
Apa boleh buat, Prabu Baladewa sekarang cuma mengandalkan Jarameyo untuk menutupi jati dirinya yang asli. Akhirnya dia cuma duduk termangu sembari memegang jidat.
Setelah Jarameyo kabur, dan para Raja dari tanah Seberang banyak tewas dan melarikan diri. Akhirnya Prabu Baladewa maju sendiri. Untuk ini Ontoseno minta Gareng, Petruk dan Bagong maju melawan Baladewa.
Biasanya dalam keadaan begini, Prabu Baladewa akan marah besar dan segera mengeluarkan pusakanya, Nanggala dan Alugara. Tetapi Baladewa yang ini, meskipun dia juga marah besar. Tetapi kedua pusakanya tidak keluar.
"Nah... nah ini makin jelas palsunya. Kok Pakde gak bawa Nanggala atau Alugara..!?" Ujar Ontoseno dalam hati. Karena itu dia segera membisiki kakak-kakaknya bahwa Baladewa yang dihadapannya adalah Baladewa palsu karena itu kepada Gatutkaca dan Antareja untuk tidak ragu-ragu bertarung lawan Raja Mandura tersebut.
Sebagai uji coba para Punakawan untuk maju perang lebih dahulu.
"Reng, Truk dan kamu Bagong lawan dulu Pakde Baladewa. Mumpung gak bawa Nanggala dan Alugara..!' ujar Ontoseno kepada para Punakawan.
"Baiklah aku maju dulu... Hai Bal.. akulah lawanmu..!” tantang Bagong dan memang dari ketiga anak Semar yang paling responsif dan berani adalah Bagong. Maka tidaklah heran jika dia maju paling dulu lawan Prabu Baladewa.
Melihat Bagong yang maju dan menantangnya dengan geram Prabu Baladewa langsung menyerangnya. Bagong meskipun menantang, tetapi dia belum benar-benar siap tempur. Terbukti ketika Prabu Baladewa maju Bagong baru ganti celananya dengan celana training.
Bagong menyukai celana training merah. Dan setiap latihan silat maupun Jiu jit Tsu Bagong selalu pakai training merah. Karuan saja Bagong tidak sadar jika Prabu Baladewa mendupak pantatnya sehingga Bagong tersungkur.
Masih dalam keadaan tengkurap, Bagong dipegang kepala digigit dan digebah sehingga Bagong terpental dalam keadaan pingsan.
Petruk yang melihat Bagong dalam satu kali gebrak sudah kelengar relatif lebih hati-hati. Dan Petruk sesungguhnya sangat terkejut melihat cara bertempur Prabu Baladewa.
Sebab meskipun Prabu Baladewa dikenal keras dan berangasan. Dia selalu memegang etika dan adab peperangan.
"Kok ini aneh...!?? Sejak kapan Prabu Baladewa perang dengan cara menggigit dan menggebah...!?" Pikir Petruk dalam.
Belum sempat Petruk berpikir lebih jauh. Lagi-lagi Prabu Baladewa menyerang terlebih dahulu. Dia menubruk Petruk dengan sasaran serupa ingin mengigit lehernya. Tetapi melihat pengalaman Bagong Petruk lebih jeli.
Dia berhasil menghindari gigitan Prabu Baladewa. Namun Prabu Baladewa menyusul dengan serangan menggebah Petruk. Dan Petruk pun terpental seperti Bagong. Cuma Petruk tidak pingsan.
__ADS_1
Melihat nasib dua saudaranya terpental digebah, Gareng pilih mundur.
"Tolong Den Ontoseno saya pilih mundur... wah Baladewa perangnya ngawur. Main gigit segala..!" Ujar Gareng kepada Ontoseno dan pilih mundur.
Ketiga putera Pandawa ini sudah sangat yakin, bahwa Baladewa yang mereka hadapi adalah palsu. Mereka pun menduga Prabu Sri Kresna yang bersama Baladewa ini pun hanya duplikat.
Karena itu Ontoseno segera perintahkan Petruk cs pergi ke Amarta. Check Prabu Sri Kresna ada disana apa tidak. Jika ada ceritakan semua yang terjadi disini.
"Dan Pakde Sri Kresna..tolong ajak kemari ya Truk..!?" Perintah Ontoseno kepada Petruk, yang langsung berangkat ke Kerajaan Amarta.
”Karena Petruk cs sudah kalah, sekarang giliran Kakang Gatutkaca maju menghadapi Pakde Baladewa..!" Ujar Ontoseno kepada Gatutkaca yang langsung maju melawan Prabu Baladewa.
"Awas Pakde.. terimalah pukulanku.." teriak Gatutkaca memukul kepala Prabu Baladewa.
