Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
14. Mina Lodra Gugur


__ADS_3

Pertempuran antara Mina Lodra melawan Ontoseno berlangsung sangat seru. Mina Lodra mengeluarkan sorot matanya yang mirip sinar laser dan menyerang Ontoseno tetapi sungut Ontoseno menyemburkan semacam embun yang sangat dingin yang mampu meredam daya hancur sinar laser Mina Lodra.


Mina Lodra tiwikrama dan berubah ujudnya jadi ikan pari raksasa dan ekornya yang mirip pecut atau cambuk menghantam keras tubuh Ontoseno.


Ajaib tubuh itu dihantam sangat keras sampai mengeluarkan suara "jegler...!!!' tetapi tubuh Ontoseno tetap utuh. Bahkan lecet pun tidak.


Sebaliknya dengan kecepatan sangat tinggi Ontoseno berhasil memukul mata kanan ikan pari Mina Lodra. Pukulan itu sangatlah keras menyebabkan Mina Lodra berteriak kesakitan.


Ontoseno ternyata cukup cerdik, bahwa Mina Lodra ini kebal dan tahan pukul, sehingga dia mencari titik lemah Mina Lodra. Jika dalam keadaan normal mungkin sulit melukai mata Mina Lodra.


Namun ketika Mina Lodra bertiwikrama, menjadi ikan pari raksasa maka mata Mina Lodra menjadi sangat terbuka, karena matanya jadi melotot dan mudah dilukai.


'Kurang ajar kamu Ontoseno...kuremuk-remuk tubuhmu nanti...!!!" Ancam Mina Lodra.


Mendengar ancaman tersebut Ontoseno tertawa, dan katanya, "Silahkan badut sirkus jika kamu mampu ha..ha..ha...ha..!" Ejek Ontoseno.


Para dewa yang menjagokan Ontoseno semua bertepuk tangan, bersorak Sorai menyemangati Ontoseno.


Mendengar tepukan dan sorak Sorai para dewa yang ditujukan kepada Ontoseno. Hati Mina Lodra, dan tubuhnya yang bertiwikrama malah jadi sasaran empuk lawannya. Segera Mina Lodra ke ujud semula.


Melihat tindakan Mina Lodra Ontoseno tertawa mengejek.


"Baguslah kamu menjadi dirimu sendiri...agar memudahkan ku membunuhmu Raja dungu..!!!' ejek Ontoseno.


Kali ini Mina Lodra tidak menggubris ejekan Ontoseno. Sebaliknya dia meningkatkan serangannya kepada Ontoseno. Tidak hanya menendang dan memukul, tetapi Mina Lodra juga sudah mulai menggigit.


Sementara melihat Ontoseno berada diatas angin. Sanghyang Baruna mengajak Resi Mintuno, Batara Bayu dan dewa lainnya menyerang para pegundal Mina Lodra.

__ADS_1


Maka pertempuran makin ramai saja. Bunyi suitan dan teriakan berbaur dengan gemeringnya senjata mereka.


Pengaruh pertarungan Ontoseno dan Mina Lodra benar-benar sangat terasa terhadap mental dan semangat tempur para pengikutnya . Jika para dewa bertempur dengan semangat menyala-nyala. Sebaliknya para pegundal Mina Lodra bertempur dengan rasa putus asa.


Maka tidak heran jika Sanghyang Baruna dan kawan-kawan dalam waktu singkat dapat mendesak Detya Yuyu Rumpung dan kawan-kawan. Bahkan Kalamenjing sudah sejak tadi melarikan dari lawannya Resi Mintuno


Demikian pula Buaya Sakti, Bajulsengara, Kodok Brungkul, Ece Mede, dan lainnya terus berupaya melepaskan diri dari belitan musuh-musuhnya.


Melihat kondisi yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi, Yuyu Rumpung segera mengeluarkan isyarat agar teman-temannya menyelamatkan diri atau siap terbunuh dan tertawan.


Kondisi tersebut secara otomatis berpengaruh kepada mental tanding Mina Lodra. Semangat tempurnya turun drastis melihat anak buahnya satu- persatu kabur melarikan diri.


Bahkan terbunuh dan tertawan. "Wah cilaka dua belas...anak buahku pada lari. Aku bisa ditinggal sendirian nih..!?" Ujar Mina Lodra dalam hati.


Ontoseno yang melihat tingkah laku Mina Lodra makin bersemangat mempermainkannya.


" Haha...haha...haha...anak buahmu kabur...kamu menyerah saja dan akan kujadikan tawanan untuk kuhadapkan kepada Sanghyang Jagad Nata dan kamu jangan coba-coba untuk kabur..sebab jalan kaburmu telah ditutup para Dewata...!" Ejek Ontoseno kepada Mina Lodra.


