
Untuk eps sebelumnya, ada Author ganti yaitu perkataan Nesya tentang kartu AS mereka, jadi kartu AS yang baru dikeluarkan ada 3 sedangkan kartu AS mereka ada 5. Understand? sorry lama soalnya ganti apk pake noveltoon trus draftnya kehapus padahal dah disalin-_ ya udahlah. Bubur ga bakal balik lagi jadi nasi, terima nasib ketik ulang😔.
Next lah!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
{ Part 1 : Berlanjut }
Nesya masih menatap serius monitor di depannya, dia memperhatikan setiap pergerakan yang dilakukan musuh, beda dengan hal nya Nesya, yang lain tampak menatap musuh dengan tatapan mengerikan seolah olah musuh itu adalah buruan mereka.
Entah memang kebetulan atau apa mereka mengutuk para penyerang ini dengan kata-kata hampir sama.
'Semoga saja kalian mati dengan cara paling tragis supaya aku puas melihatnya!.'
Feter sendiri tampak gelisah, hal itu mengundang rasa penasaran teman-temannya, pasalnya Feter tampak berkeringat dingin dan gemetar.
"What's wrong, Feter?," pertanyaan itu berasal dari Nesya.
"Aku... aku merasakan ada firasat buruk yang begitu mengerikan."
Jawaban Feter membuat teman-temannya makin kebingungan, dahi Nesya sampai mengkerut mendengarnya. Firasat buruk yang mengerikan? apa jangan-jangan akan ada kejadian mengerikan?.
Disela pemikiran mereka sebuah ledakan terdengar cukup keras sampai membuat sebagian dari mereka terjungkal akibat terkejut. Lav sendiri langsung keluar dari ruang dimensi Nesya, dia menatap Nesya penuh kekhawatiran apalagi di wajahnya tampak sekali ketakutan terhadap sesuatu dan juga ada bulir-bulir keringat di kening Lav.
"Ada apa, Lav?," tanya Nesya kebingungan.
Disaat bersamaan Candy dan An ye keluar dari dimensi Dominiq, mereka juga menampilkan raut wajah yang ga beda jauh dengan Lav. Nesya makin kebingungan, apalagi Leon dan yang lain. Sikap mereka berempat –Feter, Lav, An ye dan Candy– membuat kesan tersendiri bagi mereka yang melihatnya.
"Kalian ini... kenapa?."
Pertanyaan itu berasal dari mulut Vyone dengan raut wajah kebingungan. Lav menarik narik tangan Nesya lalu duduk di pangkuan Nesya, jelas sekali tubuh kecil Lav gemetar hebat apalagi Candy saat dia naik ke pangkuan Leon dan An ye saat menggenggam tangan tuannya.
"Hoi.. kalian ini kenapa?," tanya Dika makin bingung.
"Master.... ada yang mengacaukan batasan dimensi..."
lirihan Lav membuat Nesya menengang di tempat apalagi Leon dan Arya yang duduk ga jauh dari kursi Nesya, Nesya langsung mencoba menenangkan Lav. Lav pun meminta tolong Nesya untuk memerintahkan sistem IT di Thick Mist Island mencari seseorang bernama Falon.
"Siapa itu Falon?."
Vier pun angkat bicara setelah sekian lama diam memperhatikan layar hologram.
"Kami bertiga akan menjelaskannya, untuk nona Vyone pasti sudah tau bukan jika dunia ini bukan hanya terdiri dari alam semesta ini saja?."
"Ya, aku tau. Ini adalah dunia paralel yang memiliki banyak dimensi lain sehingga ga bisa dianggap remeh."
Mendengar jawaban Vyone, An ye menghela napas pelan. Dia meminta untuk mematikan komunikasi sejenak dengan yang lain, menyalakan mode kedap suara tanpa mematikan layar monitor yang menunjukkan keadaan luar markas. Saat ini keadaan berubah serius. An ye mulai menjelaskan apa yang dia ketahui tentang orang bernama Falon ini.
Falon adalah nama seseorang yang terlempar ke dimensi lain, saat itu pula dia memikirkan cara untuk kembali ke dimensi asalnya. Dia hidup kembali di dimensi Brilea, dia pun berniat menjelajahi berbagai planet di dimensi Brilea namun kekuatannya saat itu belum mencukupi sehingga dia mengumpulkan orang dengan kekuatan luar biasa.
