My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Pelatihan keras di Thick Mist Island 2


__ADS_3

"Hei hei! kalau ada masalah ya cerita! jangan pendam sendiri!. Kami sahabatmu 'kan? terbukalah Na~ kumohon!," -Kimberlly Chamara Ramosie.


.


.


.


.


.


Deg


'Apa²an ini? akh!! si–a–lan, tak kusangka... racun itu masih bisa bereaksi,' batin Nala kesakitan.


~oOo~


Tangan Nala gemetar menahan sakit, teman²nya memandang dia aneh karna keringat dingin mulai bercucuran di sekujur tubuh Nala.


"Kalian lanjutkan saja makannya, saya pergi sebentar," ujar Nala sembari berdiri dan berjalan mendekati Er.


"Er aku butuh 'itu', dimana kau meletakkannya?," tanya Nala berbisik.


"Silahkan ikut saya, nona," jawab Er.


Semua orang merasa heran dan bertanya pada Yi yang berdiri ga jauh dari mereka.


"Eum... maaf kalo boleh tau Nix kenapa ya?," tanya Arya bingung pada Yi.


"Maaf, tuan muda. Saya tidak bisa memberitahu tuan muda karna saya dan kawan² dilarang memberitahukan kepada siapa pun. Sebaiknya tuan dan nona melanjutkan makannya saja daripada mengurus nona Nix," jawab Yi luwes dan terdengar seperti manusia biasa.


"Kakak ini robot 'kan?," tanya Haris tiba².


"Ya, tuan muda. Kami berlima adalah robot ciptaan nona," jawab Yi.


"Baiklah, ayo makan. Percaya pada Nix kalau dia akan baik² saja," ajak Leon.


Mereka pun ga bertanya lagi dan melanjutkan acara makan yang sempat tertunda, sedangkan Nala pergi mengikuti Er ke laboratorium.


"Ukh...," keluh Nala membuat Er khawatir.


"Apa nona baik² saja? tolong bertahanlah nona," ujar Er khawatir tapi tetep berjalan.


"Em...," gumam Nala lirih.


Nala dan robot Er (Er dkk jadi kaya NPC di dalem game loh) masuk ke laboratorium, langsung saya Er mengambil sekotak cairan beserta suntikkannya, Nala merasa sakit di tubuhnya lebih tepatnya di tangan kirinya makin mengganas.


Dengan cepat Er mengambil suntikan dan cairannya, Er memasukkan cairan berwarna biru muda itu ke dalam suntikkan, Nala mengambil suntikkan itu dan menyuntikkannya di lengan kirinya yang ga tertutup pakaian.


"Astaga... syukurlah sudah mendingan, terima kasih Er," gumam Nala.


"Sama², nona. Sebaiknya nona membuat penawar yang lebih efektif untuk racun itu," saran Er.


"Sulit, sulit untuk mendapatkan bahannya," balas Nala agak murung.


"Maafkan Er, nona," ujar Er merasa bersalah.


"Sudahlah, tolong bawakan makananku kesini saja ya. Aku ingin mengerjakan sesuatu terlebih dahulu," perintah Nala.


"Baik, nona," balas Er lalu pergi.


Nala pun masuk ke ruangan lain di laboratorium, di ruangan itu ada beberapa robot yang belum selesai Nala dan Lin buat, Nala langsung duduk di kursinya dan mulai memperbaiki robot yang terbaring di meja.


Nala begitu fokus sampai dia ga tau ada seseorang yang mengawasinya, laki² itu merasa khawatir dan takjub karna Nala bisa membuat robot yang begitu mirip dengan manusia.


'Kau terlalu misterius dan hebat untuk bocah seumuranmu,' batin pria itu.


Tianlong, pria itu bernama Tianlong, Tianlong menyeringai senang lalu menghilang diantara gelapnya bayangan, Tianlong tak tau kalau masih banyak hal menarik pada Nala yang masih belum genap 12 tahun.


'Aku masih heran kenapa Chai gege dan Qu gege menerimamu sebagai murid, baiklah aku mungkin akan berebut murid dengan kedua gege-ku hanya karnamu Yue kecil,' batin Tianlong sambil menyeringai aneh.


