My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Eps 73 : Caper ni yee


__ADS_3

Keesokkan paginya


Pukul 04.00 dini hari


"Hoaam..."


Nesya baru saja terbangun tidur nya, dia berjalan ke kamar mandi dengan langkah gontai, Nesya mencuci wajahnya lalu berganti pakaian. Nesya pun memulai aktifitas paginya seusai bangun tidur, olahraga. Itulah yang Nesya lakukan saat ini.


Beberapa menit kemudian


Tok tok tok


"Nesya? Nesya aku masuk ya?," suara seseorang terdengar di luar pintu, Nesya tak menggubrisnya dan memilih fokus pada olahraga pagi harinya.


Cklek


Pintu kamar Nesya yang sengaja ga dikunci pun terbuka, menampilkan sosok tubuh pria remaja yang telanjang dada dengan wajah yang begitu tampan, tubuh atletis yang di dambakan banyak orang, badan tegap dan jangan lupakan bentuk kotak² kecil di perutnya menjadi nilai plus di mata kaum hawa.


"Oh.. lagi olahraga toh," ujarnya yang tak lain adalah Leon.


"Ja.. ngan gang.. gu uh.. 397... 398... 399... 400! hah.. hah," Nesya terengah-engah lalu dengan cepat duduk di lantai.


"Capek neng? ini abang bawain minum," goda Leon sambil memberikan air mineral pada Nesya yang sedang beralih duduk.


"Haha... lucu nya..," kesal Nesya dengan tawa garing.


"Latihanmu mengerikan tau," celetuk Leon sambil ikut duduk di sebelah Nesya.


"Kamu mau ngapain?," tanya Nesya sambil minum.


"Emang kalo aku kesini salah ya?," tanya Leon balik.


"Engga cuman maksudnya kamu ngapain ga pake baju?," ralat Nesya.


"Oh... aku baru selesai olahraga, oh iya. Mau yoga?," tawar Leon.


"Boleh tuh."


Nesya berdiri dan mengambil tikar yang biasa buat yoga, dimulai dari gerakan pemanasan sampai gerakan yang menggunakan keseimbangan dan kekuatan seperti berpasangan.


~oOo~


Disisi lain


Rossie terbangun dari tidurnya, dia duduk dan meregangkan tubuh, terasa sedikit nyeri di luka nya karna belum sembuh total, dia terkejut melihat Satya dan Lyra yang tidur di sofa, tindih tindihan hihi.


"Astaga... anak² jaman sekarang, ga tau tempat," gumam Rossie lalu dengan cepat mengambil ponselnya.


Ckrek


Rossie dengan jahil mengambil beberapa foto tanpa disadari Satya ataupun Lyra, saat sedang melihat lihat foto Rossie dikejutkan dengan bercak keunguan di leher putih Lyra yang tak tertutup rambut.


"Apa yang mereka lakukan semalam?," gumam Rossie.


✌Flashback on✌


Pukul 21.00 malam


Kamar presidental suite khusus milik Rossie


Lyra sama Satya lagi nonton TV, eh salah! maksudnya Lyra main hp dan Satya nonton TV, kalo Rossie udah tidur, Satya pun mematikan TV lalu beralih menatap Lyra yang lagi maen hp.


"Ra."


"Hmm.."


"Liat sini."


Lyra pun menoleh ke arah Satya sambil menjauhkan ponselnya.


Cup


Satya langsung nyosor gitu aja-_, Lyra terkejut dan memberontak tak lama cium4n itu makin panas, Satya menahan tengkuk Lyra guna memperdalam cium4nnya, astaga...! Satya bahkan tak peduli dimana mereka saat ini! dasar! otak mesum!!.


"Em..! lepas!," ujar Lyra dengan napas tak teratur karna sedari tadi memberontak.


"Ada apa?," tanya Satya sedikit kecewa.


"Kita lagi ada di RS! bukan dirumah! lo ga bisa seenaknya nyosor!," kesal Lyra dengan nada pelan supaya tak membangunkan Rossie.


"Tapi gue pengen elo sekarang."


