My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Sumpah setia anggota TBB


__ADS_3

"Kami semua anggota TDB siap menerima segala konsekuensinya, kami akan selalu setia pada nona Phoenix, seumur hidup kami, selamanya," ujar salah satu perwakilan TDB, mereka berlutut di hadapan Nala dengan penuh hormat dan tanpa ragu sedikit pun, senyum Nala mulai mengembang.


~oOo~


Inilah alasan Nala dipilih menjadi leader, dia tegas, dingin dan kejam tapi kadang baik, lembut dan penyayang, juga bisa menjadi elegan, terhormat dan berwibawa, benar² hebat!, dia bisa membuat anggota TDB, KL dan KD gemetar ngeri bahkan hanya dengan kata²nya saja.


"Bersumpah setialah mantan anggota TDB," ucap Nala, mereka menurut.


"Kami mantan anggota TDB bersumpah akan mengabdi seumur hidup bahkan selamanya pada nona Phoenix yang terhormat dan TBB, kami akan selalu setia pada TBB, kami tak akan berani mengkhianati TBB, jika kami berkhianat maka kami akan mati dengan mengenaskan," seru mereka bertekad secara serentak.


"Bagus, berdiri dan kalian bisa beristirahat, waktu makan malam nanti berkumpul di aula," perintah Nala.


"Baik, nona. Terima kasih," jawab mereka serentak, berdiri, membungkuk sebentar lalu pergi.


"Kalian akan selalu diperlakukan baik di sini, kami tidak akan salah karna memilih Phoenix, kami paham betul sifatnya jika kalian ingin bertambah kuat maka ikuti kami dan bersumpah setialah, bukankah kalian sudah melihat kemampuanku dan Phoenix? asal kalian tau saja tadi Phoenix bahkan hanya mengeluarkan 1-4,5% kemampuan dan kekuatan nya saja," ujar Leon pada anggota KL dengan tegas, anggota KL dan KD benar² terkejut.


Bagaimana bisa seorang anak 8 tahun memimpin banyak perusahaan besar dan sebuah kelompok mafia gabungan yang berpotensi besar juga menaungi organisasi pembunuh bayaran? bahkan sekali gertakan dengan 1-4,5% kemampuan dan kekuatannya saja bisa melumpuhkan lawan baik preman, orang awam maupun orang yang sudah berpengalaman, kegeniusan otaknya sudah tak diragukan lagi dan jiwa kepemimpinan nya benar² terlihat.


"Kami anggota KL bersumpah seumur hidup bahkan selamanya, akan setia pada TBB dan tidak akan berani berkhianat, jika kami berkhianat maka kami mati dengan mengenaskan, tolong terima kami sebagai anggota TBB," seru mantan anggota KL sambil berlutut.


"Kau puas dengan mereka? mereka benar² setia lho," tanya Leon di dekat tubuh Nala sambil berbisik.


"Aku cukup puas dengan mereka hanya saja mereka masih terlalu lemah, ajari mereka untuk tak bersikap sombong dan jangan cepat berpuas diri, di atas langit masih ada langit," jawab Nala sambil berbisik pula.


"Kau ini memang sangat berkompeten ya," puji Leon dengan senyum tipis.


"Kita semua akan bicara di ruang kerjaku setelah makan malam, kita biarkan mereka beradaptasi," balas Nala berbisik.


"Bagaimana dengan KD?," tanya Leon berbisik pula.


"Kita lihat saja nanti," jawab Nala santai, Leon berpura pura bersikap cuek padahal dia penasaran dengan apa yang akan dilakukan Nala.


"Vampir, Werewolf, Dragon, Devilfish dan Fox, masuklah ke mansion dan istirahat persiapkan diri kalian untuk makan malam," perintah Nala lembut, yang langsung di sanggupi orang² yang di suruh.


"Kalian berdirilah, Mei!," panggil Nala.


Wuushh...


"Yes, young lady," jawab Mei sambil menggunakan topeng dan bahasa formal yang dengan secepat kilat menghampiri Nala di halaman padahal tadi Mei sedang berada di heli pad otomatis untuk mengatur keadaan, mantan anggota KL dan anggota KD benar² terkejut apalagi Mei masih 7 tahun tapi kemampuannya hebat sekali.


"Antarkan anggota baru TBB ke asrama mereka, hormatilah mereka karna mereka mantan anggota KL," jelas Nala.


"Tentu, nona," jawab Mei menyanggupi.


