Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
77. Semar Dipaksa Ratu Seberang


__ADS_3

Setelah Ontoseno berhasil disadarkan Raja Dwarawati, Prabu Sri Kresna. Dan dia melepaskan jabatannya sebagai Pujangga Hastinapura. Jagad pewayangan kembali normal, sebelumnya jagat pewayangan mendadak sepi. Lantaran Ontoseno menjadi Pujangga di Hastinapura.


Dan seperti diketahui, Kerajaan Hastinapura adalah milik para Kurawa, sebuah klan keluarga yang selalu berbuat kejahatan. Dari seratus orang anggota keluarga, tidak ada satupun berakhlak bagus. Jangankan bagus, cukupan saja tidak ada. Semuanya, dari anak sulung yang bernama Duryudana atau Suyudana atau Djakapitana yang kemudian menjadi Raja Hastinapura sampai dengan anak bungsu mereka yang perempuan bernama Dursilawati, mental dan akhlaknya tidak ada yang benar.


Terlebih mereka punya sesepuh, Pandita Durna atau Bambang Kumbayana dan Mahapatih Sengkuni, yang seharusnya bisa membina dan memperbaiki mental dan akhlak mereka. Malahan ikut berbuat jahat dan malah mengompori untuk berbuat Angkara murka.


Atas pemikiran untuk memperbaiki mental dan akhlak sesama manusia. Ontoseno beberapa waktu lalu berhasil mengubah klan keluarga Kurawa bertobat dan berbuat amal Soleh. Bahkan kemudian atas kesepakatan semua pihak, Ontoseno diangkat menjadi Pujangga Keraton Hastinapura.


Dari sudut pandang Ontoseno misi itu dianggap berhasil. Memang mendadak klan keluarga Kurawa berubah menjadi alim. Mereka beramal Soleh. Bahkan sebagian besar diantara mereka pakai sorban gamis. Bandar- bandar togel ditangkapi. Semua diskotik ditutup dan para PL dan penari telanjang dibina. Memang Hastinapura menjadi negara yang beriman.


Namun hal ini oleh Raja Dwarawati, Prabu Sri Kresna dianggap menyalahi kodrat Hyang Maha Kuasa. Bahwa kejahatan memang harus ada karena itulah diciptakan setan dan iblis. Kejahatan ada sebagai penyeimbang kebaikan. Seperti halnya diciptakan laki-laki karena ada perempuan. Diciptakan malam karena adanya siang.


Karena alasan itu Prabu Sri Kresna mengajak Ontoseno menjadi manusia lumrah, sebagaimana digariskan Hyang Maha Kuasa. Dan setelah Ontoseno kembali ke Amarta, seperti pernah dikatakan Raja Dwarawati. Bahwa dibagaimanapun karakter Kurawa jahat tetap akan kembali jahat bila pengawasan terhadap mereka kendor.


Kita akan meloncat Ke Karangkadempel, tempat kediaman Ki Lurah Semar Bodronoyo. Hari ini Karangkadempel kedatangan tiga raja sekaligus dan Pandawa. Ketiga raja tersebut adalah Raja Amarta, Prabu Puntadewa, Raja Dwarawati, Prabu Sri Kresna, dan Raja Mandura, Prabu Baladewa.


Para Raja itu datang ke Karangkadempel karena sudah tiga bulan lebih Ki Lurah Semar tidak hadir di Negara Amarta, maupun Dwarawati. Sehingga mereka mendatangi Karangkadempel barangkali terjadi apa-apa kepada Ki Lurah Semar.


"Sesungguhnya ada apa sih Kakang Semar, sampean hampir lebih tiga bulan tidak hadir di Negara Amarta. Ada apa kiranya...!?" Tanya Prabu Puntadewa kepada Ki Lurah Semar. Hal yang sama juga ditanyakan Prabu Sri Kresna dan Prabu Baladewa.

__ADS_1


"Sebenarnya ada hal besar yang sedang saya perjuangkan. Dan itu sepertinya sudah ada titik terang keberhasilannya. Sehingga saya tidak pergi kemana-mana, khusus melakukan meditasi dan bertapa. Untuk tujuan tersebut yang sejatinya anugerah yang diturunkan oleh Dewata bukan untuk saya. Tetapi untuk para Gusti semua...!" Ujar Ki Lurah Semar.


Belum habis dia bercerita datanglah tamu, seseorang dari gemerlapnya pakaian yang dia kenakan. Kemungkinan dia adalah seorang Raja dari tanah Seberang.


