
Pasukan Jarameo menyerang Wisanggeni dari berbagai arah dan mengeluarkan teriakan-teriakan yang mengerikan. Tetapi sayangnya mereka belum mengenal Wisanggeni. Dia adalah dewa dan dijuluki dewa penutup. Sehingga kesaktiannya tidak terukur.
Setiap para lelembut menyerang tubuh Wisanggeni, bekas serangan langsung berubah menjadi sesuatu dan kontan menyerang mereka. Demikian pula yang mencoba menggigitnya, seperti menggigit bara api. Akibatnya para penyerang itu menjerit dan mencoba menghindar dari Wisanggeni.
"Hayoooh .. kamu Jarameo serang aku... jangan cuma menyuruh anak buahmu saja...!!!" Ejek Wisanggeni kepada Jarameo yang agak gentar juga melihat kesaktian Wisanggeni.
Serangan pasukan lelembut atau makhluk halus tidak melulu melalui jalan angkasa atau udara, mereka pun menyerang lewat daratan.
Serombongan siluman yang dipimpin raksasa berwajah kuning berhidung pesek tetapi mulutnya lebar dan giginya menyeringai mirip gigi buaya. Raksasa ini bernama Palasiya berpangkat Tumenggung atau Senopati.
Pasukan demit ini berwujud raksasa ada yang berkepala banteng, gajah, buaya. Juga ada yang berkepala monyet bahkan berkepala hiu. Yang menyeramkan dari kelompok ini adalah baunya yang anyir seperti bau mayat yang membusuk.
Dan suara mereka yang sangat berisik dan membuat bulu kuduk berdiri. Tetapi bagi Ontoseno masalah itu dianggap biasa, karena dia sudah sering bertemu bahkan bertarung dengan kelompok tersebut.
"Hei. Kalian berhenti. Kalian ini rombongan apa heh !? Kalian memasuki wilayah Wirata tanpa ijin heh..!? Ayo kalian siapa dari mana mau apa...!? Jawab atau kalian aku obrak-abrik...!!!" Ancam Ontoseno kepada rombongan Palasiya.
" Hua ha ha ha...eh..manusia kucluk..namaku adalah Palasiya. Aku Tumenggung. Jadi nama lengkapku adalah Tumenggung Detya Palasiya...kami dari Dandangmangore atau Pasetran Gandamayit. Kami mau membunuh Pandawa apa kamu ini termasuk Pandawa wahai manusia kucluk..!?" Ujar Palasiya sembari mendelik dan berkacak pinggang.
"Ohw berarti kalian anak buahnya Batari Durga ya..!?," Bentak Ontoseno tidak kalah garang.
"Betul sekali.. beliau adalah rajaku. Kamu mau apa..!?" Balik gertak Palasiya.
"Alhamdulillah... berarti aku bisa membunuh kalian sekarang...!!! Terimalah seranganku ciaat..!!!" Selesai bicara Ontoseno langsung menyerang Palasiya.
Namun tidak percuma Detya Palasiya diberi pangkat Tumenggung. Sebab dengan memiringkan tubuh dia bisa menghindari serangan yang dahsyat dari Ontoseno.
" Hayooo...prajuritku kalian jangan melongo. Ayoh serang bocah kucluk ini. Kalau bisa kalian bikin mampus saja..!!!" Ujar Palasiya memberi komando kepada perajuritnya.
__ADS_1
Mendengar seruan Palasiya, semua pasukan siluman menyerang Ontoseno. Serangan mereka mengerikan, selain suara-suara yang menyayat hati.
Para siluman itu menyerang dengan kondisi tubuhnya, seperti yang berkepala banteng, kerbau atau kambing mereka mengembik dan menyerang dengan cara menyeruduk.
Sementara siluman yang berkepala harimau dan buaya mereka menyerang dengan moncongnya mengaum dan mendesis.
Namun Ontoseno yang cukup berpengalaman menghadapi makhluk semacam ini. Dengan mudahnya menghindar dari serangan-serangan tersebut.
Para siluman ini tidak bisa berbuat apa-apa, ketika Ontoseno amblas ke bumi. Dan kemudian Ontoseno muncul dengan menyemburkan uap putih yang sangat beracun berhawa panas menyengat.
Serangan Ontoseno tersebut membuat para siluman mundur dengan sendirinya. Tidak hanya itu ketika lawan-lawannya terperangah kaget, Ontoseno membuat tendangan ****** beliung.
Mendadak kaki Ontoseno berubah semacam baling-baling dan berputar sangat kencang. Dan siluman yang tidak sempat menghindar kena dupakan Ontoseno sehingga mereka terpelanting.
Sementara itu Wisanggeni yang tengah bertarung dengan Jarameo sudah sampai kepada klimaknya. Wisanggeni yang menyerang Jarameo dengan pukulan dobel tidak mampu dihindari.
