Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
I2. Jagonya Dewa Cucunya Mintuno


__ADS_3

Anak balita siapakah yang bakal jadi jagonya para dewa? Pertanyaan besar itulah yang menggelayuti para dewa, termasuk Sanghyang Resi Kaneka Putera.


"Tuanku...balita siapakah gerangan yang dimaksud Tuanku..!? Kami para dewa betul-betul penasaran dan segera ingin tahu Tuanku...!? Coba ceritakan terus kepada kami agar kami tidak penasaran...!!!" Ujar Sanghyang Kaneka Putera.


Sanghyang Jagad Nata tersenyum kecil sambil berjalan mendatangi Sanghyang Kaneka sembari berkata.


"Balita yang keanehannya sejagad raya Kanda Resi. Dia adalah cucunya Resi Mintuno..yakni anaknya cucu kita...Dewi Urang Ayu...Kanda..!" Jelas Sanghyang Jagad Nata.


Semua dewa yang mendengar pernyataan Sanghyang Jagad Nata kaget, melongo dan saling pandang. Memang benar anak Urang Ayu adalah anak yang aneh dan sangat mustahil di tengah jagad raya ini.


Betapa tidak anak Urang Ayu hasil pernikahannya dengan Brotoseno dan diberi nama Ontoseno. Sekarang usianya sudah dua puluh tahun. Tetapi anehnya fisik Ontoseno seperti bayi.


Bahkan Ontoseno belum bisa jalan dan belum bisa berbicara. Keunikan lainnya meskipun belum bisa jalan tetapi Ontoseno pandai berenang dan menyelam di laut.


Bahkan Ontoseno sanggup hidup di air seharian tanpa kurang suatu apa. Dan uniknya lagi Ontoseno akan nangis kejang-jika jika sehari saja tidak menjebur ke laut.


Maka tidak heran jika setiap hari kakeknya, yakni Resi Mintuno membawa Ontoseno ke laut agar sang cucu bisa berenang dan menyelam.


"Ya begitulah Kanda Resi Kaneka Putera petunjuk yang aku terima. Karena itu aku minta kepada Kanda agar menemui Resi Mintuno...meminta kesediaannya untuk melepaskan cucunya untuk jadi jagonya dewa melawan Mina Lodra..?" Pinta Sanghyang Jagad Nata kepada Resi Kaneka Putera.


Resi Kaneka Putera tidak perlu bertanya lebih lanjut kepada Sanghyang Jagad Nata. Sebab ucapan Sanghyang Jagad Nata selalu benar.


"Terima kasih Tuanku...saya segera menemui Resi Mintuno hari ini juga. Mohon doanya agar semua berjalan lancar Tuanku..!" Sanghyang Kaneka Putera setelah berpamitan segera terbang menemui Resi Mintuno.


Seperti kebiasaan Resi Mintuno setelah mengajar para santrinya, dia pergi ke pantai agar Ontoseno, cucunya ini bisa main air. Dan itu dilakukan setiap hari hampir dua puluh tahun terakhir.


Sebagaimana umumnya Resi Mintuno sebenarnya kesal sekali. Di samping setiap hari mengantar cucunya ke pantai. Dia juga kesal melihat perkembangan cucunya dari ke hari. Dari pekan ke pekan. Dari bulan ke bulan. Bahkan dari tahun ke tahun fisik cucunya tidak berubah.


Tetap seperti bayi. Tetapi anehnya bayi ini pandai berenang dan menyelam di laut.

__ADS_1


Yang aneh lainnya, meskipun Ontoseno belum bisa ngomong. Dan belum dapat berjalan. Tetapi pola pikirnya sudah seperti orang yang berumur dua puluh tahun.


Jadi bayi Ontoseno paham terhadap semua perkataan yang diucapkan manusia dewasa. Bahkan bayi ini pun suka makan sate kambing.


Jadi sudah makan pisang atau bubur. Dia makan dan minum seperti orang dewasa. Hanya tadi, dia belum dapat bicara dan jalan.


Sanghyang Resi Kaneka Putera yang diutus Sanghyang Jagad Nata dengan mudah menemukan Resi Mintuno dan cucunya, Ontoseno di bibir pantai.


Resi Kaneka Putera turun dari langit langsung menemui Resi Mintuno.


"Ho...ho..ho.. Mintuno jangan kaget aku menemuimu disini...!' siapanya.


Resi Mintuno cukup paham jika dewa yang menemuinya ini bukan sembarang dewa. Tetapi sesepuh para dewa yang sangat dihormati di Kahyangan Suralaya.


"Maaf Tuanku dewa yang agung...sungguh saya sangat terhormat didatangi Tuanku. Apa yang dapat saya bantu Tuanku..?" Ujar Resi Mintuno dengan sangat hormat.


"Benar Tuanku...dia cucuku Ontoseno...!" Jawab Mintuno pendek.