Mereka membentuk kelompok bernama Soul Blood atau jiwa darah, disinilah alasan kenapa ujian petualang makin sulit di dimensi Brilea. Nyonya Lea sudah mengetahui tentang ini tapi dia tak bisa menghapus keberadaan orang-orang itu.
Gusion dan Arsene sudah memperkirakan mereka –soul blood– akan menyerang tempat dimana nyonya Lea tinggal, hal ini sudah tersebar ke seluruh penjaga ruang dimensi pribadi.
"Tunggu tunggu! jadi ruang dimensi pribadi itu ada berapa? apa mudah untuk mendapatkannya sehingga kalian ada sangat banyak?."
Pertanyaan masuk akal Vyone membuat Candy, Lav dan An ye tersenyum kecut.
"Nona, ruang dimensi pribadi hanya ada sekitar 50 an di seluruh dimensi paralel alam semesta."
An ye menjelaskan kalau dimensi Lux atau ruang dimensi pribadi milik Nesya, dimensi Dominiq milik Leon adalah salah dua dari 5 ruang dimensi pribadi terbaik dan terkuat di seluruh jagat raya.
"Lalu jumlah minimal ruang dimensi pribadi di setiap dimensi berapa?."
Pertanyaan masuk akal Lyra membuat An ye berpikir.
"Jumlah minimal di setiap dimensi 1-2 ruang dimensi pribadi. Tapi sepertinya ruang dimensi pribadi ditambahkan lagi deh jadi sekitar 100 an," celetuk Lav membuat An ye teringat berita itu.
"Kalau begitu kita harus pergi ke pusat alam semesta di dunia atas? huh.. pasti akan ramai lebih dari biasanya," keluh Candy.
"Candy..."
An ye menegur Candy dengan tatapan tajamnya, Candy pun meneguk ludahnya kasar dan menunduk.
"Sudah sudah, kita kesampingkan itu. Sekarang masalahnya ada dimana?," tanya Nesya menyudahi pertengkaran Candy dan An ye.
"Sebenernya ga ada masalah serius sih hehe.."
Gubrakk!
Ucapan Candy sukses membuat Dika, Lyra, Vyone, Vier dan Arya terjungkal dari kursi mereka sedangkan Nesya, Leon dan Feter tersenyum kecut sambil menepuk pelan dahi mereka.
Nesya menekan suatu tombol di bawah meja, sebuah kursi perlahan muncul dari bawah meja, An ye duduk di kursi itu diantara Nesya dan Leon.
Kembali ke situasi di luar
Selama Nesya dkk bicara serius di NeoRoom, situasi diluar memburuk. Sebagian kecil gerbang retak, hingga membuat 'mimpi' langsung bertindak sementara Nesya dkk rapat dadakan.
Setelah percakapan berakhir barulah Nesya dkk terkejut melihat gerbang utama mereka retak. Nesya sendiri mengernyit melihatnya, kalau saja dia bisa dia pasti sudah tertawa terbahak bahak tapi itu malah akan membuat rencananya hancur dan dia dianggap aneh.
Sebenernya sih Nesya emang dianggap aneh sama sebagian besar anggota organisasi.
~oOo~
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
~oOo~
{ Part 2 : Mengulur waktu }
Dor
Dor
Dor
Bam!
Dhuar!!
Keadaan benar-benar kacau saat ini, bagaimana tidak kacau? mereka bahkan saling meledakkan dengan bazoka. Tak berselang lama gerombolan tank memasuki peperangan, yang lain menatap tank dengan datar, sangat datar. Wajar dong sebuah mafia memiliki tank...? apalagi mafia besar dan kuat, yang membuat ekspresi mereka datar adalah tank itu menjadi kartu AS di aliansi merepotkan ini.
"Tank menjadi kartu AS? yang benar saja..!," komen salah satu junior yang tersisa.
Junior TBB hanya tersisa sedikit, itu pun harus berjuang mati-matian untuk bertahan.
Blar!
Tembakan dari tank itu ga bisa diremehin, hal itu tentu membuat para anggota mengeluh. Nesya memutar bola matanya malas.
"Mimpi, perintahkan agen F3 untuk tetap disana. Biarkan permainan ini terus berlanjut."
'Perintah telah terkirim.'
"Siapa sih agen F3?," tanya Vyone.
"Kevo lu," jawab Nesya membuat Vyone cemberut.
