Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
6. Gagal lagi.


__ADS_3

Di istana Sanghyang Baruna, penguasa lautan ini tengah disowani Sontong Kawuk dan Geger Lintang.


"Aku senang kalian datang. Aku sebenernya mau ngundang kalian...tetapi syukurlah kalian malah datang kemari..!" Sapa Baruna kepada mereka.


"Ya tuan memang sengaja kami barangkali kami dibutuhkan...kami siap setiap saat...!" Jawab Sontong Kawuk tegas.


"Ya ya...terima kasih...terima kasih....aku sebenarnya juga menghubungi Dinda Batara Bayu...tetapi rupanya hp nya gak online...jadi belum bisa nyambung...!!!" Ujar Baruna.


"Kalau boleh kami tahu. Tuan mau mencari kami memang ada persoalan apa...!?" Tanya Geger Lintang.


"Kalian seperti gak tahu saja sih...! Emangnya Mina Lodra setelah serangannya gagal lalu akan berhenti begitu saja...ohw tentu saja tidak..!!! Dia pasti akan melanjutkan serangan yang lebih dasyat lagi..!" Kilah Baruna.


"Karena itu kita harus mengantisipasinya ... oleh sebab itu aku akan meminta kalian agar selalu waspada...bahkan aku sudah ngontak Dinda Bayu...tetapi hpnya tidak aktif..!" Jelas Baruna.


Untuk ini Sanghyang Baruna meminta Sontong Kawuk dan Geger Lintang tetap waspada dan jangan lengah. Bahkan mereka diminta kontak Senopati Kodok Brungkul dan juga Ece Mede.


Selain dua pentolan perajurit tadi, Baruna masih meminta memanggil Buncul Mrongos dan Laweyan Putih untuk memperkuat dan memperketat penjagaan.


Memang ada para dewa sakti yang yakin akan membantu Sanghyang Baruna jika diserang Mina Lodra. Sebab rata-rata para dewa di Kahyangan Suralaya tidak menyukai perangai Mina Lodra yang sombong dan kerap berbuat jahat.


Dan para dewa pun sadar bahwa siapa tahu serangan kedasar Samodra ini sebagai langkah awal dari cita-cita Mina Lodra untuk menguasai Kahyangan Suralaya.


Tentu dugaan tersebut boleh jadi benar. Mengingat kesaktian Mina Lodra yang sangat luar biasa dengan anak buah yang juga banyak dan rata-rata sakti mandraguna.


Dalam agenda Sanghyang Baruna dia akan mempercayakan kepada Batara Bayu untuk supervisi pertahanan.


Sementara untuk divisi Telik sandi dia mempercayakan kepada Batara Indra dengan dibantu Geger Lintang, Buncul Mrongos dan Laweyan Putih untuk membantunya.

__ADS_1


Untuk ini Bucul Mrongos menyebarkan buih yang memenuhi pinggiran Samodra. Bila buih ini tersentuh akan memberikan sinyal kepada Buncul Mrongos.


Tidak kalah asyiknya Laweyan Putih mengeluarkan semacam serat halus yang membentuk semacam jaring labah-labah yang membentang di permukaan laut.


Sistem kerjanya hampir sama dengan buih yang dimiliki Buncul Mrongos. Yang bila tersentuh akan mengeluarkan suitan nyaring sebagai tanda bahaya.


Meskipun begitu Baruna masih menginspeksi kesiapan anak buahnya. Intinya dia tidak ingin kecolongan. Pokoknya setiap ada gerakan musuh harus langsung terdeteksi.


Sementara itu hari "H" pun tiba. Kalamenjing jam delapan persis dia kumpulkan para Senopati ya, seperti Panigas Jangga, Panigas Rikma, Buaya Sakti, Bajul Sengara, Kodok Brungkul, Ece Mede berikut seluruh anak buah mereka.


Suara mereka serem- serem sehingga di pinggir lautan itu situasinya sangat mengerikan.


"Pasukan....siaap ...!!!" Seru Kalamenjing suaranya melengking menyakitkan telinga. Mendengar lengkingan Kalamenjing semua orang diam. Mereka menunggu aba-aba selanjutnya.


"Saudara-saudaraku yang kucintai aku ingin serangan kali ini harus benar-benar berhasil. Aku minta Dinda Buaya Sakti tetap menjadi perwira terdepan.


Buaya Sakti dan Bajul sengara hanya mengangguk. Dia menguatkan dan segera mengambil posisi dengan terlebih dulu mengecek persenjataan anak buahnya.