Seusai mengatakan itu Satya kembali mengulang kegiatan panas tadi, Lyra diam tak merespon tapi apa boleh buat, Satya jauh lebih kuat, pintar dan menggairahkan sehingga Lyra ikut terbuai.


Air liur mereka mulai menetes karna cium4n yang tak kunjung selesai itu, ah.. ada² saja mereka ini, bener² ga tau tempat. Tangan Satya menyusup ke dalam pakaian Lyra membuat Lyra menahan desahannya mati²an.


'Ah~ sial*n! aku hampir selalu kalah dengan Satya ahh~ tahan Lyra tahan!,' batin Lyra yang makin mel4mat kasar bibir Satya.


'Haha.. lanjutkan sayang, bibirmu selalu membuatku kecanduan,' batin Satya dengan senyum kemenangan.


Lyra melepaskan pagutan mereka dan menatap Satya lekat sembari mengatur napas.


"Jangan.. disini.. ini RS, ga bisa sembarangan nyosor tau! udah ya?," bujuk Lyra dengan wajah memerah tapi menggemaskan di mata Satya.


Satya menaikkan alis sebelahnya dan menyerang leher Lyra, Lyra yang sudah terbaring di sofa dengan Satya di atasnya tak bisa melakukan apapun selain... menahan desahannya (?).


Satya membuat mahakarya di leher Lyra, cukup banyak, tapi Lyra ga sadar.


"Eughh..," lenguhan nikmat berhasil lolos dari Lyra saat Satya kembali memainkan tangannya.


"Kenapa ga nge-desah saja sekalian?," tanya Satya.


"Gak! nanti mommy bangun!," jawab Lyra lirih.


"Baiklah², kita sudahi ini," balas Satya sambil menarik Lyra.


Dia mengubah posisinya berada di bawah dengan Lyra yang berada di atas tubuhnya.


Cup


Satya mengecup kening Lyra cukup lama lalu mengatakan.


"Good night, aku ga akan nyentuh kamu malam ini kecuali kalo kamu ijinin aku."


Kalo Satya udah bilang aku-kamu maka artinya dia akan menepatinya, Lyra tersenyum, tak lama mereka pun terbawa ke alam mimpi.


✌Flashback off✌


~oOo~


09.00 pagi


Jam besuk sudah dibuka, jadi Nesya dan yang lain bisa dateng ke CHU Estaing, mereka menggunakan pakaian casual yang harganya gak main², yah... begitulah kehidupan orang kaya, ada manisnya juga ada pahitnya.


Lyra udah selesai mandi dan sekarang lagi ngobrol sama Rossie, pintu kamar Rossie pun di ketuk, Rossie mempersilahkan mereka masuk, Nesya dkk pun masuk.


"Hallo tante," sapa Vyone dengan senyuman nya.


"Hallo juga," balas Rossie ramah.


"Oh ya mommy, kenalin mereka semua temen² nya Lyra sama Satya. Ini namanya Nesya, Leon, Dika, Vyone, Feter, Vier dan untuk Dean mommy udah kenal kan?," ujar Lyra memperkenalkan teman²nya.


"Iya, mommy udah kenal kok. Oh iya kalian panggil nya mommy aja ya," balas Rossie.


"Loh? ga usah tante, panggilan mommy itu biar Lyra aja. Kita panggil mamanya Satya mami aja. Jadi mami Rossie, ok," celetuk Dika.


"Haha... ada² saja kalian ini, baiklah mami mau masakin kalian makanan. Mau?," tawar Rossie.


"Aduh mommy, mommy kan masih sakit. Jadi disini aja," cegah Lyra.


"Ekhem! ekhem! yang udah deket sama calon mertua, yang disini ga di perhatiin," sindir Vyone.

__ADS_1


"Apaan sih! (blush)," Lyra memalingkan wajahnya lantaran malu.


"Yah.. dia nge-blush," ejek Arya.


"Huh.."


"Hahaha..."


Tawa pecah di ruangan itu, Rossie merasa senang karna berkat anaknya dia dikelilingi anak² yang imut dan lucu seperti mereka.


"Ma, tante Vivian nelpon nih,"


Panggil Satya yang baru keluar dari kamar mandi, semua orang mengalihkan pandangannya ke arah Satya.


