
Jika Mina Lodra geram dan marah besar. Justeru Sanghyang Baruna merasa lega. Karena bagaimana pun keinginan Mina Lodra berhasil dicegah.
Kendati demikian Sanghyang Baruna sekarang malah makin waspada. Dan makin ketat pertahanannya karena itu kepada Batara Bayu, Sanghyang Baruna mengatakan.
"Dinda Bayu...aku benar-benar berterima kasih kepada Dinda. Juga kepada para dewa yang lain, yang cepat tanggap dan kemudian turun tangan langsung membantu kami...?" Katanya.
"Tidak apa Kanda Baruna...itu sudah menjadi kewajiban kami menjaga keamanan dunia termasuk dunia bawah laut. Saya kira saudara kita yang lain juga sependapat. Sekarang tinggal apa rencana Kanda selanjutnya..!?" Ujar Batara Bayu.
"Menurut pendapatku serangan yang lewat bukan yang terakhir. Mengingat kita belum benar-benar mengalahkannya. Kekuatan mereka masih utuh dan kemudian watak Mina Lodra yang pendendam dengan keinginan menguasai dunia yang begitu besar. Pasti dia akan membuat perhitungan dengan kita.
Dia pasti akan melakukan kembali serangan yang begitu besar. Untuk inilah kuminta Dinda Bayu dan saudara dewa yang lain agar terus siap dan waspada...!" Tegas Sanghyang Baruna.
Dengan penjelasan Sanghyang Baruna tersebut. Batara Bayu cukup tanggap. Maka tanpa diperintah dia langsung terbang menuju Kahyangan Suralaya untuk mengabari para dewa agar mereka siap dan waspada setiap saat. Sebab tenaga mereka pasti sangat dibutuhkan untuk mengerem amarah Mina Lodra.
Sanghyang Baruna makin giat menelisik anak buahnya. Dia menganjurkan kepada para Senopatinya semakin meningkatkan daya tempur mereka.
" Wahai Sontong Kawuk, Geger Lintang, dan semua Senopati. Makin giatlah kalian berlatih. Sebab mungkin sekali Mina Lodra akan menyerang habis-habisan. Bisa jadi Mina Lodra turun tangan sendiri...?" Ujar Sanghyang Baruna dan semua Senopatinya mengiyakan.
Seperti diperkirakan Sanghyang Baruna, setelah mengisyarakatkan pasukan dan para Senopatinya, hari Sukra Kasih Mina Lodra mengumpulkan kembali para Senopati dalam pisowanan agung.
Bahkan Maha Patih Yuyu Rumpung yang selama ini seperti sengaja disimpan, kali ini hadir dalam rapat. Bahkan Detya Yuyu Rumpung hadir paling dulu.
Pokoknya rapat ini paling komplit karena juga melibatkan hulubalang- hulubalang yang sebelumnya tidak dilibatkan, seperti Hulubalang Bulus Srewu, Kadal Pencor, Janggitan Ndower dan lain-lain.
Setelah semua tamu undangan hadir, Mina Lodra segera naik ke mimbar dan mulai membuka rapat Akbar tersebut.
"Selamat siang saudara-saudaraku. Terima kasih atas kehadiran kalian....!!!" Begitu isi pidato pembukaan Mina Lodra.
__ADS_1
"Bahwa sengaja kalian kukumpulkan hari ini adalah karena aku ingin menyerang habis-habisan dasar Samudra. Aku ingin meluluh-lantakan sarang si Baruna tua peot dan tidak tahu diri itu. Pokoknya aku ingin musnahkan mereka sampe ke akar-akarnya..!!!" Papar Mina Lodra.
"Untuk ini aku akan pimpin sendiri kalian. Karena aku minta keluarkan semua kesaktian kalian. Tunjukan kepada para dewa, bahwa kalian bangsa siluman tidak kalah sakti dari mereka. Buat mereka tekuk lutut. Atau lari terbirit- birit dan kencing dicelana.
Jangan beri ampun mereka. Pokoknya sikat habis mereka. Biar mereka semua mampus ... bahwa Mina Lodra tidak boleh dianggap enteng.
Kami bangsa siluman pun bisa menjadi dewa. Setelah dasar Samodra kita obrak-abrik. Jika perlu Kahyangan Suralaya kita kuasai...dan singkirkan si Jagad Nata..!!!
Jadi ini sebenarnya semacam serangan simulasi. Karena serangan sesungguhnya kita kuasai Suralaya. Kita ambil para bidadari ya. Kita ambil semua harta benda yang ada di Kahyangan...!!!" Ujar Mina Lodra berapi-api sambil menggebrak-gebrak podium.
Dan tentu saja disambut tepuk tangan dan sorak-sorai para pegundalnya.
