
"Jadi kamu menolak ya Semar..!? Kamu tidak mau kuboyong ke Pager Alun..!? Dan kamu anggap aku raja yang tidak benar. Ya begitu...!?" Ujar Prabu Gendra Surapati dengan nada tinggi.
"Bukan begitu sang Prabu. Aku saat ini sudah merasa bahagia hidup di Tanah Jawa. Saya sudah bahagia ikut Pandawa. Jadi saya tidak ingin kemana-kemana..!" Bantah Ki Lurah Semar.
Mendengar jawaban Ki Lurah Semar yang menolak diboyong ke Negara Pager Alun di tanah Seberang, Prabu Gendra Surapati makin marah.
"Wahai Semar aku tawari kenikmatan dunia kok kamu menolak. Daripada aku pulang tidak membawa hasil. Dan aku malu kepada rakyatku. Terpaksa kugunakan kekerasan. Terpaksa kamu harus kupaksa. Resiko apapun akan kuhadapi. Dan dia pun yang menghalangiku pasti kubabat habis..!!!" Ancam Gendra Suropati kepada Ki Lurah Semar.
Mendengar ancaman tersebut Bagong yang semula duduk manis, langsung berdiri dan berkacak pinggang dihadapan Gendra Surapati.
"Hai Mas... kamu siapa dan ada apa kok matamu mendelik dan berkacak pinggang dihadapanku..!???" Tanya Prabu Gendra Surapati kepada Bagong.
"Ohw ya...kamu belum kenal aku. Karena Bapak memang belum memperkenalkanku kepadamu. Baiklah....dengarkan !!! Namaku Raden Mas Bagong. Aku adalah anak Bapak Semar yang terakhir. Atau aku anak bungsu. Tadi kamu ngancam apa heh..!? Kamu bilang siapapun yang menghalang-halangi niatmu memboyong Bapak Semar. Kamu bilang akan dibabat habis.
Omonganmu itu bergurau apa serius Mas..!? Jika bergurau aku tak peduli. Wong juga suka bercanda. Tetapi bila omonganmu tadi serius...perkenalkan aku Raden Mas Bagong yang akan merintangimu. Mau bukti...ayoh silahkan...!!! Aku mau ganti celana training dulu agar lebih leluasa berantem denganmu...!!!" Tantang Bagong sembari memWA Ontoseno untuk segera merapat.
Dan ngomong mau ganti celana sebenarnya hanya siasat Bagong untuk mengulur waktu sembari menunggu kedatangan Ontoseno.
Bertepatan Bagong berganti celana training merah, saat itulah Ontoseno sampai di pendopo Karangkadempel. Dan Ontoseno sudah memberi sinyal kepada Bagong, bahwa dia siap bertempur dengan siapapun.
"Hoooiiii...Mas apa kamu sudah siao..!?" Tanya Prabu Gendra Surapati kepada Bagong.
"Jangan cuma teriak-teriak... aku tunggu kamu di lapangan desa... ayo kutunggu..!" Ajak Bagong sembari meminta Ontoseno ke lapangan. Setelah itu Bagong memberitahu Ontoseno
"Den... Musuhmu segera datang. Raja Seberang yang wajahnya gak enak dipandang... langsung gasak saja..!" Pinta Bagong kepada Ontoseno lewat WA.
__ADS_1
Ontoseno pun sejatinya tidak ingin nganggur. Dia sudah pengin berantem sejak kemarin.
Maka begitu sampai di lapangan Karangkadempel Ontoseno melihat seseorang berpakaian mewah sedang celingukan, dan langsung ditanya.
"Heiii...Bro..!! Kamu celingukan cari Bagong ya..!?"
"Ya Bro... Bagong yang matanya kayak telur dadar nantang aku berkelahi. Kok gak muncul ya..!? Kamu kenal Bagong Bro..!? Coba deh Bagong suruh kemari... aku sudah kepengin gampar Bagong..!!!" Ujar Prabu Gendra Surapati kepada Ontoseno.
"Enak saja lu nyuruh gue... emang Lu siapa Bro..!?" Jawab Ontoseno enteng.
"Kenalkan nih...aku Raja Pager Alun dari tanah seberang. Namanya Gendra Respati.. kamu siapa dan apanya Bagong..!?" Bentak Gendra Respati.
"Okey... aku Raden Ontoseno bin Brotoseno... aku anak buahnya Bagong. Aku disini disuruh Bos Bagong untuk menendang mukamu yang mirip Buta Terong..!" Ejek Ontoseno.
"Kurang ajar..!!! Bangsat kamu Ontoseno. Terimalah seranganku.. ciaat..!!!" Gendra Surapati menyerang Ontoseno dengan tendangan melingkar.