Mei membungkuk hormat pada Nala dkk, berbalik lalu menghadap langsung para anggota baru TBB.


"Para senior, nama saya Mei, saya adalah salah satu sekretaris nona muda dan juga orang kepercayaan nona juga tuan besar, saya akan mengantar para senior ke asrama, jika ada pertanyaan bisa di tanyakan sekarang," jelas Mei melembut.


"Berapa umur nona Mei?," tanya salah satu dari mereka.


"Panggil saja Mei, senior. Umur saya baru 7 tahun," jelas Mei dengan senyum merekah diwajahnya.


"Kenapa tempat tinggal kami nantinya dipanggil asrama?," tanya yang lain.


"Karna para senior akan berbagi kamar bersama seperti militer tapi sayangnya aturan dan kebijakan di sini meskipun sederhana tapi harus tetap di taati, masih ada pertanyaan?," tanya Mei walaupun senyumnya mengembang tapi tatapan matanya cukup mengintimidasi.


Anggota² baru itu dengan susah payah menelan saliva mereka melihat tatapan mata Mei.


'Gila... baru 7 tahun tapi kuat banget,'


'Ini semua jauh di atas batas manusia normal,'


'Nona Phoenix benar² kuat,'


'Leader TBB benar² menakutkan,'


Batin mereka berseru takut melihat tatapan Mei bahkan mereka membayangkan tatapan Nala yang jauh lebih mengerikan dan langsung gemetar ketakutan, Mei membawa mereka pergi dari lapangan menuju asrama, sedangkan anggota KD masih berbincang.


"Jadi kalian mau apa?," tanya Leon datar tapi tersirat nada tak suka.


"Kami ingin bergabung dengan TBB," jawab perwakilan dari mereka.


"Kalian tau kan apa syaratnya," balas Leon dingin dengan tatapan sama, mereka langsung merinding.


"Kami mantan anggota KD bersumpah akan mengabdi seumur hidup bahkan selamanya pada TBB, tidak peduli apa yang terjadi kami akan tetap setia, nona Phoenix dan tuan Lion, ijinkan kami bergabung!," seru mereka serentak sambil berlutut.


"Wendy!," panggil Nala.


Wuushh...


Wendy datang sama cepat nya dengan Mei dan langsung menghadap Nala padahal dia sedang berada di arena terbuka untuk mengecek keadaan tempat itu.


"Ya, nona," jawab Wendy.


"Bawa senior² mu ini ke asrama, mereka anggota baru TBB, saya pergi" jelas Nala datar sambil berlalu pergi diikuti Leon.


"Para senior, perkenalkan nama saya adalah Wendy, saya salah satu sekretaris nona muda, umur saya 8 tahun, ada pertanyaan?," ujar Wendy sok cool dan formal.

__ADS_1


"Berapa sebenarnya jumlah sekretaris nona Phoenix?," tanya salah satu dari mereka.


"Nona Phoenix memiliki 4 sekretaris, dari yang paling kuat adalah Lina, tangan kanannya, Yi Fan, saya dan Mei, selain itu nona memiliki 2 bodyguard yang kemampuannya melebihi saya juga Lina tapi masih di bawah tuan Dragon dan Fox serta nona Vampir, masih ada pertanyaan? jika tidak mari saya tunjukkan asrama para senior," jawab Wendy tenang.


SKIP


~oOo~


Sebelum makan malam


"Leonardo!," panggil Nala, Leon menoleh dan melihat Nala menghampirinya.


"Ada apa?," tanya Leon lembut.


"Tidak ada kok, oh iya saat diluar TBB jangan bersikap formal padaku ya," ujar Nala sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Iya iya, kami ingat itu, sudahlah pakai topengnya," kata Leon gemas sampai mengacak acak rambut panjang Nala.


"Kau ini suka sekali ya mengacak acak rambut ku," protes Nala.


"Habisnya aku gemas, bagaimana dengan 10 orang suruhan kakekmu?," tanya Leon saat didalam lift, mereka sudah menggunakan topeng.


"Mereka mengawasiku dari luar saja tapi tak berani masuk mansion, em... mungkin kakek yang menyuruh mereka seperti itu, mengawasi dan melindungi ku dari jauh," jawab Nala.


"Kau tenang saja, walaupun mereka melindungi mu tapi masih ada aku di sini, dan kau cukup kuat bahkan melebihi batas manusia normal," ujar Leon menguatkan.


"Hei, memangnya aku dan kau seperti manusia normal?," ejek Nala pada dirinya sendiri dan Leon.