"Alhamdulillah...kebetulan Mintuno...aku diutus Sanghyang Jagad Nata untuk menemuimu...dan memohon kerelaanmu untuk menyerahkan Ontoseno kepadaku..!" Ujar Sanhyang Kaneka Putera kepada Resi Mintuno.


"Mohon tanya Tuanku.


Untuk apa cucu saya dipinjam..!?" Tanya Mintuno.


"Ho...ho...ho..ya...ya kamu belum tahu. Bahwa cucumu si Ontoseno bakal dijadikan jago para dewa untuk melawan Ratu sadis Angkara murka. Manusia kerak neraka yaitu si Mina Lodra..!!" Jelas Sanghyang Resi Kaneka Putera.


"Tetapi...tetapi Tuanku kan tahu. Kendati Ontoseno sudah cukup dewasa dari segi usia. Namun seperti yang Tuan ketahui secara fisik dia masih bayi. Bahkan belum dapat berjalan dan juga belum pandai ngomong...bagaimana mungkin dia harus bertarung dengan Ratu bengis yang sakti Mandraguna? Paling-paling Ontoseno akan digigit atau diinjak Mina Lodra....dan jika itu terjadi saya bisa kehilangan cucu Tuanku..!" Kilah Resi Mintuno.


"Ho...ho..ho..bukan begitu caramu menanggapi anugerah yang diberikan kepadamu lewat Ontoseno. Bahkan siapa tahu hal ini akan menjadi titik balik nasib Ontoseno ke depan..!" Jelas Sanghyang Kaneka Putera.

__ADS_1


"Dan percayalah Hai Mintuno..perintah Sanghyang Jagad Nata tidak sembarangan.. dia pasti benar dan kalian pasti ke depannya bakal enak..!" Terang Sanhyang Kaneka Putera.


"Jadi singkatnya ijinkanlah kami membawa Ontoseno ke Kahyangan Suralaya. Disana nanti Ontoseno akan kami mandikan dengan air ramuan khusus para dewa...entah apa yang akan terjadi nanti kita lihat sajalah...!" Pinta Sanghyang Kaneka Putera.


"Namun begitu ijinkanlah saya ikut mendampingi Ontoseno Tuanku..!" Rengek Mintuno minta ikut ke Kahyangan Suralaya.


Sanghyang Resi Kaneka Putera tidak keberatan terus mendampingi cucunya.


"Aku kira Sanghyang Jagad Nata juga tidak keberatan kamu mendampingi cucumu Mintuno...!!" Tegas Sanghyang Kaneka Putera.


Dengan begitu hati Resi Mintuno sangat plong. Lega. Apalagi janji Sanghyang Kaneka Putera bahwa di Suralaya Ontoseno bakal dimandiin dengan air berisi ramuan para dewa yang diharapkan mampu mengobati perkembangan fisiknya.


Sebelum berangkat ke Kahyangan Suralaya, Resi Mintuno minta ijin untuk pamitan kepada puterinya, Dewi Urang Ayu. Dan dia menceritakan bahwa Ontoseno terpilih menjadi jago para dewa dalam menghadapi Mina Lodra.


Dewi Urang Ayu tidak keberatan, asal setelah persoalan di Kahyangan Suralaya selesai ayah dan anaknya, Ontoseno langsung kembali ke padepokan Gisik Samodra, Padepokan ya Resi Mintuno.


Setelah pamita kepada Dewi Urang Ayu mereka langsung berangkat ke Kahyangan Suralaya.


Di Suralaya Sanghyang Jagad Nata sudah menunggu terhadap kehadiran mereka.


"Selamat datang Kanda Resi Kaneka Putera semua berjalan lancar...ya Kanda..!?" Sapa Pemimpin para dewa kepada sesepuh para dewa, Sanghyang Resi Kaneka Putera.


"Alhamdullah Tuanku...berkat doa dan restu Tuanku. Semuanya berjalan lancar....dan ini Ontoseno yang Tuanku inginkan...!!!" Ujar Resi Kaneka Putera sembari menyodorkan bayi Ontoseno kepada Sanghyang Jagad Nata.


Setelah diamati sebentar, kemudian Sanghyang Jagad Nata memerintahkan kepada Batara Indra agar bayi Ontoseno segera dimandiin khusus dengan rumuan para dewa yang telah dipersiapkan.


Tidak menunggu perintah dua kali, Batara Indra segera membopong Ontoseno ke tempat pemandian yang memang dikhususkan untuknya.


Bayi Ontoseno kemudian dimandiin dengan tujuh sumur dengan ramuan khusus yang harumnya luar biasa. Batara Indra tidak sendirian dalam memandikan Ontoseno, dia dibantu antara lain oleh Batara Sambu, Batara Surya, Batara Bayu dan lainnya

__ADS_1


__ADS_2