
Para dewa menunggu kehadiran Raja para dewa yakni Sanghyang Jagad Nata dengan sabar. Sudah hampir satu jam mereka menunggu, namun yang dinanti tidak kunjung muncul.
Maka tidak heran jika para dewa yang berhati kurang sabar, ngedumel dan mengumpat. Meskipun mereka ngumpat dengan berbisik, tetap suasana menjadi ramai seperti dengungan ribuan lebah.
Setelah mereka menunggu lebih satu jam, barulah terlihat ajudan-ajudan Sanghyang Jagad Nata mulai muncul. Ini pertanda bahwa orang nomor satu di Suralaya sebentar lagi bakal muncul.
Benar juga. Kurang seperempat jam, Sanghyang Jagad Nata berpakaian kebesarannya muncul diiringi para bidadari pendamping.
Melihat penampilan Sanghyang Jagad Nata para dewa cukup mafhum bahwa rapat kali ini benar-benar istimewa dan hampir dipastikan bakal muncul kebijakan baru darinya.
"Maaf ya saudara-saudara, anda tentu sudah menunggu cukup lama. Ya maafkan aku karena aku harus mengecek membaca ulang beberapa surat penting... juga harus menandatangani beberapa kebijakan yang kubuat...!!!" Ujar Sanghyang Jagad Nata memulai pidatonya.
"Selanjutnya saudara sekalian pasti ingin tahu apa pentingnya rapat hari ini? Pasti diantara saudara-saudara ada yang menduga-duga..!?"
Berhenti sejenak, kemudian Sanghyang Jagad Nata melanjutkan pidatonya.
"Begini saudara-saudara, kalian tentu sudah tahu bahwa sebelum Mina Lodra meminta dengan paksa.. agar penguasaan kawasan Samodra diserahkan kepadanya.
Karena kita tidak mau memenuhi keinginannya sehingga dia menyerang dan mengobrak-abrik istana dasar Somodra. Mereka cukup berhasil terbukti dengan mengungsi ya para penguasa dasar Samodra ke sini, ke Suralaya.
Sebenarnya Mina Lodra sudah kubiarkan dia menguasai perairan tawar. Terbukti dengan dia merekrut Detya Yuyu Rumpung, Kodok Brungkul dan lain-lain yang menjadi perangkatnya.
Namun nafsu Angkaranya memang kebangetan. Dia tidak hanya menguasai perairan tawar, tetapi juga kepengin menguasai lautan. Padahal dia siluman dan tidak pernah kita angkat menjadi dewa.
Jadi keinginannya adalah sangat keterlaluan.
Untungnya Mina Lodra berhasil ditumpas Ontoseno cucu dari Resi Mintuno. Atas jasanya tersebut aku sebenarnya memberi hadiah kepada Ontoseno. Namun Ontoseno menolaknya, dia minta biar kakeknya saja yaitu Resi Mintuno diberi hadiah.
Untuk ini aku punya ide, ingin mengangkat Resi Mintuno menjadi dewa...dan kuserahi kekuasaan atas wilayah atau kawasan air tawar dan biar dia bermitra dengan Sanghyang Baruna.
__ADS_1
Nah bagaimana menurut pendapat saudara-saudra mengenai kebijakan ini?" Sanghyang Jagad Nata mengakhiri pidatonya.
"Itu ide yang cukup bagus Tuanku...!!" Ujar Sanghyang Kaneka Putera. Para dewa yang lain ikut mengamini.
"Terus itu kapan dilakukan Tuanku..!?" Ujar Batara Bayu.
"Hari ini juga...SK sudah kutandatangani tadi pagi. Karena itu aku pakai pakaian seperti ini...maksudku aku berikan SK nya kemudian kulantik juga hari ini..!" Jelas Sanghyang Jagad Nata.
Untuk ini Sanghyang Jagad Nata perintahkan Sanghyang Resi Kaneka Putera untuk memanggil Resi Mintuno menghadap.
Dengan cekatan dan tanpa banyak bicara, Sanghyang Resi Kaneka Putera mendatangi penginapan Resi Mintuno di Suralaya.
"Selamat pagi Mintuno... kamu disuruh menghadap Sanghyang Jagad Nata untuk menghadap. Tolong pakai pakaian yang bagus dan rapi ya..!" Pinta Sanghyang Kaneka Putera kepada Resi Mintuno.
Resi Mintuno segera berpakaian rapi dan tidak lupa memberi isyarat kepada cucunya agar mengikuti ke tempat Sanghyang Jagad Nata.
