Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
18. Hasil Investigasi Perlu Diuji


__ADS_3

Setelah dirasa cukup melakukan investigasi terhadap Bajulsengara dan kawan-kawan, serta sudah mendapatkan gambaran dimana keberadaan Yuyu Rumpung dan Kalamenjing, Cacing Anil mengajak Sepat Jenar segera pulang ke Istana Gisik Samudera untuk melaporkan hasil penyelidikan tersebut.


Dan lagi pula waktu yang diberikan kepada mereka yakni hari kerja lima hari paling lama sudah hampir lewat.


Sementara Sanghyang Resi Mintuno yang sebenarnya sudah mendapatkan laporan dari Ontoseno yang mensupervisi Cacing Anil dan Sepat Jenar dari jarak sudah mendapatkan gambaran.


Namun secara lebih rinci dan lengkap tentu harus dari keduanya.


Singkat cerita dengan kendaraan super cepat, Cacing Anil dan Sepat Jenar sudah sampai di Gisik Samudera.


Namun mereka belum akan menghadap Mintuno, mereka masih kangen keluarga dulu. Lagian masih malam hari. Jadi mereka merencanakan akan menyampaikan laporan hasil investigasinya sekitar pukul 08.00 seperti umumnya orang kantoran buka.


Jam delapan kurang seperempat Cacing Anil dan Sepat Jenar dengan berpakaian rapi sudah datang ke Istana. Di Istana sudah datang pula Bulus Petak, Lingsang Seto, Belut Putih dan lain-lain. Pokoknya semua organ penting Gisik Samodera hadir.


"Keterangan inilah yang bisa kami dapatkan. Kami persilahkan jika ada diantara saudara-saudara yang mau bertanya..!?" Cacing Anil mengakhiri laporannya.


Para undangan yang mendengar cerita mereka, rata-rata memuji karena keuletan keduanya.


Sanghyang Resi Mintuno malah memberikan tepukan tangan dan memujinya dengan mengacungkan dua jempol.


"Terima kasih Cacing Anil. Nanti akan aku diskusikan lagi lebih intensif dengan Dinda Bulus Petak dan Lingsang Seto..!" Mintuno cukup senang menerima laporan Cacing Anil dan Sepat Jenar. Dan dia akan membahasnya besok.


Sementara untuk melacak Yuyu Rumpung dan Kalamenjing yang diduga masih berada di wilayah Nusa Kambangan dan Alas Roban.


Mintuno mempercayakannya kepada Ontoseno. Mengingat kedua dedengkot ini memiliki kemampuan hebat karena itu musti di investigasi manusia hebat pula.


Dan berbeda dengan anak buahnya, baik Buaya Putih maupun Bajulsengara. Yuyu Rumpung dia lebih suka bertapa di dalam air tepi pantai yang banyak hutan bakaunya. Dan kawasan Pulau Nusa Kambangan adalah kawasan yang cukup ideal untuk memuaskan hobbynya tersebut.


Lain lagi dengan Kalamenjing dia diwaktu senggangnya sering bercengkerama dengan kalangan genderuwo, Wewe gombel, banaspati dan sejenisnya. Karena itu ia pilih ngumpet di alas Roban.

__ADS_1


Alasan kesukaannya bergaul dengan genderwo, karena mereka tidak meributkan soal uang. Tidak mikiri jabatan. Pokoknya bisa mengganggu manusia sudah cukup.


Karena itu sebenarnya tugas Ontoseno untuk menemukan Yuyu Rumpung dan Kalamenjing terhitung ringan dibanding tugas Cacing Anil dan Sepat Jenar.


Namun begitu kondisi target jelas lebih berat Ontoseno. Karena yang dihadapi orang nomor dua dan nomor tiga di jaringan Mina Lodra. Dan dengan mereka tidak lari jauh atau ngumpet di luar negeri. Ini membuktikan mereka cukup pede. Mereka sangat percaya diri dengan kemampuannya. Sehingga jelas ini sangat berbahaya.


Dan Mintuno tahu tentang bahayanya menghadapi Yuyu Rumpung atau Kalamenjing. Karena itu Ontoseno diminta waspada dan hati-hati. Tidak sembrono atau tidak ngawur harus dengan penuh perhitungan.


Kondisi yang dinvestigasi pun tempatnya mudah tetapi sulit untuk mendekati. Sebab baik Yuyu Rumpung maupun Kalamenjing berada di posisi yang sangat tertutup.


Berbeda dengan Buaya Sakti dan Bajulsengara. Mereka berada di tempat terbuka, sehingga Cacing Anil maupun Sepat Jenar dengan mudah dapat mendekatinya. Dengan mudah melakukan penyamaran tanpa diketahui lawan.


Bandingkan Yuyu Rumpung yang mengasingkan di hutan bakau. Dengan cara apa dan dengan nyamar apa, Ontoseno bisa mendekati target tanpa diketahui lawan?


Itulah sulitnya, sehingga Ontoseno musti putar akal, mencari cara untuk mendekati Yuyu Rumpung. Cara pertama yang dilakukan adalah dengan berbaur dengan komunitas disekitar Pulau Nusakambangan.