Tiba² Nala merasa merinding, saat dia mengerdarkan pandangan dan merasakan gerak gerik di sekitarnya Nala ga merasa bahaya apapun, tapi instingnya yang begitu tajam mengatakan akan ada sesuatu, entah positif atau negatif.


'Aneh, instingku mengatakan akan ada masalah dan ada mengintaiku tapi aku tak merasakan apa² bahkan semuanya baik² saja. Apa iya instingku salah? ah sudahlah,' batin Nala kebingungan.


Nala pun melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda, sedangkan Er kembali ke ruang makan dimana semua orang sudah selesai makan dan mulai beraktifitas seperti biasa.


Pukul 07.02 pagi


Nala sudah selesai membuat 3 robot dewasa, perempuan semua ehe :), Nala juga sudah menghabiskan makanan yang dibawa Er.


Bzzt


Bzzt


Bzzt


Bzzt


Bunyi sentuhan listrik yang beradu terdengar jelas di laboratorium milik Nala, Nala sudah memakaikan pakaian pada 3 robot wanita yang dia namai Yin, Yun dan Lu.


"Hah... sudah 3 tapi kurasa masih belum cukup," gumam Nala menghentikan pekerjaannya sejenak.


Tangannya kebas karna memperbaiki bagian dalam tubuh robot ciptaannya, Nala memutar kursinya dan tiba² matanya menemukan objek menarik, Nala memandang laptopnya yang menampilkan White dan Lisa yang sedang membuat barang juga memperbaiki sebagian kapal luar angkasanya menggunakan pakaian astronot khas buatan Nala, White juga beberapa anggota TBB.


Nala memutuskan untuk menghubungi White dengan saluran khusus yang bisa menyambungkan markas luar angkasanya sejauh apapun markasnya ya tetap akan terhubung, Nala meluncurkan roket besar beberapa tahun yang lalu setelah itu dia mengirimkan White ke luar angkasa.


Tak lama dia merekrut Lisa lalu Lisa dikirim dengan portal yang langsung mengarah ke bagasi kapal, selain itu White, Lisa dan Nala berhasil membuat gravitasi milik kapal sendiri sehingga mereka berdua dan barang² lain ga melayang layang terus di dalem kapal.


Kalo aja para ilmuwan tau tentang hal ini apalagi kapal juga gaya gravitasi itu dibuat dan ditemukan oleh bocah yang bahkan belum berusia 17 tahun, bisa² ilmuwan² itu muntah darah wkwk😂, kembali ke Nala.


Sambungan video pun tersambung pada Lisa dan White yang berada di luar angkasa, tentu hal itu mengejutkan White juga Lisa tapi mereka langsung menjawab sambungan video Nala.


"Hai!," sapa Lisa antusias sembari melepas pakaian astronotnya yang begitu berat.


"Wah wah, gue punya kabar bagus nih," balas Nala.


"Apaan tu?," tanya White penasaran.


"Gue bakal kirim beberapa robot kesana dan... setelah robot² itu adaptasi dan bisa mengatasi masalah yang terjadi, kalian bisa pulang ke bumi," jawab Nala.


Mata White dan Lisa langsung membulat dan berbinar, mereka sangat senang bisa balik ke bumi lagi, yah maklumlah karna ini termasuk ijin liburan dari Nala untuk mereka berdua.

__ADS_1


"AHHH!!! LU SERIUS KAN NA?!!," teriak Lisa antusias.


"He'em, tapi...," balas Nala membuat White dan Lisa kembali menyimak.


"Mending kalian bikin transportasi buat balik kesini," saran Nala membuat White dan Lisa tersentak dan melotot.


"WOI!! MAKSUT LO APA HAH?!! NYURUH KITA BUAT BIKIN TRANSPORTASI YANG BISA NEMBUS ATMOSFER BUMI?!!," seru White ga terima.


"Jan triak² anjeng," balas Nala datar.


"Huft... sukur dah gue dah bikin kalo kaga tambah lama dah," gumam White setelah bisa menenangkan diri.


