My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Kebersamaan dan kedekatan yang membingungkan


__ADS_3

"Ho'oh, gue sama sahabat bobrok gue entu emang bad girls," jawab Nesya santuy.


"Kita sudahi dulu perkenalannya, dan Nesya silahkan duduk," ujar Ira.


~oOo~


Masih MPLS


Sebenarnya saat MPLS di sekolah ini belum pelajaran, cuman kaya arahan dari OSIS doang.


Tadi kan udah perkenalan, sekarang giliran OSIS yang memberi arahan atau apalah itu, bagi yang pernah MPLS mungkin udah tau.


"Selamat pagi semuanya," sapa OSIS cewe, OSIS yang masuk ke kelas 7A ada 2 cewe dan 2 cowo, trus salah satu cowonya adalah Arya.


"Pagi kak," sapa balik murid².


"Pagi waketos," sapa Nesya dkk setengah disertai ejekan, Arya memelototi Nesya dkk.


"Ati² loh waketos entar matanya copot," ejek Vyone masih berlanjut.


"Udah ngejeknya?," tanya Arya kesal dan datar.


"Belum," jawab Nesya dkk serentak lalu terkekeh.


"Awas lo pada, mau gue hukum di rumah ya?," tanya Arya kesal.


"Ampun...," jawab Nesya dkk masih mengejek.


"Udahlah, kasian tuh di waketos murung mulu," ujar Vier.


"Eh iya jadi makin jelek," ledek Lyra kembali berlanjut.


"SUDAH CUKUP!," seru Arya penuh penekanan sehingga Nesya dkk terbungkam.


Bla bla bla


Setelah MPLS yang panjang pada hari itu, Nesya dkk pulang langsung tertidur di ruang tengah tanpa mengganti pakaian.


Keesokkan harinya


Hari ini berjalan dengan membosankan sampai² Nesya tertidur di kelas, sorenya mereka terutama anak kelas 7 diminta datang ke lapangan XX dekat kodim, disana mereka akan di latih kedisplinan dan kekompakan mungkin?.


Pukul 14.00 siang


Nesya dkk sudah berkumpul di lapangan XX bersama kelasnya.


"Guys, gue bawa speaker nih," ujar Vyone dengan bangganya.


"Buat apaan tu?," tanya Rayen, seksi keagamaan.


"Sttt... gue punya rencana deh," jawab Nesya nyambar.


"Gue tanya ke Vyone bukan ke elo," balas Rayen.


"Ya elah, gitu doang juga😒," balas Nesya.


"Iya deh iya, apaan?," ralat Rayen.


"Nanti kalian yang serius biar bisa istirahat duluan ntar gue traktir," ujar Nesya santuy.


"Boleh juga tuh," sambar Satya.


"Gue setuju ama Queen," timpal Dean dengan wajah baru bangun tidur.


"Oh iya, kalian mau belajar bela diri ga?," tanya Nala.


"Kalo gue sih mau aja cuman... bayar apa kagak? males gue kalo kudu bayar trus masa iya gue belajar bela diri tapi kaga ada temennya," jawab Anjani.


"Masuk akal," timpal Arkan.


"Gue yang ngajarin kalian," balas Nesya membuat teman²nya kaget.


.


.


.


Hening sejenak


"Buahahahaha...," suara tawa pecah dari kelompok kelas 7A kecuali Nesya dkk yang bingung.


"Njerr kenapa ketawa?," tanya Nesya bingung.


"Aneh aja gitu kalo elu bisa ngajarin kita," jawab Kesya.


"Wanjirr... lo di remehin dong," ejek Lyra.


"Utututu... kasian," timpal Vyone mengejek.


"😑 bgst," gumam Nesya, dia tiba² berdiri dan mengajak semua temannya ke lapangan yang cukup terik.

__ADS_1


"Kita ngapain disini?," tanya Neza bingung begitu sampai di lapangan.


"Ayo unjuk bakat, kalo gue menang, kalian bakal gue ajarin bela diri. But, kalo gue yang kalah, kalian bisa minta apapun ke gue, mintanya yang masuk akal ye," jawab Nesya membuat teman²nya tercengang apalagi Satya, Dean, Vier, Vyone dan Lyra yang menatap Nesya horor.


"Gue angkat tangan deh, nyerah gue nyerah. Auto masuk IGD seminggu ini mah," balas Lyra sembari mengangkat kedua tangannya dan berjalan berbalik.


"Gue juga nyerah kalo ngelawan elo, walaupun biayanya di tanggung elo sih tapi tetep aja badan gue sakit nantinya!," timpal Vyone, dia melakukan hal yang sama dengan Lyra.


"Gue nyerah kalo ngelawan elo, mending nurutin elo daripada masuk RS yang makanannya beh... ogah gue," balas Satya itu mundur dan mengangkat tangan.


"Gue ga mau mati sia² di tangan elo, mending gue nyerah," balas Vier ikut pergi juga.


"Idup masih panjang, gue masih muda. Gue ga mau mati muda apalagi di tangan elo, gue nyerah Nes," sahut Dean yang udah tau seberapa bar²nya classmate dari SD nya itu, Dean pun mundur.


"Jadi?," tanya Nesya.


"....."


"Ayo maju," tantang Nesya.


