Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
76. Djanoko pun Dibikin Lumpuh Ontoseno


__ADS_3

Setelah uraian panjang lebar dari Raja Dwarawati, Prabu Sri Kresna. Pertanyaannya adalah siapakah yang harus menyusul dan mengajak pulang Ontoseno dari Hastinapura? Semua mata menyorot kepada Djanoko, Harjuna lah yang dianggap paling tepat untuk menemui Ontoseno di Hastinapura.


"Adikku.... Djanoko kupikir hanya kamulah yang paling tepat ngajak Ontoseno pulang..! Ajaklah keponakanmu pulang ya Djanoko..!!" Ujar Raja Amarata, Prabu Puntadewa.


"Ya adikku Djanoko... pergilah dan temui Ontoseno. Ajaklah dia pulang...!" Timpal Prabu Sri Kresna dan Djanoko pun mohon diri ke Hastinapura.


Djanoko pergi ke Hastina dengan diikuti Punakawan komplit, yakni Semar dan ketiga anaknya, Petruk Gareng dan Bagong.


Singkat cerita Djanoko sudah sampai di Hastinapura. Dia menghadap Prabu Duryudana untuk menemui Pujangga Hastinapura, yaitu Ontoseno.


"Selamat datang Adikku Djanoko... tumben kemari. Adakah yang bisa kubantu Adikku..!?" Sapa Prabu Duryudana kepada Djanoko.


"Ya Kanda Prabu. Saya datang kesini mau menemui Anakku Ontoseno.... mohon maaf Kanda Prabu... mohon maaf saya mau bicara dengan Anakku Ontoseno..!" Jawab Djanoko lantas mengundang Ontoseno mendekat.


Ontoseno mendekat dan Djanoko langsung mengajak Ontoseno pulang ke Amarta. Djanoko juga mengatakan perbuatan Ontoseno salah.


"Paman Djanoko...menurut Paman perbuatan salah... salahku dimana Paman..!?" Bantah Ontoseno.


Menurut Ontoseno perbuatannya itu sangat mulia. Karena dia mengajak orang ke jalan yang lurus dan benar.


"Coba Paman Djanoko jelaskan salahku dimana. Jika aku bersikeras menghilangkan kejahatan di Hastinapura !? Ujar Ontoseno merajuk.


"Pokoknya kamu pulanglah Ontoseno. Ntar Pakde Dwarawati akan menjelaskan secara detail. Kenapa kamu salah..!!!" Ujar Djanoko tetap bersikeras mengajak Ontoseno kembali ke Amarta.


"Kalau aku tidak mau pulang bagaimana, Paman..!?" Jawab Ontoseno tegas.


"Nek kami tidak mau pulang. Berarti kamu membangkang Ontoseno. Berarti kamu berani sama aku ya..!?" Bentak Djanoko.

__ADS_1


"Tidak Paman...aku tidak sekali-kali tidak berani sama Paman. Kalau aku membangkang bukan berani aku berani sama Paman. Aku tidak mau pulang karena apa yang kulakukan adalah perbuatan baik Paman..!" Kilah Ontoseno.


"Jadi intinya kamu menolak perintahku ya Ontoseno...!? Baiklah terpaksa kugunakan kekerasan untuk menyeretmu kembali ke Amarta..!" Ujar Djanoko dengan emosi, dan langsung menyerang Ontoseno dengan maksud melumpuhkannya dan membawanya kembali ke Amarta.


Melihat serangan Djanoko, Ontoseno mengangkat tangannya dan dia berujar, "Lumpuh..!!!" Seketika Djanoko lemas tidak berdaya. Djanoko lumpuh.


Para Punakawan kaget, dan akhirnya mereka merubung Djanoko. Dan mengetahui Djanoko lumpuh, Petruk segera menggendong Djanoko dibawa pulang ke Amarta.


Di Amarta seolah-oleh mengetahui apa yang bakal terjadi, Prabu Sri Kresna seperti tengah menunggu kedatangan Djanoko. Saat Petruk datang menggendong Djanoko, Raja Dwarawati sudah menunggu di teras keraton Amarta.


"Lho Petruk...kenapa Djanoko kamu gendong heh..!?" Tanya Prabu Sri Kresna kepada Petruk.


"Sebaiknya Gusti Prabu tidak usah banyak tanya dahulu. Ini sembuhkan dulu Den Djanoko... setelah itu bertanyalah sepuasnya..!!" Petruk menegur Prabu Sri Kresna.


Karena ditegur Petruk, Prabu Sri Kresna perintah Petruk menaruh Djanoko di kursi. Selanjutnya Prabu Sri Kresna mengambil bunga Wijayakusuma.


"Nah Djanoko..kamu sudah pulih..sekarang ceritakan apa sebenarnya yang terjadi..!?" Tanya Prabu Sri Kresna kepada Djanoko.


Djanoko atau Harjuna atau Permadi selanjutnya dia menceriterakan. Bahwa dia sudah ketemu langsung dengan Ontoseno. Dan Djanoko mengatakan bahwa perbuatan Ontoseno salah karenanya harus kembali ke Amarta.


