Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
27. Rapat Putuskan Durna Dan Baladewa ke Madukara.


__ADS_3

Rapat darurat dengan agenda tunggal mencari solusi mengatasi kegilaan Lesmana atau Sarju Kesuma. Rapat itu mengundang Pandita Durna, Mahapatih Sengkuni, Raja Mandura Prabu Baladewa, Raja Awangga Adipati Karno, dan Pandita dari Tal Kanda yakni Resi Mahatma Bisma.


Tidak bertele-tele begitu undangan semua hadir. Prabu Duryudana langsung menyampaikan permasalahannya. Yakni bagaimana caranya agar Sarju Kesuma normal seperti sediakala.


'Mau sembuh bagaimana...wong dia kentir sejak bayi. Lesmana itu edan memang dari Sononya. Dari lahir Lesmana sudah degleng...!' gumam Durmogati tentang Lesmana. Dia seperti ngomong kepada dirinya sendiri, sehingga tidak ada yang mempedulikannya.


Tidak hanya Durmogati saja yang tahu bahwa Lesmana Mandrakumara atau Sarju Kusuma adalah kentir dari lahir. Semua kerabat tahu itu, cuma mereka takut bicara terus terang. Karena Lesmana adalah putera kesayangan Duryudana.


Sarju Kusuma adalah putera mahkota Hastina. Dia adalah pewaris tunggal kerajaan besar tersebut. Karena itu, meskipun Mahapatih Sengkuni dilecehkan sedemikian rupa. Dia tidak mau lapor polisi.


Padahal perbuatan Lesmana adalah delik pidana yang bisa diganjar dengan hukuman.


Namun Sengkuni atau Haryo Suman tahu bahwa dirinya kalau melaporkan atau berbuat macam-macam terhadap Lesmana. Dia bisa kehilangan jabatan empuk yang disandangnya.


Maka paling aman adalah diam dan melupakan semua yang terjadi. Dengan prinsip bahwa kejadian itu akan hilang sendirinya ditelan waktu.


"Ya diam adalah emas...!" Ini benar-benar yang kurasakan saat ini, kata Sengkuni kepada dirinya sendiri.


Karena itu dalam rapat hari ini pun, Sengkuni lebih banyak diam. Hanya yang deg-degan dan jantungnya mau copot adalah Pandita Durna. Dia sangat kuatir kalau ditunjuk ke Madukara.


Sebab solusi yang paling tepat dan masuk akal adalah menikahkan Lesmana dengan Djanokowati. Itu pasti akan membuat si anak degleng tidak kumat dadakan.


Celakanya, belum lama ini Durna sudah melamar Pergiwati untuk Lesmana. Tetapi gagal, bahkan Durna dan Lesmana nyaris mati dijotosin Ontoseno. Dan juga hampir diinjak raksasa Puntadewa. Mengingat hal itu, Durna bergidik.


"Kalau terulang lagi aku bisa mampus..!' gumam Durna.


Tetapi ketakutan Durna malah menjadi kenyataan. Hasil rapat atas saran dari sesepuh dan juga Senopati Hastina, Adipati Karno. Lesmana harus dinikahkan dengan Djanokowati.


Dan orang yang paling dekat dengan Penguasa Madukara adalah Pandita Durna. Sebab Pandita Durna atau Resi Kumbayana ini adalah gurunya Djanoko, si penguasa Madukara.

__ADS_1


Untuk memperkuatnya Durna didampingi Baladewa. Dan untuk melapis keamanan adalah dengan memerintahkan Sengkuni segera membentuk unit pasukan khusus yang setiap saat turun tangan membela Durna.


Pasukan khusus ini harus bergerak secara rahasia agar tidak menimbulkan kecurigaan dan menimbulkan bentrokan karena kesalah pahaman.


Meskipun Pandita Durna berdoa sampe berbusa-busa agar tidak ditunjuk menjadi duta Duryudana untuk melamar Dewi Djanokowati. Fakta ternyata lain, Durnalah yang dianggap paling pas jadi.


" Amit- amit jabang bayi. Apes tenan awakku Iki Rek..!" Gerutu Durna.


Rapat memutuskan Pandita Durna dengan didampingi Prabu Baladewa harus berangkat ke Madukara. Dan harus bisa membujuk Djanoko agar menerima pinangan Raja Hastina. Berapa kilogram emas kawin akan dipenuhi, jika Djanokowati bersedia jadi isteri Sarju Kusuma.


Sebenarnya yang menggerutu tidak hanya Durna. Prabu Baladewa pun ngedumel. Sebab seluruh jagad raya sudah tahu dan mengenal siapa itu Lesmana Mandrakumara.