Selanjutnya dia berusaha menanyakan orang yang bernama Yuyu Rumpung. Kelihatannya, sepintas kerjaan ini ringan. Tetapi nanti dulu, sebab Yuyu Rumpung meskipun tinggal di hutan bakau Nusakambangan, namun dia tidak mau bergaul. Dan orang-orang sekitar tidak ada yang mengenalnya.


Sementara itu meskipun laporan investigasi Cacing Anil dan Sepat Jenar cukup runut dan jelas. Tetapi Mintuno perlu mengujinya. Agar saat penyergapan dilakukan target betul-betul ketangkap atau paling tidak mereka berada di tempat.


Sedangkan Ontoseno diberi tugas selain menginvestigasi. Jika perlu sekalian meringkus target. Karena Mintuno sangat yakin kesaktian Ontoseno.


Sebab selain diangkat sebagai cucu angkat Sanghyang Baruna karena keberhasilannya dalam menumpas pemberontakan Mina Lodra.


Sanghyang Baruna juga mewariskan ilmu-ilmu andalannya. Inilah yang menyebabkan Mintuno sangat yakin bahwa cucunya mampu mengemban tugas berat tersebut.


Bagi Ontoseno sendiri menghadapi Yuyu Rumpung maupun Kalamenjing bukan masalah yang harus dikhawatirkan. Karena kemampuan keduanya tidak bakalan mampu melebihi kesaktian Mina Lodra.


Namun yang menjadikan mereka sulit ditemukan karena kebiasaan mereka yang tertutup dan watak mereka yang beranggapan dan kejam.

__ADS_1


Sehingga orang-orang lebih baik mengatakan tidak tahu saat ditanya tentang mereka. Cara ini tentu lebih aman daripada jujur tetapi tidak mujur.


Berkat keluwesan dan keuletan Ontoseno, akhirnya dia berhasil memastikan keberadaan Yuyu Rumpung. Setelah pasti bahwa sosok yang akan dijadikan target penangkapan adalah Yuyu Rumpung.


Ontoseno sengaja memilih waktu penyergapan siang hari. Hal ini dilakukan untuk menghindari jebakan atau taktik licik dari Yuyu Rumpung.


Soal kesaktian Yuyu Rumpung, Ontoseno yakin mampu mengatasinya. Tetapi mengenai kelicikan Yuyu Rumpung, Ontoseno belum mengetahui.


Target diduga berada di gubug di tengah hutan bakau. Gubug itu terlihat ada penghuninya terlihat dari kondisi gubug yang rapi.


Meskipun yakin target berada di gubug. Ontoseno sengaja menyerang gubug tersebut dengan semburan api. Sehingga dengan cepat gubug itu terbakar.


Kobaran api dengan cepat melahap gubug tersebut. Mau tidak mau penghuninya keluar jika tidak mau ikut terbakar.


Begitu keluar Ontoseno langsung mengenali. Bahwa orang yang baru keluar dari gubug tersebut memang Yuyu Rumpung.


"Hai Yuyu Rumpung sebaiknya kamu menyerah dengan baik-baik atau terpaksa kuhabisi..!" Teriak Ontoseno kepada Yuyu Rumpung.


Keadaan Yuyu Rumpung sekarang sangat berbeda. Penampilannya benar-benar baru. Dia berambut gondrong dan awut-awutan, pakaiannya kusut, compang-camping lebih menyerupai gembel.


Kumis dan jenggotnya menjuntai, matanya merah. Dan sekarang dalam keadaan marah tentu saja, wajahnya lebih mengerikan.


"Jangan mimpi kamu Ontoseno. Kamu pikir sudah mengalahkan Tuan Mina Lodra, kamu akan dengan mudah mengalahkan ku !? Nih terima seranganku..!!!" Yuyu Rumpung balas membentak Ontoseno sambil meraung.keras menyerang Ontoseno dengan cakar.


Dari jari-jari Yuyu Rumpung mencuat kuku-kuku tajam yang siap mencabik-cabik tubuh Ontoseno.


Meskipun Ontoseno kebal terhadap senjata tajam, tetapi Ontoseno tidak mau ambil resiko menerima serangan Yuyu Rumpung.


Sebaliknya Ontoseno menyambut serangan tersebut dengan semburan yang sangat berbisa. Semburan Ontoseno seperti siraman air keras pekat.

__ADS_1


Dimana semburan ini bila mengenai rumput. Rumput tersebut akan terbakar. Bahkan semburan itu bisa menghanguskan batu.


Karena itu Yuyu Rumpung juga tidak mau mengambil resiko. Artinya jika dia tetap nekat menyerang tubuh Ontoseno dengan cakar mautnya. Dipastikan dia juga akan terkena semburan Ontoseno. Sehingga untuk menghindari semburan, Yuyu Rumpung berjumpalitan kebelakang. Karena itu semburan Ontoseno hanya menemui tempat kosong.


__ADS_2