Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
19. Yuyu Rumpung Gugur


__ADS_3

Pertarungan Ontoseno melawan Yuyu Rumpung berlangsung sangat sengit. Ontoseno yang sekarang lebih matang, karena diberi ilmu-ilmu yang sangat luar biasa dari Sanghyang Baruna. Setelah dewa lautan ini mengangkat Ontoseno jadi cucunya.


Hal ini terjadi disamping karena Ontoseno berhasil membunuh Raja Mina Lodra. Juga karena pengangkatan kakeknya, yakni Resi Mintuno jadi penguasa air tawar.


Jadi bermitra dengan Sanghyang Baruna. Dan karena itu Baruna memohon keikhlasan Mintono agar dia dapat mengangkat Ontoseno jadi cucunya dan Dewi Urang Ayu jadi anak angkatnya.


Kembali kepada pertarungan Ontoseno melawan Yuyu Rumpung. Ontoseno juga tidak menyangka jika lawannya ternyata mampu mengimbanginya.


Ontoseno tidak tahu bahwa sejak jadi buronan, Yuyu Rumpung justeru memanfaatkannya untuk bertapa. Dia bertapa memuja dewa kejahatan yakni Batara Kala dan Betari Durga.


Dan ternyata Batari Durga menyambangi Yuyu Rumpung di gubug di hutan bakau Nusakambangan. Disitulah Batari Durga memawiskan ilmu-ilmu sesat yang dasyat.


Tidak hanya itu, Batara Kala pun menemui Yuyu Rumpung dan menurunkan tenaga dalam yang luar biasa. Sehingga kesaktian Yuyu Rumpung sekarang tidak berbeda jauh dengan kesaktian Mina Lodra.


Meskipun begitu yang dihadapi Yuyu Rumpung adalah Ontoseno, jago pilihan para dewa. Maka serangan-serangan yang dilakukan Yuyu Rumpung tidak berbekas sama sekali.


Dikesempatan ini, Yuyu Rumpung menjajal ilmu tenaga dalam yang diberikan Batara Kala. Untuk ini dia bertiwikrama, mengubah wujudnya menjadi kepiting raksasa dengan tenaga yang luar biasa.


Dia menyerang Ontoseno dengan kedua sampitnya yang sangat besar dan gerakannya sangat cepat. Maka kontan apa saja yang ada sekitarnya berterbangan, seperti diamuk tornado.


Untuk menghadapi serangan ini, Ontoseno mengubah sungutnya menjadi semacam angkur atau jangkar yang menancap ditanah dengan sangat kuat. Sehingga dia tidak terusik oleh serangan tornado buatan tersebut.


Sekarang Ontoseno mencari kelemahan Yuyu Rumpung sebelum dia melakukan serangan balasan. Karena menyerang bagian tubuh yang berupa cangkang tebal dan lebih keras dari batuan marmer percuma saja.


Bagian Sampit pun sulit dilukai sebab juga seperti bagian cangkangnya. Kulit Sampit begitu tebal dan sangat.


Apalagi untuk membunuh Yuyu Rumpung jelas sangat sulit dalam keadaan bertiwikrama. Karena itu yang dipikirkan saat ini adalah bagaimana caranya mengembalikan wujud Yuyu Rumpung seperti semula.


Untuk ini Ontoseno mengincar bagian mata Yuyu Rumpung yang mencuat melotot keluar. Tetapi kedua Sampit Yuyu Rumpung melindungi kedua matanya cukup rapat. Sehingga Ontoseno kesulitan untuk menyerangnya.

__ADS_1


Berpikir semacam itu Ontoseno segera menyemburkan uap dan cairan beracun kearah mata Yuyu Rumpung. Dan ini agak berhasil karena Yuyu Rumpung gelagan dan pertahanan kedua sampitnya agak melemah.


Kesempatan tersebut tidak disia-siakan Ontoseno, dengan kecepatan super kilat dan tendangan yang sangat dasyat mengenai mata sebelah kiri Yuyu Rumpung.


Yuyu Rumpung terhuyung kesakitan. Meskipun dia kebal tetapi tetap masih bisa merasakan sakit. Dan Ontoseno mengulangi serangannya lagi.


Sekarang dia memukul dengan keras mata sebelah kanan Yuyu Rumpung. Sehingga dia mengaduh dengan suara parau. Dan kembali terhuyung-huyung.


"Ha ha ha ha...modar kamu Yuyu Rumpung. Matamu yang besar dan melotot keluar adalah sasaran empuk buatku..!" Ontoseno sengaja mengejek Yuyu Rumpung agar yang bersangkutan kembali keujud semula


Upaya Ontoseno berhasil, Yuyu Rumpung yang membenarkan bahwa mata adalah titik lemahnya. Segera dia mengubah menjadi ujud semula dan langsung menyerang Ontoseno.


