
Di pagi hari yang tampak terlihat cerah itu gadis manis berlesung pipi dan bermata sipit duduk menikmati sarapan pagi bersama ibunya, orin tampak terlihat sedikit pucat karena beberapa hari ini dirinya kurang tidur, sang ibu yang tampak mengkhawatirkan keadaan anaknya itu menyuruh untuk libur kerja setelah pulang sekolah, orin tersenyum dan mengiyakan perkataan ibunya, sang ibu mengetahui suasana hati anak gadisnya itu akhir-akhir akhir ini tampak tidak baik-baik baik saja.
orin sayang? kakakmu defa kemarin menelepon ibu dan menyuruh agar kita ikut bersamanya pindah ke Batam, kakakmu bilang gajinya disana lumayan untuk menghidupi kita dan membiayai dirimu pindah sekolah meski bukan sekolah seperti sekarang ini.
apa kamu mau ikut ajakan kakakmu anaku sayang?
orin memperlahan kuyahanya dan memandang sang ibu dengan sendu, tanpa menjawab sang ibu gadis itu terus mengunyah perlahan makananya sambil menunduk dan meneteskan air mata, dengan binggung sang ibu memberikan air putih kepada anaknya untuk meminumnya agar merasa sedikit tenang.
sang ibu meminta maaf jika ucapanya tadi mungkin membuat orin sedih.
ibu tidak salah jangan meminta maaf Bu?
kakak sudah memberitahukan niat baiknya itu, tapi aku hanya ingin lulus di sekolah itu dan aku menyuruh kakak untuk menunggu sebentar lagi
sang ibu sedikit lega mendengar penuturan anaknya itu, tapi masih saja ada yang mengajal di pikiran sang ibu karena orin tampak gelisah.
lalu? kenapa kau menangis sayang?
orin? kau adalah gadis yang sangat kuat, bahkan kau lebih kuat dari kakakmu dan ibu sangat bangga padamu, kalian berdua adalah segalanya bagi ibu
__ADS_1
ibu selalu berdoa agar kedua putri ibu selalu hidup banyak dilimpahi kebahagiaan, tapi entah kenapa ibu melihatmu akhir- akhir ini tampak tidak baik2 saja
jika yang kau pikirkan adalah nak Alberto ibu hanya bisa memberikan saran, jika kamu mencintai seseorang yang sangat berbeda dengan kehidupan kita janganlah terlalu dalam sayang!?
karena ibu tidak ingin melihatmu sedih jadi apapun nanti keputusanmu ibu selalu mendukungmu.
orin berhenti makan dan memeluk ibunya dengan erat, gadis itu menangis dipelukan hangat sang ibu, tangan yang sangat hangat disetiap tepukan itu menenangkan hati dan pikiran gadis manis itu.
Terima kasih bu? orin sangat bersyukur memiliki ibu disamping orin.
aku berangkat sekolah dulu, ibu jaga diri ya?
orin dengan wajah yang tampak lega berpamitan dengan sang ibu dan segera melangkah menuju halte bus untuk berangkat sekolah.
sang ibu melihat punggung mungil sang anak dengan pikiran berkecamuk meski dalam hati sang ibu sedih melihat anak gadisnya bekerja keras tapi dirinya bersyukur memiliki orin karena tidak pernah mengeluh sepanjang hidupnya, sang ibu ingin sekali bertanya kepada orin kenapa Alberto tidak lagi menjemputnya untuk berangkat sekolah lagi, tapi niat itu diurungkannya, dia percaya kepada sang anak kalau orin pasti akan bercerita tentang itu jika hatinya sudah merasa tenang.
di halte bus orin sengaja duduk termenung bahkan sampai bus terakhir pun dirinya tidak juga menaikinya
sebuah mobil mewah dengan sopir menghampirinya
__ADS_1
orin yang tampak terkejut melihat ayah Alberto menghampiri nya itu memberikan sapaan hormat, ayah Alberto menyuruh agar orin masuk mobil karena ada hal yang ingin dirinya katakan kepada gadis manis itu, panggilan tampak berulang-ulang kali muncul di handphone orin, banyaknya sebuah pesan bermunculan dengan nama yang sama, ayah Alberto pun meliriknya dan di tahu kalau itu dari anaknya.
angkat saja itu pasti dari al?
orin yang mendengar ucapan ayah al itu pun menjawabnya dengan sangat sopan
maaf tuan? jika dering ponsel saya menganggu anda?
saya lebih baik mematikannya.
ponsel orin dimatikanya karena menurutnya itu tidak sopan, apalagi dirinya sekarang satu mobil dengan pengusaha terkenal ditanah air yang fotonya selalu ada di TV bahkan di majalah dan surat kabar itu.
anakku tidak salah memilihmu sebagai pacarnya, ternyata dirimu sangat cerdas bahkan lebih manis jika berhadapan langsung.
orin mendengar ucapan ayah Alberto yang sedikit menusuk telinganya itu, tapi dirinya harus bersikap tenang dan baik-baik saja meski beberapa kali dirinya meremas- remas telapak tangannya, dan hal itu dilihat oleh ayah Alberto.
disekolahan tampak Alberto sangat khawatir karena orin tidak menjawab teleponnya dan membalas pesanya, bahkan handphonenya dimatikan.
Alberto tampak sangat frustasi karena kekasih hatinya mengacuhkan semua panggilanya, dan tiba-tiba dirinya mendapat pesan dari sang paman bahwa orin bersama papanya karena ada sesuatu yang harus dibicarakan, dan berharap Alberto untuk tenang.
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