Singkat cerita, Mintuno dan Ontoseno menghadap Sanghyang Jagad Nata. Setelah berbasa-basi sebentar, Sanghyang Jagad Nata langsung menanyakan kepada Resi Mintuno.
Dan yang kedua bersediakah kamu kuangkat menjadi dewa?
Dan yang ketiga setelah kamu jadi dewa kuserahi wilayah seluruh perairan tawar. Jadi semua makhluk yang hidup diperairan tawar adalah Engkau yang berkuasa Mintuno..!" Terang Sanghyang Jagad Nata.
Mendengar penjelasan Sanghyang Jagad Nata hati Resi Mintuno senang bukan kepalang. Dan sangat tidak menyangka bahwa dia bakal jadi dewa.
Dan tidak menduga lagi bahwa dia akan dipercaya memerintah kawasan air tawar.
Jadi setiap makhluk yang hidup di danau di situ di sungai dan sejenisnya dibawah kekuasaan Resi Mintuno.
"Terima kasih Tuanku...terima kasih Tuanku. Mudah-mudahan amanah ini bisa saya tunaikan dengan baik dan sebaik-baiknya..!" Jawab Resi Mintuno.
__ADS_1
Ontoseno yang ikut mendengarkan tentu senang bukan kepalang bahwa kakek tercintanya diangkat dan dilantik menjadi dewa dan penguasa diseluruh perairan tawar.
Setelah menjadi dewa tentu Resi Mintuno akan berumur abadi, dan fisiknya akan seperti itu. Karena menjadi dewa Resi Mintuno akan diberi minum air suci air Kamandanu yang berkhasiat membuat panjang umur dan awet muda.
Pelantikan Resi Mintuno menjadi dewa dan penguasa air tawar berlangsung sederhana namun sakral. Setelah dilantik dan diberi SK, Mintuno mendapat tugas untuk membasmi gerombolan para pengikut Mina Lodra.
Karena Detya Yuyu Rumpung, maupun Buaya Sakti dan lainnya masih suka sok berkuasa dikawasan air tawar.
Misalnya Kodok Brungkul, meskipun Mina Lodra sudah mampus dan tidak berkuasa lagi. Namun dia tetap melakukan pemerasan kepada para penghuni sungai.
Hal yang sama juga dilakukan Bajulsengara dan Ecemede. Mereka tidak segan-,segan berbuat kekerasan terhadap para penghuni danau dan telaga.
Ini benar-benar sangat meresahkan. Karena itu adalah tepat jika Sanghyang Jagad Nata memerintahkan Batara Resi Mintuno untuk membasmi mereka.
Setelah dilantik menjadi dewa dan penguasa kawasan air tawar, Resi Mintuno mendapat gelar Batara atau Sanghyang. Jadi sekarang Resi Mintuno bergelar Batara Resi Mintuno atau Sanghyang Resi Mintuno
Hal yang sama terjadi terhadap Sanghyang Resi Kaneka Putera.
Sebelum diangkat menjadi dewa, Sanghyang Resi Kaneka Putera adalah seorang pertapa yang sangat sakti. Bahkan Sanghyang Jagad Nata saja kewalahan menghadapinya.
Atas kesaktiannya Resi Kaneka Putera seorang pertapa yang sakti mandraguna diangkat jadi dewa. Bahkan jadi penasehat Sanghyang Jagad Nata dan sesepuh para dewa.
Sehingga Resi Kaneka Putera mendapat gelar Batara atau Sanghyang. Karena itu namanya menjadi Sanghyang Resi Kaneka Putera.
Dan dia diberi minum air Tirta Kamandanu, air kehidupan sehingga siapapun yang minum air itu maka umurnya dan fisiknya abadi dan tidak mati. Jadi fisiknya akan selalu sama sebagaimana saat pertama kali dilantik menjadi dewa.
Sekarang Sanghyang Resi Mintuno telah menjadi dewa dan penguasa air tawar. Tentunya sebuah tugas yang tidak ringan.
Karena dia harus bisa menjamin ketenteraman rakyatnya, yaitu semua makhluk hidup yang ada di Telaga, danau, situ, sungai bahkan selokan.
__ADS_1
Tidak hanya itu dia juga harus membasmi sisa-sisa pasukan pemberontak Mina Lodra. Karena itu dia telah meminta bantuan Ontoseno untuk mencarikan para pembantu yang cakap guna membantu kelancaran pemerintahannya.
Ontoseno pun segera mencari para siluman air tawar yang sakti dan berbudi luhur. Diantaranya dia merekrut Belut Putih, Bulus Petak, Kepiting Watu dan beberapa Senopati yang punya kelebihan luar biasa.