Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
mungkinkah ceritaku sad ending


__ADS_3

Siang itu ibunya orin sedang membersihkan pakaian dan menata rapi rumah mungilnya yang mungkin sebentar lagi akan mereka tinggalkan, karena rumah itu sudah tergantikan sebelum sang ayah masuk kerumah sakit, tepatnya saat kakaknya orin mengelar pesta pernikahan.


sebuah mobil Sedan warna hitam yang sangat mewah bahkan suaranya pun tak terdengar itu memasuki halaman rumah orin, sang ibu tidak asing dengan salah satu mobil itu karena pernah dipakai al untuk menjemput putrinya kesekolah, ibunya orin pun menghentikan aktifitasnya dan melihat Siapakah yang datang, turunlah seorang pria paruh baya yang tampak terlihat masih gagah dengan setelan jas mahalnya berjalan dengan tegapnya menuju pintu rumahnya.


tok.. tok.. suara pintu terdengar cukup keras ditelinga ibunya orin, beliau pun segera membukakan pintu dan menyuruh tamunya yang tak lain adalah papanya Alberto, karena memang ibunya orin tidak pernah tahu wajah dari orang tua Alberto.


tanpa basa basi papa al langsung berbicara setelah pemilik rumah menyuruhnya untuk duduk.


*maaf nyonya mungkin anda tidak tahu saya siapa, perkenalkan saya Robert Supraba papa dari Robert Alberto, kedatangan saya kesini karena ingin membicarakan tentang rumah ini ( papa al)

__ADS_1


maksud Tuan apa rumah ini anda yang membelinya?


kalau begitu saya sangat beruntung karena rumah ini ditangan orang yang tepat (ibunya orin)


Terima kasih atas sanjungan nyonya, maaf nyonya sebelumnya saya hanya ingin anda segera meninggalkan rumah ini secepatnya, tapi anda tidak perlu khawatir karena saya akan memberikan tempat tinggal yang baru tanpa memikirkan biaya kontraknya, karena bagaimanapun putra saya sudah sangat merepotkan putri anda, jadi saya hanya ingin memberikan kalian sebuah hadiah kecil dan mungkin ini tidak seberapa dengan apa yang telah putra saya perbuat karena menyukai putri anda nyonya? ( papa al)


tuan kenapa saya merasa berat menerima hadiah anda, putra anda tidak pernah merepotkan putri saya, al adalah putra yang baik dan sopan dan saya mengangap dia seperti putraku sendiri, jadi tolong anda jangan merasa tidak enak dengan kami, Tuan anda adalah orang kaya tapi saya hanya merasa tidak enak dengan semua ini ( ibunya orin)


saya maksud apa yang anda bicarakan dengan topik utamanya Tuan, saya minta maaf karena mendidik putri saya dengan salah yang telah lancang menyukai anak anda, kami berjanji akan pindah secepatnya ke tempat yang tuan maksud, maaf tuan, maafkan putri saya ( ibunya orin)

__ADS_1


sebelumnya aku sudah bicara dengan putri anda, dan saya hanya menunggu untuk balasan budi kalian, karena bagaimanapun biaya hidup putrimu Deva dan juga mendiang suamimu akulah yang membiayai sampai hari ini pun putrimu masih sekolah di SMA Karya Husada karena diriku, jadi aku akan menunggu kalian ( papa al*)


pria paruh baya itupun pergi meninggalkan rumah mungil itu dan masuk kedalam mobil mewahnya, ibunya orin terduduk lemas dan menangis mendengar semua penjelasan papanya Alberto.


dirinya mengira bahwa papa al benar-benar menyukai putrinya tapi pemikiran itu terbanding terbalik, semua yang dikatakan putrinya waktu itu semua hanyalah kebohongan untuk membuat hatinya bahagia.


di sebuah cafe tempat orin bekerja tampak sangat ramai pembeli, teddy dan Hanna sudah selesai untuk merangkum semua storynya dan mengirimkannya lewat e-mail guru sosiologinya itu, tapi tidak dengan Alberto dan johan, kedua laki-laki itu tampak sibuk dengan sendirinya, johan sibuk chattingan dengan icca, sedangkan Alberto sibuk memandangi kekasihnya yang terlihat lelah didepan meja kasirnya itu.


melihat Alberto selalu memandangnya orin pun mendatanginya dan memberikan jus mangga tanpa gula favoritnya, meski Hanna dan teddy sudah pamit meninggalkan mereka bertiga dicafe, ternyata icca menyusul johan dan mengajaknya kencan.

__ADS_1


tinggalah hanya pasangan romantis nomer dua setelah Hanna dan teddy itu pun mendengarkan contoh stori dari film sad ending, orin dan Alberto saling meletakan kepala mereka kepundak pasangan, meski masih jam kerja tapi pemilik cafe sangatlah baik kepada orin dan hanya tersenyum geli melihat keromantisan mereka berdua.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2