Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
44. Prabu Minangkuda Lawan Rengganis Sura.


__ADS_3

Setelah melihat patung Pandita Durna yang disembah dan dipuja. Prabu Minangkuda mengajak Pandita Durna dan Mahapatih Sengkuni keliling Keraton.


Keraton Pasir Angin cukup bagus, tetapi seperti tidak punya karyawan, "Ya Bapak... saya disini jadi Raja sendirian. Saya punya Patih perempuan, adik saya sendiri yang bernama Minangwati.


Dan saya belum nikah Bapak. Jadi kelihatan sepi. Apalagi adik perempuan saya suka berburu. Ya praktis sepi Bapak..!" Jelas Minangkuda.


Dan Durna pun paham, jika Pasir Angin memang kerajaan baru. Dan itu tidak penting karena tujuannya bukan menyoal negara baru atau lama negara besar atau kecil, yang penting dan diharapkan adalah kesediaan Prabu Minangkuda untuk melawan Prabu Rengganis Sura.


"Ya anak Prabu Minangkuda kedatanganku kesini adalah untuk minta bantuanmu mengenyahkan musuh Hastinapura, yaitu Rengganis Sura. Apakah kamu bisa dan mau membantuku... anak Prabu..!?" Ujar Pandita Durna.


"Ohw tentu..tentu Bapak Pandita. Saya siap akan membantu Bapak. Karena meskipun Bapak belum mengakui saya sebagai murid Bapak. Tetapi secara sepihak saya sudah mengikat Bapak Pandita sebagai guru saya.


Sehingga permintaan bantuan Bapak adalah sebuah kehormatan bagi saya. Perintah Bapak Guru.. tentu saya junjung tinggi..! Ujar Minangkuda kepada Pandita Durna.


"Ya..ya terimakasih anak Prabu. Jika kamu bisa meringkus Prabu Rengganis Sura kamu akan kuwisuda menjadi muridku yang paling jempolan haha...haha..haha..!" Ujar Durna meyakinkan Minangkuda.


"Jadi kapan kita berangkat Bapak Guru..!?" Tanya Minangkuda.


" Sekarang juga..apa kamu siap..!?"


"Insya Allah siap Bapak...mari..!' setelah mengemasi berbekalan, termasuk membawa busur dan anak panah. Dan sekedar catatan, Minangkuda adalah seorang Raja yang juga ahli memanah.


Menurut dia keahlian memanah dia dan adik perempuannya pelajari dari Patung Pandita Durna yang dia puja. Lewat imajinasi itulah keahlian memanah dia dapatkan. Dan keahliannya termasuk luar biasa. Sehingga Minangkuda termasuk Raja yang disegani oleh raja-raja lain di sekitar Pasir Angin.


Sementara itu, Ontoseno yang mengikuti Pandita Durna menemui Prabu Minangkuda dia sempat terheran-heran. Pertama dia melihat Prabu Minangkuda masih muda jauh dari kesan sangar.


Wajah Minangkuda juga tergolong tampan. Tubuhnya sedang-sedang saja. Meskipun disebut jago memanah, tetapi dibandingkan Prabu Rengganis Sura sangat jauh bedanya.


Rengganis Sura bertubuh tinggi besar dan terkesan sangar. Sehingga dalam hati Ontoseno meragukan bahwa Minangkuda bakal meringkus Rengganis Sura.


Ketika Ontoseno masih membanding-bandingkan kemampuan Minangkuda dan Rengganis Sura. Rombongan Durna dan Minangkuda telah jauh meninggalkan negeri Pasir Angin.


Kedua, track record Minangkuda belum menjanjikan. Bandingkan dengan Rengganis Sura. Dia telah berhasil mengalahkan Kurawa, paling tidak seratus orang yang berhasil dia taklukan.


Bahkan Prabu Duryudana sampai lari meninggalkan Kraton Hastinapura lantaran ketakutan terhadap amuk Rengganis Sura.

__ADS_1


Karena itu, Ontoseno sulit mencerna jalan pikiran dewa. Sebab penunjukan Minangkuda untuk mengalahkan Rengganis Sura adalah dari Batari Durga, yakni Dewa yang mengabdikan hidupnya untuk berbuat kejahatan. Dan melindungi perbuatan maksiat.


Jadi bagi Ontoseno ini akan sangat menarik untuk ditonton dan diikuti. Karena setiap pembicaraan diantara mereka, pasti Ontoseno ada disitu.


Namun karena kehadirannya bersifat kamuflase sehingga tidak ada yang mengetahui.


Pandita Durna langsung mengarahkan Minangkuda agar segera berhadapan dengan Rengganis Sura.


"Silahkan Anak Prabu Minangkuda... kayaknya si bajingan Rengganis Sura di dalam Keraton..!" Ujar Pandita Durna kepada Prabu Minangkuda.


Minangkuda dengan sigap keluar dari kendaraan langsung menghambur masuk Istana.


