
Aku tahu kau pasti akan menemui papa dikantor al?
kalau begitu kita langsung ke ruang untuk rapat hari ini ( papanya al)
lelaki tampan dengan sejuta pesona itu memang sedang berada dikantor milik papanya, dirinya sangat marah kepada sang papa karena berita yang mengejutkan itu, tapi al bukanlah anak yang cepat naik darah, ketika ingin marah pun dirinya tidak bisa melakukan hal itu karena sangat menghormati dan menyayangi papanya.
*kenapa papa melakukan itu semua, seharusnya papa menanyakan apakah aku bersedia menerima semua itu ( al dengan nada merendah)
seharusnya kau tahu sifat dari papamu ini, papa tidak pernah penerima penolakan al, dan sejak kapan papa harus meminta pendapatmu dulu ( papanya al dengan wajah sinisnya*)
kedua pria itu pun pergi keruang rapat yang sudah disiapkan, sudah banyak para wartawan yang akan meliput acara ini, bahkan pertemuan itu dihadiri banyak para dewan petinggi perusahaan.
pamanya al pun hanya bisa menyapa keponakanya itu dengan anggukan hormat, karena posisi dikantor Alberto lebih tinggi dari siapapun, karena dirinya adalah pemegang saham bahkan pewaris tunggal Rob,t Mall, sebuah Mall terbesar dikota J dan sudah memiliki banyak cabang di anak kota bahkan memiliki Tiga Rob'T Mall di Singapura, thailand dan juga kacau semuanya itu akan diwariskan kepada putra semata wayangnya Robert Alberto.
selamat sore semua para teman-teman wartawan, Terima kasih untuk waktunya.
dan salam hormat saya kepada para petinggi Rob'T Mall Terima kasih untuk semua waktu dan kerja samanya selama ini.
__ADS_1
saya akan memperkenalkan putra saya dan juga pewaris tunggal Rob't Mall "Robert Alberto".
Dia memang masih 18 tahun, tapi sudah mengemban tahta perusahaan besar dan mendunia, karena saya yakin putraku akan berhasil.
saya disini sebagai CEO perusahaan Golddenn Rob't dan juga Rob'T mall tidak akan berlama-lama memberikan kesempatan kepada teman wartawan, silahkan menanyakan pertanyaan yang sudah diberikan oleh sekretaris saya dan juga CEO sanjay group. ( papanya al)
pria paruh baya yang terlihat gagah dan tampan mengenakan setelan jas hitam kemeja putih itu pun mengijinkan semua teman wartawan mengajukan pertanyaan yang sudah dibuat itu.
dikursi sampai sang papa, Alberto diam tak bergeming sekalipun, dirinya hanya menatap kosong para teman wartawan, pertanyaan demi pertanyaan diajukan kepada pewaris muda itu, tapi Alberto masih diam dan tidak menjawab sepatah katapun kepada para wartawan, pamanya Alberto angkat bicara untuk menyudahi sesi tanya jawab itu, tampak wajah marah papanya Alberto terhadap sikap putranya itu, sebelum sesi tanya jawab itu diakhiri ada salah satu wartawan dari surat kabar Matrepolos bertanya kepada tuan muda tampan itu.
apakah seorang gadis yang tuan muda Alberto sukai?
karena kami mendengar dari sekolah tuan muda, ada salah satu gadis yang bukan dari kalangan keluarga kaya bisa menaklukkan hati tuan muda? apa itu benar, tolong setidaknya jawab pertanyaan kami. ( wartawan wanita majalah Matrepolos)
pria tampan dengan sejuta itu pun melihat tajam wanita yang mengajukan pertanyaan itu, semua wartawan merasa tegang dengan suasana di sebuah gedung perusahaan milik papanya al.
itu benar, aku sangat mencintai gadis itu, sangat..
__ADS_1
jangan jadikan ini sebuah berita karena aku tidak ingin gadis yang aku cintai merasa tidak nyaman, banyak orang kalangan sosial tinggi bersikap bahkan berpikiran lebih rendah dari mereka orang biasa, jadi sebelum kalian membuat pertanyaan, jangan pernah mengejek seseorang hanya karena status sosialnya lebih rendah darimu, dan apapun yang terjadi bahkan seluruh dunia mengunjing hubungan kami, aku akan selalu disamping gadis itu untuk melindunginya ( al dengan sedikit geram)
semua para wartawan bertepuk tangan dengan jawaban tuan muda yang tegas dan memuaskan, semua wartawan yang hadir memotret Alberto, tapi lelaki tampan dengan sejuta pesona itu langsung keluar ruangan tampa berpamitan, semua petinggi perusahaan pun juga ikut meninggalkan ruangan tersebut, hanya tinggal papanya Alberto, sekretaris dan juga adik iparnya itu.
wartawan masih juga memotret setiap detail apa yang mereka lihat.
aku rasa kalian sudah banyak memotret. hentikan kameramu itu, jangan sampai tangan kalian besok tidak bisa digunakan untuk bekerja. ( papanya Al dengan tatapan tajam kepada setiap wartawan?
mendengar ucapan dari tuan besar Supraba para bodyguard menyuruh agar semua wartawan menyudahi memotretnya dan segera kembali ke kantornya masing-masing.
*firza, hubungi putraku suruh dia pulang dan menunggu diruanganku ( papanya Al dengan wajah sebel)
baik tuan Robert ( firza sekretaris papanya Al*)
Alberto pergi kesebuah minimarket membeli sebuah minuman soda dan mengeluarkan handphonenya yang dimatikan data saat menghadiri konferensi pers tadi.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1