Namun pikiran egonya melarang Mina Lodra kabur. Sebab jika dia kabur tentu akan jadi bahan cemoohan dan ejekan orang. Yang bakal menanggung Malu tidak hanya dirinya. Namun juga seluruh keluarga besarnya.


Untuk ini Mina Lodra putuskan dia tidak akan kabur, namun juga enggan dijadikan tawanan.


"Lebih baik aku adu nyawa denganmu Ontoseno. Aku pilih mati terhormat daripada jadi tawanan..!" Ujar Mina Lodra sembari menggertak giginya.


Bersamaan dengan itu Mina Lodra mengerahkan semua kesaktiannya menyerang Ontoseno. Dan Ontoseno sempat kaget mendapat serangan membabi-buta ini.


Kondisi semacam inilah yang ditunggu Ontoseno. Saat musuhnya hilang kendali, maka kelemahannya akan nampak. Memang Mina Lodra kebal senjata, karena itu untuk membunuhnya tidak dengan senjata.

__ADS_1


Secepat kilat Ontoseno mencelat keatas, hinggap di kedua bahu Mina Lodra. Tangannya memegang kepala lawannya. Dan kedua kakinya menginjak bahu Mina Lodra.


Dia puntir kepala Mina Lodra sampai berbunyi "krek", tulang patah.


Sesudahnya, tubuh Mina Lodra terkulai. Dia gugur, mati mengenaskan. Raja gagah sakti mandraguna mati dalam keadaan nestapa ditinggalkan anak buahnya.


Berita gugurnya Mina Lodra dengan cepat tersebar luas. Dan nama Ontoseno jadi perbincangan hangat dimana-mana. Para bidadari penghuni Kahyangan Suralaya tidak henti-hentinya mengelu-elukan Ontoseno.


Ontoseno benar-telah menjadi artis, bibir mungil dan manis para bidadari Tak henti-hentinya memuji tentang kesaktian Ontoseno. Sekaligus memuji kegagahan kegantengan dan ketampanan Ontoseno.


Bahkan tidak malu-malu para bidadari menawarkan dirinya untuk diperistri Ontoseno. Dan kebiasaan Sanghyang Jagad kepada semua jago para dewa. Dia selalu menghadiahkan bidadari untuk dipersunting.


Bahkan dalam suatu riwayat Raden Janoko yang menjadi jagoan para dewa dan berhasil membunuh Raja Raksasa Niwatakawatja dari Negara Iman-imantaka dihadiahi puluhan bidadari dan sempat dinobatkan menjadi Raja di Suralaya satu hari.


Namun semua itu terpulang kepada pribadi Ontoseno. Mau atau tidak dihadiahi bidadari. Nampaknya Ontoseno yang suka hidup seenaknya dan tidak suka dengan kemapanan. Dia tidak mau mengambil peluang.


Bahkan Ontoseno mengusulkan jika para dewa mau memberikan hadiah, sebaiknya berikan saja kepada kakeknya, Resi Mintuno.


Karena Ontoseno sadar bahwa kakeknya sangat sayang kepadanya. Dan dia sadar bahwa dia sampe menjadi begini juga berkat peran, didikan dan asuhan kakeknya yang mencintai dirinya.


Sikap Ontoseno benar-benar membuat kagum Sanghyang Jagad Nata. Sehingga raja para dewa itu berjanji dalam hati. Bahwa dia akan memberikan kado istimewa untuk Resi Mintuno.


Untuk ini Sanghyang Jagad Nata mengadakan rapat terbatas dengan mengundang para dewa yang punya jabatan khusus, termasuk Sanghyang Resi Kaneka Putera, Sanghyang Baruna, Batara Bayu, Batara Sambu, Batara Indra, Batara Brahma, Batara Sambu dan lain-lain.


Meskipun hanya rapat terbatas tetapi suasanya sedikit tegang, karena rapat ini akan membahas sesuatu yang penting.


Apalagi dalam undangan yang ditandatangani Sanghyang Jagad Nata tertulis semua undangan harus datang tepat waktu. Dan tidak boleh diwakili dengan alasan apapun, sehingga tidak heran suasana menjadi sedikit tegang.

__ADS_1


Maka meskipun Batara Yamadipati bengeknya kambuh, dan mustinya hari itu dia harus ke dokter. Dengan terpaksa rencana itu dicancel.


Demikian pun Batara Panyarikan yang sudah janji mau mengantar isterinya ke salon. Dia membatalkan acara tersebut. Dia fokus kepada rapat terbatas ini.


__ADS_2