
"Ada mainan baru," jawab Nala datar dengan senyum evilnya.
~oOo~
"Mainan baru?," tanya Yi Fan heran.
"Sudahlah, kau duduk di sini, bantu aku awasi pasar saham Emperor lewat tablet ini dan kau ambil tablet mu untuk mengawasi LV," perintah Nala.
"Ok," jawab Yi Fan, dia bergegas mengambil tabletnya di kamar, ternyata Mei sama Lina baru ganti baju di kamar, Yi Fan tak menghiraukan mereka dan langsung ke balkon setelah mengambil tablet.
Yi Fan mengawasi pasar saham Emperor dan LV, 2 perusahaan yang di ambil alih Nala, perusahaan yang berhasil berkembang pesat dalam hitungan hari di bawah kepemimpinan Nala dkk.
Nala bermain dengan hacker yang berusaha menyerang salah satu perusahaannya, saling mengirim virus, pertama si hacker ngirim virus yang lumayan kuat baginya tapi buat Nala itu mah kecil, lemah, habis itu dia kirim virus lagi yang paling kuat katanya tapi dalam hitungan menit udah K.O, pas di kirim virus buatan Nala yang paling lemah, si hacker malah ke retas, wkwk mampozzz.
"Hahaha.... ya ampun, dia udah berani nyerang perusahaanku malah sekarang minta ampun kan, bwahahaha...," tawa Nala terdengar di area ruang santai, Yi Fan bingung dengan kelakuan Nala.
"Nona? ada apa?," tanya Yi Fan bingung.
"Ini loh si hacker yang nyerang perusahaan pas di serang balik malah minta ampun dia, hahaha....," Nala tertawa selama beberapa menit, Yi Fan tersenyum melihat bosnya tertawa seperti itu.
"Jadi itu masalah yang di katakan pak Edi," gumam Yi Fan, Nala mengangguk.
"Bagaimana pasar sahamnya?," tanya Nala setelah tawanya mereda.
"Emperor group dan LV company group dalam beberapa hari ini berkembang pesat di bawah kepemimpinan nona, bahkan kita sudah bisa meraup keuntungan miliaran rupiah dari kedua perusahaan itu, saat ini saham dari kedua perusahaan masih dalam kondisi stabil seperti kemarin," jelas Yi Fan panjang kali lebar, Nala manggut-manggut mendengar nya.
"Kita juga dapat banyak keuntungan dari hotel² yang nona beli, total keuntungannya hampir sama dengan keuntungan perusahaan LV company group, dan masih banyak lagi," lanjut Yi Fan.
"Nona," panggil Yi Fan.
"Hm," jawab Nala sambil menaikkan sebelah alisnya, memusatkan perhatiannya ke Yi Fan.
"Berapa kartu kredit yang anda miliki saat ini?," tanya Yi Fan.
"2 kartu gold no limited dari kakek, 3 kartu kredit dari ayah dan bunda, 1 kartu kredit dari oma, 1 kartu dari paman Daryn, 4 kartu atas namaku yang dibuat olehku, jumlah semuanya 11 kartu, sudah itu saja," jawab Nala panjang, Yi Fan melongo mendengarnya.
"Kalau kartu untuk keuntungan usaha² nona?," tanya Yi Fan lagi, masih penasaran dia.
"2 untuk Emperor, 2 untuk LV, 2 untuk hotel² itu, 2 lagi untuk mafia dan 3 lagi untuk lain², jumlah semuanya 11 juga," jawab Nala santai, Yi Fan makin tercengang dengan jawaban Nala.
"Nona punya berapa dompet buat semuanya?."
"Em...... kira² sih 3 dompet buat semua itu, 2 isinya kartu kredit dan 1 lagi buat uang cash."
"Biar kutebak, uang di dompet cash itu merah semua."
"Kau terlalu yakin, uang di dompet itu hanya sedikit, uang receh saja karna aku juga bawa 1 kartu kredit."
"4 lantai basement itu benar² nona isi mobil koleksi nona?."
