
Sebab sesungguhnya dia tidak tega berbuat kasar kepada Bagong. Terlebih pada waktu Udawa kecil pernah pula diemong Bagong. Kok, sekarang harus berbuat kasar kepada Bagong hanya karena nuruti perintah Prabu Sri Kresna yang kali ini dihinggapi sifat Angkara murka.
Jadi dalam hati kecilnya Patih Udawa sangat berterima kasih sekali kepada Ontoseno yang telah menyelamatkannya dari perbuatan dosa.
Setelah Senopati Dwarawati, Satyaki pergi disusul Patih Udawa beserta anak buahnya pulang Ke Dwarawati, Ontoseno bertanya kepada Bagong, "Sekarang orang-orang Dwarawati sudah pulang. Kamu mau ngapain Gong...!?"
Ditanya semacam itu Bagong tertunduk lesu. Karena misinya meminjam pusaka Amarta, Tombak Katawelang, Payung Tunggul Naga, dan Jimat Kalimusada telah digagalkan Raja Dwarawati, Prabu Sri Kresna. "Sehingga percuma aku pulang. Sebab pasti dimarahi Bapak Semar. Lebih baik aku tidak pulang saja..!" Ujar Bagong dalam hati
Padahal tanpa sepengetahuan Bagong ketiga pusaka yang telah lepas dari gedung pusaka Amarta terus mengikuti Bagong. Bahkan sekarang ketiga pusaka ada di belakangnya dan Bagong tidak melihatnya.
Ontoseno yang melihat dengan jelas kejadian itu, sengaja tidak memberitahu Bagong, "Eh Gong kutanya kamu mau kemana kok gak jawab..!?" Goda Ontoseno kepada Bagong.
"Entahlah Den... aku akan kemana juga tidak tahu. Aku kembali ke Karangkadempel...jika aku telah dapatkan tiga pusaka yang diinginkan Bapak...!!" Jawab Bagong lesu.
"Gong semangat dong...!" Ontoseno masih menggoda.
"Aduh Den...rasanya aku pengin mati saja Den..?" Keluh Bagong.
"Gong... Bagong coba kau tengok di belakangmu...apakah benda-benda yang kamu inginkan..!?" Ujar Ontoseno sembari menunjuk ke arah belakang Bagong.
Betapa kagetnya Bagong. Begitu dia menengok ke belakang, dia melihat ketiga pusaka yang diinginkan, "Alhamdulillah..... Bapak Semar pusaka yang Bapak inginkan... ini kudapatkan..!!!" Ujar Bagong kegirangan. Dia melonjak-lonjak dan merangkul Ontoseno.
"Karena cita-cita Bapak luhur ketiga pusaka ini mengikutiku..terima kasih Den Ontoseno.. terima kasih Dewata Hyang Maha Agung...!" Ujar Bagong dan sekarang mantap menuju Karangkadempel.
__ADS_1
Sementara itu, Prabu Sri Kresna merasa misinya mencegat Bagong untuk melaporkan insiden di Keraton Amarta gagal.
Bahkan Prabu Sri Kresna pun sudah mendengar bahwa ketiga pusaka yang sempat dipersoalkan sekarang justeru dibawa Bagong untuk dikasihkan kepada Ki Lurah Brodonoyo. Maka Prabu Sri Kresna makin jengkel, dan sikap Angkara murkanya makin menjadi.
Ini semua menjadi Prabu Sri Kresna mata gelap. Tidak peduli lagi soal salah benar Pokoknya target Sri Kresna usaha Ki Lurah Semar gagal.
Karena itu tidak peduli hubungannya kurang baik dengan Dewa Kejahatan, Batari Durga. Dia tetap mendatangi Dandangmangore minta Batari Durga membantu misi pokoknya, yakni menggagalkan Ki Lurah Semar membangun mental spiritual Bangsa Amarta.
Disisi lain Batari Durga pun sangat paham hubungannya dengan Batara Wisnu maupun Prabu Sri Kresna kurang bagus. Namun karena Prabu Sri Kresna datang dan minta bantuan kepadanya untuk berbuat kejahatan. Maka dia sambut baik rencana Prabu Sri Kresna itu.
"Jadi coba tolong ceritakan yang jelas bagaimana? Dan bantuan apa yang kamu butuhkan, wahai Cucuku Kresna...!?" Ujar Batari Durga kepada Prabu Sri Kresna.
Dengan lancar Prabu Sri Kresna menceritakan persoalan yang dihadapinya kepada Raja Iblis Batari Gendeng Pramoni atau Batari Durga.