"Wah, ngeledek nih anak," jawab Leon, dia mulai menggelitiki tubuh Nala sampai Nala kegelian.


"Hahahaha.... emang bener kok, aduh duh geli tau, hahaha.... Leon!!," ujar Nala kegelian sampai pintu lift terbuka dan nampaklah Arya berdiri tak jauh dari lift.


"Hemm," deheman Arya membuat Nala dan Leon menoleh lalu menghentikan kelakuan kekanak-kanakan mereka, dan segera keluar dari lift.


"Kalian sedang bermain apa tadi? kenapa ga ngajak²?," goda Arya mengikuti dari belakang.


"Ga ada kok," jawab Nala agak malu.


"Kamu sih," tuduh Nala berbisik pada Leon.


"Kok aku, kamu juga ngeledek ga tau situasi," balas Leon berbisik.


"Hiss.. yang bener aja sih, kok cuma aku yang salah, kamu juga salah, ngelitikin aku di dalem lift," ujar Nala cemberut.


"Ya udah deh, aku yang salah, puas?," tanya Leon ketus.


"Ya ampun... anak ini," gumam Leon sambil menepuk jidatnya.


"Arya, apa mereka sudah berkumpul di aula?," tanya Nala.


"Udah kok tenang aja, BTW, lo ya yang mesen meja sepanjang dan kursi sebanyak itu?," tebak Arya, Nala mengangguk.


Mereka memasuki ruang aula, di ruangan yang sangat luas itu terdapat beberapa meja panjang dan kursi yang banyak, para anggota TBB yang baru di bentuk masih berdiri entah karna enggan ataupun canggung.


"Silahkan duduk semuanya," ujar Lina mempersilahkan.


Mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan, ketujuh orang penting sendiri memiliki tempat khusus untuk duduk dan makan, tak lama kemudian para maid datang beserta makanan yang cukup sederhana tapi mengeyangkan, semua anggota tercengang kecuali mantan anggota TDB karna mereka sudah biasa diperlakukan seperti itu.


"Para anggota TBB, kalian harus tau kebijakkan nona kami di mansion ini,


yang pertama, setiap makan baik sarapan, makan siang maupun makan malam maka kami diharuskan makan bersama sama karna nona kami selalu memperlakukan kami layaknya keluarga," ujar Lina panjang kali lebar membuka pembicaraan, dia menjelaskan sambil berdiri, mereka terdiam.


"Yang kedua, kalian bisa menggunakan semua fasilitas di mansion ini supaya kalian semakin kuat," lanjut Lina.


"Ketiga, kalian membuat senjata kalian sendiri, untuk bahan²nya akan disiapkan nona kami tapi kalian harus memberi tahu nona lebih dulu, ada pertanyaan? siapa yang ingin bertanya silahkan angkat tangan," sambung Lina.


"Jika ada yang tidak bisa membuat senjata?," tanya salah satu diantara mereka yang jelas bukan mantan anggota TDB, Lina tersenyum licik.


"Mei! kau ajari siapapun yang tidak bisa merakit senjata karna bagaimana pun kau yang terbaik dalam hal rakit merakit," perintah Lina tegas, Mei mengangguk sanggup.


"Kami... akan diajari olehnya?," tanya yang lain tak yakin sambil jarinya menunjuk pada Mei, Lina mengangguk mantap.


"Jika anda meragukan kemampuannya maka.... Mei tunjukkan senjata yang belum kau rakit dan rakitlah di hadapan mereka," ujar Lina.


Mei mengangguk lagi dan berbalik mengambil senjata yang belum dia rakit, dan dengan cepat merakit senjata tersebut dalam posisi berdiri bahkan menembak secara akurat, riuh tepuk tangan terdengar di ruang aula.


"Mereka hebat kan," ujar Nala berbisik pada Leon di sebelahnya.


"Iya tapi kita kan ga kalah hebat," jawab Leon balas berbisik.


"Iya sih," balas Nala, mereka kembali memperhatikan apa yang dikatakan Lina.


"Semua kebijakan/aturan di sini harus ditaati walaupun itu sederhana," jelas Lina, Nala berdiri dari duduknya.


"Jika ada yang tidak suka atau tidak setuju, silahkan angkat kaki dari sini," ujar Nala tenang tapi menekan anak buahnya.


.

__ADS_1


.


Hening, mereka takut membuat Nala marah, Nala sudah duduk kembali, Lina dkk juga sudah duduk, mereka semua sudah berkumpul tapi suasana malah hening.