"Iya dan ga cuma mobil, aku juga mau ngoleksi motor, memang luas tapi belum aku isi palingan nanti," jelas Nala kalem.
"Trus heli pad otomatis di rooftop rumah kecil di belakang buat apaan??."
"Ya buat helikopter mendarat lah, ntar aku beli helinya, eh bentar! kok jadi sesi interograsi gini?," tanya Nala.
"Eh iya ya, hehe maap kepo sih aing," jawab Yi Fan salting sambil nyengir.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, 2 anak perempuan berusia 5 tahun masih sibuk dengan gawainya masing².
"Nona tak ingin beristirahat dan makan? sekarang sudah larut malam lho," tanya Yi Fan memecah keheningan.
"Aku sudah makan di kereta, kenapa kau saja yang istirahat?," kata Nala.
"Tapi...."
"Sudahlah dari pada kau makin berkicau lebih baik kita istirahat saja," potong Nala, dia membereskan barang² nya.
"Kok berkicau sih!," protes Yi Fan, ngambek dia.
"Hahaha.... ok ok, selamat beristirahat," kata Nala sambil berlalu pergi, Yi Fan mengikutinya dan menutup pintu.
~oOo~
KEESOKKAN PAGINYA
"Selamat pagi semuanya," sapa Nala datar di pagi hari, jam 5.57 pagi.
"Pagi, nona muda," sapa balik semua anak buahnya Nala di halaman.
"Seperti kata saya kemarin, hari ini kalian akan unjuk kemampuan selama saya pergi, kalian sudah siap?!," seru Nala.
"Sudah, nona," jawab mereka serentak, Nala mengangguk pelan lalu Lina mengambil alih.
__ADS_1
"Bagus! sekarang kalian lari santai dulu, cepat buat formasi," seru Lina lantang, terdengar jelas di halaman mansion Night Clair.
Mereka membuat formasi dan mulai lari santai, sejak ada Nala, anak buah Nala semakin kuat bahkan bisa menaklukkan preman² di daerah sekitar mansion, padahal cuma 1-5 orang yang berantem dan mereka di peringkat terakhir, maksudnya kemampuan mereka itu di buat peringkat oleh Nala.
Peringkat mereka dari yang paling kuat :
Nala
Kakashi/Wang sik, setara mereka tuh
3. Wang sik/Kakashi
Lina
Yi Fan
Pak Dicky
Mei
Wendy
Bi Maya
Para mafioso and maid
yang lain (masih mafioso and maid)
"Silahkan dinikmati," kata Lina.
"Terima kasih," ujar semua anak buah Nala.
Mereka makan di lapangan seperti biasa, semua anak buah Nala sangat bersyukur punya bos seperti Nala, udah genius, cantik, baik, berbakat lagi, pokoknya TOP deh.
Saat ini mereka sudah berada di halaman mansion Night Clair untuk unjuk kemampuan mereka selama Nala pergi, Nala juga berlatih dengan samsaknya pagi tadi dan sekarang dia akan duel melawan semua anak buahnya.
Bugh
Bang
Bang
Brak
Bughh
"Lemah untuk kalian, kalian bahkan belum bisa melukai saya termasuk kalian berdua, Wang sik dan Kakashi!, tingkatkan lagi kemampuan kalian!, saya tidak mau tau!," bentak Nala melihat semua anak buahnya termasuk maid tersungkur di tanah dengan babak belur.
"Ba-baik, nona muda!," jawab mereka sambil menahan rasa sakit.
"Obati diri kalian sendiri, minggu depan saya mau kalian bisa meningkatkan kemampuan kalian atau...," kata² Nala menggantung.
"Atau apa nona?," tanya Wendy penasaran padahal badannya udah babak belur.
"Atau kalian mau merasakan pedang katanaku? jawab!!," tawar Nala agak membentak.
"Ti-tidak, nona," jawab mereka serentak mengingat Nala sangat ahli bermain pedang apalagi katana, bisa mati sekali tebas mereka walaupun cuma 5-10% kemampuan dan kekuatan yang Nala pakai.
