Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
jika satu langkah kita bisa bersama Takdir mungkin tidak akan menyakitkan


__ADS_3

Di dalam kamar Alberto duduk di lantai beralaskan karpet bulu warna coksu, dirinya membuka surat dari orin pemberian temanya teddy.


*Hallo al? ketika kau membaca surat ini aku harap kau selalu baik-baik saja.


maafkan aku yang terlalu kejam untukmu, tanpa sebuah kata aku meninggalkan dirimu tapi tidak dengan kenangan kita.


dibawah cahaya bulan dirimu selalu menemaniku, memberiku sebuah cinta yang selalu hangat dan manis.


al? saat pertama aku melihatmu diloteng atap sekolah dengan cahaya matahari menyinari wajah tampanmu, saat itulah aku mulai menyukaimu, kau lelaki baik, lugas itulah yang membuat aku menyukaimu.


sinar matamu memancarkan kesenduan meski bibirmu terbalut dengan senyum, itulah alasanku ingin bersamamu.


tuan muda kesayanganku, jaga dirimu dan makanlah dengan baik, aku mencintaimu.


by: karolina putri*


Alberto meneteskan air matanya membaca surat dari kekasih hatinya orin, ingin rasanya dia memeluk dan mendekap gadis manis itu dalam pelukannya saat itu juga, tapi apalah daya dirinya hanya seorang anak yang masih berumur 18 tahun, mustahil untuk memberontak apa yang ada didalam jiwanya kepada sang papa.


Alberto pun segera turun dan berniat menemui orin dengan segera, lelaki tampan dengan sejuta pesona itu pun keluar kamarnya segera pergi ke Semarang menemui gadis manis itu.

__ADS_1


Di kota yang berbeda, kota semarang yang juga padat dengan banyaknya alat transportasi yang memenuhi jalanan ibu kota Jawa Tengah itu, tampak di sebuah toko buku yang lumayan besar itu terlihat orin sedang melamun sambil membersihkan buku-buku dengan kemoceng.


*orin! kau terlihat masih anak sekolah.. kenapa kau tidak berangkat hari ini? ( temenya orin)


aku sudah keluar satu minggu yang lalu setelah pindah dari kota JJ ( orin)


oke.. baiklah, aku ijin menjemput anaku pulang sekolah dulu,semangat kerjanya ya? ( temenya orin)


Terima kasih Kak? ( orin*)


temenya orin pun ijin keluar toko sebentar untuk menjemput anaknya pulang sekolah dasar itu.


meski gadis manis itu tidak tahu artinya karena berbahasa Jawa, tapi dirinya merasakan betapa dalamnya arti dari lagu yang berjudul Dalan liyane itu.


🎼 kenangan seng wes tak lakoni 🎼


tak simpen neng njero ati


dewe wes ora dadi siji...

__ADS_1


sepenggal lirik yang membuat hati dan perasaan Orin seketika mengingat Alberto dengan banyak cinta dan kenangan indah bersamanya.


istirahat makan siang pun tiba, tapi gadis manis itu lebih memilih untuk tetap berada ditoko, karena dirinya sudah membawa bekal makan siang dari rumah.


dengan memakan bekal yang dia bawa, Orin dengan kunyahan tanpa ***** makan itu trus memaksakan makanannya kedalam mulut, gadis manis itu menikmati makan siangnya dengan tetesan air mata yang keluar begitu saja membasahi pipi manis dan lembutnya itu


apakah kau makan dengan baik disana...


aku harap kau baik-baik saja al?


aku sangat merindukanmu..tuan mudaku


gadis manis itu bicara sendiri dengan suara sangat lirih dengan mulut penuh makanan dan derai air mata


rasa rindu yang teramat dalam untuk Alberto begitu sebaliknya dengan perasaan lelaki tampan dengan sejuta pesona,yang sekarang sedang dalam perjalanan untuk menemui orin.


jiwa dan usia muda sedang membakar dalam diri Robert Alberto, rasa cinta yang tulus untuk Orin dan juga keberanian al terhadap kerasnya sikap sang papa, berjuang agar papanya memberikan restu untuk dirinya suatu hari nanti, dan jika hal itu pun tidak akan terjadi dalam kisah cinta Alberto dan orin, mereka akan selalu menjadi sandaran hati satu sama lain.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir di novel mimpi musim semi para reader, jangan lupa untuk like yang banyak 🙏


__ADS_2