Mimpi Musim Semi

Mimpi Musim Semi
Teman sebangku


__ADS_3

Alberto.... suara pria dari balik pintu kelas membuyarkan pandangan mereka berdua, detak jantung tak berirama dirasakan oleh orin dengan wajah yang bersemu merah dia menundukan wajahnya, hal serupa juga dialami oleh Al pria itu merasakan hal yang sama dengan orin.


Robert Alberto... apa harus memanggil nama lengkapmu baru kamu mau menolehku, gerutu johan.


ya Johan adalah teman Al sejak kecil, dulu mereka tetanggaan tapi setelah kematian ibunya Al mereka berpisah, karena saat itu juga ayah Al mengirimnya ke Batam untuk belajar bisnis disana dengan didampingi paman dari ayah Al yang sekarang menjabat kepala sekolah di SMA Husada Karya, meski dibilang usia Al masih sangat muda untuk mempelajari semuanya tapi pria muda tersebut tidak pernah mengeluh tugas yang akan diembannya kelak, meski terkadang dia membutuhkan seseorang yang bisa menjadi sandaran untuk dirinya sendiri.


flasback 3 tahun yang lalu Robert Alberto


pulang sekolah dengan wajah yang ceria dan bahagia Al duduk dimobil bersama ayahnya, dengan percakapan santai antara ayah dan anak, mereka membuka percakapan


Al? ayah ingin kamu pindah ke batam bersama pamanmu untuk sekolah bisnis disana, papa ingin kamu kelak bisa bekerja dan meneruskan usaha Toko emas papa, pamanmu sudah menyiapkan tiket pesawat dan fasilitas disana untuk dirimu, jangan buat ulah dan belajarlah dengan sungguh-sungguh, papa tidak ingin mendengar atau melihatmu gagal, dan juga sore ini keluarga Effendy mengundang kita untuk makan malam bersama, kata papa Al didalam mobil.


Tanpa ada kata sepatah dari mulut Al pria itu masih sibuk dengan HP nya, sepertinya Al tidak ingin membantah ataupun berdebat dengan papanya karena dia tau watak dan sikap Ayahnya itu, tak butuh waktu lama mobil mereka sampai dihalaman rumah, Al yang tanpa bicara langsung keluar mobil dan menuju kamar ibunya, selama ini orang yang paling dia cintai segenap jiwa raganya hanya ibunya, seorang ibu yang sudah sakit leukimia selama dua tahun berusaha sembuh dan selalu tampak bahagia demi anak semata wayangnya.

__ADS_1


ibu aku pulang... apakah ibu tidur? suara parau yang sedang menahan air matanya agar tidak menangis didepan ibunya, karena bagaimanapun Al masih remaja yang perlu kasih sayang ke dua orang tuanya, dia tidak berani membuka pintu kamar ibunya karena Al tidak tega jika melihat ibunya menahan sakit hanya demi tersenyum padanya


Al sayang.. ibu tidak tidur masuklah kemari anaku?


hari ini ibu ingin memberikan sesuatu untukmu, pinta seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik meski mempunyai penyakit leukimia stadium akhir.


Al masuk kekamar ibunya dan memeluk bahkan menciumi ibunya dengan lembut, tanpa terasa air mata ibunya jatuh kepipi, dengan cepat beliau menghapusnya sebelum Al melihatnya


apakah ibu sudah makan dan minum obatnya?


ibu? Al sayang ibu... apakah ibu bisa bersama Al ketika sukses nanti.. dekapan hangat Al kepada ibunya sangatlah lama


entah angin apa tiba-tiba Al menangis dipelukan ibunya

__ADS_1


seorang pria remaja yang dikenal cuek dan pendiam itu tampak tak berdaya jika didepan ibunya


anakku sayang? ada apa denganmu? apa ayahmu membebanimu lagi dengan bisnisnya, papamu sudah bicara dengan ibu untuk keberangkatanmu dan ibu setuju sayang? ibu ingin kelak kau sukses dan berangkatlah demi ibu, jangan cemaskan ibu, ibu disini akan baik baik saja, aku akan menunggumu pulang, ini hadiah dari ibu bukalah ketika kamu diatas pesawat


Al menerima kotak hijau pemberian ibunya, setelah bicara kepada ibunya Al masuk ke kamarnya untuk mandi dan bersiap ke acara makan malam keluarga effendi, Tak terasa waktu berjalan dengan cepat yang Al rasa perbincangan tadi hanyalah dua keluarga yang akan saling menukar bisnis mereka, didalam perjalanan pulang hanya ada keheningan, tiba-tiba Al bicara kepada papanya


pa.. Al mau menuruti permintaan papa dengan syarat jagalah ibu dengan baik, dan setelah tiga tahun kepulanganku, aku mau sekolah lagi di SMA yang sama saat aku SD, bagaimana pa? apa papa setuju dengan permintaanku ini


baiklah Al.. papa setuju dan soal ibumu kamu tau kalau papa sangat mencintai ibumu, pengobatan dari luar dan dalam negri sudah papa lakukan semua nak? percayalah Al.. papa hanya ingin kebahagiaan dan kesuksesan mu, kata papa al untuk anak semata wayangnya.


setelah bicara kepada Al.. pak Yoga ingat ucapan istrinya jika suatu saat kelak aku meninggal mas.... biarkan Al menentukan pilihan hidupnya, jangan bebani dia dengan apapun yang membuat dia berubah, jangan pernah memandang sebuah kasta jika ada perempuan yang Al cintai, begitulah permintaan istrinya


pagi yang cerah datang dan hari ini adalah hari keberangkatan Al ke Batam, setelah berpamitan dengan ibu tercintanya, Al berangkat dengan pamanya diantar sopir pribadi papanya, Al memang tidak ingin papanya ikut kebandara karena Al takut jika ibunya sendiri dirumah dengan hanya ditemani para pelayan rumahnya.

__ADS_1


waktu berjalan dengan cepat tak terasa sudah seminggu Al diBatam, hujan deras membasahi kota tersebut dering ponsel berbunyi betapa kagetnya Al ketika mendengar ibu tercinta nya meninggalkan dirinya untuk selamanya, Dengan pikiran berkecamuk Al menagis dibawah suara petir menggelegar, ingin pulang tapi tak bisa, hanya kesedihan yang mendalam kini dirasakannya, dan sejak saat itu Al menjadi seorang pria mandiri sebelum waktunya agar ibunya bahagia di alam sana melihat dirinya tumbuh menjadi pria yang sukses sesuai permintaan terakhir ibunya didalam surat kotak hijau yang diberikan kepada Al.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ Bagaimana kelanjutan kisah mereka Alberto dan Carolina putri? sebelumnya mamak mau mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan ๐Ÿ™mohon maaf lahir dan bathin. ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2