Memang benar Lesmana putera mahkota dari raja besar Prabu Duryudana alias Suyudana alias Kurupati alias Djaka Pitana dan masih banyak alias lainnya.


Namun semua orang di jagad raya ini pun tahu jika Lesmana Mandrakumara alias Sarju Kusuma sejak dari lahir sudah gendeng. Lesmana kentir ini suka sekali memoles bibirnya bedakan. Bahkan kerap pakai daster atau kemben.


Biar lebih keren helm di kepalanya dilengkapi senter yang biasa dipakai mencari katak. Dan Lesmana suka mencari katak untuk dimakan bareng ciu oplosan.


Pokoknya karakter dan perilaku Lesmana jauh dari ciri-ciri seorang putera mahkota. Kabar yang beredar bahwa Lesmana aslinya bukan anak Duryudana


.


Lesmana adalah anak hasil selingkuhan Permaisuri Dewi Banowati dengan seseorang. Nah nama seseorang inilah yang masih menjadi misterius.


Dan rahasia tentang jadi diri Lesmana ditutup rapat-rapat. Bahkan Mahapatih Sengkuni mengeluarkan maklumat, barang siapa berani menyebar isue siapa jati diri Lesmana. Maka tidak akan segan-segan menciduk orang bersangkutan untuk dikebiri.


Namun kegendengan Lesmana ini sudah menyebar kemana-mana. Sehingga setiap cewek yang dilamar Lesmana pasti menolak. Mereka lebih suka jadi perawan tua daripada dinikahi Lesmana.


Belum lama ini Dewi Pergiwati juga menolak dipinang Lesmana. Dan itu bukan yang pertama. Tetapi sudah ratusan kali kejadiannya selalu sama.

__ADS_1


Bahkan bakul bunga di pojok istana mengatakan jika Lesmana meminang dirinya meskipun diberi emas sebesar kerbau. Bakul kembang tadi pilih mati.


Inilah yang membuat Prabu Baladewa ngedumel. Mau menolak tidak mungkin, menuruti kemauan Duryudono sama saja dengan membasuh telepong kemukanya.


Karena itu Prabu Baladewa tetap berangkat namun dalam hati dia berjanji tak akan bicara. Tidak akan ikut campur, mau hasil atau ditolak, emang gue pikirin, katanya.


Maka Pandita Durna dan Prabu Baladewa tetap berangkat. Tetapi keduanya seperti buat kesepakatan. Bahwa mereka tetap menjalankan keputusan rapat tetapi tidak menjamin akan keberhasilannya.


Misi ini menjadi semakin sulit dan rumit, karena Lesmana yang mengintip rapat. Dan dia tahu bahwa yang ditugaskan Pandita Durna dan Prabu Baladewa untuk meminang Djanokowati. Maka Lesmana memaksa ikut. Katanya pengin sekali mencium dan mencumbu Dewi Djanokowati, maka dengan cara dan alasan apa pun Lesmana harus ikut.


"Aduh Paman Pandita...tugas kita jadi semakin berat dengan ikutnya si kentir Lesmana..?" Ujar Baladewa kepada Durna.


"Benar anak Prabu..misi kita belum tentu berhasil...eh ditambah bocah edan ini ikut serta. Pasti kacau deh...! " Durna mengiyakan bahkan menambahi pendapat Baladewa.


Dan dalam perjalanan ke Madukara, secara kebetulan Pandita Durna ketemu tukang es cendol yang biasa mangkal di sekitar Ksatrian Madukara.


" Ini mau kemana Tuanku Pandita kok berpakaian rapi sekali..!?" Sapa Bakul cendol kepada Durna.


" Ohw ada perlu dengan anak Pangeran Djanoko...kenapa?" Durna balik tanya.


" Mohon maaf Tuan...ketemu sama Pangeran Djanoko untuk apa !?" Bakul masih lanjutkan pertanyaannya.


Jadi begini, Pandita Durna menjelaskan, bahwa dia diutus Prabu Duryudana, Raja Hastina untuk melamar anaknya yang bernama Dewi Djanokowati.


" Sekali lagi saya mohon maaf. Apakah Tuan Pendeta belum tahu. Bahwa Dewi Djanokowati bakal jadi menantunya Tuan Brotoseno...!" Jelas Bakul cendol yang membuat Durna shock.


Melihat Durna kaget bakul cendol melanjutkan, bahwa Dewi Djanokowati bakal dinikahkan dengan Raden Ontoseno. Durna makin limbung.


" Wah ini runyam...bisa gawat kalau Brotoseno te...Sementara Lesmana yang ikut mendengarkan perbincangan Durna dan bakul cendol telah mencatatnya dalam hati. Bahwa dia nanti akan meminta kepada Ontoseno untuk melepaskan Djanokowati untuknya.

__ADS_1


__ADS_2