"Baik, selamat beristirahat," kata Nala, dia berlalu masuk ke dalam mansion.
Nala pergi ke rumah kecil di dekat kolam miliknya, dia pergi ke rooftop yang dia jadikan heli pad otomatis, dia mengecek semua alat² di sana kalau bisa di gunakan dengan baik lalu dia kembali ke atas rooftop.
Tuut tuut tuut
"Bonjour\, avec l'entreprise ***** puis-je vous aider? (Halo\, dengan perusahaan ***** dapat saya bantu?)\," kata orang di telepon dengan ramah.
"Envoyez 3 des meilleurs hélicoptères au manoir Night Clair dans la ville de C, en Indonésie (Kirim 3 helikopter terbaik ke rumah Night Clair di kota C, Indonesia)," jawab Nala datar.
"D'accord, au nom de qui? (Baik, atas nama siapa?)."
"Natalia Lavender, la fille du président de l'empereur (Natalia Lavender, putri presdir Emperor)."
"D'accord, la commande arrivera dans environ une semaine, veuillez transférer les frais sur le compte xxxxxxxxxxx (Baiklah, pesanan akan tiba sekitar seminggu, silakan transfer tagihan ke akun xxxxxxxxxxx)," kata orang di sebrang sana.
Tuut tuut tuut
Nala mematikan telpon secara sepihak, barusan Nala menelepon salah satu perusahaan di Prancis yang menjual heli, Nala menikmati udara di rooftop sebentar lalu berbalik turun ke area kolam renang\, Nala segera mentransfer uang ke perusahaan ***** dengan ponselnya.
"Nona dari mana?," tanya pak Dicky yang melihat Nala di sekitar kolam renang, dia sudah membalut semua luka yang dia dapatkan tadi.
"Oh, pak Dicky. Tadi baru dari heli pad untuk mengecek keadaan kalau alat² itu masih lancar untuk di gunakan," jelas Nala datar.
"Bagaimana lukanya? parah?," tanya Nala tetap datar.
__ADS_1
"Lumayanlah, nona. Tapi harus di biasakan karena nona sudah membuat mafia TDB, kedepannya kami semua pasti bisa terluka lebih parah," jawab pak Dicky bijak sambil tersenyum.
"Baguslah jika kalian mengerti, kalian semua bisa menggunakan fasilitas yang di sini untuk meningkatkan kemampuan kalian, gunakan dengan bijak," kata Nala sambil tersenyum tipis.
"Tentu nona, terima kasih," ujar pak Dicky.
"Lebih baik anda beristirahat sekarang," kata Nala sambil berlalu pergi, pak Dicky pergi ke rumah kecil di dekat kolam, ga tau tuh mau ngapain.
Di ruang tamu, anak buah Nala sedang di obati, walaupun mereka ga sampe patah tulang tapi 1 tendangan Nala seperti tadi bisa bikin tulang retak.
"Kalian baik² saja?," tanya Nala datar.
"Lumayan, nona," jawab Wendy sambil nyengir, Nala geleng² melihat Wendy yang masih sempat nyengir padahal udah babak belur.
"Kalian tau kenapa saya bikin kalian babak belur?," tanya Nala datar dengan senyum tipis di wajahnya.
"Tidak tau, nona," jawab mereka.
"Saya sudah membuat mafia The Death Butterfly, kalian adalah anggota²nya, saya ingin organisasi ini kuat walaupun anggotanya tidak lebih dari 100 orang," jelas Nala, Nala memastikan semua orang di ruangan itu menyimak dengan baik.
"Kalian harus bisa meningkatkan kemampuan kalian kalau masih ingin bertahan, saya akan bertanggung jawab atas kalian, jika salah satu dari kalian gugur di medan perang, saya yang akan tanggung jawab pada keluarga kalian," sambung Nala.
"Saya ingin semua biodata tentang kalian dan keluarga, saya ingin tau apa alasan kalian sampai terjerat di dunia gelap, segera kumpulkan di ruang kerja saya, tumpuk jadi satu di meja. Paling lambat lusa kalian kumpulkan, mengerti?," perintah Nala.
