Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
11. Mencari Jago


__ADS_3

Hari ini, Hari Respati Kasih, Pemimpin Para Dewa Sanghyang Jagad Nata, membuka Pisowanan Agung yang dihadiri semua dewa. Nampak sesepuh para dewa, Sanghyang Keaneka Putera, sekaligus penasehat Kahyangan Suralaya.


"Hari ini aku sengaja menghadirkan kalian semua untuk mendengarkan penjelasan Batara Baruna...dan serangan Raja Siluman Mina Lodra ke Dasar Samodra..!" Ujar Sanghyang Jagad Nata membuka acara pisowanan.


"Untuk ini aku persilahkan Batara Baruna ceritakan apa sebenarnya yang terjadi...silahkan Baruna..!!!" Sanghyang Jagad Nata memberikan podium kepada Sanghyang Baruna.


"Terima kasih Tuan Sanghyang Jagad Nata yang telah memberi kesempatan untuk berada di podium ini dan kemudian menyampaikan keadaan Istana Dasar Samudra kepada sadara para dewa yang hadir disini...!' ujar Sanghyang Baruna mulai menyampaikan laporannya.


"Selama kami hidup di dasar Samodra dalam keadaan ayem tenteram. Hukum atau aturan yang saya buat berdasar petunjuk Tuanku Sanghyang Jagad Nata, semuanya dipatuhi rakyatku yakni rakyat Samodra


Dan saya menjadi Dewa Lautan adalah atas mandat dan kuasa yang diberikan Sanghyang Jagad Nata. Kami juga cukup harmonis bermitra dan berhubungan dengan bangsa dan suku lain.


Dengan prinsip keadilan dan saling menghormati. Semua raja dan para pemimpin yang berkuasa di pesisir atau di tepi Samodra berjalan baik


Namun sejak kurang lebih dua puluh tahun yang lalu kami selalu mendapat gangguan dari para siluman. Persisnya setelah Raja Pesisir Seberang Lautan yaitu Mina Lodra berkirim surat kepada kami.


Suatu hari datang seorang utusan yang mengaku diperintah Mina Lodra menyampaikan surat kepada saya. Isi surat itu adalah untuk mengakui kekuasaan Mina Lodra atas seluruh dasar lautan.


Terus terang surat itu saya robek-robek karena telah menyinggung harga diri saya. Menyinggung kedaulatan Samodra raya. Menyinggung kekuasaan para dewa.


Ya saya berpikir emang siapa itu Mina Lodra...wong dia cuma bangsa siluman...kok nekad amat mau menaklukan dan menguasai para dewa.


Nah dari situlah awalnya...mungkin sang utusan lapor bahwa saya tidak menggubris suratnya. Ya sejak saat itu terus-terusan Samodra diganggu dan diteror bangsa siluman.


Akibatnya tidak hanya rakyat dasar Samodra yang jadi korban. Bahkan para nelayan yang mencari ikan di lautan ya ikut jadi korban. Sudah ratusan kapal nelayan yang ditenggelamkan. Dan sudah pula ratusan nelayan yang dimangsa para siluman rakus.


Selama ini saya sengaja tidak lapor kepada tuanku. Karena gangguan kecil-kecilan itu masih dapat kami atasi. Dan Alhamdulillah selalu berhasil.


Hanya sejak lima tahunan terakhir ekskalasi gangguan dari pihak Mina Lodra makin kuat. Mereka tidak hanya mengganggu secara kecil-kecilan, namun meningkat menjadi gangguan yang harus disikapi.

__ADS_1


Bermula dari serangan Senopati Buaya Sakti dan Bajulsengara. Dengan membawa pasukan lumayan besar. Dengan kekuatan yang ada kami mampu mengalahkannya


Berikutnya mereka melakukan serangan lagi yang dipimpin Kalamenjing. Berkat bantuan para dewa, diantaranya Dinda Betara Bayu lagi-lagi kami bisa menang.


Karena kegagalan yang beruntun itulah akhirnya Mina Lodra menyerang kembali dengan kekuatan penuh dan dia pimpin langsung.


Untuk menghadapinya saya minta bantuan para dewa, dan hampir semua para dewa penting membantu kami. Namun sungguh celaka...karena Mina Lodra dan patihnya Yuyu Rumpung benar-benar tidak bisa diremehkan.


Kami semua dikalahkan..sehingga kami mengungsi ke Suralaya...begitu Tuanku. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyampaian laporan ini..!" Sanghyang Baruna mengakhiri laporannya.


Mendengar paparan Baruna, Sanghyang Jagad Nata manggut-manggut.


