
Johan pagi itu merasa senang ketika sangat pemilik toko bunga berbicara seperti itu, orin masih sibuk dengan asyiknya menciumi satu persatu bunga ditoko tersebut hingga ada panggilan dari al tidak dirinya ketahui.
Alberto membawa bunga mawar putih itu menuju keatas loteng sekolah tempat favorit mereka saat pertama bertemu hingga sekarang, dengan senyum yang semringah dan semangat empat lima tiada henti Alberto menatap ponselnya memberikan pesan kepada orin dan beberapa kali melakukan panggilan tapi tidak diangkat.
johan dan orin menuju sekolah SMA Husada Karya sesudah membeli kue untuk paman johan dan mawar putih untuk orin, setelah sampai di halaman sekolah tibalah mobil sedan mewah milik johan, Orin duluan turun dan mengucapkan kepada pak sopir dan juga johan, ketika johan ingin mengucapkan agar ke kelas bareng gadis manis itu terlebih dulu berlari menuju kelasnya.
di loteng atas al menunggu Orin dengan sabar hingga bel masuk berbunyi pun pria itu masih berdiri disana
padahal orin didalam kelas pun celingukan mencari sosok pria yang sangat dicintainya itu.
akhirnya orin berniat menghubungi al dan berapa kagetnya ketia melihat notifikasi panggilan hampir mencapai seratus itu dan dibaca sebuah pesan dari kekasihnya itu bahwa dia menunggunya di loteng sekolah, Orin tampak frustasi ingin segera selesai mata pelajaran dikelasnya itu, tanpa menunggu lagi orin ijin ke toilet ketika orin melangkah tibalah Alberto didepannya dengan expresi wajah yang sangat kecewa, orin mengetahui apa yang sedang terjadi kepada Al itu adalah karenanya, Alberto mengacuhkan orin saat berpapasan di pintu kelas dan langsung duduk di kursinya sedangkan orin tak jadi ke toilet dan berjalan mengekori alberto.
semua siswa dikelas dan bahkan gurunya menoleh dan melihat sikap kedua pasang kekasih itu.
__ADS_1
saat Alberto menunggu orin di loteng yang tak kunjung datang dan bahkan membalas satu pesan pun kepadanya akhirnya al memutuskan untuk membuat bunganya ditong sampah dan menuju kelasnya, dan disaat ingin masuk mereka malah berpapasan dengan sikap yang dingin, didalam hati al juga merasa heran dengan sikap orin yang tampak tak berdosa dan sebaliknya di pikiran orin juga al sedikit aneh dengan sikapnya yang menurut orin seperti anak anak.
Alberto duduk dan melihat ada setangkai mawar putih di samping tas gendong milik pacarnya itu, dan hal itu membuat al sedikit kecewa dan ditambah lagi tadi yang dilihatnya ditoko kue itu benar orin dan johan, meski Alberto hanya menebak tapi tidak meleset sama sekali
karena bunganya sama dengan yang Alberto beli. setelah jam istirahat Alberto pergi entah kemana tanpa bicara sedikitpun kepada Orin dia melangkah keluar
Hai tuan muda al!!
kau mau kemana? apa mau membolos kali ini aku tidak akan membantu mu jadi jangat membuta aku sebagai ketua kelas sulit tuan muda?
minggir lah jika tidak ingin aku habisi!!
tidak peduli dirimu ketua kelas disini
__ADS_1
aku bahkan akan menghancurkan sekolah ini jika mereka berani menyentuh apa yang aku miliki
minggir lah teddy!!!!!
aku akan mengurusnya nanti dengan pamanku
suara Alberto benar-benar sangat marah dan membentak teddy, Orin pun gemetar tanganya melihat kekasihnya yang tak pernah marah seperti itu, orin ingin menghentikan dan menenangkan kekasihnya itu tapi johan menahannya dan berucap jangan lakukan jika Alberto sedang marah aku sangat paham dengan sifatnya.
teddy pun tau bahwa Alberto tidak seperti biasanya
Hanna yang menghampiri teddy pun mengandung tangannya dan menyuruh teddy duduk agar tak membuat singa Alberto menerkam siapaoun.
sebelum melangkah al sempat melirik orin yang dipegang tanganya oleh johan, dan hal itu membuatnya pergi tanpa memperdulikan siapapun.
__ADS_1
teddy yang bertanya kepada orin apakah mereka sedang bertengkar akhirnya orin menjawabnya dan Hanna pun mengerti kenapa alasan Alberto seperti itu.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