Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
sang pewaris


__ADS_3

Meski bukan musim penghujan tapi setiap hari sepeti langit mendung yang tidak menurunkan airnya, gadis manis itu begitu bahagia hari ini dan tak ingin waktu begitu cepat berlalu yang mungkin esok akan berubah menjadi kesedihan.


*bagaimana jika ada yang melihatmu seperti ini Al? ( orin)


kenapa? aku hanya merapikan rambut kekasihku apa tidak boleh, lagi pula siapa yang berangkat sepagi ini ( Al*)


hallo tuan muda Robert Alberto? suara itu muncul dibalik pintu kantor guru, suara itu milik lelaki cool yang tak kalah tampan dari Alberto dia adalah teddy sahabat kecil orin.


*Teddy? apa yang kau lakukan sepagi ini ( orin)


kencan, ya sekolah orin ( teddy)


jangan ngegas dong teddy? aku kan cuma bertanya, gausah marah nanti cakepnya diambil Al semua lho ( orin)


Hai kalian ada aku disini, dimana idola hatimu bro ( Al)

__ADS_1


Hanna masih otw al? ( teddy)


tumben dia otw sepagi ini teddy ( orin)


darlimgku tidak otw kesekolah tapi otw tarik selimut kembali ( teddy*)


orin dan Al pun merasa sebel tapi lucu dengan candaan pagi yang sangat krenyes itu, mereka bertiga menuju kantin sekolah dan sarapan pagi bersama.


Disebuah butik ternama papanya Alberto menemui papa dan mamanya icca, mereka bertiga ngobrol dengan segelas teh yang dibuat oleh mamanya icca


kau benar Levi? aku merasa kalah dengan apa yang aku lakukan terhadap putraku.


dimana farid suamimu aku juga ingin membicarakan sesuatu padanya ( papanya al)


suamiku sebentar lagi kesini, papanya icca sedang ganti pakaian.

__ADS_1


Tuan Praba, restui saja mereka berdua, sepertinya al sangat mencintai gadis itu, kami bahkan sudah melupakan masa lalu, sebenarnya diriku juga tidak setuju dengan pertunangan al dan icca, sebagai seorang ibu aku ingin melihat anak putrinya hidup bahagia dengan orang yang dicintainya, tapi putra anda tidak pernah mencintai putriku, jadi saat ini aku bahagia semua itu tak terjadi ( ibunya icca)


istriku benar Tuan besar Supraba, kejadian yang menimpa putriku membuat diriku sadar akan arti sebuah kasih sayang keluarga, sebuah perhatian untuk orang yang kita cintai sangat berharga, mungkin jika tidak ada hal seperti itu diriku sudah berpisah dengan istri yang amat aku cintai meski dulu diriku selalu mengabaikan dirinya dan sibuk dengan pekerjaan ( papanya icca*)


papanya icca pun datang menemui tamu kehormatan dan ikut memotong pembicaraan istri dan papanya al, mereka bertiga pun menikmati teh bunga Chamomile yang begitu segar dan hangat, sambil meminum teh nya papanya al penuh dengan pemikiran dan menyaring semua perkataan keluarga icca.


*aku tahu setiap orang tua ingin anaknya bahagia, tapi dalam sebuah keluarga tidak hanya cinta, tapi juga keturunan silsilah, Alberto putraku satu-satunya, mungkin disini aku tidak bisa bersikap seperti kalian, dan aku akan selalu memberikan mahkotaku untuk dia agar dia tahu dan merasakan betapa sulit menjaga mahkota itu tetap dikepalanya.


Terima kasih untuk teh nya, aku pamit dan sudah mengganggu kalian pagi - pagi ( papanya al)


hati-hati dijalan tuan Praba ( papa dan mamanya icca*)


lelaki paruh baya yang masih sangat gagah dan tampan itu berpamitan dan berjalan dengan sangat tegap dengan setelan kemeja kerja dan jas mahal.


didalam mobil mewah papanya al menelepon papanya Hanna untuk segera mendatangi sebuah kantor surat kabar, karena mall yang sudah jadi di kota Batam itu akan diberikan kepada putranya Alberto, tanpa menunggu lama papanya Hanna pun langsung melaksanakan perintah Tuan konglomerat itu.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2