My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Eps 76 : Mabuk


__ADS_3

Nesya pun pergi dengan air mata yang terus keluar membuat matanya lelah, dia kadang berfikir, sang pencipta sangat menyayangi nya tapi kenapa derita dan bebannya begitu berat?.


~oOo~


Nesya kembali ke mansion Night Clair, sikapnya dingin dan hanya berbicara singkat, sepanjang perjalanan dia melamun dan tidur. Sampai di mansion pun dia hanya mengangguk tanpa tersenyum sama sekali lalu pergi ke kamarnya.


Malamnya


Semua orang sedang pergi keluar mansion, Nesya mengambil beberapa minuman beralkohol, penampilannya agak kacau saat ini. Para maid hanya bisa melihat dan menghubungi para tuan dan nona muda yang sedang keluar.


Nesya mulai meminum minuman itu dengan cepat, hanya dalam beberapa menit dia sudah menghabiskan beberapa botol alkohol, kesadarannya sendiri mulai memudar. Ini botol ke-9 yang dia minum, saat kesadarannya mulai memudar dia sempat mengambil botol ke-10 sayangnya teman²nya sudah datang dan mengacaukan acara minumnya.


Ah.. keadaannya buruk sekali, Lyra segera menyuruh kakak maid menyingkir kan botol² alkohol itu, Nesya terlanjur mabuk, dia menggumamkan kata maaf berkali kali lalu bernyanyi ga jelas, teman²nya menatapnya bingung, seperti bukan Nesya yang mereka kenal.


Leon berpikir keras, dia membawa Nesya ke kamar mandi supaya Nesya mandi air hangat supaya berkeringat, berharap efek alkohol itu hilang, entah berhasil atau tidak tetapi setidaknya itu membantu.


Saat Leon membawa Nesya ke kamar mandi, yang lain penasaran sampe nguping di pintu kamar mandi hehe😂, kecuali Feter yang dengan santainya meminum teh buatan maid, sedangkan Dean diseret rasa penasaran, Satya? lagi markirin mobil.



Kamar mandinya, anggap aja lagi malem dan abaikan jendelanya.


Didalam sana Leon sedikit kesulitan menghadapi Nesya yang terus²an menggodanya, dia sudah mengunci pintu kamar mandi, meminta maid menyiapkan pakaian ganti dan sekarang? dia harus membuat Nesya berendam air hangat, apalagi saat ini lantai kamar mandi licin? sungguh cobaan kurang ajar.


Bruk!


Karna lantai kamar mandi licin ditambah Nesya ga bisa diem, Leon dan Nesya terjatuh, Leon berada di bawah karna melindungi Nesya.


"Aw... ini lantai keras juga ya," gumam Leon dengan senyum kecut.


Nesya yang berada di bawah pengaruh alkohol mencium dan mel*mat bibir Leon dengan agresif, Leon mencoba menghentikannya tapi bibir Nesya terlalu nikmat untuk di lewatkan.


Author : Mencari kesempatan dalam kesempitan, dasar lelaki


Lav : Huaa... mataku ternodai


Candy : Hihi... nonton BF live lagi nih


An ye : Astaga...


Nesya dan Leon : *sibuk cium4n


Tanpa sadar apa yang mereka lakukan membuat sesuatu terbangun dari tidurnya, dia berdiri dengan gagahnya membuat Leon mengerang, siapa lagi kalo bukan🌚, paham kan itu🌚.


"Shit!," umpat Leon.


Dia kewalahan menahan hasratnya hehe🌚😁, Leon beranjak duduk membuat bok0ng Nesya turun ke bagian vitalnya, Nesya dengan nakalnya terus menggesekkan bok0ngnya di sana membuat Leon tak tahan.


"Hentikan," lirih Leon dengan suara parau nan berat.


Cup


Nesya mengacuhkannya dan kembali mel*mat bibir Leon dengan ganas, Leon menahan tengkuk Nesya membuat cium4n mereka makin dalam, Leon tanpa perasaan merobek pakaian milik Nesya lalu membuka bra yang dikenakannya, dia sendiri tetap menahan tengkuk Nesya sampai suara lenguhan nikmat terdengar jelas.