"Loh? ada kalian juga toh," gumam Satya begitu sadar ada kawan² nya.


"Nih ma."


Satya memberikan ponselnya karna Rossie sempat ganti nomor jadi Vivian, sahabatnya Rossie, mamanya Doni.


"📱Hallo...."


Rossie pun menelpon, yang lain pada duduk di sofa sambil nonton TV dan nunggu Rossie selesai nelpon.


"Wih... nempel terus, sampe mamp*s!," sindir Dean datar.


Yang lain pun memandangi Dean lalu Dean menujuk Satya dan Lyra dengan dagunya, mereka berbondong bondong mengejek, menyindir dan menggoda Lyra dan Satya sampai mereka berdua nge-blush sendiri, maksudnya Lyra yang nge-blush kalo Satya hanya terkekeh.


~oOo~


Mereka akhirnya ga jadi tahun baruan di Jepang, jadinya di Prancis, makanya Satya bawa mereka keliling Prancis walau ga semuanya.


Kita SKIP aja ya soalnya Author bingung mau nambahin apa


Hari ini sudah seminggu sejak masuk sekolah, Nesya dkk mengubah gudang tua jadi markas mereka, disana ada alat musik, almari yang isinya senjata tapi almari itu dikunci dan ga bakal bisa di rusak, yang megang kuncinya Nesya dkk trus demi keamanan mereka pake kecocokan retina, suara dan sidik jari (ribet njer).


Saat ini mereka lagi makan di kantin bareng anak kelas lain, yah... seperti biasa ga ada yang berani ngusik Nesya dkk apalagi Leon, Arya, Dika dan Feter yang tetep kepilih jadi OSIS, dan Leon sama Rara jadi ketua dan wakil OSIS.


Rara itu cewe kelas 7 yang jadi fans beratnya Leon dkk, untuk Nesya, Vyone, Vier dan Lyra? mereka pernah di tawarin jadi OSIS tapi ditolak mentah², kalo Leon dkk emang disuruh Nesya jadi mereka ga ngebantah.


"Oi Nes," panggil Vyone di sela acara makannya.


"Hm?," gumam Nesya karna saat ini dia masih ngunyah.


"Lo twau Rwara gwa? (lo tau Rara ga?)," Vyone sambil ngunyah sih jadi ngomong nya ga jelas.


"Tau, kenapa emang?," tanya Nesya.


"Gleg.. dia caper njiirr..," jawab Vyone setelah menelan baksonya.


"Lah terus?," tanya Nesya ga ngerti.


"Aewlah, muaksud gwue itu dwia cuapernya ke swi Leon (Aelah, maksud gue itu dia capernya ke si Leon)," lagi² Vyone menjawab sambil ngunyah bakso.


"Caper gimana?," sahut Lyra yang penasaran.


"Lu makan dulu sampe abis baru ngomong lagi, keselek trus matek baru tau rasa," celetuk Vier yang ga dalam mode datar.


"Gleg.. njay, lu doain gue mati?," kesal Vyone.


"Tuh nyadar," balas Vier acuh.


"Lu..."


"Udah², jawab pertanyaan gue tadi," ujar Lyra menengahi.


"Jadi gini, gue kan kemarin piket trus pulang terakhir tuh, gue juga ada yang ketinggalan di markas 3. Trus kemaren gue liat Rara ambil fotonya Leon sama yang lain waktu lagi ngehukum murid yang ngelanggar peraturan."


PS : Nesya dkk memiliki beberapa markas jadi di hitung markas 1,2 dan 3 dan lainnya.


"Trus besoknya dia beliin makanan buat Leon tapi jelas Leon tolak karna waktu itu lo bekalin mereka makan, jadi ceritanya Rara tuh ga seneng kalo deket² ama Leon ato yang lain. Waktu dia tau kita semua tinggal serumah, dia syok sampe hampir pingsan njerr.. haha.. gue liat dia ada UKS waktu itu."


Vyone sukses tertawa mengingat kelucuan wakil OSIS Rara, Lyra, Nesya dan Vier juga ikut tertawa.