"Mengerti, nona," jawab mereka serentak.
"Baguslah, kalian istirahat hingga tubuh benar² fit, saya tidak mau kalian bertarung dalam keadaan lemah, usahakan bagi tulang yang retak bisa sembuh minggu depan, kalau kalian kuat maka kalian bisa menahan 5% kekuatan tendangan saya, camkan itu bagi semuanya! kalian bisa gunakan semua fasilitas di mansion ini, setiap keluar dari tempat ini kalian harus menggunakan topeng/penyamaran. Saya tak mau identitas kalian terbongkar....! jangan ulangi kesalahan seperti kemarin, SAYA. TIDAK. SUKA," jelas Nala panjang kali lebar dengan penuh penekanan di akhir kata² nya.
Mereka di ruangan itu merinding mendengar nya bahkan Lina dkk dan pak Dicky yang baru datang, Nala pergi meninggalkan mereka semua, dia pergi ke kamarnya untuk mandi.
SKIP
Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, oma Zelfa menelepon dari Jepang, Nala mengangkatnya dan bicara dalam bahasa Jepang.
Nala : Koniciwa.
Zelfa : Hallo juga sayang. Apa kabar? udah lama ga ketemu lho.
Nala : Lah bukannya Nala baru pergi seminggu yang lalu ya?.
Zelfa: Seminggu buat kamu, setahun buat oma.
Nala : Hehehe....
Terjadilah percakapan oma dan cucunya sampai jam 1 jam, waktu makan malam, Nala menyudahi telponannya dan segera turun untuk makan malam, karna ruang makan yang beeesarrr dan cukup buat orang 50 lebih maka mereka makan malam dengan meja yang panjaaaang banget.
"Kakak maid, apa menu makan malam malam ini?," tanya Nala setelah memasuki ruang makan.
"Malam ini kita makan sayur sop, nona," jelas salah satu kakak maid yang memang asli Indonesia.
"Sayur sop?," tanya Nala tak mengerti masakan Indonesia karna belum pernah coba.
"Iya, nona. Sayur ini berisi cukup banyak sayur yang tentunya bergizi apalagi kami telah babak belur," jawab kakak maid sambil tersenyum dan membawa beberapa panci makanan dibantu yang lain.
"Bi Maya?," tanya Nala.
"Oh, kalau bu Maya sedang di jemput pak Dicky, nona," jawab kakak maid yang lain.
"Jemput? untuk apa? bukankah luka bi Maya tak serius?," tanya Mei beruntun, dia baru duduk di kursi tak jauh dari Nala, salah satu kakak maid mendekati Nala dan berbisik, tapi tak dapat di dengar yang lain.
"Ck ck ck, kenapa tak bilang sejak awal?," protes Nala.
"Gengsi kali, non," kata kakak maid yang tadi.
"Apa itu gengsi?," tanya Mei, Wendy, Kakashi, Wang sik, Lina, Yi Fan bahkan Nala bersamaan, semua orang terkekeh kecil mendengar pertanyaan Nala dkk.
"Hahaha.... kompak sekali, gengsi itu bisa di artikan malu," jelas salah satu mafioso sambil terkekeh kecil.
"Oohhh...," mereka asyik ber-Oh-ria.
Tawa hangat terdengar dari ruang makan mansion Night Clair, itulah sikap Nala, di luar terhadap orang yang belum kenal bersikap dingin, datar, kadang ga bisa di ganggu, pemarah tapi Nala sebenarnya baik, perhatian, kadang manja, ambekan, dan beberapa hal yang ga bisa diganggu/dirubah yaitu ga bisa diganggu saat berlatih, sangat kompeten saat bekerja, dapat menyembunyikan perasaan dengan sangat baik dan sangat bertekad.
Bersambung....
```
~oOo~
Wah... bertolak belakang gitu ya sikapnya, salut dah...👍👍👍
Tungguin eps selanjutnya ya... bye...
Lop you😘😚 (alay amat ya gw? hmm au ah!)
__ADS_1
Next eps!
```