Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
59 Batara Guru Minta Bantuan Pandawa


__ADS_3

Belum sempat Prabu Sri Kresna menjawab, tiba-tiba muncul Batara Guru.


"Aku harap Cucu-cucuku tidak kaget...Akulah yang datang..! " Sapa Sanghyang Jagadnata kepada Para Pandawa dan Prabu Sri Kresna.


Meskipun Batara Guru ngomong, bahwa Para Pandawa tidak usah kaget atas kehadirannya. Tetap saja Puntadewa dan adik-adiknya kaget atas kemunculan Batara Guru.


"Kami tetap kaget Pukulun karena kedatangan Pukulun secara tiba-tiba. Ada kesalahan apa kiranya sehingga Pukulun menemui kami..!?" Ujar Puntadewa dengan rasa segan kepada Sanghyang Jagadnata.


"Tidak ada kesalahan dan atau dosa yang kalian perbuat. Juga bukan aku akan memberi anugerah kepada kalian. Justeru kedatanganku kemari untuk minta bantuan kalian. Kebetulan Kresna juga ada disini. Aku juga minta bantuanmu Cucuku Kresna..!" Ujar Batara Guru.


"Aduh Pukulan bantuan apa yang dapat kami berikan kepada Pukulun...!" Hampir berbarengan Prabu Puntadewa dan Prabu Sri Kresna menanyakan perihal bantuan.


"Seperti yang sudah digariskan para dewa. Bahwa tahta kerajaan Hastinapura akan kembali ke tangan para Pandawa harus melalui perang besar yaitu Perang Suci Baratayudha.


Disebut perang suci, karena perang ini akan menunjukan kepada manusia. Bahwa perbuatan jahat akan dibalas sesuai kejahatan. Setiap orang berhutang kebaikan diperang itu akan dibayar lunas.


Juga semua bentuk kejahatan sekecil apapun juga akan menerima akibatnya. Nah kalian pasti tahu dan mengerti. Tetapi ketahuilah anak-anakmu, yaitu Ontoseno dan Wisanggeni telah merebut tahta Hastinapura. Jelas-jelas ini sebuah kesalahan yang tidak bisa ditolerir. Karena apa yang kukatakan tadi, bahwa semua itu harus melalui mekanisme apa yang telah digariskan para dewa. Ini masalah yang pertama.


Masalah yang kedua Dewata Hyang Maha Agung telah menggariskan bahwa semua bentuk kehidupan ada tempatnya sendiri-sendiri. Aku ambilkan contoh para bidadari dan dewa hidup di alam Kahyangan.


Manusia di alam manusia (dunia). Sedang jin setan dedemit maupun siluman juga punya alam sendiri. Dimana masing-masing tidak menguasai alam yang bukan haknya.


Anakmu Ontoseno dan Wisanggeni adalah manusia. Mustinya hidup di alam manusia. Tetapi kamu lihat, faktanya, Ontoseno dan Wisanggeni tidak hanya merebut tahta Hastinapura. Sekarang mereka juga telah menguasai Pasetrangandamayit. Ini kan jelas tidak benar dan menyalahi kodrat irodat Hyang Maha Pencipta.

__ADS_1


Aku sudah menemui mereka di Dandangmangore, tetapi baik Ontoseno dan Wisanggeni ngotot tidak mau mengembalikan tahta Dandangmangore ke Batari Durga.


Akibat para iblis setan siluman dan dedemit penduduk Pasetrangandamayit pada meninggalkan tempat tinggalnya. Sekarang menempati tempat-tempat yang bukan semestinya. Apakah ini artinya tidak merusak tatanan..!?


Para Cucuku Pandawa dan Cucuku Kresna aku pikir hanya kalian sajalah yang sanggup dan bisa menyadarkan mereka. Sadarkanlah bahwa perbuatan mereka sangat tidak baik. Jadi inilah maksud kedatanganku kemari..!" Ungkap Sanghyang Jagadnata.


Mendengar uraian panjang lebar dari Sanghyang Jagadnata, dan mengetahui perbuatan anaknya Ontoseno dan Wisanggeni tidak benar, Brotoseno langsung tersulut emosinya.


"Kurangajar... Bocah edan. Ontoseno kamu bikin malu Bapakmu...ayo Adikku Djanoko kita ke Dandangmangore menghajar anak-anak kita yang telah membikin malu ini..!!!" Ajak Brotoseno.


Melihat situasi yang memanas Prabu Sri Kresna segera mengingatkan Brotoseno.


"Sabar Adikku Brotoseno...aku juga akan menemui mereka. Ntar kita bareng-bareng temui Ontoseno dan Wisanggeni..!" Ujar Sri Kresna.


