Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
31. Sri Kresna Ikut Campur


__ADS_3

Raden Wisnubroto alias Raden Samba dalam keadaan dilema. Maju perang lawan Ontoseno bisa saja nasibnya seperti Lesmana Mandrakumara.


Pulang ditandu atau masuk UGD. Sebaliknya jika dia undurkan diri, ini namanya kalah sebelum berperang. Jelas sangat memalukan.


"Dua opsi ini kok gak ada yang enak ya..!?" Ujar Samba membatin.


Akhirnya Samba mengambil keputusan yang paling berani sepanjang hidupnya.


"Bismillah...kalah menang sebaiknya kucoba dulu..!", Katanya dengan menguatkan tekad.


Ontoseno jelas mengamati wajah Samba. Dia melihat sebentuk keraguan di wajah Samba.


Tetapi Raden Wisnubroto sengaja menutupi keraguannya dengan cara bersiul.


"Kangmas Samba..sepertinya sampean ragu ya !? Jika ragu ya pulang saja dan kita tidak perlu bertarung...!?" Ujar Ontoseno kepada Samba.


Ditegur demikian Samba terasa jengah sekali, dan akhirnya.


"Ayoh Ontoseno sekarang tinggal berdua... bertarunglah denganku. Aku pengin tahu jurus-jurus silat mu kayak apa...!?" Tantang Samba.


Mendapat tantangan demikian, tanpa ragu lagi langsung menyerang Ontoseno didahului dengan guntingan. Dilanjutkan dengan pukulan kombinasi.


Sudah kita jelaskan sebelumnya bahwa Ontoseno tukang berkelahi. Maka dia sendiri tidak canggung lagi menyerang dengan tendangan dan pukulan.


Dan Raden Samba baru sekaranglah benar-benar merasakan berantem sebenarnya. Karuan saja dia kelimpungan dibombardir dengan pukulan dari Ontoseno.


Saking sibuknya menangkis pukulan dan menghindari tendangan Ontoseno. Samba tidak dapat membalas atau memberikan perlawanan.


Bahkan saking repotnya menangkis dan menghindari tendangan dia mandi keringat dan nafasnya ngos-ngosan. Ontoseno yang melihat keadaan sengaja memberikan toleransi kepada Samba.


"Ayoh Kangmas gantian menyerang..!" Ontoseno sengaja memberikan ruang kepada Samba.


"Baiklah Ontoseno terimalah serangan balasanku..!!!" Sembari mengucap demikian Samba langsung menyerang Ontoseno dengan pukulan yang dikombinasikan sikutan.


Menghadapi serangan Samba yang dalam pandangan Ontoseno terlalu lemah gemulai. Dia sama sekali tidak menghindar. Bahkan dadanya yang dijadikan sasaran sengaja tidak dilindungi. Sehingga bag big bug dada dan perutnya kena hantaman dengan telak. Tetapi Ontoseno tidak mengaduh.


"Adakah pukulan yang lebih keras lagi Kangmas..!?" Ujar Ontoseno sambil tersenyum kepada Samba.

__ADS_1


Dan benar Samba menyerang memukul menyulut dengan kekuatan penuh. Tetapi nampaknya sia-sia. Disamping tenaganya jadi terkuras habis. Sementara Ontoseno yang dipukul diam saja tidak merasakan apa-apa.


Sehingga Samba berdiri mematung bingung kehabisan akal dan tenaga. Karena itu Ontoseno mendorong jidat Samba yang kecapaian dengan jarinya Samba langsung terjengkang.


Betapa malunya Raden Wisnubroto, dia yang menyerang habis-habisan malah terjengkang dengan dorongan satu jari oleh Ontoseno.


Samba terjengkang ke belakang namun dalam keadaan sadar. Dia diam sesaat sambil ngumpulin tenaga. Setelah itu cepat bangkit bukan untuk meneruskan pertarungannya dengan Ontoseno.


Samba malah kabur meninggalkan arena untuk mengadu kepada kakaknya Raja Trajutisna, Sutejo Bomanarakasura yang telah berjanji akan membantunya.


"Gak peduli diomongi ngacir..aku harus segera menemui Kangmas Boma untuk minta bantuan ngalahin Ontoseno..!" Samba dengan cepat melesat ke arah penginapan Boma.


Di tempat Boma, Samba dikejutkan karena disitu sudah ada ayahandanya, Prabu Sri Kresna Raja Dwarawati.


"Eeeiittt...anakku Samba kenapa kamu lari sampe ngos-ngosan..!?" Sapa Sri Kresna.


" Barangkali Ontoseno mengejar ayah..!" Jawab Samba sambil celingukan.


"Jadi kamu sedang bertempur lawan Ontoseno ya? Kalah apa menang anakku..!?" Tanya Sri Kresna lagi.


"Alhamdulillah...kalah ayah..!" Jawab Samba terus terang.


" Ya ayah..bagaimana caranya Ayah..!?" Samba balik tanya.


Tanpa banyak bicara Sri Kresna memberikan jimat Bunga Wijayakusuma kepada Samba. Khasiat bunga ini, siapa yang memegang bunga ini akan kebal terhadap pukulan dan tendangan.


Tidak akan bisa dibunuh, sebaliknya sang lawan bisa tidak berdaya, lemas lunglai dan lumpuh.