"Kok hening?," tanya Nala.


"Kalian harus bisa menentukan sikap, dimana kalian bersikap santai dan serius, saat ini santai saja, saya tidak akan memakan kalian kok," ujar Nala agak basa basi.


"Nona, apa besok kita mulai latihan?," tanya salah satu orang dari mantan TDB.


"Ya, seperti biasa, bangun pukul 4 ya," jawab Nala.


"Hah?! pukul 4?!!," seru orang² itu terkejut.


"Wang sik, jelaskan pada mereka," suruh Nala, Wang sik menurut dan berdiri dari duduknya.


"Kami semua tidur pukul 9 malam dan bangun pukul 4 pagi jadi kami beristirahat selama 8 jam, itu sudah cukup sebenarnya, pukul 4 pagi kami akan pemanasan lebih dulu di halaman, lalu menyiapkan semua peralatan untuk menembak dan lain², setelah kami berlatih menggunakan senjata maka kami akan berduel satu sama lain, setiap seminggu, nona/tuan muda akan berduel dengan kami untuk mengetes kemampuan kami, masih ada pertanyaan?," jelas Wang sik panjang kali lebar dan bertanya di akhir kalimat.


.


.


Tidak ada pertanyaan yang keluar dari mereka.


"Tidak ada ya?, baiklah. Nona dan tuan muda silahkan dimulai," ujar Wang sik sambil duduk kembali.


"Ayo dimakan, kasian kan makanannya dianggurin," ujar Nala bercanda.


"Ayo makan jangan sungkan, kami tak akan menggertak jika kalian tak mengganggu," balas Leon.


"Nona," panggil salah satu maid.


"Ada apa, kakak maid?," tanya Nala.


"Blazt kabur dari kandang lagi, nona. Dan sekarang ada di ruang makan," jawab maid itu.


"Oh ya? suruh dia kesini, biarkan mereka melihatnya," perintah Nala, maid itu membungkuk dan segera berbalik menemui Blazt.


Tak berapa lama, seekor singa jantan dewasa memasuki ruang aula membuat orang² di sana terkejut bukan main, singa itu yang tak lain adalah Blazt menghampiri Nala dan bermanja manja di dekat Nala juga Leon, para anggota TBB menatap ngeri singa itu.


"Singa ini namanya Blazt, jangan pernah ganggu dia apalagi saat sedang tidur," ujar Nala, mereka mengerti.


Mereka kembali melanjutkan acara makan malam dengan 3 tamu tak di duga, yang pasti ketiga tamu itu adalah Three B.


Bla... bla... bla..


~oOo~


Ketujuh orang penting itu sedang berkumpul di ruang kerja Nala.


"Ada apa lagi sekarang?," tanya Arya heran.


"Hanya sekedar berbincang, santai saja," jawab Nala santai.


"Kita harus tentukan dimana tempat kita berkumpul tanpa harus ke ruang kerja Nala di basement," ujar Dika.


"Iya gue tau kok," balas Nala agak cemberut.


"Bilang aja lo ga mau turun ke basement," gerutu Nala pelan dan berbisik tapi dapat didenger Leon yang duduk di sebelah nya.


"Eh BTW, tadi gue kok ga liat Kakashi sama Yi Fan, kemana mereka?," tanya Lyra.


"Oh... mereka gue tugasin mengurus TAC, nanti malam Wang sik menyusul mereka," jelas Nala.


"Wah... parah lo, semalem baru buat TBB dan TAC, trus hari ini perekrutan anak buah, jangan² besok kita di suruh beraksi lagi," balas Dika.


"Tau aja lo, kutu kupret," ucap Nala membenarkan.


"Hah?! yang bener?!," seru Arya tak percaya, masa iya secepet itu.


"Engga lah, gue mau bikin pondasi organisasi yang kuat dulu baru beraksi," balas Nala tenang.


"Nala itu udah punya rencana yang cukup matang, kalian ga usah sampe kaget banget gitu lah," sahut Leon.


"Lo mah gitu, belain terus aja si Nala," sahut Lyra ketus.


"Dia tuh iri karna ga ada yang belain dan merhatiin dia," balas Vier meledek.


Bla... bla... bla...


Mereka sudah kembali ke kamar masih dan beristirahat setelah banyak berbincang di ruang kerja Nala.


Bersambung....


~oOo~


Buat eps selanjutnya bakal nyeritain tentang usaha² Yi Fan dan Kakashi nih

__ADS_1


Next eps, guys!


__ADS_2