Namun justeru disitulah Ontoseno memperoleh peluang. Akibat sibuk menyerang, sehingga pertahanan Gendra Surapati terbuka. Saat itulah Ontoseno melayangkan tendangan melingkar ke arah pinggang dan "bug !!!" Membuat tubuh Gendra Surapati terdorong ke belakang dan dia meringis kesakitan.
"Bagaimana Bro tendanganku..!? Apa kurang keras ya..!?" Ejek Ontoseno namun tidak digubris Gendra Surapati. Dia mbalasnya dengan salto jumpalitan di atas, kemudian mengirim pukulan dan tendangan secara bersamaan.
Serangan jurus kungfu ini membuat Ontoseno kelabakan. Dan tendangan Gendra Suropati masuk mengenai punggung Ontoseno. "bug. !!!"
"Bagaimana tendanganku , Bro..!!!? Nyaman ya !? He he he he..!!!" Ujar Gendra Surapati gantian mengejek Ontoseno. Dan Ontoseno benar-benar marah. Dia sudah tidak mau main-main lagi.
Sekarang Ontoseno menggeram, mengeluarkan aura dingin dan tangannya dalam posisi mencengkeram. Dengan diiringi suara "ciaattt..!!!" Ontoseno menerjang Gendra Surapati seperti prahara.
__ADS_1
Tangan yang dalam posisi mencengkeram Langsung menghantam dada kiri, Gendra Surapati dengan dasyat.
"Brugggg..!!!" Dan Gendra pun terlempar dengan disertai suara mengaduh.
Tidak berhenti sampai disitu Ontoseno pun mengirim tendangan dan tepat mengenai kepala Gendra Surapati. Sehingga dia terjengkang dan terpelanting terguling-guling.
Untung Ontoseno tidak meneruskan serangannya. Sehingga Gendra Surapati masih bisa bernafas. Cuma memang dasar sedang apes. Meskipun Ontoseno tidak melanjutkan serangannya. Bagong yang menonton pertarungan itu secara sembunyi-sembunyi. Melihat Gendra Surapati dalam keadaan seperti itu tidak mau meninggalkan peluang.
Bagong mencabut tempat tiang bendera yang terbuat dari adonan semen dan langsung dipukulkan kepada Gendra Surapati dan "ngek..!!!" Dia langsung pingsan setelah dadanya dihantam betonan tempat tiang bendera.
"Modar kamu bangsat....!!!" Umpat Bagong sambil mengencingi kepala Gendra Surapati yang dalam keadaan semaput.
Kemudian Bagong mengajak Ontoseno untuk meninggalkan tubuh Gendra Surapati yang pingsan. Bagong mengajak Ontoseno menemui Ki Lurah Semar , Pandawa, Prabu Sri Kresna dan Prabu Baladewa.
Melihat kehadiran Bagong dan Ontoseno Ki Lurah Semar bertanya, "Gong.. Bagong. Mana tamu kita Raja Seberang yang tadi menantangmu..!?" Tanya Ki Lurah Semar.
"Kelenger Pak. Tadi kukepruk pakai betonan, langsung kelojotan. Entah modar atau cuma kelenger. Aku tinggal di lapangan... kalau sadar mudah-mudahan segera pulang ke negaranya...!!!" Papar Bagong.
"Ya harapanku ya begitu. Mudah-mudahan kapok dan segera pergi. Ohw ya selamat datang Den Ontoseno..terima kasih ya atas segala bantuannya...!" Ujar Ki Lurah Semar sembari mengucapkan terima kasih kepada Ontoseno.
Sementara itu, karena persoalan Gendra Surapati dianggap selesai, Prabu Sri Kresna minta kepada Ki Lurah Semar untuk melanjutkan kisahnya yang terputus gara-gara kedatangan Gendra Surapati.
"Ayoh. Kakang Semar lanjutkan kisah Kakang yang terputus tadi..!!!" Ujar Prabu Sri Kresna mengingatkan Ki Lurah Semar.
"Ohw iya tadi saya cerita sampai mana ya..!?" Ujar Ki Lurah Semar yang menanyakan ceritanya sampai dimana tadi.
__ADS_1
"Tadi kalau tidak salah Kakang Semar cerita soal alasannya tidak hadir di Keraton Amarta dan adanya pekerjaan besar yang Kakang kerjakan untuk kami...!" Ungkap Djanoko dan Ki Lurah Semar manggut-manggut.
"Ohw iya...saya ingat. Kalau tidak salah saya telah mengatakan, bahwa saya sudah melakukan kerja besar untuk para Gusti yang hadir disini.. begitu ya..!?" Ujar Ki Lurah Semar yang disambut yang hadir dengan membenarkan ucapannya.