1 menit
2 menit
3 menit
Sekelompok pasukan yang dilansir adalah pasukan elit aliansi ini menjadi sorotan semua orang, mereka mengenakan pelindung lengkap seperti rompi anti peluru, helm yang biasa dipake tentara, senjata ber-damage gede dan beberapa hal yang membuat anggota TBB tercengang.
Salah satunya adalah gadis bertopeng berusia sekitar Nesya yang terlihat sangat familiar, tanpa kontak atau apapun semua anggota kecuali Nesya berteriak kaget.
"FAREL?!!."
"NONA FAREL?!!!."
Tentu tatapan semua orang menjadi horor, Nesya sendiri memasang smirk dalam benaknya. Lav yang merasakan bahaya dari Nesya langsung merinding ketakutan, dia pun menatap Farel horor.
"Kok.....?."
Semuanya speechless melihat Farel yang ada disana. Tapi semua itu salah, orang dibalik topeng itu bukanlah Farel.
"Itu bukan Farel, topeng Farel memiliki ciri khas berbeda bukan seperti itu," ujar Leon membuat mereka bernapas lega.
Pasalnya kekuatan Farel begitu besar, apabila dia berkhianat maka kemungkinan mereka akan terpuruk. Nesya mengernyit.
"Nadia.. kah...? masa iya sih?."
Gumaman Nesya membuat mereka tersentak, Nadia?!! bercanda! dia kan ada di Thailand, kok bisa??. Sekali lagi Nesya memasang smirk di benaknya. Kelompok elit itu mulai menyerang, menyisakan gadis bertopeng dan pria muda berusia sekitar 15 tahun yang berdiri di sampingnya.
"Apa iya dia Nadia? ga mungkin lahk," gumam Vyone membuat yang lain terpikirkan masalah itu.
'Perintah telah dikirim, menaikkan perlindungan sebanyak 5%. Clear.'
"Hei.. kenapa kau memberitahu mereka kalau itu bukan Farel?."
"Lha terus?."
"Biarin aja mereka panik, kan seru."
Seketika semua yang mendengar ucapan Nesya menjadi sweatdrop, ternyata... Nesya benar-benar mengerikan. Lav sendiri merinding mendengarnya.
'Anak ini... ga tau tempat bercanda ya?.'
Suara batin Tianlong yang sembunyi di kegelapan membuat Nesya merinding, dia yakin instingnya ga salah. Ada yang memperhatikan nya! dan itu adalah Tianlong.
'Jangan-jangan kak Gu yang lagi merhatiin aku? masa si? ah, bodo amat,' batin Nesya.
Sementara Gusion : Haciuu! apa-apaan?
Perang kembali berlanjut sampai...
'Nona! kami tak dapat bertahan lagi! tolong biarkan kami melakukan itu.'
Ucapan Ken membuat yang lain kecuali Nesya mengernyit. Nesya tak menjawab, dia menghitung dalam hati.
'8... 9... 10.'
Akhhh!
Teriakan kesakitan itu dari anggota Forte special, mereka gugur membuat semangat juang musuh melonjak drastis dan semangat juang pasukan sendiri menyentuh tanah (maybe).
"Ga mungkin..! Forte special kalah?! astaga!!."
Lyra berseru saking terkejut nya. Keadaan makin memburuk.
Blar
Blar
Duar!
"😏," respon Nesya begitu mendengar ledakan beruntun dari luar markas.
Tak berhenti sampai disana, ledakkan kecil tapi ber-damage besar terus terjadi sampai 20 menit kemudian.
Bzzzt...
'Kami tidak terlambat kan? nona..?.'
"Crystal!."
Kini mereka dapat bernapas lega, setidaknya Guardian telah datang.
"Crystal, kau dan anggota Guardian bisa memancing musuh mengeluarkan kartu AS mereka?," tanya Nesya.
'Tentu kami bisa nona... bzzzt..'
"Ini perintahku, pancing mereka untuk mengeluarkan kartu AS tapi sisakan para pemimpin mereka terutama remaja pria itu dan gadis bertopeng."
'Bzzt.. bzzt.. dimengerti, nona! bzzzt.'
Blar
Blar
Keadaan berbalik, kini TBB memimpin. Nesya tertawa jahat hingga dipandang aneh oleh teman-temannya sendiri. Tawa Nesya seketika lenyap begitu dia merasa bahaya besar, ya! Nesya dkk ditambah Candy, Lav dan An ye merasa merinding.