"Ohw begitu...terus maksud sesungguhnya apa ya..!?" Sanghyang Jagad Nata seperti bicara kepada dirinya sendiri.


Melihat itu, Sanghyang Baruna segera menyambung.


"Bahkan sesumbar Mina Lodra kepada kami...bahwa serangan terhadap Kahyangan Dasar Samodra...hanyalah sasaran antara. Karena Mina Lodra berhasrat mengobrak-abrik Suralaya. Mina Lodra ingin mendongkel kekuasaan Tuanku Sanghyang Jagad Nata...!!!" Jelas Sanghyang Baruna.


"Dari paparan Baruna...bagaimana pendapat Kanda Resi Kaneka Putera...!?" Tanya Sanghyang Jagad Nata kepada Sanghyang Kaneka Putera.


"Pendapat saya Tuanku. Mina Lodra ini tidak bisa kita biarkan..!" Jawab Resi Kaneka Putera.


"Ya benar...jika dia dibiarkan bisa ngelunjak. kanda Resi...Tetapi para dewa tidak ada yang sanggup melawannya Kanda..!" Ungkap Sanghyang Jagad Nata.


"Ya ini musti dicarikan solusinya...!" Jawab Resi Kanekaputera.


"Kita perlu cari jago untuk diadu dengan Mina Lodra...!" Tegas Sanghyang Jagad Nata.


Tiba-tiba Batara Yamadipsti angkat bicara.

__ADS_1


"Bagaimana jika tuanku Minta tolong kepada Mike Tyson, atau Van Damme atau Steven Seagel..!?" Ujar Yamadipati.


"Ah...kamu ada-ada saja..Mike Tyson dan orang-orang yang kamu sebutkan memang hebat. Mereka jagoan...tetapi dimensi mereka. Bukan dimensi kita. Ha ha ha ha...!" Ujar Sanghyang Kaneka Putera sembari tertawa tergelak-gelak mendengar usul Yamadipati.


"Usulmu macem-macem Yamadipati...Kanda Resi beri kesempatan untukku untuk memohon kepada Hyang Maha Kuasa agar memberi petunjuk kepadaku. Apa yang mesti kulakukan...!!" Ujar Sanghyang Jagad Nata.


Mendengar pernyataan Sanghyang Jagad Nata, semua yang hadir diam, tidak lagi yang clometan.


Sebelum masuk ke tempat pemujaan Sanghyang Jagad Nata berpesan. Dia akan semedi semalaman. Besok jika sudah mendapat petunjuk akan disampaikan kepada semua orang.


Resi Kaneka Putera mengangguk dan dia berjanji akan menunggu sampai Sanghyang Jagad Nata mendapatkan petunjuk.


"Baiklah Tuanku...kami akan menunggu Tuanku. Saya dan beberapa dewa tetap akan berada disini sambil menunggu berita dari tuanku..!" Janji Resi Kaneka Putera.


Setelah semaleman Sanghyang Jagad Nata pagi-pagi sudah keluar dari sanggar pamujaan yang langsung disambut Sanghyang Resi Kaneka Putera dan para dewa yang lain.


"Selamat pagi Tuanku...semoga saja Tuanku sudah dapat petunjuk..!?" Sapa Resi Kaneka Putera yang disambut Sanghyang Jagad Nata dengan senyuman.


"Alhamdulillah..Kanda..saya sudah dapat petunjuk kanda..!" Ujar Sanghyang Jagad Nata singkat.


Mendengar jawaban Sanghyang Jagad Nata para dewa segera merapat. Mereka benar-benar ingin tahu jagoan yang dimaksud kayak apa. Sebab para dewa saja sudah keok. Apalagi orang biasa. Karena itu mereka menduga jagoan yang dimaksud pasti orang luar biasa.


Yamadipati berpikir dan menduga jagoan yang dimaksud pasti lebih hebat daripada Mike Tyson, atau otot-ototnya lebih kuat dan lebih besar daripada Steven Seagel.


Saat para dewa tengah menanti ucapan Sanghyang Jagad Nata, tiba-,tiba penguasa para dewa itu berkata.


"Jagoan kita adalah anak balita..!!!" Katanya.


Mendengar ucapan yang tidak terduga ini para dewa terkejut. Mereka seperti disambar petir mendengar ucapan Sanghyang Jagad Nata.

__ADS_1


Mana mungkin anak balita, sedangkan dewa-dewa yang perkasa saja tidak mampu melawan Mina Lodra kok balita dijadikan jagoan.


"Ah..ini bullshit ... tidak mungkin. Tidak masuk akal..!!!" Ujar Yamadipati sembari jalan mondar-mandir seperti orang yang kebingungan.


__ADS_2