Meskipun Gatutkaca menyerang sambil terbang dengan kecepatan tinggi. Baladewa enak saja menangkisnya dengan telapak tangan.
"Kamu jangan sombong Gatutkaca. Terimalah pembalasanku..!" Usai bicara Baladewa langsung menerkam dan mengigit Gatutkaca. Gigitan tersebut tidak melukai Gatutkaca. Tetapi entah kenapa akibat gigitan itu tubuh Gatutkaca lemah.
Gatutkaca yang dalam keadaan lunglai dengan mudah digebah Baladewa sehingga terpental jauh. Gatutkaca mundur ganti Antareja. Namun nasibnya sama seperti Gatutkaca. Diapun berhasil digigit lemah dan digebah kontal.
"Wah ini tak bisa dibiarkan. Aku harus gunakan kesaktian sungutku ini...!" Ujar Ontoseno yang langsung menerjang Baladewa. Tetapi dengan mudahnya Raja Mandura itu menghindari terjangan Ontoseno.
"Baiklah... ayoh mari Pakde mendekat..!!!" Tantang Ontoseno. Baladewa yang sudah mampu mengalahkan Gatutkaca dan Antareja menganggap remeh ancaman Ontoseno.
Maka dia mendekati Ontoseno yang tengah memeras sungutnya. Begitu Baladewa mendekat Ontoseno siramkan ke tubuh Baladewa. Seketika tubuh Baladewa terbakar hebat.
Perlu diketahui sungut Ontoseno merupakan senjata pamungkas. Yang bila digunakan untuk melawan musuh cairan yang keluar dari sungutnya dapat menghancurleburkan musuh. Minimal membakarnya.
Dan Baladewa pun terbkar. Tiba-tiba terjadi ledakan keras "duuarrr..!!!" Tubuh Baladewa lenyap berubah menjadi asap yang membentuk raksasa.
__ADS_1
"Ha..ha..ha Ontoseno aku belum kalah. Tunggu pembalasanku..!" Ujar Raksasa asap itu kepada Ontoseno.
"Ohw pantas kamu dewa Kejahatan Batara Kala...!" Ujar Ontoseno kepada Raksasa asap yang ternyata adalah Dewa Kejahatan Batara Kala.
Cerita agak mundur ke belakang Petruk, Gareng dan Bagong yang diperintah Ontoseno untuk mengecheck keberadaan Raja Dwarawati, Prabu Sri Kresna di Amarta. Kebetulan saat itu sedang ada pertemuan rutin. Sehingga Petruk cs bisa ketemu Prabu Sri Kresna langsung.
"Lho Gusti Prabu Sri Kresna kok ada disini... lha yang ngamuk-ngamuk di Karangkadempel siapa..!?" Tanya Petruk langsung. Prabu Sri Kresna yang mendengar ucapan Petruk balik bertanya.
"Maksudmu apa Truk...!? Aku sudah tiga hari lho disini gak kemana-mana. Saksinya banyak Truk..!" Ujar Sri Kresna ingin tahu.
"Lho Kresna yang ngamuk-ngamuk sama Bapak Semar di Karangkadempel siapa..!?" Tanya Bagong membuat Prabu Sri Kresna bingung.
"Coba bicara yang jelas dan urut Truk..!?" Pinta Prabu Sri Kresna.
”Apa yang disampaikan Bagong betul Gusti. Di Karangkadempel sekarang ada Kresna yang sedang ngamuk-ngamuk sama Bapak. Saksinya Gareng dan Bagong ini Gusti..!" Jelas Petruk yang dibenarkan Gareng dan Bagong.
"Jadi kalau begitu ada orang yang menyamar sebagai diriku ya Truk..!? Ayoh kita ke Karangkadempel sekarang juga ..!!!" Ajak Prabu Sri Kresna.
Akhirnya Prabu Sri Kresna mengajak Djanoko dan Brotoseno bersama Petruk, Gareng dan Bagong ke Karangkadempel.
"Cepat ayoh Truk agar bajingannya tidak kabur..! Cari jalan yang paling cepet sampe ke rumahmu Truk..!" Ujar Prabu Sri Kresna.
Bertepatan rombongan Petruk datang disaat Ontoseno menggunakan sungutnya, sehingga Baladewa palsu berubah jadi Batara Kala.
"Setelah Baladewa palsu terungkap...dimana Kresna palsunya Ontoseno..!?" Tanya Prabu Sri Kresna kepada Ontoseno.
Melihat kedatangan Prabu Sri Kresna, Ontoseno gembira. Bahwa Baladewa palsu dan Prabu Sri Kresna palsu segera terungkap.
"Ayo Ontoseno pertemukan aku dengan Kresna palsu, Ontoseno..!" Ajak Prabu Sri Kresna.
__ADS_1