Tiba-tiba langit menjadi gelap, gelap pekat tapi itu hanya berlaku di sekitar markas TBB. Kejadian itu benar-benar diluar dugaan.
~oOo~
__ADS_1
.
.
.
.
.
~oOo~
{ Part 3 : Gangguan }
"I ini.... p p perasaan ini..."
Lav gemetar dan kembali ke dimensi Lux, An ye dan Candy juga sama. Nesya dkk yang memiliki insting tajam merasakan bahaya besar yang benar-benar mengerikan.
Gleg
Kini mereka menelan ludah kasar, walaupun langit menggelap tapi semua orang dapat melihat dengan jelas. Dari bagian luar markas TBB, tak ada yang bisa melihat ke dalam sana karena markas TBB seolah olah di tutupi kubah hitam pekat.
Perlahan sebuah lubang raksasa muncul tepat di atas lapangan yang penuh barang rongsok dan darah.
Bam!
Guncangan tak biasa itu membuat Nesya berdiri dan meraih katananya lalu pergi ke gerbang diikuti yang lain, semua anggota membungkuk 45° saat Nesya dkk melewati mereka, sebagian dari mereka sudah siaga dengan senjata masing-masing di luar mansion. Doni, Satya dan Dean juga merasakan bahaya dan langsung menyusul Nesya serta yang lain.
Nesya berlalu dengan wajah yang tampak sedikit tegang, dia hampir tak merespon salam hormat para anggota membuat anggota nya sendiri merinding dan gemetar, takut Nesya marah.
'Ini... aura kakak, tapi.. kenapa hawa membunuh kakak lebih pekat dari biasanya? dan lagi ada aura lain,' batin Nesya kebingungan.
Wush
Tap
Tap
Tap
Tanpa menghiraukan kawan-kawannya Nesya langsung melesat dan berlari lewat atap rumah-rumah yang memang ada di dalam markas TBB. Leon, Arya dan yang lain dengan cepat menyusulnya walaupun sebagian lewat jalur bawah (lari biasa tapi kecepatannya ga biasa:v).
Baut di rahang Nesya nyaris lepas begitu melihat sesosok mahluk mengerikan yang seukuran raksasa. Tubuhnya gempal dengan perut buncit, berkulit putih pucat sepucat mayat, memiliki 5 mata, punya 10 tangan (masing-masing 5 di kanan dan kiri).
Bertubuh tinggi setinggi raksasa, mungkin setinggi 4 lantai. Mata isinya pupil semua ga ada yang warna putihnya itu namanya apa Author lupa. Kaki dah kek kuda, punya banyak luka di tangan kiri. Gemulai banget kek ga ada tulang, dan yang jelas bau kaya kaus kaki yang ga di cuci selama 1 tahun dan di simpen mulu di dalem tas.
"He??."
Hoeeekk
Dika, Vyone, Lyra, Arya dan banyak anggota TBB lain muntah begitu mencium bau nya yang begitu menyengat. Sedangkan sisanya masih bisa bertahan termasuk Nesya yang memasang wajah kusam.
"Lo gapapa ra? balik ke mansion aja yuk kalo ga kuat," ujar Satya sembari berjongkok di sebelah Lyra yang sedang muntah.
"Em..."
Wajah Lyra memucat membuat Satya gelagapan sendiri, sama seperti Lyra, Vyone, Arya dan Dika juga sama pucatnya.
"Nes, gue, Dean, Lyra, Vyone, Dika sama Arya balik mansion dulu yak. Kasian mereka pucet tuh mukanya," ujar Satya membuat Nesya dan yang lain memfokuskan pandangan ke orang yang disebutkan Satya.
"Ya, pulanglah. Yang disini bisa diatur," ujar Nesya.
"Ti ati nes...," lirih Lyra sambil hampir pingsan membuat Satya menggendong Lyra (tanpa paksaan).
"Hn..."
Disisi lain mahluk besar dan mengerikan itu melawan 2 sosok manusia yang dikenali Leon, Feter dan Nesya. Gusion dan nyonya Lea (pemilik dimensi Brilea).
"Apa jangan-jangan, batasan itu dari dimensi Brilea?," lirih Nesya.
Hooeeekkk
Suara itu mengejutkan Feter, Nesya, Leon dan Doni. Suara Vier yang terdengar sedang muntah membuat Nesya terkejut.
