
Hari ini tepat Hari Anggoro Kasih, Sanghyang Resi Mintuno setelah resmi dirinya menjadi dewa dan diangkat menjadi penguasa dunia air tawar, yang meliputi kawasan danau, telaga, situ, sungai dan selokan mengadakan rapat perdana.
Rapat ini dilakukan untuk melihat dan mengetahui para punggawanya. Dan sekaligus membagi tugas, misalnya si A kemampuannya apa ditugaskan menjadi apa. Sebagai tugas mencari punggawa diserahkan kepada Ontoseno.
Dengan rapat diharapkan Sanghyang Resi Mintuno tahu persis siapa saja anak buahnya, dan bisa apakah mereka.
Karena itu rekrutan Ontoseno semuanya hadir dalam rapat tersebut, seperti Bulus Petak, Belut Putih, Lingsang Seto, Cacing Anil, Sepat Jenar dan beberapa orang lainnya yang memiliki nama aneh-aneh.
Setelah menebarkan pandangannya kepada semua yang hadir. Sanghyang Resi Mintuno segera membuka rapat.
"Selamat siang saudara-saudaraku tercinta..! Terima kasih atas kesediaan anda hadir disini. Perkenalkanlah...aku adalah Mintuno. Pertapa di Gisik Samudera ini. Dan Ontoseno yang mengajak kalian kesini adalah cucu kandungku.
Dan dia memang kusuruh merekrut anda untuk menjadi punggawaku. Apakah kalian bersedia...!???" Ujar Sanghyang Resi Mintuno saat membuka rapat dan menanyakan kesediaan para jawara tersebut.
"Siaapp...!!! Kami siap mengabdi kepada Tuanku lahir batin..!!" Ujar mereka serentak.
Melihat semangat para calon punggawa tersebut Sanghyang Resi Mintuno sangat senang dan bangga.
"Sekarang aku pengin tahu kalian-kalian ini apa dan bisa apa. Tolong Ontoseno jelaskan kepadaku..!?" Pinta Sanghyang Resi Mintuno kepada cucunya, yakni Ontoseno.
Segera Ontoseno menerangkan satu persatu dimulai dari Bulus, pria berkepala plontos, berbadan kekar tetapi mempunyai ekor yang di ujungnya berbentuk trisula sangat runcing.
Bahwa Bulus Petak ini adalah penguasa Sungai Serayu. Semua makhluk hidup di kawasan Sungai Serayu segan dan tunduk kepadanya. Karena Bulus Petak ini selain mempunyai kekuatan yang luar biasa.
Bahkan ada yang membandingkan kekuatan Bulus Petak dengan Samson, yang disebutnya lebih kuat tenaga Bulus Petak.
Selain memiliki kekuatan yang dahsyat, ekornya yang berbentuk trisula dan sangat runcing itu pun menjadi senjata andalannya.
Ketajaman ekor Bulus Petak ini mampu menembus lempeng baja. Jadi dapat dibayangkan betapa kuat dan tajamnya ekor Bulus Petak ini.
Berikutnya Belut Putih, pria berbadan kurus dan berambut gondrong ini jangan dianggap remeh. Meskipun berbadan kurus tetapi Belut Putih ini ternyata punya kekuatan dahsyat.
__ADS_1
Dan kelebihannya badan Belut Putih ini elastis dan kenyal. Dia kebal terhadap segala macam senjata tajam. Senjatanya justeru di rambutnya yang panjang sekali.
Rambut Belut Putih bisa seketika berubah menjadi cambuk yang dahsyat. Sebab jika rambutnya digunakan akan mengeluarkan suara gemuruh dan jilatan api yang mematikan.
Belut ini berkuasa di Sungai Cingcing Guling tetangga Sungai Serayu. Semua makhluk hidup yang ada di wilayah itu sangat segan dan takut kepada Belut Putih.
Selanjutnya Lingsang Seto, pria bertubuh gempal dan berambut kriting ini adalah penguasa hutan bakau di Nusa Barung. Pria yang banyak tersenyum tetapi jarang bicara punya kesaktian yang unik.
Tubuhnya yang gempal dan memiliki tenaga super. Ini pun kebal terhadap berbagai macam senjata tajam.
Dan senjatanya adalah pada kentutnya. Selain kentutnya bertenaga besar juga berbau luar biasa dan gas sianida yang dihasilkan dapat membunuh ratusan orang dengan seketika.
Kemudian Ontoseno memperkenalkan Cacing Anil dan Sepat Jenar yang juga disebut menguasai kesaktian yang luar biasa. Mendengar uraian cucunya, tentang para calon punggawanya, Sanghyang Resi Mintuno tepuk tangan dan mengacungkan jempol.
"Terima kasih ..terima kasih cucuku. Engkau telah mencarikan Kakekmu ini orang-orang pilihan...dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada kalian orang-orang hebat yang bersedia bergabung denganku...!" Sambut Sanghyang Resi Mintuno.