"Saudaraku Panigas Jangga dan Rikma tolong jangan jauh-jauh dari kami. Kami sangat membutuhkan bantuan kalian...!" Seru Buaya Sakti sembari melemparkan pandangannya ke arah Panigas Jangga dan Panigas Rikma.


Buaya Sakti sangat mengandalkan Panigas Jangga dan Panigas Rikma karena kelebihan mereka. Bahwasanya mereka tidak bisa dibunuh karena kendati dhohirnya mereka berdua tetapi Sukma mereka cuma satu.


Bila yang satu tewas dilangkahi mayatnya oleh saudaranya seketika akan hidup kembali. Sebaliknya pun begitu. Jadi seribu kali mereka mati, seketika mereka hidup kembali. Segar bugar seperti tidak terjadi apa-apa. Dan itu terus menerus demikian.


Selain Panigas Jangga dan Panigas Rikma yang punya kesaktian luar biasa. Masih ada Kodok Brungkul yang mampu mengembuskan uap beracun yang sangat berbahaya.


Hembusan uap beracun Kodok Brungkul mampu menjangkau areal seluas seribu hektar. Dan mereka yang terkena uap beracun bisa mati kering kerontang.

__ADS_1


Sementara Ece Mede mampu tiwikrama atau berubah ujud menjadi semacam kerang raksasa tetapi memiliki kaki dan cakar yang sangat tajam setajam tujuh pisau cukur.


Sehingga ketika Ece Mede bertiwikrama semua orang ketakutan rata-rata lari menyelamatkan diri.


Dengan para Senopati yang pilih tanding serta pasukan yang kuat dan bersenjata lengkap Kalimenjing mulai memerintahkan pasukannya mencebur ke lautan yang dipelopori Buaya Sakti dan Bajulsengara.


Sementara anak buahnya mencebur ke dasar Samodra, Kalamenjing pilih melesat ke udara, terbang. Memang dari udara dia lebih leluasa mengawasi pergerakan anak buahnya.


Seperti kita ketahui sebelumnya, bahwa Sanghyang Baruna telah mengerahkan para agen rahasianya (Telik sandi) yang digawangi Senopati Buncul Mrongos dan Laweyan Putih.


Dan seperti dijelaskan sebelumnya bahwa buih-buih yang ditebarkan Buncul Mrongos dan serat-serat halus yang ditebarkan Lawean Putih mulai bereaksi.


Muncul ledakan-ledakan disana-sini setelah buih-buih itu tersentuh pasukan Mina Lodra. Disusul suitan-suitan yang sangat tajam dan memekakan telinga setelah benang-benang halus milik Lawean Putih terlanggar oleh gerakan pasukan Mina Lodra.


Maka segera Buncul Mrongos dan Lawean Putih melaporkannya kepada Sanghyang Baruna lewat Batara Bayu yang kebetulan sudah hadir menerima panggilan dari Baruna.


Begitu Baruna terima laporan segera dia perintahkan pasukannya melakukan gerakan Sampit Urang. Dengan gerakan tersebut maka pasukan Mina Lodra bisa terjepit di tengahnya.


Melihat bahaya yang mengancam pasukannya, Kalamenjing yang ahli strategi militer segera memerintahkan membuat taktik empat penjuru angin.


Masing-masing kelompok dipimpin Buaya Sakti, Bajulsengara, berada diarah timur dan selatan, serta Kodok Brungkul dan Ece Mede di sebelah barat dan Utara.


Strategi itu jelas untuk membuka strategi Sampit Urang yang sangat berbahaya. Dan melihat perubahan strategi pasukan musuh, secepatnya memerintahkan Buncul Mrongos dan Laweyan Putih untuk menghadapi Kodok Brungkul dan Ece Mede. Sedangkan Buaya Sakti dan Bajul Sengara dihadapi Sontong Kawuk dan Geger Lintang.


Maka terjadilah perang tanding yang sangat luar biasa antara jagoan kedua pihak. Buaya Sakti segera mengeluarkan semburan api yang sangat dasyat. Tetapi semburan api itu berhasil dipadamkan oleh cairan hitam pekat yang disemburkan Sontong Kawuk lewat duburnya.


Jika semburan api Buaya Sakti menyerupai lumbung api. Justeru semburan cairan hitam berbau anyir dari Sontong Kawuk mirip mega tebal yang langsung menyergap lumbung api. Sehingga "PES" api itu padam seperti disiram air es.

__ADS_1


__ADS_2