"Nah good! kalo kaya gitu kan enak," balas Nala.


"Enak² pala lu peyang! kita yang pusing disini ajg!," bentak Lisa kesal.


"Iye dah iye, gue kasih hadiah dah buat kalian," balas Nala kalah.


"Eh eh apaan tuh?," tanya Lisa penasaran.


"Apaan na? jan bikin gue kesel lagi kalo kaga gue budekin kuping lo itu," sahut White.


"Weh santuy napa, ga santuy ni anak," balas Nala.


"Buruan ajg!," bentak White dan Lisa bersamaan.


"😒iye². Gue mau ngasih.....," ujar Nala ngegantung dan memberi jeda untuk perkataannya.


"Rahasia," sambung Nala membuat White dan Lisa protes keras.


~oOo~


Di tempat lain


7 Pagoda di benua misteri


Terlihat seorang pria menggunakan pakaian putih dipadukan hitam kemerahan sehingga menampilkan aura bijaksana yang dihormati banyak mahluk, pria itu terlihat seperti berusia 30 an padahal dia sudah hidup hingga 100.000 tahun lamanya.


Wajahnya yang rupawan memikat para wanita yang melihatnya, sayangnya wajah itu jarang dihiasi senyum dan hanya ada wajah datar seperti saat ini.


Tap


Tap


Tap


Langkah kakinya mantap menuju ke arah sebuah ruangan yang ditutup gerbang besar nan tinggi.


Graakk


Suara brisik yang ditimbulkan gerbang yang terbuka sendiri membuat penghuni di ruangan itu menoleh ke arah gerbang.


"Selamat pagi gege," sapanya dengan wajah datar.


"Pagi Long. Darimana saja kau?," tanya salah satu pria disana.


"Long hanya mencari angin segar saja ge," jawabnya.


"Kemarilah, duduk bersama gege² mu ini," ajak pria satunya.


Pria yang dipanggil Long pun duduk di antara kedua pria yang dia panggil gege/kakak laki², kedua gege-nya itu sudah berusia 100.010 tahun, yah... kedua gegenya adalah kembar identik yang masih bisa dibedakan.


Yang satu (sang kakak) lebih mengandalkan kekuatan fisik dan otak hingga menjadi seorang jendral saat ini sang kakak memakai hanfu hitam dengan campuran putih keperakkan, yang satu lagi (sang adik) lebih memilih kekuatan yang bersifat tenang tapi menakutkan yah... sampai² dia menjadi guru besar sebuah perguruan, saat ini sang adik memakai hanfu serba putih.


Grakk


Braak


Pintu gerbang yang sebelumnya terbuka pun menutup secara perlahan.


"Ada apa Long? tidak biasanya kau menemui gege mu yang paling tampan ini," tanya pria yang paling tua, si jendral.


"Haha, gege itu ga lucu. Tadi Long baru saja melihat Yue," jawab Long datar setelah tertawa garing, sang jendral berdecak sebal.


"Untuk apa kau menemui Yue, hum?," tanya sang adik yang terdengar lebih bijaksana ketimbang kakaknya yang hanya 3 menit lebih tua darinya.


"Long hanya penasaran saja Chai ge," jawab Long datar.


"Oh ayolah, kau orang yang sangat jarang tertarik pada sesuatu. Apa yang membuatmu tertarik pada muridku itu ha?," tanya sang jendral.


"Long hanya heran kenapa Chai ge dan Qu ge menerima Yue sebagai murid? sampai² berebut perhatiannya," jawab Long datar tapi ada kilatan penasaran di matanya.


Ya! si jendral tadi adalah jendral Kojhiro Hyugai/Tianqu sedangkan satunya adalah kembaran sekaligus adiknya yaitu Tianchai, yang dipanggil Long adalah Tianlong, pria yang tadi mengintip Nala saat bekerja.


3 orang bermarga Tian ini memiliki suatu hubungan sampai² interaksi mereka cukup dekat dan mereka bertiga dapat keluar masuk 7 pagoda di benua misteri dengan mudah.