Sanghyang Resi Mintuno kemudian menetapkan Bulus Petak terpilih jadi Maha Patihnya Istana Gisik Samodra, sedang lainnya dijadikan Senopati perang.
"Kami siaaap..!!!" Teriakan Bulus Petak dan kawan- kawan.
Setelah itu Mintuno meminta kepada Bulus Petak dan kawan-kawan mengambil posisi. Sebab mereka akan dilantik dan diberi SK jabatan. Semua nama yang disebut segera berdiri berbaris rapi. Dan Mintuno segera menempatkan diri.
Pelantikan yang cukup sederhana ini berlangsung hikmat. Semua orang yang ada disitu tersenyum ceria.
"Setelah kalian dilantik tugas berat sedang menunggu kalian..!!!" Ujar Sanghyang Resi Mintuno.
"Terutama kau Dinda Bulus Betak. Karena Dinda sekarang sudah dilantik menjadi Maha Patih istana Gisik Samodra. Maka berjalan atau tidaknya pemerintahan ya tergantung bagaimana kiprahmu...!" Jelas Mintuno.
"Siap Tuanku...saya siap menjalankan semua kebijakan pemerintah..!" Janji Bulus Petak.
"Ya beban ini tidak hanya menjadi tanggungan kamu seorang. Tetapi menjadi tanggungjawab bersama. Ya bertanggungjawab kolektif..!" Tegas Mintuno.
__ADS_1
"Siaap ...,! Kami serahkan jiwa raga kami untuk kesejahteraan dan keselamatan warga istana Gisik Samudra...!!!" Ujar para Senopati berbarengan.
"Jadi Sanghyang Jagad Nata mengamanatkan kepada kita. Agar kita melacak mendeteksi gerombolan Mina Lodra.
Mereka harus kita hancurkan... sebelum mereka menghancurkan dunia yang kita cintai ini..!" Mintuno memberi suntikan kepada Bulus Petak dan kawan-kawan.
Langkah pertama, kita musti lacak keberadaan mereka, papar Mintuno. Setelah kita tahu dengan persis baru kita rencanakan dengan apa kita akan menghabisi mereka.
"Untuk ini kita tidak boleh ceroboh..kita musti pakai perhitungan yang matang. Agar kita tidak gagal. Sebab bila kita gagal malah seperti membuat benih baru permusuhan.,...!?' jelas Mintuno.
Pengalaman yang sudah lewat, kelompok Mina Lodra tidak kenal menyerah..mereka akan terus berusaha menyerang kita. Kecuali mereka kita binasakan..!!!" Tegas Mintuno.
" Nah karena itulah Sanghyang Jagad Nata memerintahkan kita untuk membasminya...!" Jelas Mintuno lagi.
Untuk mendapat data-data tentang keberadaan Yuyu Rumpung dan konco-konconya, Sanghyang Resi Mintuno menugaskan Cacing Anil dan Sepat Jenar untuk melakukan pelacakan
"Jadi aku meminta kepada saudara Cacing Anil dan Sepat Jenar melacak keberadaan mereka setepat-tepatnya. Baru kita bergerak menyerang dan meringkus mereka...!" Ujar Mintuno.
"Terus kapan kami harus berangkat Tuan..!?" Tanya Cacing Anil kepada Mintuno.
"Jika tidak keberatan ya berangkat sekarang juga. Lebih cepat tentu lebih baik..!' jawab Mintuno.
Tanpa banyak bicara, Cacing Anil dan Sepat Jenar segera menyembah Mintuno dan melesat pergi. Dipilihnya Cacing Anil dan Sepat Jenar untuk menjadi agen rahasia.
Karena kemampuan dan kepandaian mereka dalam melakukan kamuflase dan penyamaran.
Di samping itu juga karena kecerdasan mereka dalam berimprovisasi. Pokoknya keduanya adalah yang paling tepat untuk menjadi mata-mata. Relasi mereka yang banyak juga diharapkan dapat mendukung mereka dalam mengumpulkan informasi tentang target, yakni musuh-musuh mereka, anak buah Mina Lodra.
Meskipun begitu, Sanghyang Resi Mintuno masih menyuruh Ontoseno untuk menjadi supervisi mereka. Artinya kalau terjadi permasalahan, Ontoseno harus bertanggungjawab. Ini dilakukan karena Mintuno tidak ingin misinya gagal.
Tetapi Ontoseno melakukannya harus dengan diam. Artinya dia bergerak dengan rahasia. Hal ini agar Cacing Anil dan Jenar tidak merasa dikecilkan. Karena itu perintah kepada Ontoseno pun dilakukan dengan hati-hati.
__ADS_1
Dalam pesannya kepada Cacing Anil dan Sepat Jenar, Mintuno berpesan agar mereka bekerja dengan teliti dan memberi laporan lengkap. Mereka diberi waktu paling lama dua pekan harus sudah memberikan laporan.