" Dan serangan akan kita lakukan dalam waktu dekat. Karena itu kalian kuminta siap setiap saat. Karena dengan begitu musuh sulit mendeteksi kita. Sebab siapa tahu ada Telik sandi (agen rahasia) pihak Baruna yang disusupkan disini. Oleh sebab itu hari "H" sengaja kurahasiakan. Kalian harap maklum..!!!" Mina Lodra mengakhiri pidatonya.
Dugaan Mina Lodra tidaklah berlebihan. Nyatanya, dengan dicanangkannya peningkatan pertahanan oleh Sanghyang Baruna. Dengan sendirinya juga memperkuat dan mempertajam Telik sandi.
Maka dipastikan dalam rapat itu juga ada petugas Telik sandi yang mengawasi pergerakan Mina Lodra. Karena itu rencana serangan besar-besaran Mina Lodra, ya dengan cepat sampai ke telinga Sanghyang Baruna. Dan Baruna dengan cepat memberitahukan kepada semua para dewa lewat grup wa dewa.
"Betul sekali Kanda....maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menangkalnya..!" Tegas Batara Bayu.
Dan hari yang ditunggu pun tiba. Subuh di hari Selasa Pahing, Mina mengumpulkan para penggunanya dan saat itu juga dia menyatakan serang Dasar Samodra.
Mereka memang yang sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan segera ikuti perintah Mina Lodra. Maka bagaikan semut pasukan itu menerjuni lautan dipimpin Mina Lodra.
"Ingat...!!! Kita jangan beri ampun mereka...!!!" Teriak Mina Lodra.
"Siaaaapppp...!!!" Semua orang menyatakan siap dengan suara lantang sehingga bumi terasa bergetar karena teriakan-teriakan mereka.
__ADS_1
Semangat pasukan Mina Lodra kali ini memang sangat besar. Karena mereka dipimpin langsung sendiri oleh rajanya yang dikenal sangat sakti. Bahkan kesaktian Mina Lodra disebut-sebut melebihi para dewa.
Bahkan orang kepercayaannya disebut-sebut memiliki kesaktian tidak jauh berbeda dari Mina Lodra yakni Yuyu Rumpung ikut serta.
Meskipun jarak masih cukup jauh, Mina Lodra berteriak menantang Sanghyang Baruna.
"Hayooo Baruna kamu jangan lari...aku akan membunuhmu bangsat..!!!" Teriak Mina Lodra dari jarak puluhan kilometer dari Istana Dasar Laut.
Kendati jaraknya cukup jauh tetap saja suara Mina Lodra kedengar sangat jelas di istana. Bahkan saking hebatnya tenaga dalam Mina Lodra membuat dinding istana bergetar.
Tak urung membuat gentar anak buah Sanghyang Baruna. Bahkan mereka yang mentalnya ciut langsung lari menyelamatkan diri.
Memang Mina Lodra hanya melakukannya untuk membuat gentar Sanghyang Baruna dan para dewa yang membantunya.
Menyaksikan Tuannya melakukan psiwar, Yuyu Rumpung pun segera mengeluarkan kesaktiannya. Tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi kepiting raksasa berwarna merah darah.
Kepiting ini sebesar gunung Slamet di Jawa Tengah. Sehingga capitnya juga luar biasa besarnya dengan gerigi-gerigi tajam dan kuat seperti baja.
Maka dapat dibayangkan betapa hebohnya ketika Yuyu Rumpung jalan. Selain membuat gelombang yang dahsyat. Juga suaranya ribut sekali sehingga kendati tanpa diserang ikan-ikan dan penghuni lautan lainnya anak buah Sanghyang Baruna berlarian menyelamatkan diri.
I didn't know what it was. Mereka takut terlindas atau terhempas oleh kedahsyatan gerakan Yuyu Rumpung.
Keadaan benar-benat mencekam. Sebab setelah Yuyu Rumpung unjuk kesaktian para Senopati lain tidak mau ketinggalan. Buaya Sakti segera menyemburkan api yang menyala-nyala.
Kemudian Bajulsengara, Kodok Brungkul, Ece Mede dan Senopati yang lain. Mereka seolah-olah berlomba menunjukan kesaktian.
Maka bisa dibayangkan betapa kacaunya keedaan dasar lautan. Sanghyang Baruna segera mengontak Sontong Kawuk, Geger Lintang dan lainnya untuk segera action.
__ADS_1
Mereka diminta menunjukan kesaktiannya untuk membesarkan nyali pasukan dasar laut.
"Dinda Bayu dan saudara-saudaraku yang lain...tolong pamerkan juga kesaktian kalian untuk meningkatkan moral pasukan kita..!" Ujar Sanghyang Baruna lewat wa kepada Batara Bayu.