Namun Ontoseno menolak bahkan berani dengan Djanoko. Karena itu Djanoko menyerangnya. Ontoseno tidak melawan. Dia cuma mengangkat tangannya dan berkata lumpuh.


"Lumpuh beneran Kanda Prabu dan saya yakin Ontoseno akan menyusul kemari..!" Ujar Djanoko kepada Prabu Sri Kresna.


Bersamaan selesainya penuturan Djanoko, ternyata dugaan Djanoko benar, Ontoseno datang menyusulnya.


"Ohw Anakku Ontoseno. Bagaimana kabarnya..!?" Sapa Prabu Sri Kresna kepada Ontoseno.

__ADS_1


"Kabar baik Pakde Dwarawati. Aku nyusul kemari untuk menindaklanjuti apa yang telah disampaikan Paman Djanoko kepadaku. Apakah benar yang dikatakan Paman Djanoko. Bahwa Paman Djanoko mengajakku pulang ke Amarta karena diperintah Pakde? Dan perbuatanku salah juga karena tuduhan Pakde!? Jadi aku ingin penjelasan langsung dari Pakde disini dan sekarang juga...!!!" Ujar Ontoseno mendesak Raja Dwarawati mengapa berkata seperti itu.


"Ya benar Ontoseno aku yang minta Pamanmu Djanoko menyusul dan mengajakmu pulang..!!!" Aku Prabu Sri Kresna.


"Terus Pakde bilang perbuatanku salah... salahnya dimana!?" Kejar Ontoseno.


"Sebelum kujawab pertanyaanmu. Aku mau bertanya dahulu kepadamu. Apakah perbuatanmu itu menurutmu sudah benar..!?" Prabu Sri Kresna balik bertanya kepada Ontoseno.


"Ya Pakde. Menurutku aku bertindak benar Pakde. Karena mengajak orang-orang jahat untuk berbuat baik..!" Kilah Ontoseno.


"Justeru disitulah letak kesalahanmu Ontoseno. Ketahuilah Hyang Maha Pencipta.. telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Contohnya, diciptakannya siang karena ada malam hari. Diciptakannya hujan karena ada terang. Diciptakannya laki-laki karena ada perempuan. Kebaikan bisa ketahuan itu baik karena juga diciptakannya kejahatan.


Jadi kebaikan dan kejahatan , itu seperti siang dan malam. Dimana keduanya tidak bisa disatukan. Coba kamu bayangkan kalau dunia adanya siang saja kapan manusia harus beristirahat.


Sebaliknya kalau dunia ini hanya ada malam saja. Kapan manusia bekerja dan mencari. Demikian pula bagaimana jadinya manusia di dunia ini jika melulu adanya kebaikan tanpa kejahatan. Sebaliknya jika dunia ini berisi kejahatan saja. Itu juga tidak bisa dibenarkan..!


Disinilah salahnya kamu Ontoseno. Karena kamu mau menciptakan kebaikan tok. Seperti kamu mau menjadikan dunia ini siang saja. Ini jelas salah Ontoseno...kamu telah menyalahi hak-hak dan kewenangan sang Maha Pencipta. Maka aku minta Pamanmu Djanoko mengingatkanmu...paham..!!!?" Papar Prabu Sri Kresna yang membuat Ontoseno termangu dan mulai merenungkan tindakannya itu.


"Di samping itu Ontoseno ketahuilah, bahwa perang Bharatayudha harus terjadi. Karena itu kehendak yang Maha Kuasa. Perang Bharatayudha itu sudah ditetapkan, bahkan sebelum Pandawa dan Kurawa lahir.


Tujuan Hyang Maha Kuasa adalah mengikis habis kejahatan. Dimana kejahatan itu diwakili oleh Kurawa dan seluruh bala tentaranya. Sementara kebaikan diwakili Pandawa dan koalisinya.


Disitulah yang menanam bakal menuai hasilnya. Siapa hutang harus mengembalikan. Nah kalau kamu lakukan tindakan seperti ini, berarti kamu mau menghalangi terjadinya perang suci. Ini ya salah Ontoseno.


Sebab sudah saya katakan tadi, bahwa perang Bharatayudha itu sudah tertulis sejak sebelum Kurawa dan Pandawa lahir. Dan semua itu kehendak Hyang Maha Kuasa.


Lantas jika kamu tetap jadi Pujangga Hastinapura, kemungkinan perang Bharatayudha tidak jadi. Berarti apa yang telah ditetapkan oleh Hyang Maha Kuasa, mau kamu ubah ? Berarti kamu salah Ontoseno dan itu tidak bagus...maka sadarlah dan kembalilah ke Amarta Ontoseno..!" Ujar Prabu Sri Kresna kepada Ontoseno yang mulai nampak goyah.

__ADS_1


"Baiklah Pakde aku akan kembali ke Amarta. Aku mengaku salah Pakde. Maafkan aku Pakde..!" Ujar Ontoseno sembari minta maaf.


__ADS_2