Lagi² ucapan Lyra mengundang tawa teman²nya, yang lain hanya acuh karna ga mau ke neraka atau yang paling ringan kena bogem mentah.


"Lagi ketawain apa sih neng?," tanya Satya yang tiba² muncul dan langsung duduk di kursi kosong deket meja mereka.


"Kaga ada, urusan perempuan," jawab Lyra ketus.


"😑," respon Vier, Vyone, Nesya dan Satya jangan lupakan Dean yang ikut duduk di sebelah Vier.


"Mulai dah... udah deh pada pergi aja kalo mau bucinan," celetuk Vyone sebal.


"Anjay... bgst kali kalian," balas Lyra datar.


"Dih😒," balas yang lain kecuali Satya.


"Dah yok pergi, kalian kalo mau bucin. Sana bucin sepuasanya," ujar Vyone kesal sambil berdiri dan menarik tangan Dean.


"Tapi gue belum makan," balas Dean lesu.


"Gue masakin," balas Vyone begitu saja, Dean pun kembali ke mode biasa padahal aslinya seneng pake banget.


"Heh! tungguin gue!," seru Lyra yang ditinggalin temen²nya.


Mereka pun ke markas.


Di markas 3


Author ga ada fotonya jadilah gini.


Markas itu di desain khusus oleh Nesya, ada ruangan rahasianya dan ruangan ini mutlak milik Nesya dkk, di dalemnya ada piano, dapur mini dengan kompor listrik dan kulkas kecil, sofa empuk dan mejanya, almari dan ada juga ruang rahasia.


"Gue masakin makanan buat Dean dulu ya," ujar Vyone.


"Eh ga usah, kita pesen pizza aja," usul Vier dengan wajah berbinar.


"Boleh tuh!," balas Dean dengan senyumannya.


"Ok, gue pesen pizza nya, kita tinggal tunggu aja," ujar Vyone sambil mengambil ponsel yang sengaja ada di markas itu.


"Ga usah, ke B'B aja trus kirim pake drone khusus, itung² ramein resto," balas Nesya.


"Emang B'B bisa buat pizza?," tanya Satya yang dari tadi diem.


"Bisa," jawab Nesya, Lyra, Vier dan Vyone bersamaan.


"Sebenernya sih bukan di mansionnya cuman ada sekitar 12 anggota senior yang keluar dan milih buka resto pizza bareng, walaupun kaya gitu mereka juga jadi koneksi TBB jadi ga masalah. Trus mereka tuh bikin drone biar bisa ngirim pizza dan makanan lainnya dengan cepat," jelas Nesya membuat yang lain ber-Oh-ria.


"Kalian lanjutin aja, gue mau main piano," lanjut Nesya.


"Eh eh biar gue aja," cegah Satya.


"Hem... mulai dah," gumam Vyone.


Nesya pun kembali duduk dan Satya menarik Lyra ke arah piano, Satya mulai memainkan sebuah lagu diiringi harmoni yang dihasilkan piano, yang lain hanya mendengarkan dari sofa.


"I found a love for me


Darling, just dive right in


And follow my lead


Well, I found a girl, beautiful and sweet 


I never knew you were the someone waiting for me


'Cause we were just kids when we fell in love


Not knowing what it was

__ADS_1


I will not give you up this time


Darling, just kiss me slow, your heart is all I own


And in your eyes, you're holding mine


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Barefoot on the grass, we're listenin' to our favorite song


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


But you heard it, darling, you look perfect tonight


Well, I found a woman, stronger than anyone I know


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


I found a love, to carry more than just my secrets


To carry love, to carry children of our own


We are still kids, but we're so in love


Fightin' against all odds


I know we'll be alright this time


Darling, just hold my hand


Be my girl, I'll be your man


I see my future in your eyes


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, listenin' to our favorite song


When I saw you in that dress, looking so beautiful


I don't deserve this, darling, you look perfect tonight


Oh, no, no


Mm


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


Barefoot on the grass, we're listenin' to our favorite song


I have faith in what I see


Now I know I have met an angel in person


And she looks perfect


No, I don't deserve this


You look perfect tonight."