"Ugh..."


Lenguhan itu membuat orang yang menguping meremang sendiri, Nesya melepas kaus yang dikenakan Leon lalu kembali mel*mat bibirnya, Leon mengangkat tubuh Nesya dan mencampakan pakaiannya, hanya tinggal CD saja yang belum dia campakkan.


Suhu di kamar mandi makin tinggi membuat Nesya dan Leon sedikit berkeringat, Leon mer3mas 2 gundukan yang terpampang jelas di depan matanya, tuhan... cobaan apa yang kau berikan pada Leon? menyakitkan tapi nikmat.


"Ahh~ emmm..."


Desahan Nesya terdengar begitu seksi di telinga Leon, membuat nya makin panas, astogeee... helppp hik.. Nesya... mulai berkeringat, saat itu Leon kembali mendapatkan akal sehatnya, dia membawa Nesya ke bathub, menunggu kesadaran Nesya kembali.


"Ukh..."


"Hei, apa ada yang sakit?," tanya Leon perlahan.


"Ukh... sakitt... aw...," keluh Nesya memegangi kepalanya.


"Tahan saja, nanti kau kan istirahat. Sakitnya juga akan hilang seiring berjalannya waktu," balas Leon sambil membelai lembut kepala Nesya.


"Em..."


Saat itu Nesya membuka matanya dan melihat dia berada di kamar mandi, dengan Leon yang telanjang dada di samping nya.


"A a apa yang k kau lakukan?," tanya Nesya gugup sambil menyembunyikan tubuhnya, dia baru sadar kalau hanya memakai CD.


"Aku sudah melihatnya lhoo," goda Leon.


"Ih..."


Nesya mengingat kembali apa yang terjadi, sebuah ingatan bagai diputar ulang terlintas di otak Nesya, wajah Nesya sudah sangat merah sekarang, dia sangat malu mengingat betapa agresifnya dia.


"😏 tak apa, aku malah senang kau bertindak agresif seperti tadi," bisik Leon membuat Nesya makin malu.


"Leon..."


"Hng?."


"Pakaianmu basah, sudah malam nanti masuk angin," ujar Nesya memperingati.


"😕 jadi?," Leon mengangkat sebelah alisnya.


"....."


Wajah Nesya makin memerah, Leon langsung paham apa yang dia maksud, dia membuka jeansnya dan hanya menyisakan CDnya, Nesya melirik sejenak lalu menutup matanya kuat².


Byurr


Perlahan Leon masuk ke dalam bathub, membuat Nesya menahan napasnya karna benar² malu, sangat malu. Leon memasang smirk lalu tanpa aba² langsung mel*mat bibir Nesya, si empu jelas terkejut dan mematung di tempat.


"Ga usah malu, lagipula kau sudah berani membangunkan singa maka kau harus membuatnya tidur kembali," bisik Leon menggoda membuat Nesya menatap matanya.


Tak ada keraguan, itu yang Nesya lihat di mata Leon walau hanya sejenak tapi dia tau Leon tersiksa saat ini, Nesya memasang smirk lalu mel*mat bibir Leon, lidah mereka saling membelit, tak ada yang mau mengalah. Air liur mereka menetes saking lamanya cium4n itu, Leon melepaskan cium4n nya dan turun ke leher.


Jujur, Leon sangat suka wangi tubuh Nesya, lavender. Menenangkan sekaligus menggairahkan, percaya atau tidak Leon sangat ingin melahap Nesya saat ini, dia ingin memiliki Nesya seutuhnya, baik hati maupun fisik.


"Emmhh..."


Lagi² desahan Nesya terdengar jelas membuat Leon tersenyum kemenangan, Leon benar² menikmati setiap inci kulit mulus Nesya.


~oOo~


Disisi lain


Bruk!!


Saat Leon dan Nesya terjatuh, orang² yang menguping terlonjak kaget lalu menajamkan pendengaran mereka, siapa saja mereka? Lyra, Vyone, Dika, Arya, Dean, Vier dan Satya yang baru dateng, saat itu Feter hanya menikmati tehnya tanpa terganggu orang² dengan rasa penasaran tinggi itu.


