Mintuno Dewa Air Tawar

Mintuno Dewa Air Tawar
55. Mengenal Asal-usul Batari Durga.


__ADS_3

Di Jagad Raya ini selain ada Kahyangan untuk para dewa dan bidadari seperti Kahyangan Jonggringsalaka. Juga ada Kahyangan untuk para iblis, jin, setan dan siluman.


Kahyangan ini disebut Kahyangan Dandangmangore atau Pasetran Gandamayit, atau Setra Gandamayit. Dan dewa yang dipercaya berkuasa disini adalah Batari Durga atau Gendeng Pramoni, atau Batari Uma.


Menurut riwayat Batari Uma atau Dewi Permoni adalah seorang bencong asal Negeri Persia (Irak). Dia melakukan tapa Brata karena ingin menjadi dewa. Pada saat itulah Batara Guru atau Sanghyang Jagadnata, atau Sanghyang Manikmaya sedang meronda jagad raya.


Dia melihat ada seorang gadis cantik sedang bertapa. Dia dekati gadis itu, yakni Dewi Permoni. Dan Sanghyang Jagadnata benar-benar jatuh cinta.


Karena itu segera Sanghyang Jagadnata menanyai Dewi Permoni. Semuanya dijawab dengan baik oleh Permoni. Bahkan saat Batara Guru menanyakan apakah Dewi Permoni mau menjadi isterinya. Dijawab mau asal dirinya diangkat menjadi dewa.


Maka sejak itulah Dewi Permoni menjadi dewa dengan nama Batari Uma. Seperti pada umumnya pasangan suami isteri ingin berbulan madu dan bermesra-mesraan.


Begitupun Sanghyang Jagadnata saat bulan madu mereka menaiki Lembu Andini. Seekor sapi yang bisa terbang. Pas terbang di atas Samodera Batara Guru gairah seksnya bangkit.


Dia terangsang luar biasa begitu betis Batari Uma terlihat setelah kain yang dikenakannya tertiup angin. Gairah seksnya betul-betul sulit terbendung. Padahal keduanya tengah di angkasa naik lembu Andini.


Batara Guru meminta agar Batari Uma melayaninya. Namun seperti kita ketahui, Dewi Permoni ini adalah seorang bencong. Dia waria, tetapi Batara Guru tidak tahu dan tidak menyadari bahwa yang dia nikahi adalah seorang pria.


Disisi lain Batari Uma tidak ingin rahasianya terbongkar. Sehingga dengan banyak alasan dia menolak mati-matian hasrat **** Batara Guru.


Saking nafsunya Batara Guru spermanya keluar banyak dan jatuh ke dalam samodra. ****** itu seperti sudah menjadi kodratnya para dewa kemudin berubah menjadi bayi yang kelak menjadi raksasa dan bernama Batara Kala.


Batara Guru marah sekali karena hasrat seksnya ditolak Batari Uma. Begitu marah dan jengkel Batara Guru menyumpahi Batari Uma.


Akibatnya paras Batari Uma yang cantik jelita berubah menjadi sangat, bahkan bertaring. Sejak saat itu Batari Uma disebut Gendeng Petmoni atau Batari Durga. Dan diusir dari Kahyangan Jonggringsalaka.

__ADS_1


Batari Durga diberi Kahyangan tersendiri namanya Pasetran Gandamayit atau Setra Gandamayit atau Dandangmangore. Batari ditemani anaknya, Batara Kala menjadi dewa kejahatan dan menguasai seluruh bangsa Iblis, jin setan, siluman, demit dan makhluk halus lainnya.


Batari Durga ini menjadi pelindung kejahatan. Karena itu tidak heran jika Raja Hastinapura sangat memujanya. Dan Batari Durga memang sangat menyayangi Prabu Duryudana, karena raja culas ini selalu mempraktekan segala macam bentuk kejahatan. Dan hampir semua pejabat anak buah Prabu Duryudana adalah para pelaku utama kejahatan.


Bahkan ulamanya pun salah satu tokoh kejahatan yang namanya sangat terkenal, yaitu Pandita Durna. Pandita Durna karena dia adalah tokoh kontroversial, maka isterinya pun bukan manusia. Tetapi kuda dan dari isteri kuda itulah Pandita Durna alias Bambang Kumbayana punya anak tunggal bernama Aswatama. Karena itu tidak heran jika Aswatama meskipun dia seorang manusia, tetapi kakinya kaki kuda.


Raden Ontoseno tahu tentang riwayat Batari Durga dan pada posisi mana dia berada sangat diketahuinya.


