
Semuanya berpacu dengan waktu. Dan waktu dan manusia menjadi sangat penting. Duta Wisanggeni ada dua, yakni Gatotkaca yang bertugas mendapatkan senjata Cakra. Dan Antareja bertugas memperoleh cupu mustika bergambarkan dunia.
Pada kesempatan yang sama Prabu Sutejo Bomanarakasura seorang diri harus mendapatkan dua pusaka tersebut. Tentu saja Prabu Suteja kalah cepat.
Disisi lain, pihak Hastinapura yang hanya mengandalkan Pangeran Djanoko, makin terseok-seok. Namun dasar Kurawa biangnya kejahatan. Karena mereka tahu pasti kalah bersaing dalam menguber pusaka tersebut. Maka mereka masih menggunakan cara lama yang biasa mereka lakukan.
Yakni tidak peduli siapa yang mendapatkan kedua pusaka tersebut. Pokoknya Dewi Kencana Resmi musti jadi isterinya Lesmana Mandrakumara atau Sarju Kusuma.
Mereka juga tidak peduli akan merebut Dewi Kencana Resmi secara terhormat, atau tidak hormat. Masa bodoh. Yang penting Lesmana mendapatkan Kencana Resmi.
Semangat dan mental Kurawa meninggi lantaran ada Pangeran Djanoko yang telah berjanji akan mewujudkan impian Lesmana. Karena itu Pandita Durna maupun Mahapatih Sengkuni tidak lagi mikirin strategi mendapatkan senjata Cakra atau cupu mustika bergambarkan dunia. Namun mereka lebih fokus kepada strategi bagaimana caranya merebut Dewi Kencana Resmi.
Pada saat yang sama Raden Wisanggeni gelisah.
"Tenanglah adikku Wisanggeni...kakak-kakakmu aku yakin berhasil mendapatkan dua pusaka tersebut. Tenang dan bersabarlah..!" Ujar Ontoseno menenangkan Wisanggeni yang sedang gelisah.
"Aduh Kakang Ontoseno...aku rasanya lebih pilih mati daripada gagal mendapatkan gadis pujaan ku..!" Rengek Wisanggeni.
"Ingat lho adikku...mati bunuh diri itu dilarang agama dan tidak bakalan masuk surga. Tenang bersabar dan berdoalah...!" Ujar Ontoseno mencoba menenangkan Wisanggeni.
"Ya sabar tenang...tetapi kita nunggu sudah cukup lama. Namun sampai saat ini, Kakang Gatotkaca dan Kakang Antareja belum kelihatan batang hidungnya. Bagaimana Kakang..!?" Desak Wisanggeni.
"Wisanggeni adikku bocah bagus. Aku tahu benar tentang karakter Kakang Gatotkaca dan Antareja. Mereka selalu bekerja secara efektif dan tepat waktu. Bukankah aku sudah berjanji akan membantumu dengan taruhan seluruh jiwa ragaku....jadi bersabarlah..!" Kilah Ontoseno.
Disaat itulah, tanpa diketahui Wisanggeni, Gatotkaca dan Antareja muncul. Mereka membisiki Ontoseno bahwa Misi mereka cukup berhasil. Tetapi mereka bilang kepada Ontoseno supaya jangan kasih tahu Wisanggeni. Karena mereka akan membuat surprise kepada Wisanggeni.
" Kok lama banget ya Kakang...!?" Keluh Wisanggeni.
__ADS_1
"Hai adikku...lihat siapa yang dibelakang mu..!!?" Ujar Ontoseno sambil menunjuk arah belakang Wisanggeni. Nampak Gatotkaca dan Antareja. Sontak Wisanggeni kegirangan.
" Wow Alhamdulillah...akhirnya Kakang Gatotkaca dan Kakang Antareja datang..!" Ujar Wisanggeni sambil berlari menyalami keduanya.
"Tetapi kamu jangan bergembira dulu... karena Misi kami ternyata gagal. Jadi tolong maafkan kami adikku...!" Ujar Gatotkaca sambil memberi kode kepada Ontoseno, bahwa Wisanggeni perlu dikerjain.
"Wah...kalau begitu aku mohon pamit Kakang. Aku mau bunuh diri...percuma hidupku karena gagal mempersunting Kencana Resmi...aku pamit Kakang mohon maaf..!" Ujar Wisanggeni akan segera pergi meninggalkan kakak-kakaknya. Karena dia lebih memilih mati daripada gagal nikah.
Melihat Wisanggeni berhasil dikerjain, Gatotkaca, Antareja dan Ontoseno ketawa puas.
"Hai adikku...aku cuma bercanda. Ini senjata Cakra yang kamu butuhkan. Dan itu di tangan Kakang Antareja cupu pusaka yang kamu inginkan. Kedua barang pusaka ini cepat kamu tunjukan kepada Dewi Kencana Resmi dan cepat kamu nikahi dia..!" Ujar Gatotkaca.