"Ugh..."


"Puft....!!."

__ADS_1


Feter sukses menyemburkan air di dalam mulutnya, dia terkejut, sangat terkejut. Orang² yang menguping? mereka meremang dan membayangkan hal🌚, sampai secara tak sadar hasrat mereka terbangun dan mereka... mimisan? yah.. bisa dibilang begitu.


Dean bahkan kembali ke sofa karna udah mulai nafsu, bahaya gaes :v. Yang lain masih enggan berhenti menguping.


"Anjrittt...," keluh Arya yang berjalan perlahan ke arah sofa, jelas terlihat sesuatu mencoba keluar dari celananya.


"Tegang bro?," tanya Feter mengejek.


"Diem lo!," kesal Arya yang menahan hasrat.


Feter terkekeh tapi dia dapat merasakan suhu yang makin tinggi, kurasa... itu dari Leon sama Nesya dan yang sudah merasa panas.


"Ahh~ emm..."


Desahan Nesya membuat mimisan di hidung teman² nya makin parah, Vier, Lyra, Vyone, Satya dan Dika pun kembali ke sofa. Mereka mengeluh dan mengumpat sendiri lalu mengerang.


"Biarlah mereka seperti itu, Feter gue minta tehnya ya," ujar Dean.


Feter mengangguk, Dean pun mengambil gelas dan menuangkan teh ke dalamnya.


"Ukh..."


"Uhuk... uhuk..."


Dean sukses terbatuk mendengar suara itu, yang lain? mereka hanya bisa melongo.


"Ukh... sakitt... aw..."


Lagi² mereka ternganga mendengarnya, dipikiran mereka saat ini adalah 'Nesya buka title', serentak pula mikirnya, dugaan mereka makin kuat saat...


"Tahan saja, nanti kau kan istirahat. Sakitnya juga akan hilang seiring berjalannya waktu," saat Leon mengatakan ini.


"Em..."


Craatt


Darah keluar dari hidung mereka dengan derasnya, maid yang melihat itu terkekeh pelan.


"Aaa... gue mimisan!," seru Lyra pelan.


Mereka menggunakan tissue untuk menghentikan mimisan mereka, walau ga terlalu efektif. Beberapa menit berlalu, suara desahan kembali terdengar membuat mereka terdiam.


"Gaes," panggil Vier.


"Hn?," semua menatapnya penasaran.


"Emang senikmat apa sih **** itu?," tanya Vier dalam mode polos.


"😳," respon mereka.


"Senikmat... entah, intinya nikmat aja gitu," jawab Dika frontal.


"Njer... gini aja, bayangin ya," ujar Satya menggantung.


"Em... kalo udah pernah ngelakuin juga tau sendiri kok," lanjut Satya, dia sudah dipelototi Lyra karna akan merusak pemikiran bocah volos.


"Ooo..."


~oOo~


Kembali ke kamar mandi


Eh.. maksudnya ke Nesya dan Leon


Nesya dan Leon pun keluar dan mereka dapat hadiah tatapan mata penasaran dari teman²nya, bingung, itu yang dirasakan Nesya dan Leon.


Mereka pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi walau ada beberapa bagian yang di skip.


~oOo~


Pagi


Pukul 03.50


Nesya terbangun dengan sedikit rasa pusing di kepalanya, efek alkohol semalem mungkin, dia pun berendam sekitar 10 menit itu cukup membuat tubuhnya rileks dan bugar kembali, Nesya pun keluar kamar dan mendapati Arya tertidur di sofa dengan laptop dan tablet yang di cas.


"Ni anak insomnianya kambuh ya?," gumam Nesya lalu menggelengkan kepalanya pasrah.


Nesya membangunkan Arya tapi masih belum bangun juga, Nesya berpikir untuk membangunkan yang lain tapi... apa mereka dah bangun jam segini?, Nesya melangkah ke kamar Leon, mengetuk pintunya perlahan.


Tok tok tok


(ga ada jawaban)


Tok tok tok


(masih ga ada jawaban)


Cklek


Pintunya ga kekunci rupanya, sia² Nesya ngetuk pintu😑, Nesya pun masuk ke dalam kamar, dia melihat Leon tertidur dengan gaya... absurd.