Jika itu dibiarkan bisa merusak reputasi dewa. Karena itulah dia mati-matian berusaha menggagalkan rencana tersebut. Sekarang datang ke Kahyangan Pasetrangandamayit atau Dandangmangore adalah untuk meminta Batari Durga bersama-sama menggagalkan upaya Semar itu.
"Saya mohon Pukulun Batari Durga mengerahkan pasukan iblis, setan, jin dan para dedemit mengganggu penduduk Karangkadempel khususnya. Dan secara umum merusak mental spiritual Bangsa Amarta. Dengan begitu berarti usaha Semar gagal Pukulun..!" Ujar Prabu Sri Kresna kepada Batari Durga.
Mendengar keterangan Prabu Sri Kresna Batari Durga tertawa tergelak, "Ha ha ha hi..hi..hi.. hei Kakang Semar tunggulah kuhancurkan upayamu yang ingin membangun mental spiritual Bangsa Amarta. Jangan kuatir Cucuku Kresna segera kukerjakan pasukan iblis jin setan siluman dan para dedemit untuk merusak-rusak mental Rakyat Amarta hi..hi..hi..!!" Janji Batari Durga kepada Prabu Sri Kresna.
Setelah mendengar paparan Prabu Sri Kresna, segera Batari Gendeng Pramoni memanggil Patih setianya yang berujud Gandarwo, yakni Jaramaya atau Jarameo, Palasiya dan lain-lain.
Seluruh pimpinan iblis, pimpinan setan, para tokoh jin dan siluman serta dedemit dikumpulkan.
__ADS_1
"Wahai Patihku Jarameo...dan kalian semua para pimpinan iblis, setan, jin, siluman dan dedemit. Kalian kuberi mangsa. Makanlah semua penduduk Bangsa Amarta, lebih khusus hancur lebur kan penduduk Karangkadempel.
Masukilah tubuh-tubuh mereka. Ajaklah mereka berjudi, mencuri, berzina, menghasut, memfitnah dan segala macam perbuatan jahat yang bisa kalian lakukan.
Jangan berikan sedikitpun peluang mereka berbuat baik. Hancurkan pikiran hati dan jiwa mereka. Setelah mereka modar, wahai rakyatku dari kalangan siluman...makanlah bangkai-bangkai mereka. Kujadikan bangkai-bangkai mereka menjadi makanan lezat buat kalian.
Jika ada yang melawan dan kalian tidak sanggup melawannya. Laporkan kepadaku. Aku akan turun tangan membantu kalian. Semua biaya operasi aku tanggung. Dandangmangore kaya raya. Jadi tidak usah kuatir soal biaya. Ada pertanyaan...!?" Ujar Batari Durga dalam pidatonya dihadapan semua tokoh dari makhluk halus berbagai suku dan bangsa.
Pidato Batari Durga yang berapi-api mendapat tepukan tangan meriah. Bahkan banyak diantara demit yang sengaja membentangkan spanduk berbagai pujian kepada Batari Durga.
Setelah pertemuan ditutup semua iblis, setan, demit, jin dan siluman langsung berterbangan menuju rumah-rumah penduduk Karangkadempel khususnya dan rakyat Amarta secara umum.
Bisa dibayangkan terjadinya keributan dimana-mana, perjudian, pencurian dan perzinahan merajalela. Hukum seolah-olah tidak berlaku lagi. Sebab aparat penegak hukumnya ya ikut-ikutan berjudi. Bahkan jadi bandar judi.
Prostitusi merajalela karena aparat hukumnya malah jadi mucikari. Main sogok main suap terjadi dimana-mana. Orang baik dianggap kuno dan ketinggalan jaman.
Anak-anak tidak lagi patuh kepada orang tuanya. Bahkan mereka jadikan Ibu Bapak mereka pembantu dan penunggu rumah.
Melihat kondisi bangsa yang semakin runyam dan tidak menentu Ki Lurah Semar tanggap.
"Ini pasti ada yang tidak beres dan aku musti selidiki....mudah-mudahan Bagong berhasil membawa ketiga pusaka yang dibutuhkan...!" Ujar Semar dalam hati.
Disaat itulah Bagong muncul, ”Bapak aku pulang...nih aku bawakan tiga pusaka yang kamu minta..!" Teriak Bagong dengan nada girang. Ki Lurah Bodronoyo pun ikut-ikutan senang, sehingga dia memuji Bagong setinggi langit. Tidak berapa lama menyusul Brotoseno dan Sadewa datang juga.
__ADS_1
"Aduh majikan saya Raden Brotoseno dan Raden Sadewa...silahkan masuk Raden. Kami sangat gembira, para pejabat mau datang ke rumah orang miskin seperti saya...!" Ujar Ki Lurah Semar mempersilahkan Werkudara dan Sadewa masuk dan duduk.