"Itu baru pukulan... jika kupukulkan Ganda Intan kepadamu pasti kamu akan hancur lebur... wahai Jarameo. Jika kamu sayang dengan hidupmu ayolah kembali ke Dandangmangore...suruh Rajamu kesini. Cepat..!!!" Bentak Wisanggeni.
Saat ini Jarameo sudah tidak punya pilihan, kecuali jika dia sudah bosan hidup.
"Ah daripada setor nyawa...lebih baik aku pulang dan minta Batara Kala yang menghadapi Wisanggeni...!" Ujar Jaremeo dalam hati. Jalan pikirannya sudah tepat, semua anak buahnya sudah menjauh dari Wisanggeni.
"Jadi ngapain aku disini ... ya lebih baik ngacir...!" Ujar Jarameo dalam hati dan tanpa malu-malu dia meninggalkan gelanggang. Sedang anak buahnya sudah lari lebih dulu, sebab mereka yakin bosnya pun akan kalah.
" Ha...ha...ha para cecunguk.. dedemit pinggiran.. ayoh kabur panggil bosmu. Biar kumampusin..!!!" Ujar Wisanggeni sambil tertawa terbahak-bahak menyaksikan pasukan siluman kabur.
Setelah semua musuhnya kabur Wisanggeni segera mendatangi keberadaan Ontoseno. Dan terlihat Ontoseno tengah duel dengan Detya Palasiya.
__ADS_1
Palasiya mengeluarkan ilmu andalannya, kedua tangannya berubah menjadi bara api yang beraura sangat panas. Akan halnya Ontoseno menghadapinya sambil bergurau. Dan Wisanggeni tahu, sehingga dia mengingatkannya.
"Kakang Ontoseno jangan bercanda... ntar waktu kita habis hanya untuk menghadapi siluman-siluman tidak berguna ini. Sebab yang kita tunggu adalah Bos mereka.
Tadi aku juga diserang kawanan tikus dari Dandangmangore.. tetapi sudah kubuat mereka lari lintang pukang. Sekarang aku sedang menunggu Bos mereka. Ayoh sudahi Kakang makhluk tidak berguna ini..!" Tegas Wisanggeni.
Mendengar seruan Wisanggeni, Ontoseno segera memeras cairan dari sungutnya. Cairan ini bukan cairan biasa. Jika disemprotkan kepada manusia pasti akan hangus dan mati seketika.
Cairan yang sudah terkumpul cukup banyak ditaburkan kepada Detya Palasiya sehingga yang bersangkutan mengaduh kesakitan.
"Aduh tobat Raden...aku mengaku kalah dan aku akan segera kembali ke Pasetrangandamayit atau Dandangmangore..!" Jerit Palasiya.
"Ha..ha..ha...bagus pulanglah... dan bilang kepada Bosmu aku menunggunya..!!!" Bentak Ontoseno kepada Palasiya yang sudah lari ketakutan.
Setelah Detya Palasiya dan rombongannya kabur, barulah Wisanggeni cerita. Bahwa dirinya juga didatangi segerombolan siluman dari Pasetrangandamayit yang dipimpin Jarameo.
Mereka juga berusaha akan membunuh Pandawa agar dalam perang Bharatayudha Kurawa lebih mudah mengalahkan Pandawa.
"Para dedemit dan pimpinannya kuhajar habis-habisan. Dan kubilang agar Batari Durga ataupun Batara Kala kemari. Mereka akan kuhajar sampai modar... mereka tidak menjawab. Tetapi aku yakin mereka lapor. Dan Batari Durga dan Batara Kala pasti kemari..!" Ungkap Wisanggeni kepada Ontoseno.
"Ohw begitu... katanya Bharatayudha perang yang menggunakan tatanan atau aturan. Tetapi belum apa-apa Kurawa sudah melakukan kecurangan. Mereka mendahului menyerang kita dengan bangsa makhluk halus... dan mereka gak pakai tantangan namun menyerang secara menggelap..! " Ujar Ontoseno.
"Manusia yang bernama Kurawa kapan sih menuruti aturan. Mereka selalu saja berbuat semaunya sendiri. Karena itu mereka perlu dimusnahkan melalui Bharatayudha..!" Jelas Wisanggeni.
Sementara itu pasukan dedemit asal Pasetrangandamayit telah dipukul mundur oleh Ontoseno dan Wisanggeni telah menghadap Batara Kala.
"Kenapa kalian sudah kembali heh..!? Apakah kalian sudah berhasil membunuh Pandawa..!? Ayoh jawab...!!!" Bentak Batara Kala saat melihat Jaremeo dan anak buahnya datang.
__ADS_1
"Ampun Tuan... kami benar-,benar tidak menyangka ternyata penjagaan Wirata sangat ketat dan sulit ditembus..! " Ungkap Jarameo.