Mendengar kabar gembira tersebut, Wisanggeni jingkrakan dan salto tiga kali. Wisanggeni segera mencium kedua tangan Gatotkaca dan Antareja sekaligus mengambil dua pusaka yang diinginkan.
"Cepat kamu tunjukan pusaka tersebut kepada calon ISTERIMU. Kami akan berjaga-jaga di luar. Sedang adik Ontoseno biar mendampingiku didalam..!" Perintah Gatotkaca, dan Wisanggeni dengan didampingi Ontoseno menemui Resi Dewa Kartika dan Dewi Kencana Resmi.
"Pusaka inikah yang Bapak Resi maksudkan..!" Ujar Wisanggeni kepada Resi Dewa Kartika.
"Anakku bocah ayu...Kencana Resmi..inikah dua pusaka yang kau kehendaki..!?" Ujar Resi Dewa Kartika kepada Dewi Kencana Resmi.
Dewi Kencana Resmi segera mengambil dua pusaka tersebut, menitinya dan mengatakan.
"Betul Bapak. Inilah kedua pusaka yang saya maksudkan. Dan seperti janji saya...saya siap melayani orang yang membawa kedua pusaka ini..!" Ujar Dewi Kencana Resmi.
Wisanggeni yang mendengar langsung ucapan gadis pujaannya itu, sepertinya jantungnya mau copot saking bahagia dan gembiranya.
"Inilah..Raden Wisanggeni yang membawa dua pusaka itu..!" Tegas Resi Dewa Kartika.
__ADS_1
"Aduh Raden terima kasih aku sekarang juga siap menjadi ISTERIMU..!!" Ujar Dewi Kencana Resmi sembari merangkul Wisanggeni. Dan Wisanggeni tanpa ragu langsung membopong Dewi Kencana Resmi dibawa masuk ke kamar pengantin.
Disaat Ontoseno dan Resi Dewa Kartika masih terlongong karena ulah Wisanggeni dan Kencana Resmi. Mendadak muncul Raja Dwarawati, Prabu Sri Kresna.
"Maaf Bapa Resi saya datang kesini mau mengecek kebenaran pernikahan Wisanggeni. Sekaligus mengawal pusakaku senjata Cakra. Karena itu, bila senjata tersebut usai digunakan mau saya ambil. Juga cupu mustika milik isteri saya juga sekalian saya ambil..!" Ujar Prabu Sri Kresna.
Dan Resi Dewa Kartika yang beranggapan bahwa dua pusaka tersebut sudah selesai digunakan. Maka tidak masalah jika diambil kembali pemiliknya.
Prabu Sri Kresna juga sempat menanyakan kepada Resi Dewa Kartika, apakah anaknya, Prabu Suteja Bomanarakasura juga termasuk yang mau melamar Dewi Kencana Resmi?
Dengan lugas dan tegas Resi Dewa Kartika menjelaskan. Bahwa Prabu Suteja Bomanarakasura, termasuk salah satu yang bermaksud meminang Kencana Resmi.
Tentu saja Prabu Sri Kresna kaget, karena dia tahu anaknya sudah punya Permaisuri, yakni Dewi Hatnyanawati. Mengapa dia mau kawin lagi?
Resi Dewa Kartika menjelaskan. Bahwa hal itupun diakui dan dikatakan terus terang oleh Prabu Suteja Banarakasura. Bahwa dia mau mempersunting Dewi Kencana Resmi justeru karena keinginan Dewi Hatnyanawati.
"Kok aneh banget....wah ini isteri model apa..!?" Ujar Prabu Sri Kresna mempertanyakan permaisuri anaknya itu.
"Hal yang sama juga sempat saya tanyakan anak Prabu..! Memang aneh..!?" Timpal Resi Dewa Kartika.
Prabu Sri Kresna semakin jengkel terhadap anaknya, apalagi saat mau pinjam senjata Cakra bukan untuk alasan mau nikah. Tetapi pinjam senjata Cakra untuk melawan pageblug yang tengah melanda negaranya, yakni Trajutisna.
'Wah kurang ajar...setan alas anak itu. Tolol banget..!" Gerutu Prabu Sri Kresna.
Sementara di luar Prabu Suteja yang mengejar Antareja sudah sampai. Dan dia dihadapi Gatotkaca, yang memang musuh bebuyutannya.
Akhirnya terjadi perang tanding yang cukup ramai antara Prabu Suteja Bomanarakasura dan Prabu Gatotkaca. Saat itulah Prabu Sri Kresna datang melerai.
__ADS_1
"Ayoh berhenti. Gatotkaca dan Suteja berhenti. Bubar... bubar..!!!" Bentak Prabu Sri Kresna, sehingga otomatis pertarungan keduanya berhenti.
"Suteja...kamu goblog banget. Keinginan isteri yang tidak masuk akal kok dituruti. Dan kamu pun tega membohongi Bapakmu. Ayoh Suteja pulang...kembali ke Trajutisna, atau terpaksa kuambil alih negaramu..!" Ancam Prabu Sri Kresna yang membuat Prabu Suteja Bomanarakasura ketakutan dan langsung ngacir kembali ke negaranya.