Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
39. Brotoseno Hilang Dari Amarta


__ADS_3

Setelah Ontoseno kembali ke Negara Amarta, dan Jimat Kalimusada, pusaka negara ditemukan. Kehidupan berbangsa dan bernegara di Amarta berjalan damai, tidak ada lagi penyakit pandemi yang merenggut banyak nyawa.


Namun seperti menjadi sunatullah, tidak ada pesta yang tidak berakhir. Tidak ada kedamaian yang abadi. Setiap kesenangan akan berakhir dengan kesedihan.


Setelah mengecap kedamaian kebahagian beberapa bulan Ksatrian Jodipati, tempat kediaman Brotoseno atau Werkudoro, atau Bimasena. Mereka dikejutkan dengan menangisinya Dewi Arimbi isteri kedua Brotoseno.


Hampir seharian Dewi Arimbi menangis sampai matanya lebam. Anak terkasihnya, yaitu Prabu Gatotkaca, Raja Pringgondani sampai kebingungan.


"Maaf Ibu..mengapa Ibu menangis..!?" Tanya Gatutkaca kepada Ibunya, Dewi Arimbi.


"Kamu tidak tahu ya..!? Ini sudah satu pekan Bapakmu pergi lebih tepat hilang. Sebab jika dia pergi pasti ngomong sama Ibu.. pergi kemana. Lha ini gak bilang apa-apa. Tahu-tahu sudah satu pekan tidak kelihatan batang hidungnya.


Waktu hari pertama aku tidak gelisah, mungkin Bapakmu sedang main ke temannya. Mungkin karena kecapaian dia ketiduran jadi tidak pulang.


Setelah hari kedua, aku menduga mungkin Bapakmu nginep di rumah temannya. Setelah hari ketiga dan keempat tidak ada kabar beritanya. Aku mulai kuatir... terlebih setelah satu pekan tidak ada kabar beritanya. Wanita mana yang tidak panik. Isteri mana yang tidak khawatir....ya aku khawatir.


Coba kamu dan saudara-saudaramu agar melacak dimana keberadaan Kang Mas Brotoseno... aku khawatir... aku merindukannya..!" Isak Arimbi kepada Gatotkaca.


"Sabarlah Ibu...istighfar...saya akan mencari Bapak sampai ketemu. Saya juga akan ngabari Kanda Antareja, Dinda Ontoseno agar bareng-bareng mencari Bapak...!" Ujar Gatutkaca coba menenangkan Ibunya, Dewi Arimbi. Mendengar janji anaknya, Arimbi mulai tenang.


"Anakku carilah Bapakmu sampai ketemu.. jika masih hidup ajaklah pulang. Jika sudah mati bawalah jenasahnya kemari..!" Pesan Arimbi.


"Jangan khawatir, Ibu. Saya yakin Bapak masih hidup.. Insya Allah akan kami temukan. Dan saya janji akan ajak Bapak pulang menemui Ibu...saya janji Ibu.


Dan saya mohon restumu...agar semuanya berjalan lancar..!" Ujar Gatotkaca dan langsung melesat terbang menemui Antareja dan Ontoseno.


Singkat cerita, Gatotkaca sudah ketemu Antareja dan Ontoseno. Mereka berjanji akan mencari Brotoseno dan tidak akan kembali, kecuali mereka sudah menemukannya.


Karena diburu waktu, Ontoseno hanya dikabari lewat telpon selular. Ontoseno yang sedang tiduran bersama isterinya, dengan malas-malasan membuka hpnya, "Wah ini aku dapat WA dari Kanda Gatotkaca...!" Ujar Ontoseno kepada isterinya, Dewi Djanokowati.

__ADS_1


Setelah membaca WA dari Gatotkaca, Ontoseno mengatakan, " Ohw...ini keadaan darurat. Bapak katanya hilang..dan Ibu Arimbi menangis terus.


Kanda Gatotkaca dan juga Kanda Antareja sudah langsung mencari Bapak. Karena aku juga putera Bapak. Aku mohon ijin kamu Isteriku...aku juga akan mencari Bapak sampai ketemu. Dan aku tidak akan kembali kecuali aku sudah menemukan Bapak, Isteriku.


Karena itu aku tidak bisa memastikan berapa lama aku pergi. Pokoknya kalau hari ini aku ketemu Bapak..ya aku langsung kembali. Jadi doakan ya Isteriku agar semuanya berjalan lancar...!" Ujar Ontoseno kepada isterinya dan dia langsung pamit untuk mencari Brotoseno.


Setelah berjalan jauh meninggalkan rumah Ontoseno kebingungan sendiri.


" Ya sekarang aku pergi...bilange mau mencari Bapak. Kemana aku harus pergi..karena tidak ada yang tahu Bapak pergi kemana. Juga tidak ada yang melihat Bapak jalan ke mana. Apa dia ke Utara atau Selatan juga tidak ada yang paham.