"😑," respon Nesya melihat gaya tidur Leon.


"Haih... ini bocah aneh² aja sih! udah pintu ga dikunci, baju belum diganti jadi piyama, gaya tidur absurd, hah... dasar bocah!," Nesya ngedumel sendiri.


Nesya menepuk nepuk pipi Leon, ga ada reaksi njer-_. Lalu Nesya mencoba cara lain untuk membangunkan Leon, hari ini mereka sekolah loh... hari senin pulak hadeh... dasar ga ada akhlak:(.


"LEONN!!! KEBAKARAN!!," seru Nesya jahil.


"Hah?! mana²?!! mana yang kebakaran?!!," seru Leon kaget, dia langsung melompat dari kasur dan berposisi siaga.


"Bwahahaha...!! ekspresi mu sangat lucu, Leonardo," ejek Nesya sambil tertawa.


"😑," respon Leon.


Dia kembali duduk di kasurnya lalu menarik Nesya yang berdiri ga jauh dari ranjang nya, dia memeluk Nesya dan menjadikannya seolah olah Nesya adalah guling, Nesya kesal dan menarik Leon ke kamar mandi lalu dia basahkan tubuh Leon dengan air dingin.


Kelakukannya itu sukses membuat Leon kedinginan, dia agak menggigil trus dibuatin coklat panas sama Nesya sebagai permintaan maaf.


SKIP


Sekolah


Istirahat


Bel istirahat baru saja berbunyi, Nesya dkk keluar kelas dan beranjak ke markas, mereka berniat untuk membuat makanan saja, yang membuat Nesya, Lyra dan Vier bingung adalah Vyone selalu mendekati Dean dengan gayanya yang nakal.


"Heh..! Vyone kenapa?," bisik Lyra.


"Mana kutahu," jawab Vier bingung.


"Dahlah, kuy pergi," ajak Nesya.

__ADS_1


Mereka bertiga meninggalkan Vyone yang lagi centil²nya sama Dean, Satya pun bingung dan beranjak pergi.


"Hei.. kau ini kenapa mengacuhkanku terus ha?," kesal Vyone pada Dean.


"Brisik," keluh Dean.


"Ish.. Dean~ ayolah, aku bosan," celetuk Vyone membuat rasa kesal Dean di ubun².


"Kyaaa..!!," Vyone berseru kaget saat Dean menarik tangannya.


Mereka bertatapan, terlihat sekali bahwa Dean kesal dan Vyone? dia sudah menyeringai senang.


"Kuperingatkan sekali lagi padamu, jangan membangunkan singa yang sedang tidur," bisik Dean pada Vyone.


"Kalau aku ingin, bukankah itu tak masalah?," ujar Vyone meledek.


"...."


Dean beranjak pergi dari kelas yang memang sudah kosong, tapi Vyone terus saja mengikuti dan mengganggunya.


"Kau ini kenapa?!," kesal Dean tak terbendung lagi.


Kini mereka berada di dekat gudang kosong, bawah tangga.


"Memangnya kenapa? aku pacarmu kan? apa yang salah jika aku mengikuti mu?," tanya Vyone dengan tampang polos.


"Hah?! astaga... kau tau bukan ini hanya permainan? itu hanya sebuah status, jangan pernah mencampuri urusanku!," jawab Dean sambil memojokkan Vyone ke dinding belakangnya.


"Ha? haha.. akan kubuat itu bukan sekedar status," ujar Vyone saat Dean berada di depannya.


Vyone memainkan dasi Dean lalu menariknya membuat wajah tampan Dean berjarak beberapa centi lagi dari wajah Vyone, Vyone memasang smirk.


Cup


Dengan cepat Vyone mel*mat bibir Dean, Dean hanya diam tak merespon.


'Dia gila ya? heh.. kau bermain dengan orang yang salah Vyone,' batin Dean menyeringai.


Dean membalas l*matan itu tak kalah agresif, Vyone benar² terbuai dibuatnya.


