
Seruan Sanghyang Baruna disambut para dewa dan Senopati perang Dasar Samodra. Sanghyang Baruna segera bertiwikrama berubah ujud jadi hiu yang sangat besar.
Hiu kejadian dari Sanghyang Baruna ini selain besarnya seperti gunung Mahameru. Juga memiliki taring besar runcing dan sangat amat tajam. Masih ditambah cula yang juga sangat besar tajam dan mengerikan. Hiu ini bersuara nyaring sekali
"Cit..cicit cuit...!!!" Memekakan telinga. Pokoknya siapapun yang melihatnya bisa mati ketakutan.
Menyusul Batara Bayu mengeluarkan kesaktian berupa angin puiting beliung yang membuat benteng pertahanan pasukan dasar Samodra.
Sehingga area pasukan Baruna seperti dilindungi badai yang sanga dahsyat. Sehingga siapapun sulit menembusnya.
Dewa-dewa yang lain juga sama-sama menunjukan kesaktiannya. Sehingga suasana dasar Samodra menjadi ramai meriah. Bahkan sampai ke permukaan laut yang menimbulkan gelombang yang sangat amat besar mencapai belasan meter.
Jadi jika saat itu ada kapal lewat, atau nelayan yang sedang melaut. Dipastikan mereka akan terlempar dan perahunya bisa terbalik tenggelam.
Pertahanan super ketat ini membuat Mina Lodra semakin marah. Dia yang berada di barisan paling depan pasukannya segera mengeluarkan kesaktiannya, matanya melotot dan membesar. Dari matanya keluar sinar putih kebiruan yang masuk menerobos pertahanan Batara Bayu.
Sinar mata yang mirip sokle raksasa mempunyai panas ribuan derajat Celcius. Dan serangan sokle raksasa mampu menjangkau posisi Sanghyang Baruna, dan anak buahnya yang tidak sempat menyelatksn diri kontan hancur lebur.
Batara Indra mencoba mengatasi serangan ini dengan menciptakan salju. Ternyata tidak bisa menolong. Sanghyang Baruna sengaja memutar tubuhnya sedemikian rupa untuk mengenyahkan serangan itu, lumayan agak berhasil.
Sinar itu mereda ini karena gerakan hiu Baruna mampu menggoyahkan posisi Mina Lodra yang juga telah bertiwikrama mengubah wujudnya menjadi ikan pari raksasa yang tidak kalah besarnya dari hiu Baruna.
Ikan pari raksasa Mina Lodra segera menggetarkan ekornya seperti pecut raksasa mengaduk-aduk dasar lautan. Perbuatan ini membuat geger pasukan Baruna.
Sanghyang Baruna yang melihat pasukannya rusak segera perintahkan Sontong Kawuk menyerang Mina Lodra.
Segera dia mengeluarkan senjata pamungkasnya cairan warna hitam kental berbau anyir dan sangat beracun menyerang tubuh Mina Lodra.
__ADS_1
Namun dengan entengnya Mina Lodra mengusir serangan Sontong Kawuk dengan memutar ekornya sedemikian rupa sehingga serangan itu buyar berantakan.
Geger Lintang, Lawean Putih dan yang lain tidak mau ketinggalan mereka mengeroyok Mina Lodra bareng-bareng. Tetapi tetap saja Mina Lodra tidak tergoyahkan
Ketika lawan berkonsentrasi menghadapi Mina Lodra. Kesempatan ini tidak disia-siakan Detya Yuyu Rumpung dan kawan-kawan langsung menyerang bagian pertahanan dari pasukan dasar Samodra.
Ini membuat mereka sangat mudah menerobos pertahanan Sanghyang Baruna, karena semua musuh hanya terpusat kepada Mina Lodra. Contohnya pusaran angin ****** beliung dari Batara Bayu terpaksa terhenti karena dia membantu mengatasi amukan Mina Lodra.
Alhasil Sanghyang Baruna seolah sendirian dan dengan mudah para pegundal Mina Lodra menemukan dan mengeroyoknya.
Dikeroyok sedemikian rupa Baruna yang masih berupa hiu raksasa segera kembali keujud semula. Ini dimaksudkan agar gerakannya lebih lincah dan mampu menghadapi para pengeroyoknya.
Pertarungan adu kesaktian makin ramai. Ada dua kelompok besar pertarungan. Satu pertarungan antara Mina Lodra melawan para enopati Sanghyang Baruna yang dibantu para dewa.
Kelompok pertarungan kedua yakni Sanghyang Baruna yang juga dikerubut para pegundal Mina Lodra. Pertarungan mana lebih seru, sulit dibandingkan. Karena kedua pertarungan tersebut sangat seru dan luar biasa.
