Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
49. Gatotkaca dan Antareja Lebih Cepat.


__ADS_3

Ketika semua orang masih membicarakan bagaimana caranya mendapatkan Senjata Cakra dan cupu mustika bergambarkan dunia. Justeru Prabu Gatotkaca salah seorang duta yang memperjuangkan pernikahan Wisanggeni telah berada dihadapan Prabu Sri Kresna.


"Selamat pagi Pakde. Saya Gatotkaca yang menghadap..!" Ujar Gatotkaca menyampaikan kehadirannya kepada Raja Dwarawati, yakni Prabu Sri Kresna.


" Pagi Anakku Gatotkaca. Tumben pagi-pagi datang. Ada apakah gerangan, sehingga pagi-pagi kamu sudah datang ke Dwarawati.. !?" Tanya Prabu Sri Kresna kepada Gatotkaca.


"Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Jika tindakan dan ucapan saya dianggap salah. Sekali lagi saya mohon maaf Pakde...!" Ujar Gatotkaca dengan nada datar.


" Ya ya Gatotkaca, katakan yang jelas maksudmu apa ? Gak usah ragu...!" Tegas Prabu Sri Kresna.


" Begini Pakde. Saya adalah satu diantara orang yang mendukung pernikahan Adikku Wisanggeni dengan seorang gadis dari Pertapaan Cakrawala, Puteri Resi Dewa Kartika yang bernama Dewi Kencana Resmi.


Lha pernikahan tersebut dapat berlangsung, jika Adik saya Wisanggeni bisa menunjukan senjata Cakra. Dan karena semua saudara mengetahui bahwa yang paling dekat dengan Pakde adalah saya. Maka saya mendapat tugas untuk menemui Pakde guna meminjam senjata Cakra. Begitu Pakde..!" Papar Gatotkaca.


"Waduh.. itu pusaka kerajaan lho..! Kok mau dipinjam.!?" Ujar Sri Kresna setengah emosi.


"Ya Pakde.. cuma dipinjam setelah selesai saya segera kembalikan..!" Kilah Gatotkaca.


"Kalo aku keberatan bagaimana..!?"


" Karena saya sudah bersedia menjadi duta untuk meminjam Cakra. Maka saya akan memaksa, jika perlu mengamuk di Dwarawati. Saya mati pun ikhlas demi membela adik saya Wisanggeni.


Jadi dikasih apa tidak Pakde..!" Ujar Gatotkaca yang juga sudah emosi.


" Kalau tidak kukasih. Kamu mau apa..!?" Tantang Prabu Sri Kresna.


"Kalau begitu saya mau ngamuk..!" Ujar Gatotkaca geram.


"Jadi kamu mau menjajal keampuhan senjata Cakra. Baiklah...terimalah ini Gatotkaca..!" Bentak Sri Kresna seraya mencabut senjata Cakra.


Senapati Dwarawati Raden Setyaki dan Patih Udawa sempat kaget. Gatotkaca juga sempat ngeri melihat senjata Cakra tersebut.


Semua orang tegang. Karena mereka menduga, Raja Dwarawati benar-benar marah. Dan senjata Cakra pasti akan dihujamkan kepada Gatotkaca.

__ADS_1


Ternyata, semua orang terkena prank. Prabu Sri Kresna hanya bercanda. Senjata Cakra dihunus namun diberikan kepada Gatotkaca.


"Kaget...ya..!? Aku hanya bercanda. Ini bawa senjataku dan semoga pernikahan Wisanggeni berjalan lancar. Salam untuk semuanya.


Secara drastis, suasana yang sebelumnya memanas, mendadak cair saat Prabu Sri Kresna tertawa sembari menyerahkan senjata Cakra.


Dan yang paling gembira tentu Gatotkaca. Karena suasana yang sebelumnya tegang dan Gatotkaca sempat stress dan putus asa. Tiba-tiba berubah jadi sangat menyenangkan.


"Terima kasih Pakde. Ntar salam Pakde saya sampaikan langsung kepada adik Wisanggeni. Dan saya mohon diri..langsung saya menuju Pertapaan Cakrawala...!" Ujar Gatotkaca dan langsung melesat terbang meninggalkan Dwarawati.


Tidak seberapa lama Gatotkaca meninggalkan Kerajaan Dwarawati, munculah Prabu Sutejo Bomanarakasura menghadap Prabu Sri Kresna.


"Ohw Anakku Suteja tumben main ke Dwarawati. Ada apakah gerangan..!?" Sapa Prabu Sri Kresna kepada Prabu Suteja Bomanarakasura.


" Iya Bapak...mohon maaf mengganggu ketenangan Bapak..!" Jawab Suteja.


"Ya ada apa Boma anakku..??" Tanya Sri Kresna lagi.


"Begini Bapak...sudah tiga bulan ini negara saya Trajutisna...terkena pageblug. Rakyat benar-benar menderita. Penyakit yang menyerang kami benar-benar ganas luar biasa Bapak. Banyak penduduk siang jatuh sakit. Malamnya mati. Malam jatuh sakit. Paginya diketemukan tidak bernyawa.