Setelah para Pandawa dan Prabu Sri Kresna bersedia membantu kepada Batara Guru. Kemudian Sanghyang Jagadnata kembali ke Kahyangan Suralaya.


Dengan memakai kendaraan super kilat . Mereka sampai di Dandangmangore sore hari. Mereka masuk keraton dan menemui Prabu Candrageni.


"He...hei anakku yang ganteng Wisanggeni. Ayo ganti pakaian...jangan berpakaian kayak badut ini...juga kamu bocah ganteng Ontoseno...ayo kembali seperti Ontoseno tulen...!" Ujar Prabu Sri Kresna begitu ketemu dengan Prabu Candrageni dan Patih Candrawarih.


"Eeeit...siapa ini!? Dari mana kalian..!? Kok ngomong Wisanggeni...Ontoseno. Siapa itu..!? Disini tidak ada Wisanggeni...yang ada Prabu Candrageni. Disini tidak ada Ontoseno.. yang ada adalah Patih Candrawarih. Hayo...siapa kalian..! " Prabu Candrageni balik bertanya dengan nada membentak.


"Aduh... bagus banget kamu anakku Wisanggeni. Permainan sudah berakhir... ayohlah kembali anak-anakku..!" Ujar Prabu Sri Kresna kalem. Bahkan Brotoseno dan Djanoko pun ikut negur Wisanggeni. Agar kembali kepada jati dirinya.

__ADS_1


"Anak-anakku...kalian memang hebat. Kalian bisa mengambil alih tahta Kerajaan Hastinapura. Kalian juga berhasil membuat Si Mbah Batari Durga kabur. Bahkan kalian sudah berhasil mempermalukan Batara Guru. Sehingga dia terpaksa minta pertolongan kepada kami.


Tetapi ketahuilah anak-anakku yang bagus dan ganteng. Tempat ini bukan dunia kalian. Raja juga bukan jatah kalian. Kodrat kalian adalah Ksatria. Ksatria pembela keadilan dan kebenaran.


Ksatria yang selalu ingin memberantas semua bentuk kejahatan. Karena itu tempatmu bukan disini. Kembalilah ke kstarian masing-masing.


Dan biarkan Dandangmangore atau Pasetrangandamayit di tangan Batari Durga. Sebab Hyang Maha Kuasa telah memilihnya demikian.


Biarkan bangsa Iblis setan jin siluman dan dedemit hidup damai disini. Sekarang bayangkan...setelah Dandangmangore kalian kuasai. Para makhluk halus itu kabur dan bercerai berai dengan menempati rumah-rumah penduduk.


Bukankah ini malah membuat tatanan kehidupan tidak karuan-karuan...!? Hyang Maha Pencipta telah menciptakan segala sesuatu dengan sangat hati-hati dan teliti.


Hyang Maha Pencipta menciptakan bumi dan langit. Menjadikan siang dan malam. Menciptakan laki-laki dan perempuan. Ada kebaikan pasti ada keburukan. Itu hukum alam.


Anak-anakku kalian sangatlah cerdas. Tentu bisa berpikir bagaimana sepinya jagad ini. Jika cuma diisi orang-orang baik melulu. Juga betapa rusaknya dunia ini, jika yang ada cuma orang-orang jahat.


Jadi biarlah yang jahat ada yang baik juga ada. Sehingga terjadi keseimbangan. Jika ternyata jumlah yang jahat lebih banyak. Hyang Maha Kuasa pasti menurunkan bencana. Bisa berupa perang, gunung meletus, gempa bumi, banjir dan sebagainya.


Itu sudah menjadi skenario dan tugas Hyang Maha Kuasa. Kita ini cuma manusia lumrah. Bisanya ya cuma menjalani semua takdir yang diberikan kepada kita dengan ikhlas.


Karena itu ayolah Wisanggeni, Ontoseno kembali ke Ksatrianmu..!" Ajak Prabu Sri Kresna.


Mendengar wejangan Prabu Sri Kresna yang panjang lebar. Juga desakan dari ayah mereka, Brotoseno Bapaknya Ontoseno dan Djanoko atau Harjuna adalah Bapaknya Wisanggeni. Akhirnya menyadari bahwa manusia hidup tinggal menjalani apa yang digariskan Hyang Maha Agung. Kita tidak bisa protes karena kita ini sekedar ciptaan.

__ADS_1


"Terima kasih Pakde Kresna. Bapak Werkudara saya pamit pulang ke Ksatrian Randu Gumbala..!" Ujar Ontoseno pamitan kepada Prabu Sri Kresna dan Brotoseno.


"Aku juga mohon pamit Pakde Kresna dan Bapak Djanoko. Aku kembali ke Ksatrian Duksinageni..!" Menyusul Wisanggeni juga pamitan. Akhirnya purna sudah, jagad jadi kembali ayem tenteram.


__ADS_2