Berbeda dengan Sanghyang Baruna, yang menghadapi Yuyu Rumpung dan kawan-kawan masih bertarung seru dan belum terlihat siapa yang lebih unggul.
Meskipun begitu fisik Baruna yang sudah sepuh sangat tidak mendukung. Ditambah kondisi Batara Bayu dan kawan- kawan yang terlihat kewalahan menghadapi amukan Mina Lodra.
Semua ini membuat semangat tempur Sanghyang Baruna agak down. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan Yuyu Rumpung dan kawan-kawan. Mereka semakin gencar melakukan serangan yang membuat Baruna nyaris sulit bernafas.
Pada saat yang hampir sama Mina Lodra kembali menambah kekuatannya yang membuat ekor parinya mbedar dengan gerigi-gerigi tajam yang langsung menyapu para pengoroyoknya.
Tidak hanya Sontong Kawuk, Lawean Putih, Geger Lintang dan kawan- kawan yang terpelanting jauh. Batara Bayu dan para dewa lainnya juga terpental tidak karuan.
Ini membuat Batara Bayu dan kawan-kawan agak jering dan khawatir mendekati Mina Lodra. Kesempatan tersebut digunakan Mina Lodra melesat menuju tempat pertarungan Sanghyang Baruna lawan Yuyu Rumpung dan kawan-kawan.
__ADS_1
"Hi...ho...ho.. Hai Baruna segeralah menyerah. Kamu tidak ada pilihan lain kecuali menyerah..!!!" Ujar Mina Lodra kepada Baruna begitu sampe ke pertempuran itu.
Sanghyang Baruna benar-benar terkesiap. Dia kaget dan tidak menyangka sama sekali, bisa secepat itu Batara Bayu dan kawan-kawan dikalahkan Mina Lodra.
Lebih kaget lagi melihat keadaan dirinya, saat menghadapi Yuyu Rumpung dan kawan-kawan saja dia sudah kewalahan. Sekarang dihadapannya ada Mina Lodra dengan kekuatan diluar nalar. Kontan Baruna makin panik.
Sepertinya tidak ada pilihan lain Baruna harus segera menyelamatkan diri. Hal ini diketahui benar oleh Mina Lodra sehingga dia melontarkan ejekan.
"Hi..hi..ho hayo tua Bangka kamu mau lari kemana..!???" Ejek Mina Lodra kepada Sanghyang Baruna sambil melontarkan serangan yang amat dahsyat dan Baruna tidak sempat banyak bicara.
Dadanya terkena serangan telak Mina Lodra sehingga dia terpelanting mengenaskan. Untung para dewa yang datang kesitu berhasil menyelamatkannya.
Dalam keadaan terengah-engah Sanghyang Baruna dengan suara lirih minta kepada Batara Indra supaya anak buahnya segera menyelamatkan diri.
"Tolong Dinda Indra Sontong Kawuk dan kawan-kawan berikut anak buahnya supaya menyelamatkan diri...soal yang lain dipikirkan belakangan..!" Ujar Sanghyang Baruna yang dipapah Batara Bayu.
Batara Indra yang mendapat pesan dari Sanghyang Baruna segera membunyikan tanda darurat. Bahwa pasukan dasar segara harus segera menyelamatkan diri.
Dengan sisa-sisa tenaganya Sanghyang Baruna segera menyelamatkan diri ke Kahyangan Suralaya diikuti para dewa.
Sementara itu dengan congkaknya Mina Lodra tertawa terbahak-bahak melihat para dewa lari blingsatan.
"Ho..ho..ho..Baruna dan para dewa sekalian...kalian lari kemanapun akan kukejar. Dan Kahyangan Suralaya adalah sasaran berikutnya..!!! " Ancam Mina Lodra. Sedang para dewa sudah meninggalkannya.
Sebagian besar Senopati dasar Samodra ikut lari menyelamatkan diri dan mereka yang tidak sempat lari. Terpaksa menyerah dan menjadi tahanan pasukan Mina Lodra.
Istana Dasar Samodra hari ini benar-benar hancur luluh. Semua petinggi lari menyelamatkan diri. Mina Lodra benar-benar menunjukan kelasnya sebagai orang yang pilih tanding.
__ADS_1
Dengan jatuhnya istana atau Kahyangan Dasar Samodra, Kahyangan Suralaya geger. Sanghyang Jagad Nata pemimpin para dewa segera mengadakan rapat darurat. Semua dewa diminta hadir, terutama Sanghyang Baruna.