Karena itu saya datang kemari bertujuan meminjam senjata Cakra. Guna menumbali negara saya. Jadi tolong ya Bapak...pinjamin Cakra..!" Pinta Sutejo, dan Prabu Sri Kresna juga cukup terkejut dan tidak yakin atas pengakuan Prabu Sutejo.


Dalam hati kecil Prabu Sri Kresna tidak yakin akan keterangan atau alasan anaknya. Prabu Sri Kresna menduga puteranya, Prabu Suteja Bomanarakasura mungkin ada kaitannya dengan Dewi Kencana Resmi.


Hanya permasalahannya, anaknya Sutejo sudah punya Permaisuri. Jadi untuk apa memperebutkan Dewi Kencana Resmi. Disamping itu, pusaka sudah dipinjamkan kepada Gatotkaca.


" Maaf Anakku kamu terlambat karena pusakaku sudah dipinjan Gatotkaca..!" Ujar Prabu Sri Kresna yang membuat Sutejo panik.


" Ohw begitu ya Bapak. Ya sudah saya mohon pamit...!" Ujar Prabu Sutejo Bomanarakasura yang langsung pergi ke Pertapaan Saptapertala untuk menemui ibunya, Dewi Pertiwi yang punya cupu mustika bergambarkan dunia.


Karena kuatir cupu mustika bergambarkan dunia diambil orang lain, Prabu Sutejo langsung menemui Ibunya, Dewi Pertiwi.


Sementara itu Antareja yang berjanji untuk mendapatkan cupu mustika bergambarkan dunia. Sebenarnya dia sudah sampai di kediaman Dewi Pertiwi, hanya dia bisa amblas bumi dan menetap di dalamnya. Maka keberadaannya tidak terdeteksi.

__ADS_1


Antareja bersembunyi, lantaran dia belum tahu dimana Dewi Pertiwi menyimpan pusakanya. Sebab Antareja berniat untuk mencurinya, karena dia yakin Dewi Pertiwi tidak mengasihkannya. Jika dipinjam secara baik-baik.


Untuk itulah Antareja harus bersembunyi sambil mengamati gerak-gerik Dewi Pertiwi. Maka begitu dia melihat kedatangan Prabu Suteja, kewaspadaan Antareja semakin ditingkatkan.


"Ibu ini aku yang datang..!" Ujar Sutejo.


"Ohw tumben anakku..ada apakah..!?" Tanya Dewi Pertiwi.


Secara singkat Prabu Suteja Bomanarakasura menceriterakan mengapa dia sekarang menemui Ibunya.


Bahwa pernikahannya dengan Permaisuri Dewi Hatnyanawati kurang bahagia. Sebab Dewi Hatnyanawati tidak mau melayani sebagaimana pasangan suami isteri.


Belakangan, Dewi Hatnyanawati katanya mau melayani Prabu Suteja. Asalkan suaminya mengawini Dewi Kencana Resmi dari Pertapaan Cakrawala.


Sebaliknya, Dewi Kencana Resmi mau dipersunting siapapun asal membawa dan menunjukan senjata Cakra dan cupu mustika bergambarkan dunia.


"Nah yang saya tahu cupu mustika bergambarkan dunia di jagad raya ini. Hanya Ibu seorang yang punya. Jadi saya kesini mau pinjam pusaka itu Ibu..!" Ungkap Prabu Suteja Bomanarakasura.


"Ya benar Anakku. Tetapi pusaka itu kusimpan sangat rahasia di kepalaku. Untuk mengeluarkan kita harus bermeditasi. Aku dan kamu sama-sama meditasi..!" Ungkap Dewi Pertiwi.


Dan Antareja yang bersembunyi di bumi dibawah mereka terus memperhatikan. Sambil bersiap-siap untuk mencuri, manakala ada kesempatan.


Dan kesempatan itu pun tiba, karena mereka bermeditasi dengan memejamkan mata. Maka begitu berselang sekitar lima menit memejamkan mata, Dewi Pertiwi berkata.


"Anakku siaplah cupu mustika segera keluar terimalah..!" Ujar Dewi Pertiwi dan Prabu Suteja mengiyakan sambil matanya tetap merapat.


Dan benar, keluarlah sebuah benda bercahaya dari kepala Dewi Pertiwi. Saat itulah Antareja yang sudah bersiap mencuri beraksi. Benda yang ternyata cupu mustika bergambarkan dunia itu segera ditangkap Antareja dan langsung kabur.


Dewi Pertiwi maupun Anaknya, Prabu Suteja Bomanarakasura ternyata tidak sadar bahwa pusakanya telah dicuri. Mereka baru sadar, setelah Suteja mengaku terus terang dia belum menerima pusaka itu.


Dan dari jejak yang ada Prabu Bomanarakasura mengetahui bahwa yang mencuri benda pusaka milik Ibunya adalah Antareja.


"Kurang ajar Kamu Antareja...aku tahu pusaka itu pasti dibawa ke Pertapaan Cakrawala. Tunggulah aku...!!!' ujar Prabu Suteja Bomanarakasura dengan geram.

__ADS_1


Karena itu, Prabu Suteja segera pamit kepada Ibunya untuk mengejar dan merebut pusaka itu dari Antareja. Dengan secepat kilat Prabu Suteja mengejar Antareja.


__ADS_2