"Vier, lo sakit hah?! kenapa ikut kesini?!!," tanya Nesya nampak khawatir.
Yang paling jarang sakit itu Vier tapi sekalinya sakit bisa lumayan parah, saat Nesya mengecek suhu tubuh Vier, Nesya merasa kalau Vier demam tinggi.
"Aduh.. lo kok ga bilang kalo demam yer, Ier? ier!! ASTAGA!! KOK PAKE PINGSAN SIH?!!," seru Nesya terkejut.
Leon menarik tubuh Nesya yang melemas, sedangkan Doni langsung mengangkat dan menggendong tubuh Vier yang pingsan. Doni, Vier dan Feter yang juga pucet pun pergi menyusul yang lain ke mansion.
Blar!
Jangan lupakan situasi mengerikan di depan Nesya dan Leon, mereka hampir saja di tepuk seperti lalat oleh tangan monster itu, monster yang menjengkelkan, menjijikan dan mengerikan.
"Huh.. hampir saja," gumam Leon sedikit lega sembari tetap memegang tubuh Nesya.
"Aduh.. maafkan aku Leon. Maaf merepotkanmu..," lirih Nesya merasa bersalah.
"Nanti saja masalah itu, kita bantu nyonya Lea dan kak Gu dulu," balas Leon.
Nesya dan Leon memasang kuda-kuda mereka, mereka juga sudah menyiapkan senjata. Secara bersamaan Nesya dan Leon melesat guna membantu melenyapkan monster itu.
Momentum perang kembali tercipta, hening terjadi selama 4 expert turun tangan menghabisi monster gila, sebut saja begitu.
Srakk
Gusion dan Nesya yang menggunakan senjata berupa katana yang begitu tajam, Leon dengan sabit besarnya dan Lea (nyonya Lea) dengan belati.
Nesya dan Leon sudah melepas jubah mereka, mereka berdua membantu Gusion dan Lea yang tampak penuh luka. Serangan pembuka dari Nesya yang menyayat bagian kaki belakang monster gila, walaupun ga berdamage besar tapi itu cukup membuat monster gila ini mengerang.
Ditambah serangan Leon yang menebas 2 kaki bagian depan secara terus menerus, jadilah monster gila ini kehilangan 2 kaki depannya.
Brughh
Goncangan terjadi saat monster itu jatuh berlutut dan mengerang kesakitan, Kini Nesya, Lea, Leon dan Gusion sedang dalam mode serius. Entah apa yang membuat Nesya kesal, tapi dia terus menyerang bagian vital di monster.
Ulu hati : Srak
Jleb
Arrggh
Bagian tubuh lain : Srakkk
Crat (darah)
Jantung : Prangg
"😳😲," respon semua orang kecuali Nesya.
"Cih.. jantungnya punya barier khusus ya?," decak Nesya kesal.
"Dan resistensi pada senjata tajam," balas Gusion dengan raut wajah masam.
"Ck, badan dah segede gedung napa tu jantung punya barier segala, nyusahin aja," decak Leon tak kalah kesal.
Bersambung....
~oOo~
Catatan :
Author minta maaf karena up nya lama🙏🙏, soalnya Author lagi nge-blank, suer dah✌. Author tuh orangnya semangat kalo dapet ide bagus buat novel gini, jadi Author harap para readers bisa gabung di gc author.
Buat apa sih GC (Grup chat) di noveltoon/mangatoon? itu sebenernya ada fungsi lainnya sih, selain bisa nambah komunikasi kita juga bisa nambah ilmu:v. Yah... kira-kira gitu deh, Author juga berharap anggota di GC Author bisa aktif semua (walaupun kecampur sama orang Vietnam sih, sekalian belajar gapapa lahk hehe).
Author juga kasihan sih sama readers yang kecapean baca setiap eps karena panjang:) maapp, abisnya Author dah netapin 2000 kata per eps. Yah.. tapi kalo mau dirubah juga boleh kok.
-Per eps 500-1000 kata
-Per eps 1000-2000 kata
__ADS_1
Atau mau 10.000 kata per eps? ga deng canda✌ nanti readers berkurang😔(NOOOO, PLEASE😫). Like setiap eps ya guys (ga maksa:v), tinggalin comment kalo bisa, jadiin favorite hehe. Masuk gc Author juga boleh 😘💖😊. Bye bye