Apa Bapak pergi ke Timur atau Barat tidak ada yang tahu. Jadi ini aku musti kemana? Apa tapa lagi minta petunjuk dewa. Wah buang-buang waktu saja..!" Ujar Ontoseno dalam hati.


Dalam kebingungan dan kebimbangan itulah Ontoseno lantas teringat Prabu Sri Kresna Raja Dwarawati. Sri Kresna ini punya alat pendeteksi yang sangat canggih bernama cermin Paesan atau gambar copian.


Alat ini bisa mendeteksi sesuatu yang misterius. Alat itu sebesar hp android. Tetapi kemampuannya jauh melampaui hp tercanggih merek apapun.


Sementara di Dwarawati Prabu Sri Kresna sedang kedatangan tamu dari Negara Mandura, yakni Prabu Baladewa. Raja Mandura ini adalah Kakak Kandung Prabu Sri Kresna.


Kedatangan Prabu Baladewa yang terkesan mendadak ini, membuat perasaan Sri Kresna tidak nyaman. Terlebih setelah Prabu Baladewa bercerita. Bahwa negaranya saat ini sedang dilanda semacam wabah atau pageblug.


Wabah pageblug ini sangat meresahkan, dimana jika sore warganya sakit. Dipastikan besoknya akan meninggal dunia. Sebaliknya, jika pagi sakit, sorenya pasti mati.


"Karena begitu meresahkan aku terus melakukan meditasi. Dari meditasi itu, dewa memberitahuku. Bahwa pageblug ini bisa diobati, dengan tumbal Kembang Wijayakusuma.


Dan aku tahu yang punya Kembang Wijayakusuma yaitu adikku, ya kamu Dinda Prabu. Maka kuminta kebesaran hatimu agar engkau meminjamkan Kembang Wijayakusuma kepadaku.


Nanti kalau Pageblug berhenti aku kembalikan. Tolonglah Dinda pinjamkan kepadaku...!!!" Ujar Prabu Baladewa kepada Prabu Sri Kresna.


Mendengar permintaan Prabu Baladewa, Prabu Sri Kresna kaget bercampur curiga. Lantas dia menggunakan ilmu batinnya untuk melihat siapa sesungguhnya Prabu Baladewa ini, Sri Kresna semakin kaget.

__ADS_1


Kaget, karena dari mata batinnya, Sri Kresna melihat bahwa sosok yang dihapannya ini sesungguhnya bukan kakaknya. Tetapi untuk menyatakan terus terang tidak enak dan tidak etis. Karena sosok manusia dihadapannya secara dohir adalah Prabu Baladewa, namun secara batin bukan.


Di saat Prabu Sri Kresna kebingungan dan tidak tahu apa yang musti dilakukannya, datanglah Ontoseno.


"Maaf Pakde mengganggu..!!!" Sapa Ontoseno kepada Prabu Sri Kresna.


"Ohw anakku Ontoseno...mari masuk-masuk. Dan duduklah...tumben anakku ada apakah kegerangan...!?" Tanya Sri Kresna.


Setelah menjawab secara singkat pertanyaan Sri Kresna, Ontoseno menceritakan, bahwa kedatangannya untuk mengabarkan, bahwa Bapaknya, Brotoseno telah hilang dari Ksatrian Jodipati.


Karena itu ibunya Dewi Arimbi menangis saban hari.


"Dan kami anak-,anaknya, aku Kanda Gatotkaca, Kanda Antareja semuanya tengah mencari.


Aku mencari, di tengah jalan aku mikir... musti cari kemana..sedang Bapak pergi atau hilang tanpa meninggalkan jejak.


Saat itulah aku berpikir...kok aku jadi bodoh amat. Bukankah aku punya Pakde ya kamu itu...seorang yang ahli dalam menemukan barang yang hilang tanpa jejak.


Jadi karena itulah Pakde aku kemari. Aku ingin mendapatkan pencerahan dari Pakde..!" Papar Ontoseno yang justeru ditanggapi Sri Kresna dengan senyum kecut.


Melihat Prabu Sri Kresna menanggapi ceritanya berbeda dari kebiasaannya. Ontoseno bertanya.


"Mohon Pakde...kok hari ini kulihat Pakde berbeda daripada Pakde yang biasa kukenal..!?" Tanya Ontoseno.


"Ya...benar anakku. Hari ini hatiku sedang gundah tidak menentu...coba aku pengin tahu pengetahuan batinmu sampe mana..!?" Ujar Sri Kresna.


"Lho...lho..apa maksudmu Pakde. Aku datang kesini justeru mau menanyakan dimanakah keberadaan Bapakku....malah kamu nanya bab soal mata batin..!" Kilah Ontoseno.


"Ontoseno anakku...aku tahu kamu itu adalah cucunya dewa. Kamu telah dilatih mata batinmu. Kamu pasti tahu...apa yang sedang berkecamuk sekarang di batinku..?" Jawab Sri Kresna.

__ADS_1


__ADS_2