memberikan air putih ke al)


itu terlihat tidak sopan, kau salah satu pemilik saham terbesar di Robt Group, aku harus menghormati calon dewan direksi bukan! Terimakasih ( Alberto)


apa yang sedang kau sibukan? apa sedang latihan menembak? ( Alberto)


tidak! aku harus kembali cuci piring, itu salah satu hal yang bisa menghilangkan rasa jenuh ku disini ( johan beranjak)


baik, lakukanlah! aku pergi, terimakasih ( Alberto melihat punggung johan pergi*)


bagaimanapun terlihat wajah sedih temanya itu, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk dirinya bertanya dan akan ada waktu untuk itu.


satu jam berlalu, semua para petinggi perusahaan dan dewan direksi pun sudah duduk dengan rapi tanpa suara, Alberto sudah memberikan semua yang pamanya butuhkan dan mengirimkannya lewat e-mail, Alberto pun kembali kerumah untuk menyiapkan diri untuk keberangkatannya.

__ADS_1


semua tampak tegang dan terlihat sesekali adik kandung papanya al mengusap keringat dinginya yang jatuh didahi luas itu, setelah hampir setengah jam semua petinggi perusahaan dan dewan direksi pun keluar dari meja rapat setelah memberikan suaranya.


*kau jangan senang dulu, ini hanya awal saja! ( kepala sekolah)


kurasa ini sudah akhir, karena sudah diputuskan siapa kepala sekolah berikutnya, kuharap anda menerima kenyataan ini ( pamanya al)


darah selalu lebih kental dari pada air, kau hanya adik ipar dan aku adik kandungnya ( kepala sekolah)


tapi bagiku dia adalah adik kandungku, dan kau yang adik kandungku kenapa tega mengelapkan aset perusahaan dan memalsukan tanda tanganku hanya untuk kepentingan pribadi, semua kebutuhanmu sudah kakak penuhi, tapi kenapa tega melakukan perbuatan menjijikan seperti ini, bagaimanapun kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu ( papanya Alberto menatap marah kepala sekolah)


aku iri padamu itulah alasan ku melakukan semuanya! ( kepala sekolah)


setidaknya hal ini membuatku bisa melihat siapa sebenarnya musuhku, sadarlah di penjara, jika kau tidak Terima kau bisa menyewa seratus pengacara... ( papanya Alberto meninggalkan kepala sekolah*)


mendengar kata penjara kepala sekolah pun tertegun menangis histeris, dirinya bahkan tidak malu dilihat banyak karyawan yang sedang bekerja, mungkin kepala sekolah sedikit depresi yang disebabkan rasa iri hati kepada kekayaannya kakaknya itu.


dalam hidup penyakit hati yang sulit di buang adalah iri dan dengki, meski kita makan sama satu piringnya tapi rejeki orang itu beda-beda dan jangan pernah menyamakan proses hidup kita dengan orang lain, selagi kita berusaha dan berdoa Tuhan maha pemurah akan memberikan kita nikmat yang indah.


jangan lupa bersyukur setiap hari 😊


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2