Info : Benua misteri adalah benua yang berada di dunia atas, benua ini sangat ditakuti oleh pada dewa maupun iblis. Hanya raja iblis dan dewa agung yang berani masuk sana, salah! bukannya ga berani tapi kalau mau masuk kesana tantangannya sangat berat.


Dewa agung hampir terluka parah saat datang tiba² ke benua misteri, raja iblis juga sedikit terluka karna tantangan di benua misteri, lalu kenapa 3 orang itu bisa keluar masuk sesukanya tanpa terluka sama sekali? itu karna 3 orang itu jauh lebih kuat dari Dewa agung dan Raja iblis.


7 pagoda sendiri adalah 7 bangunan suci yang terlindungi dengan baik, sangat baik, 7 pagoda menjadi tempat tinggal 3 orang bermarga Tian.


"Tianlong, jika kau tau potensi yang dimiliki Yue. Mungkin kau juga akan berebut murid dengan kami," balas Tianchai dengan suara berat khasnya.


"Hm..😒," jawab Tianlong acuh.


"Begini saja, gege memintamu 1 hal," balas Tianchai.


Tianlong menatap kakak keduanya datar tapi penasaran, Tianqu yang melihat itu tersenyum tipis.


"Tadi kedua gege mu ini sudah sepakat, jika kami berdua tiada sebelum Yue menjadi kuat. Kami minta kau angkat dia menjadi murid, dengan cara apapun kau harus menjadikan Yue orang yang kuat," sambung Tianchai membuat Tianlong terkejut tapi wajahnya tetap datar.


"Gege serius?," tanya Tianlong datar dan dingin.


"Iya, lebih baik kau cari tau saja sendiri apa potensi yang dimiliki Yue," jawab Tianqu cuek.


"......."


Tianlong terdiam.


'Yue saat ini adalah putri alam yang bahkan sangat disayangi sang pencipta, kemampuan dan kejeniusannya ga usah diragukan lagi, kepemimpinan nya bahkan bisa membuat sebuah organisasi yang begitu kuat, kekuatan sihir juga daya tahan termasuk luar biasa. Tapi kurasa dia belum bisa masuk ke dunia misteri,' batin Tianlong berpikir.


"Long? long kecil!," panggil Tianqu lumayan keras.

__ADS_1


"Ah! ada apa, ge?," tanya Tianlong kembali datar.


"Kau lebih baik mempertimbangkannya nanti saja, sekarang ada hal lain yang harus kami bicarakan denganmu," jawab Tianqu dengan nada biasa.


"Baik ge," balas Tianlong datar.


~oOo~


Di laboratorium milik Nala, Thick Mist Island


Disaat yang bersamaan saat Tianlong berpikir


"Hachiu..!!," tiba² saja hidung Nala terasa gatal lalu bersin.


"Apa²an ini, aku kan ga demam. Gila kali ya demam pas lagi kaya gini," gerutu Nala lalu kembali bekerja.


Pukul 07.45


Semua orang sudah berkumpul di lapangan belakang mansion dan sedang melakukan pemanasan, sedangkan Nala masih asyik dengan pekerjaannya.


"Nona, ini sudah pukul 7 lebih 45 menit. Semua orang sudah menunggu nona di halaman belakang mansion," tegur Er yang sedari tadi memperhatikan Nala.


"Benarkah?! astaga!! maafkan aku!," gumam Nala lalu dia cepat² pergi dari laboratorium.


Er yang melihatnya hanya tersenyum lalu pergi, sedangkan Nala bergegas pergi ke halaman belakang mansion, dia merasa ga enak karna membiarkan teman²nya menunggu.


"Nah ini dia orang yang kita tunggu, dari mane aje lu?!," tanya Arya sewot begitu melihat Nala.


"Sorry² tadi gue baru ngerjain sesuatu," jawab Nala merasa bersalah.


"Iye dah caya, buruan! kita mau ngapain nih," balas Lyra.


"Kalian liat rintangan itu?," tanya Nala sembari menunjuk rintangan yang dia buat sejak awal.


"Kita kan punya mata ya jelas liat lah ogeb," jawab Dika.


"Gue lagi ngasih tau bambank, kalo kaga suka pegi aja sana! gue kaga butuh!," balas Nala sewot.