"Selamat datang Kisanak..!!!" Sambut Ki Lurah Semar kepada tamunya dan tamunya membalas sambutannya.


"Maaf Kisanak darimana dan mencari siapa serta mau apa..!?" Tanya Ki Lurah Semar secara bertubi-tubi kepad tamu yang belum dikenalnya


" Ya...ya saya adalah seorang Raja dari Negara Pager Alun di tanah seberang. Namaku Prabu Gendra Surapati. Aku kesini mau mencari seseorang yang bernama Semar...adakah sampean tahu..!?" Tanya balik Raja yang ternyata bernama Gendra Surapati kepada Ki Lurah Semar.


"Ohw...ohw begitu ya..!?" Perkenalkan sang Prabu... akulah yang bernama Semar. Di Negara Amarta, khususnya Karang Kadempel hanya ada satu orang yang bernama Semar ya aku ini orangnya. Terus setelah ketemu saya apa yang dikehendaki sang Prabu..!?" Ujar Ki Lurah Semar.


"Tetapi buat saya tidak mengapa sang Prabu. Saya mensyukuri. Saya menerima keadaan ini dengan ikhlas..!" Jawab Ki Lurah Nayantaka dengan sabar.


"Tetapi terus terang Semar aku kagum kepadamu. Meskipun kamu orang miskin. Kamu orang susah. Tetapi nyatanya, tamumu ini seperti para Raja. Mohon diperkenalkan Semar..!" Ujar Prabu Gendra Surapati sambil menunjuk ke arah Prabu Puntadewa, Prabu Baladewa dan Prabu Sri Kresna.


"Alhamdulillah... baiklah saya perkenalkan dari yang duduk disamping saya adalah Gusti Prabu Puntadewa Raja dari Negara Indraprasta stau Amarta.


Dan yang duduk di sebelah sang Prabu adalah Gusti Prabu Sri Kresna dari Negara Dwarawati. Sedangkan yang disamping kanannya adalah Gusti Prabu Baladewa dari Negara Mandura. Saya adalah abdi mereka..sang Prabu..!" Jelas Ki Lurah Semar.

__ADS_1


"Ohw..ohw ini benar-benar sangat luar biasa. Semar kamu meskipun hanya seorang Batur, pembantu. Tetapi nyatanya kamu mendapat kunjungan dari raja-raja hebat dan terkenal.


Nama Prabu Puntadewa sangat populer di negaraku. Begitu pun Prabu Sri Kresna dan Prabu Baladewa. Mereka semuanya raja terkenal Semar.


Aku benar-benar salut kepadamu. Dan wajar jika Dewata berkata kepadaku... jika ingin negaraku Pager Alun mencapai swasembada pangan , makmur, gemah Ripah loh jinawi. Maka aku harus membawamu ke negaraku Semar. Jadi aku kemari bermaksud memboyongmu ke Pager Alun Semar..!!!" Tegas Prabu Gendra Surapati.


"Jadi maksud sang Prabu..!???" Ujar Ki Lurah Semar ingin tahu maksud sebenarnya Raja Tanah Seberang ini.


"Seperti sudah kukatakan aku mau memboyongmu ke Pager Alun.Akan kubuatkan rumah tingkat tiga dan kolam renang. Kubuatkan pendopo yang indah kugaji besar Semar.


Bila kamu punya anak, ajaklah mereka. Juga akan kubangunkan rumah yang bagus dan mentereng. Kusediakan kendaraan model terakhir . Dan juga kugaji besar. Jadi tidak ada alasan bagimu untuk menolak tawaranku. Mengingat hidupmu disini sangat susah dan menderita...jadi mau ya Semar...!?" Rayu Prabu Gendra Surapati.


Melihat situasi yang kurang baik, Bagong segera mem-WA Ontoseno. Bahwa Karangkadempel gawat darurat.


"Den Ontoseno harus segera datang ini ada Raja Seberang mau mencelakai Bapak Semar..!" Tulis Bagong di WA yang dikirimkan ke Ontoseno.


Sementara itu Semar mendapat tawaran demikian tersebut bukannya senang, malah dia tersenyum kecut.


"Maaf lho sang Prabu. Saya akui saya kere, saya miskin. Tetapi saya bahagia. Saya senang karena para Raja yang saya ikuti sekarang ini adalah raja-raja yang berbudi luhur. Raja-raja baik dan istimewa. Saya tidak mau hidup mewah di atas penderitaan orang lain. Ini sikapku..sang Prabu..!!" Tegas Semar.

__ADS_1


__ADS_2