"Hai Rengganis Sura...ayoh keluarlah lawan aku. Aku akan meringkusmu dan meringkusmu dari sini..!!!" Tantang Minangkuda.


Tantangan tersebut dengan ditanggapi Rengganis Sura. Dan tanpa basa-basi Rengganis Sura langsung mendupak wajah Minangkuda.


Raja Pasir Angin yang memang telah cukup waspada segera menangkis dupakan itu dengan pukulan ganda.


"Duh..!!!"


Dari adu pukulan itu Ontoseno melihat bahwa Minangkuda yang terlihat biasa-biasa saja. Ternyata mampu menahan serangan dahsyat dari Rengganis Sura.


Bahkan Ontoseno melihat, bahwa Rengganis Sura sempat terdorong mundur.


"Eh ternyata Minangkuda berisi juga..!" Ujar Ontoseno dalam hati.


Sekarang gantian, Minangkuda yang menyerang. Dia membuat kuda-kuda dengan badan membungkuk. Kedua tangan Minangkuda membentuk cengkeraman.


Kaki kanan di belakang. Kaki kiri lurus. Dengan disertai teriakan "hiiiaaattt..!" Minangkuda mencengkeram bahu Rengganis Sura.


Namun dengan mudahnya Rengganis Sura menepisnya. Sehingga serangan tersebut tidak menemui sasaran.


Gagal dengan serangan pertama, Minangkuda melanjutkan serangan dengan tendangan berantai. Kakinya berputar kencang seperti baling-baling sehingga mengeluarkan debu.


Lagi-lagi dengan mudahnya, Rengganis Sura menangkis serangan tersebut. Dan kali ini tidak sekedar menangkis, Rengganis Sura juga mengirim pukulan yang telak mengenai iga kiri Minangkuda.

__ADS_1


"bug..!!!"


Dia terpental jatuh terduduk, sepertinya meringis kesakitan. Ontoseno yang melihat pertempuran ini itu bersorak gembira. Karena diam-diam Ontoseno memihak Rengganis Sura.


Sebaliknya, Pandita Durna dan Sengkuni yang menyaksikan jagoannya terjatuh kaget bercampur cemas.


"Bagaimana keadaanmu Anak Prabu..!?" Tanya Durna gopoh kepada Minangkuda.


"Tidak apa-apa Bapak. Jangan khawatir...saya tadi cuma terpeleset saja..!" Ujar Minangkuda sambil meringis menahan sakit.


Dan Minangkuda sudah bangkit dan kembali menyerang Rengganis Sura dengan pukulan yang berhawa panas luar biasa. Rengganis Sura yang mengetahui bahayanya pukulan tersebut. Segera diapun mengeluarkan pukulan Banyumili.


Pukulan Rengganis Sura berbalik dengan Minangkuda. Jika lawan menggunakan pukulan beraura panas.


Sebaliknya, Rengganis Sura pukulannya berhawa dingin sampai udara disekitarnya keluar embun.


Akhirnya kedua pukulan itu beradu dan mengeluarkan suara ledakan yang cukup keras.


"Duaaarrr..!!!" Keduanya kembali terdorong ke belakang. Dan Minangkuda terdorong ke belakang tujuh langkah. Sedangkan Rengganis Sura hanya terdorong empat langkah. Disini terlihat bahwa Rengganis Sura tenaga dalamnya lebih tinggi dibanding lawannya.


Dalam benak Ontoseno mengatakan, jika ini diteruskan. Jagoannyalah yang akan menang. Sedang Pandita Durna dan Mahapatih Sengkuni merasa khawatir.


Karena itu Pandita Durna segera mem WA Batari Durga.


"Aduh Eyang Batari...ini Anakku Prabu Minangkuda sudah bertarung lawan Rengganis Sura. Tetapi saat adu pukulan Anakku terdorong seperti kalah tenaga. Eyang Batari saya khawatir kita kalah... bagaimana pendapat Eyang !? Mohon dibalas untuk melegakan hati kami disini .!" Begitu bunyi chat WA Pandita Durna kepada Batari Durga.


"Wahai Durna...kamu tidak perlu cemas. Aku sudah mengirim Telik sandi atau pasukan rahasia kesitu yang Dipimpin Jarameo dan Doromeo..! Tenang saja..!" Balas Batari Durga.


Selain itu Batari Durga juga masih mengatakan, bahwa kesaktian Minangkuda belum dikeluarkan semua.


"Jadi wahai Cucuku Durna, kamu tenang sajalah. Percayalah kepadaku Minangkuda bakal mengalahkan Rengganis Sura..!" Tegas Batari Durga.


"Terima kasih sekali Eyang Batari. Saya percaya kepada ucapan Eyang Batari...!" Jawab Pandita Durna.


Melihat pembicaraan Durna dan Batari Durga lewat chat WA, Mahapatih ikut senang. Sebab beberapa saat lagi Prabu Duryudana akan kembali di tahta Kerajaana Hastinapura dan jabatan Patih pasti akan diembannya kembali.

__ADS_1


__ADS_2