"Kau bermain dengan orang yang salah, Vyone," bisik Dean setelah melepas pagutan mereka.


Vyone menatap Dean, dengan jarak sedekat ini dia bisa merasakan detak jantung Dean. Cepat, jantung Vyone tiba² berdetak dengan cepat membuat Vyone gugup sendiri.


"Kita lihat, kau atau aku yang akan menang," bisik Dean menerima tantangan Vyone.


Vyone menyeringai lalu kembali mel*mat bibir Dean.


'Akan kubuat kau tak berkutik di hadapanku, Dean,' batin Vyone.


'Ckckck, mau bermain denganku? kau yang akan kewalahan,' batin Dean.


Deg


Deg


Deg


Detak jantung mereka menjadi backsound bagus di saat mereka bercium4n, latar yang sepi membuat kegiatan mereka tak diketahui orang lain. Dean terus menciumi leher Vyone, memberikan kissmark dan tersenyum puas.


'Shit! aku tak bisa kalah hanya karna ini! tapi.. akh! dia seperti sudah profesional saja,' batin Vyone.


'Tak kusangka dia bisa menahan desahannya, sejauh ini wanita² yang kutiduri bahkan sudah terbuai dan klimaks hanya karna cium4n ku. Ckckckck, menarik,' batin Dean.


"Hei.. kau tau? wajahmu memerah," goda Dean tepat di telinga Vyone.


"Hah... kau..."


Suara Vyone benar² parau, dia tak pernah seperti ini, serius✌. Saat bekerja di klub miliknya, Vyone sering mendapat perlakuan mesum tapi ga sampe kissing.


"Aku tau kau basah sekarang," ledek Dean padahal junior nya juga sudah terbangun karna gerakan Vyone.


"Heh.. kau juga sudah tegang loh," ledek Vyone balik.


Dean melepaskan pelukannya pada tubuu Vyone, tangannya gemetar dengan wajah memerah Dean hanya bisa diam di tempat, Vyone terkekeh.


"Ayo pergi, bel sudah berbunyi beberapa menit yang lalu," ajak Vyone sambil membenarkan pakaiannya.


"Hm.. bersihkan keringatmu," ujar Dean sambil memberikan sapu tangan pada Vyone.


"Kau perhatian juga ya," ejek Vyone sambil mengambil sapu tangan itu.


"Mereka akan curiga pada apa yang kita lakukan," balas Dean acuh.


"Pakaianmu juga harus di benarkan loh," peringat Vyone.


Dean segera mengancingkan pakaiannya yang sempat terbuka, memasukkan kembali pakaiannya yang keluar dari celana, membenarkan posisi dasinya lalu memakai jas yang memang ciri khas sekolah.


"Ayo pergi," ajak Dean.


"Kucuci dulu ya," Vyone menunjuk sapu tangan tadi.


"Terserah," balas Dean.


Mereka pun pergi ke kelas.


~oOo~


Disisi lain


Beberapa menit seusai bel selesai istirahat berbunyi, Lyra, Vier, Satya dan Nesya dilanda kebingungan. 2 orang tiba² saja menghilang? ga ke kantin, ga ke markas, ga ke kelas, ga ke toilet, jadi mereka kemana?! hadeh... merepotkan.


"Mereka ini kemana sih?!," kesal Lyra yang dari tadi mondar mandir.


Oh iya, untuk GoD squad mereka sedang mengerjakan tugas dari guru, hanya itu gurunya ga masuk kelas. Tak lama setelah gerutuan Lyra, Vyone dan Dean masuk kelas membuat lega bocah sekelas, karna kalo mereka ga ditemukan bisa² Nesya robohin ini sekolah:).


"Lo berdua dari mana aja sih?!," Lyra mengomeli mereka dengan omelan pedas.


"Ya sorry, tadi cuma jalan² bentar kok," jawab Vyone dengan cengiran khasnya.


"Berdua?," tanya Satya.


"He'em," jawab Vyone.


"Kalian pacaran ya?," tanya Nila.


"Em.. entah," elak Vyone lalu duduk di kursinya.


"He??."


Bersambung...


~oOo~

__ADS_1


Next! minimal sehari up sekali


__ADS_2