"lho bagaimana ya jadinya...jika Batari Durga jadi pelindung Duryudana? Bagaimana nasib para Pandawa jika Kurawa dibackingi Batari Durga dan Batara Kala saat perang Baratayudha kelak? Mungkinkah Pandawa bisa menang perang? Mungkinkah kejahatan bisa diberantas..!?? Wah ini musti kubicarakan dengan adikku Wisanggeni..!!!" Ujar Ontoseno dalam hati.


Memikirkan perang Baratayudha, dan memikirkan nasib para Pandawa, serta peran Batari Durga di perang besar tersebut membuat Ontoseno gelisah.


Memikirkan hal itu Ontoseno nyaris tidak bisa tidur. Keinginannya untuk membicarakan hal tersebut dengan Wisanggeni semakin menggebu.


"Aku harus secepatnya menemui adikku Wisanggeni untuk membicarakan hal ini..!!" Ujar Ontoseno dalam hati.


Ternyata hal yang sama juga tengah dipikirkan Wisanggeni. Maka keduanya sepakat untuk bertemu saat makan siang.


Ontoseno sengaja mencari rumah makan yang enak masakannya dan tempatnya nyaman.


Tak berapa lama Ontoseno menunggu Wisanggeni sudah muncul, " Nunggu lama ya Kakang..!?" Sapa Wisanggeni kepada Ontoseno.


"Ya lumayan sih...ayoh mau pesan makanan apa..!?";ujar Ontoseno menawari Wisanggeni.


Setelah memesan makanan. Mereka mengambil tempat duduk dan Ontoseno mulai bicara, "Adikku Wisanggeni... semalam aku tidak bisa tidur memikirkan para Kurawa dan peranan Batari Durga dalam perang Baratayudha nanti..!" Ujar Ontoseno.

__ADS_1


"Kok pikiran jadi sama sih..!? Aku juga sama memikirkannya Kakang...!" Timpal Wisanggeni.


"Menurut pikiranku adikkku... bagaimana pun Batari Durga dan Batara Kala...pasti akan berpihak kepada Kurawa...apalagi Batara Kala berpendapat bahwa Pandawa termasuk orang "sukerta" yaitu orang yang halal untuk jadi makanannya..!" Ujar Ontoseno.


Padahal, papar Wisanggeni, Pandawa tidak termasuk Sukerta. Sebab mesikpun Pandawa berjumlah lima laki-laki semua. "Tetapi mereka dari dua ibu, yakni si Mbah Kunti punya anak tiga. Yaitu Pakde Pintadewa, Bapak Brotoseno dan Paman Djanoko.


Sedang dua putera kembar yaitu Paman Nakula dan Paman Sadewa dilahirkan dari si Mbah Madrim. Jadi mereka berlima dari dua orang ibu. Itu bukan termasuk golongan sukerta dan tidak halal dimakan Batara Kala.


Hanya saja, karena mereka memihak Hastina, sehingga mereka melintir pengertian sukerta dan ini musti diluruskan..!" Jelas Wisanggeni dengan berapi-api.


"Ya benar Kakang...ini memang benar banyak yang musti diluruskan...apakah kita perlu memusnahkan mereka Kakang..!?" Tanya Wisanggeni.


"Pertanyaan dan permasalahannya adalah mereka itu para dewa. Dan para dewa itu bisa merasakan sakit. Tetapi tidak bisa kita bunuh..!" Tegas Ontoseno.


"Ya aku tahu Kakang. Sebab aku salah satu dewa disebut dewa penutup...!" Ungkap Wisanggeni.


"Nah kalau kamu sudah tahu...lantas apa yang musti kita lakukan..!?" Tanya Ontoseno.


"Ohw itu gampang Kakang. Ayo bareng kita menghadap Kakek Wenang...Kakek Wenang musti paham cara memusnahkan mereka..!" Ajak Wisanggeni dan Ontoseno setuju.


Karena Sanghyang Wenang atau berjuluk Asih Prana adalah dewa yang paling berkuasa dan mengetahui segala sesuatunya. Kekuasaan Sanghyang Wenang jauh diatas kekuasaan Batara Guru atau Sanghyang jagadnata.


Sanghyang Wenang sering disebut Sanghyang Padawenang karena adanya penyatuan dirinya dengan anak tunggalnya yang bernama Sanghyang Tunggal.


Sanghyang Tunggal adalah Bapak dari Batara Guru, Batara Ismaya atau Semar dan Batara Tejamaya atau Antogo alias Togog. Waktu itu Sanghyang Tunggal bertapa di pinggir Samudra.

__ADS_1


Sanghyang Tunggal bertapa karena menginginkan puteranya kelak menjadi raja di tiga alam. Yaitu alam manusia alam jin dan alam dewa.


Keinginannya bisa terkabul asal dia nikahi bidadari kepiting yang bernama Dewi Rekatawati anak dari Sanghyang Rekatama, dewanya kepiting.


__ADS_2