"Woi santuy napa, iye dah sorry," balas Dika cemberut.


"Jadi....," Nala pun menjelaskan apa yang harus mereka lakukan, rutinitas apa yang harus di lakukan setiap hari.


Dimulai dari bangun pukul 4 pagi lalu lari 10 kali mengelilingi mansion seperti biasa, setelah lari sebagai pemanasan mereka istirahat 2 menit lalu kembali pergi menjelajah hutan yang begitu luas, karna hampir ⅔ bagian pulau itu di tutupi hutan.


Setelah menjelajah mereka pun berkultivasi di halaman depan mansion, lalu mandi dan sarapan, pukul 8 pagi mereka berlatih di rintangan dan juga memasang beban pada tubuh masing², beban setiap hari akan ditambah.


Pada pukul setengah 10 pagi mereka menyelesaikan latihan dengan beban lalu beristirahat 5 menit lalu latihan senjata sampai pukul 11, pukul 11 mereka berendam bersama di danau yang anehnya memiliki mata air panas padahal ga ada gunung ato apapun itu.


Untuk wanita menggunakan bikini dan pria menggunakan pakaian renang, walaupun kebanyakan usia mereka belum sampe 17 tahun sih :v tapi ya tetep aja punya malu, emang adek gw ups! hehe😂.


Setelah berendam mereka pun pulang dan berganti pakaian lalu makan siang, setelah makan siang Nala memberikan istirahat dan jam bebas walau cuma 2 jam, pukul 2 siang mereka pun belajar banyak pelajaran dari yang paling umum sampe pelajaran anatomi yang biasanya di pelajarin anak SMA dan kuliahan.


Mereka belajar sampe jam 6 sore, lalu mandi dan makan malam setelah itu barulah mereka bersantai sampai pukul 8 malam, lalu tidur sampai jam 4 pagi, Schedule pun dibagikan melalui holo denah yang memang mereka miliki, anggota Guardian dan Forte special bahkan tuan dan nona muda termasuk Leon hanya tersenyum masam melihat padatnya jadwal mereka.


~oOo~


Schedule


04.00 - 04.30 Bangun pagi, peregangan, ganti baju (intinya persiapan).


04.30 - 04.45 Berkumpul di halaman depan mansion dan pemanasan (lari 10 kali keliling mansion).


2 menit setelah pemanasan untuk istirahat sejenak.


04.47 - 06.45 Lari sekaligus menjelajah hutan dalam berbagai medan.


06.45 - 07.45 Kultivasi di halaman depan mansion.


07.45 - 08.00 Mandi dan sarapan.


08.00 - 09.45 Berkumpul di halaman belakang mansion dan latihan rintangan + beban.


5 menit setelah latihan untuk istirahat.


09.50 - 11.20 Latihan dengan senjata.


11.20 - 11.45 Berendam bersama.


11.45 - 12.00 Ganti baju dan makan siang.


12.00 - 14.00 Jam bebas.


14.00 - 18.00 Belajar berbagai mata pelajaran.


18.00 - 18.15 Makan malam.


18.15 - 20.00 Jam bebas.


20.00 tidur.


Schedule dilaksanakan mulai besok.


~oOo~


Di ruang tengah


Jam bebas setelah makan malam


"Hah?!!! busyett... jadwalnya gini amat," protes Dika yang melihat schedule di holo denah.


"Eh gilak ye, masa iya kita kudu lari jelajahin hutan neraka itu," sahut Lyra yang ikutan protes.


"Astaga... nona terlalu kompeten ya," gumam Kei dan Farel bersahutan.


"Nasib.. nasib. Sudah nasib agak sulit untuk diubah," gumam anggota Guardian dan Forte special + nona dan tuan muda bersamaan.


"Hihihi," sedangkan Nala malah terkikik sendiri mendengarnya, bahkan Lin, Yi, Er, San dan Si juga menahan tawa.


Sekian dari Author


Bersambung...


~oOo~

__ADS_1


Eum... sekian dulu ya readers, sorry kalo lama hehe😁


__ADS_2