
Setelah cukup menikmati lagu yang sangat dia suka Orin pun masuk kedalam kelasnya, diperjalanan menuju kelas Hanna memanggilnya.
Hai Orin! tunggu aku ( Hanna)
Orin pun berhenti menunggu panggilan dari teman imutnya itu, Hanna menyodorkan laptop miliknya untuk Orin.
*kenapa kamu memberikan laptop untukku? ( orin)
pakai laptopku untuk membuat stori tugas sosiologimu, hari ini terakhir dan harus mengumpulkanya Nona mudanya Alberto? ( Hanna)
Terima kasih Hanna? tapi aku sudah membuat tugasku dan mengumpulkanya di e-mail guru pengajarnya?
aku pergi ke warnet dan lihatlah teddy sudah menyusulmu kesini ( orin*)
Hanna menoleh kebelakang dan teddy pun mendekati mereka berdua dengan senyuman yang mengembang seperti adonan donat, kedua pasangan ping romantis itu pun saling menyapa dengan ciri khasnya yaitu dengan saling kedip- kedipan mata sampai salah satu ada yang kalah dan menyanjung dari mereka.
__ADS_1
*Hai... hentikan kegenitan kalian ingin sekali aku salto didepan kalian berdua karena tidak sanggup melihat tingkah gilamu Hanna ( orin)
bukankah my sweetie ku terlihat menggemaskan orin?
ketika dirinya sedang mengedipkan kedua matanya rasa hatiku ingin sekali bergoyang India ( teddy)
ohh my darling pagi ini aku merasa bahagia mendengar ucapan syair puisi raja yang indah menggetarkan jiwaku ( Hanna)
Hai... kalian berdua sengaja memperlihatkan kemesraan didepanku, asal kalian tahu kalian berdua itu memang pasangan imut dan terfavorit seperti film kartun sopo jarwo ( orin)
iya bos... ( Hanna dan teddy*)
Kelas pelajaran pun dimulai, sang guru mengecek e-mail dari para anak didiknya.
baiklah para muridku hari ini kalian akan saya suruh menceritakan stori kalian masing-masing sesuai nomer absen, dan khusus murid Robert Alberto mungkin akan ada jadwal khusus untuk penilaian, baiklah kelas saya mulai silahkan maju dari murid atas nama aprilio saya persilahkan kedepan ( guru Sosiologi)
__ADS_1
setelah satu persatu para murid bercerita tibalah dengan nama karolina putri, Orin pun maju kedepan dan memulai ceritanya.
*seorang gadis kelas tiga SMP pulang kerumah dengan hati gembira karena mendapatkan nilai A+, gadis itu ingin sekali menunjukan nilainya kepada sang ayah
ayah... hari ini Vina dapat nilai A+ pelajaran matematika, kata ayah dihari ulang tahun Vina ayah akan memberikan sebuah sepatu baru.
gadis itu menginginkan sepasang sepatu baru dari sang ayah dihari ulang tahunnya, karena sepatunya sudah usang dan tak layak pakai.
tibalah hari ulang tahun Vina, gadis itu sangat gembira karena ibunya memasak sup udang kesukaannya, sang ayah pun berpamitan kepada mereka berdua untuk bekerja sebagai tukang sapu jalanan dan sang ayah berjanji membelikan sepatu kepada Vina usai bekerja malam ini, sore pun tiba malampun datang, sang ibu dan Vina pun menunggu ayah dan suaminya pulang untuk meniup lilin bersama, tiba - tiba terdengar suara ketukan pintu begitu keras membuat Vina dan ibunya kaget dan segera membukakan pintu tersebut.
tok.. tok... tok... bu ibu ira suami ibu kecelakaan tertabrak mobil saat menyeberang jalan dan meninggal ditempat, mendengar kabar bak disambar petir itu sang ibu pun terjatuh lemas dan hampir pingsan, gadis itu pun menanggis di dekapan sang ibu.
gadis itu dan ibunya kerumah sakit dan melihat jenasah suami dan ayahnya dan menangis tersedu- sedu, betapa sedihnya gadis belia itu dihari ulang tahunya dirinya harus kehilangan sosok pelindung untuk selamanya dan bahkan belum sempat untuk meniup lilin dan memohon permohonan untuk dirinya, ketika melihat jenasah ayahnya Vina membawa lilin dan menyalakan lilin itu didepan jenasah sang ayah dengan bernyanyi lirih lagu ulang tahun dan kemudian meniup lilin itu dengan deraian air mata, kemudian gadis itu berucap bahwa dia tidak akan lagi merayakan ulang tahunya untuk selama hidupnya dan berjanji kepada ibunya akan selalu membahagiakanya, dan yang membuat Vina berjanji sepeti itu adalah jenasah ayahnya masih mengenggam bungkusan plastik putih berisikan sepasang sepatu untuk anaknya, bagi Vina sosok ayah adalah pelindung terkuat didunia, lelaki yang tidak pernah menampakan rasa lelahnya dihadapan keluarga kecilnya bahkan pandai menyembunyikan kesedihanya itulah sang ayah.
itulah cerita story ku dari sebuah film yang mungkin gagal penayangan karena mungkin ratting penayangan rendah, Terima kasih sudah menghayati stori saya sampai kalian menangis, maaf ( orin*)
__ADS_1
tak ada yang tidak menangis dengan stori dari orin itu bahkan Sang guru pun ikut terharu dan semua siswa dikelas itu memberikan tepuk tangan kepada gadis manis itu.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