Satya menyanyikan lagu itu dengan baik membuat Lyra tersentuh dan yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah, lagu itu diakhiri kecupan manis si bibir Lyra yang duduk di sebelah Satya.


"Apa²an itu?," tanya Vier pelan.


"Cara romantis minta maaf atau nembak cewe," jawab Dean asal.


"Anjiiirr..."


Vyone dan Vier menggumamkan kata itu secara bersamaan, Nesya hanya bisa tersenyum kecut dan Dean? dia sudah terkekeh sejak tadi.


Ting


Notifikasi dari ponsel yang digunakan Vyone untuk memesan pizza dan coca cola, Vyone melihat isi notifikasi itu.


"Eh gue ambil pizza sama colanya dulu ya," ujar Vyone sambil beranjak berdiri.


"Ga perlu," sahut seseorang yang datang membawa 3 box pizza diikuti temannya yang membawa 2 botol besar coca cola.


Siapa lagi kalo bukan Dika sama Feter, kalo Arya sama Leon mungkin lagi otw.


"Oh... lu berdua," balas Vyone lalu duduk kembali.


"Mari kita makan," celetuk Satya yang baru dateng dengan Lyra di samping nya.


"Lah ini nih pasangan ga ada akhlak, sempet²an kissing di ruangan ini," sindir Nesya pedas.


"Oh ya? ko gue ga tau?," tanya Vyone sedikit terkejut.


"Bukan ga tau tapi ga nyadar," ralat Dean.


"Emangnya lo tau?," tanya Vyone.


"Kita bertiga tau, cuma lo nya aja yang ga sadar," jawab Vier.


"Yeee... bgst kali lah😒," gerutu Vyone.



Bayangin aja ada botol coca colanya dan pizzanya ada 3 box.


Mereka pun saling berbincang sambil makan.


Di luar markas


"Ketua, apa sebaiknya kita mengadakan rapat sekali lagi?," tanya Rara saat di ruang OSIS, waktu itu ada Arya yang lagi liat² berkas, kaya kantoran aja-_.


Leon tampak berpikir, ini tentang ultah sekolah, kira² kami akan mengadakan apa supaya lebih bagus dan di kenang? itu yang dipikirkan Leon.


"Baiklah, atur untuk besok saat istirahat kedua, jam makan siang. Bukankah besok ada jamkos? lantaran guru akan rapat?," jawab Leon dengan beberapa pertanyaan.


"Ya, ketua," respon Rara, dalam hatinya dia sangat senang.


'Hihi... jadi lebih lama deh sama ketua, rasain tuh dasar ganjen (Nesya dkk maksudnya),' batin Rara cekikikan.


Author : Idih... dia aja kali yang ganjen.


"Leon, ke markas yok. Nanti bisa di lanjutin lagi, tadi gue dapet pemberitahuan kalo mereka pada pesen pizza," ujar Arya sambil berdiri.


"Oh ok," respon singkat Leon membuat Arya memutar bola matanya malas.


Mereka pun pergi, Rara yang melihat itu jadi kecewa karna ga bisa sama Leon lebih lama, akhirnya Rara ngikutin Leon sama Arya diam². Mereka pastinya tau akan adanya 'penguntit' ini, cuman geli aja gitu jadi ga di samperin atau di apa²in.


Cklek


Arya membuka pintu markas mereka, di dalam teman²nya asyik mengobrol.


"Anjirr... gue ga dibagi," ujar Arya kesal.


"Elu yang lama," balas Vier yang asyik makan potongan pizza.


Arya dan Leon pun mengambil 1 potongan pizza lalu memakannya, sedangkan Rara? dia lagi nguping di pintu, mereka yang menyadari itu langsung menyindir dengan suara keras.


"Kalian tau ga kalo ada orang yang caper ke Leon di OSIS, dah gitu ga tau tempat pulak." (Vyone)


"Tadi gue ketemu orang caper njer." (Arya)


Masih banyak sindiran pedas untuk Rara, Rara pun langsung merasa kesal dan malu, dia pergi dari sana dengan cepat.


Bersambung...


~oOo~

__ADS_1


Sorry up lama soalnya Author ada pembelajaran online


__ADS_2