Ontoseno yang masih tertawa mengejek Yuyu Rumpung tidak menyadari. Jika lawannya telah berubah ujud dan menyerang secara kilat kepadanya.


Ontoseno terpelanting karena pinggangnya berhasil dengan telak ditendang Ontoseno.


"Rasakan nih balasanku bocah tengil...!" Yuyu Rumpung gantian mengejek Ontoseno yang tengah bangkit akibat terkena tendangan tadi.


Sedangkan Yuyu Rumpung melihat serangannya cukup berhasil dia semakin pede.


Bahkan Yuyu Rumpung tengah mempersiapkan lagi serangannya.


"Jangan lari hai kamu anak baru gede...akan kuhabisi kamu..,!" Ujar Yuyu Rumpung sambil meraung dahsyat dia meloncat ke atas, tubuhnya berputar kencang mirip baling- baling tangannya mengembang jari-jari tangannya membentuk cakar.


Setelah berputar dengan sangat kencang sehingga sulit diikuti pandangan mata. Lantas dengan teriakan mengguntur Yuyu Rumpung menerjang Ontoseno.


Ontoseno melihat gelagat yang kurang menguntungkan ini dengan sigap meloncat menghindari terjangan Yuyu Rumpung. Dia membalasnya dengan pukulan jarak jauh yang merupakan ajaran Sanghyang Baruna.


Pukulan tersebut masih dilambari ajian pemberian kakeknya Sanghyang Resi Mintuno berupa hawa panas yang luar biasa sehingga pukulan jarak jauh itu bunyinya keras banget seperti bunyi knalpot jet.

__ADS_1


Yuyu Rumpung terlambat mengantisipasi, sehingga dia terkena pukulan itu dipunggungnya yang segera terbakar. Menyadari bahaya tersebut Yuyu Rumpung segera menjebur ke laut dan berguling di rawa hutan bakau.


Api memang bisa dipadamkan, tetapi dia tetap terluka punggungnya. Memang tidak parah namun cukup menyakitkan.


"Hai Ontoseno jangan girang dulu...sebentar kubalas seranganmu ini..!!!" Yuyu Rumpung menggertakan gigi memompa semangatnya.


Sementara Ontoseno terus bersiaga mengantisipasi kemungkinan serangan Yuyu Rumpung. Dan benar juga. Yuyu Rumpung menggunakan jurus baru.


Dia tidak berputar seperti sebelumnya. Kali ini Yuyu Rumpung bersalto dengan cepat dengan mengeluarkan raungan yang keras dia menerjang Ontoseno.


Ontoseno sengaja tidak menghindar, sengaja dia pengin tahu, seberapa besar sih tenaga dalam Yuyu Rumpung. Maka serangan Yuyu Rumpung dihadapi dengan pukulan gabungan pemberian Baruna dan Mintuno.


Akibatnya terjadilah benturan yang sangat keras. Ontoseno terdorong ke belakang tujuh langkah. Sebaliknya Yuyu Rumpung terpelanting terguling-guling.


Ini membuktikan tenaga dalam Ontoseno lebih unggul beberapa tingkat dibanding Yuyu Rumpung.


Ontoseno sudah bersiap kembali untuk bertempur. Sementara Yuyu Rumpung masih kesulitan untuk bangkit. Nampaknya Yuyu Rumpung mendapatkan luka cukup berat. Sehingga dia berdiri dengan sempoyongan.


Melihat musuh tidak berdaya Ontoseno segera menyerang Yuyu Rumpung.


Ontoseno meloncat ke atas dan hinggap di dua bahu Yuyu Rumpung. Kedua tangannya dengan cepat memuntir kepala Yuyu Rumpung. Sehingga Yuyu Rumpung Gugur. Dia mati cukup mengenaskan.


Melihat musuhnya tergeletak Ontoseno sementara tertegun memandangi jasad tidak bernyawa tersebut. Dalam hatinya dia menyayangkan Yuyu Rumpung karena dia harus mati.


Andai saja Yuyu Rumpung mau bertobat, dan menempuh jalan yang lurus dan benar. Sungguh potensinya bisa berbuat untuk orang banyak.


Ontoseno menghela nafas panjang. Dia melangkah meninggalkan arena pertempuran setelah menguburkan jasad Yuyu Rumpung.


Bagaimana pun Yuyu Rumpung tetap seorang ksatria meskipun pribadinya jelek.

__ADS_1


"Mungkin sudah menjadi kodrat irodat Hyang Maha Kuasa...Yuyu Rumpung kamu harus mati lewat tanganku. Semoga kamu diampuni segala dosanya...!" Gumam Ontoseno seraya berjalan kearah perkampungan.


Sekarang dia tinggal mengejar Kalamenjing. Lokasinya sudah diketahui. Jadi tidak begitu sulit menemukannya.


__ADS_2