Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Kekhawatiran


__ADS_3

Di dalam Rumah mewah dengan halaman luas papanya Alberto yaitu Tuan Supraba sedang duduk dengan banyak foto dari orang suruanya, selama ini papanya Alberto menyuruh orang untuk mematai semua kegiatan putranya dan juga gerak gerik adik iparnya yang tak lain adalah pamanya Alberto.


setelah cukup lama dengan penjelasan setiap foto yang diberikan orang suruanya itu, tampak raut wajah datar tapi sedikit menakutkan.


setelah kepergian orang suruanya itu, papanya Alberto menelepon pamanya Alberto untuk segera menemui dirinya dibalkon rumah yang berada dihalaman belakang, pamanya Alberto sudah ber firasat tidak enak karena kakak iparnya menyuruhnya datang tapi ke rumah yang ada dibelakang, sang paman berpikir pasti akan ada pertengkaran hebat yang terjadi kepada dirinya, tetapi sang paman masih melajukan mobilnya dan segera menemui kakak iparnya itu tanpa rada takut sedikitpun, karena sang paman tahu watak kakak iparnya, meski marah sang kakak ipar tidak pernah melakukan tindakan kekerasan.


sang paman menghubungi keponakannya untuk menanyakan kabar dirinya dan juga orin, tapi beberapa kali nomernya Alberto tidak aktif, dan akhirnya sang paman segera fokus menyetir untuk segera tiba di rumah mewah kakak iparnya itu.


Tak butuh waktu berjam-jam akhirnya sang paman tiba dan langsung menuju rumah belakang yang tak kalah besarnya itu.


...*maaf kakak menunggu lama.. ( pamanya Alberto) ...


jelaskan maksud dari foto ini! ( papanya Alberto melemparkan foto dimeja)


semua foto ini benar adanya kak, akulah yang membujuk gadis itu untuk kembali kepada Alberto dan sekolah ( pamanya Alberto dengan tegas)


kau tahu balasan sembrono dari tindakan mu itu!


aku mempercayakan putraku kepadamu karena kau pamanya, tapi kau malah menusuk punggung ku dengan sebilah pisau! ( papanya Alberto)

__ADS_1


kak! semua demi Alberto, aku tidak tega melihat keponakanku menderita seperti itu seperti mayat hidup, aku ingin Alberto bahagia dengan dunianya, dan dunia Alberto saat ini adalah gadis itu kak! ( pamanya Alberto)


sekarang kau pergilah! kembali ke macau atau liburan ke Chiang mai, akibat sudah mengatur tiketnya!


aku merasa akhir-akhir ini dirimu merasa lelah dengan pekerjaan ( papanya alberto memberikan dua tiket pesawat)


kak! jangan lakukan ini, aku mohon! ( pamanya alberto mulai takut)


pergilah! jangan sampai ketinggalan pesawatnya ( papanya Alberto melangkah keluar*)


pamanya Alberto merasa putus asa, tidak tahu harus berbuat apa, dan akhirnya dirinya menelepon teddy untuk bicara kepada Alberto.


Hallo teddy bisa sambungkan teleponnya kepada al ( pamanya al)


baik paman ( teddy mencari keberadaan al)


teddy berlari mencari Alberto dengan sekuat tenaga, Alberto yang berjalan dari arah toilet melihat teddy berlari dan berteriak memanggil namanya.


teddy menyerahkan teleponya kepada Alberto.

__ADS_1


sambungan telepon


hallo al ini paman, tolong kebandara jemput paman, pakailah mobil siapa saja dan segera tolong paman, cepat Al! paman akan ceritakan semuanya nanti..


tut... tut... (sambungan terputus)


Alberto meminta bantuan kepada teddy dan juga johan untuk bersama dirinya kebandara, tanpa berpikir lama dan membuang waktu lagi Alberto segera kebandara dan diikuti johan dan teddy dengan mobil yang berbeda, sang paman yang sudah dijalan dengan mobil dan juga pengawal suruan kakak iparnya itu membuat sang paman sedikit merasa takut, karena kakak iparnya sudah memberikan skorsing kepada dirinya yang artinya tidak akan bisa kembali ke tanah air jika dirinya hari ini benar-benar pergi ke tempat yang diberikan kakak iparnya itu.


setelah beberapa menit akhirnya sang paman tiba di bandara, sebelum membuka pintu mobil, sebuah mobil sedan mewah berhenti tepat dibelakang mobil sang paman, Alberto turun dan di ikuti johan dan juga teddy segera menyelamatkan pamanya dari cengkraman sang papa.


*kau pergilah dengan pamanmu al! ( teddy)


benar, biar pengawalku yang mengurus semua ini ( johan dengan mantapnya*)


Alberto mengiyakan semua ucapan temanya dan segera pergi meninggalkan Bandara dengan pamanya, diperjalanan sang paman menceritakan semua kepada keponakannya itu, Alberto kemudian membawa sang paman ketempat yang sudah aman tanpa sepengetahuan sang papa, dan Alberto berpamitan kepada pamanya untuk menemui papanya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


budayakan berikan like 🙏

__ADS_1


__ADS_2