"Wah ini jimat hebat...tunggu kamu Ontoseno. Kamu akan kubikin lumpuh...!" Ujar Samba dalam hati dan ia segera mendatangi Ontoseno.


" Ha..ha...ha Kangmas tadi kabur kemana..!?" Tanya Ontoseno.


"Kamu tidak perlu tahu...ayok kita tarung lagi..!" Gertak Samba.


"Wah..wah..nampaknya Kangmas punya ilmu baru...ayok kita coba..!" Ujar Ontoseno datar.


Raden Samba alias Wisnubroto yang sudah mendapat jimat Kembang/Sekar( Bunga) Wijayakusuma pemberian Prabu Sri Kresna maju dengan percaya diri.

__ADS_1


Ontoseno yang tidak menyadari perbedaan Samba sekarang, menyerang seperti biasa. Dia mengerahkan tendangan yang sangat keras ke arah tubuh Samba.


Dan hebatnya, Samba tidak menghindar, malah menyerahkan dadanya. Namun hebatnya, Samba dihantam tendangan kuat "bug..!!!" Tidak bergeming sedikit pun.


Ontoseno pun kaget, tetapi dia serang dengan pukulan penuh tenaga dalam. Kembali dada Samba yang jadi sasaran. Dan Samba yang dihantam malah terkekeh.


Sementara, Ontoseno semakin kaget, karena dia seperti memukul kapas.


" Ayohlah...Ontoseno keluarkan seluruh kemampuanmu. Ini dadaku...atau pilih sasaran mana tubuhku..Monggo..!!! Aku tidak akan membalas..!!!" Ejek Samba.


Telinga Ontoseno panas. Dia kembali menyerang dengan kekuatan berlipat ganda. Namun betapa mencelos hatinya, pukulan dan tendangannya seperti menghantam kapas. Pukulan-pukulan dan tendangan Ontoseno tidak berbekas. Bahkan dia sudah mengeluarkan ilmu-ilmu simpanannya. Namun tanpa hasil.


Maka tidak heran yang ngos-ngosan nafasnya Ontoseno. Dia bingung kok Samba bisa mempunyai kekuatan hebat, " Wah...tak kusangka Kangmas Samba bisa hebat seperti ini..!???" Ujar Ontoseno dalam hati dan melihat Ontoseno kebingungan makin tertawa mengejek.


"Ayohlah...Ontoseno..seranglah aku..he..he..he..!!!" Ejek Samba. Karena itu meskipun Ontoseno tenaganya sudah terkuras habis. Tetap menyerang Samba yang membenturkan tendangan Ontoseno dengan Sekar Wijayakusuma. Maka seketika Ontoseno ambruk tak berkutik.


" Ontoseno kamu kok seperti cewek sih..he.he..he !" Ejek Samba sambil berkacak pinggang dihadapan Ontoseno yang terpuruk nglumpruk karena seolah-olah tenaganya habis tersedot.


Bagong dan Petruk yang nonton kejadian tidak masuk akal ini segera lapor kepada Brotoseno, ayah Ontoseno.


"Tuan Brotoseno tuh kasihan anakmu...dia tidak berdaya melawan Raden Wisnubroto...!!!" Lapor Bagong kepada Brotoseno.


Werkudoro atau Raden Brotoseno yang mendapat laporan demikian langsung lari mendatangi anaknya.


" Hai Ontoseno...kamu kenapa? Kamu kalah..!? Wah...anak Brotoseno tarung tidak pernah kalah. Ayoh bangun..!!!" Bentak Brotoseno kepada anaknya.


Nyatanya, Ontoseno diam saja lunglai, sehingga Brotoseno segera memegang tangan Ontoseno bukan dipanggul, malah dibanting. Sehingga Bagong menjerit histeris.


"Tuan kasihan...dia anakmu, bukannya kamu belain...eh malah kamu hajar...hentikan Tuan anakmu bisa mati..!" Rengek Bagong.


Tidak hanya Begong, Petruk pun berteriak-teriak agar Brotoseno berhenti menghajar anaknya. Malahan Petruk minta bantuan Pangeran Djanoko agar mau mencegah Brotoseno ngamuk.


Djanoko yang segera datang ke tempat kejadian segera menghentikan emosi Brotoseno.


"Tolong Kangmas..jangan marah-marah dulu. Ini musti dicari sebabnya kenapa Ontoseno tidak berdaya melawan Samba. Berhentilah Kangmas..!!" Akhirnya Brotoseno berhenti dan Djanoko segera menanyai Ontoseno tentang apa yang terjadi.


Ontoseno menceriterakan semuanya. Di awal pertarungan Samba dengan mudah dikalahkan. Setelah itu Samba kabur, dan dia datang lagi dengan kesaktian yang sangat mengejutkan.

__ADS_1


"Begitulah Paman ceritanya...tetapi begitu Kangmas Samba datang lagi. Dia. Punya kesaktian yang menakjubkan. Semua pukulan dan tendanganku tidak berhasil melukainya.


Sebaliknya, dia bilang ambruk...aku langsung ambruk. Dia bilang lumpuh..aku langsung lumpuh...itulah anehnya Paman...!?" Tutur Ontoseno kepada Pangeran Djanoko yang mendengarkan secara seksama dengan kening berkerut.


__ADS_2