Dengan agak ragu mereka yang penasaran pun menyerang Nesya.


Bugh


Bugh


Plak


Uhuk


Ukhh


Krak


Krak


Arghhh


Suara² itu terdengar nyaring sampai membuat teman² kelas lainnya menatap horor sekaligus ngeri, terutama Leon dkk.


"Astaga naga, kasian mereka," ujar Arya ngeri membuat rekan² OSIS nya bingung.


"Tuhan... jauhkan hambamu yang tampan ini dari kerasnya bogem Nesya," pinta Dika takut dan ngeri.


Seketika semua anak OSIS kecuali Leon dkk menatap Nesya horor, mereka takut, ngeri, merinding di saat bersamaan.


Beberapa menit kemudian


"Udah² gue nyerah nes," seru Bagas.


"Ok, bagus. Besok setelah MPLS dan... kegiatan ini namanya apa sih gue lupa, intinya minggu besok temui gue di rumah gue jalan Manggis no 20, jam 2 siang. Trus setiap akhir pekan, kalian menginap di villa bersama kami. Nanti gue yang bakal minta ijin sama orang tua kalian," balas Nesya membuat teman²nya kecuali 5 orang yang udah tau sifat Nesya terbelalak hebat.


"Minta ijin sama ortu kita? hellow! lo mau bilang apa ke ortu kita biar diijinin?," tanya Ria meremehkan sembari bangkit dari duduknya.


"Tenang aja napa sih," jawab Vyone keras sembari mendekat ke teman²nya yang lain.


"Tau nih, kita udah kenal Nesya dari SD. Jadi kita berlima tau seberapa seriusnya Nesya kalo udah ngomong kaya gitu," sahut Satya dengan gaya coolnya.


"Haha, jan sok cool deh. Lo udah jelek makin jelek trus ga laku mamp*s lu!," ledek Lyra sembari menepuk punggung Satya setelah tertawa garing.


"Syirik aje lu," balas Satya.


"Dih😒," gumam Lyra.


"Kalian mending duduk di pinggir sana, ntar gue obatin kalian. Tapi sorry mungkin agak sakit," perintah Nesya sembari menunjuk tempat teduh.


Semua anak 7A pun duduk di tempat yang sudah di tunjuk Nesya, Nesya mengobati mereka satu per satu dengan baik.


Krak


"Argghhh!!!! sakit woy! pelan² napa!," seru Arkan kesakitan.


"Kan gue udah bilang, ini bakal sakit. Makanya kuping lo dipake gblk!," balas Nesya ketus.


"Oh iya lo kenal Farellina Reatsy Domilasta?," tanya Nesya tiba² membuat Arkan menegang.


"Lo tau dimana dia?," tanya Arkan senang, cemas juga berharap entah apa.


"😕. Kalo iya kenapa?," tanya Nesya balik.


"Kasih tau gue nes! dia kakak paling berarti buat gue! please nes kasih tau gue!," jawab Arkan sembari mencengkram kerah Nesya erat.


"Ekhem! sekali lagi lo nyentuh Queen kaya tadi. Lo abis di tangan gue," ancam Dean.


"Udahlah Dean," balas Nesya menenangkan sambil melepaskan cengkraman Arkan.


"Nanti juga bakal tau, tapi lo harus ngasih tau gue apa sebenarnya terjadi," perintah Nesya.


"Hm.. nanti gue kasih tau," ujar Arkan menyanggupi.


Tiba² saja Nesya merasakan sensasi dingin pipi kirinya, dia pun menoleh dan mendapati Leon tersenyum tipis ke arahnya sambil memegang botol air mineral dingin.

__ADS_1


"Leonardo," panggil Nesya senang.


Grep


Nesya memeluk Leon sedangkan Leon tersenyum senang dan menciumi wajah cantik Nesya, sontak saja kedekatan mereka berdua mengundang tanda tanya dan iri dari beberapa kalangan.


Bahkan anggota OSIS yang paham kalo Leon dkk dingin pake banget kaget karna kedekatan Nala dan Leon.


"Emm... geli ih," gerutu Nesya geli karna wajahnya di ciumi terus.


"Gue ga di peluk nih," sindir Arya iri.


"Iri bilang bos," balas Lyra menyindir.


"Elu kali yang iri," sahut Satya sambil mendorong wajah Lyra yang berada beberapa centi di depan wajahnya.


"Gue kaga ngomong ama elo ye," balas Lyra sengit sambil berdiri dari duduknya.


"Dih," gumam Satya.


Sementara Dean membawa beberapa bakpao mini rasa coklat, dengan santainya Dean malah memakan bakpao mini itu tanpa menghiraukan pertengkaran di depannya.


"Dean... bagi dong," pinta Vyone yang langsung di turuti Dean.


"Thanks," ujar Vyone senang.


Cup


1 kecupan mendarat di pipi kanan Dean membuat sang empu tersenyum malu + senang, baru saja Vyone memakan separuh mini bakpao dari Dean, malah separuh lagi di rebut Feter dan di makan olehnya.


"Ih.. Feter!," seru Vyone kesal, Feter hanya tersenyum mengejek.


"Dean.. minta lagi dong," pinta Vyone.


"Nih," ujar Dean sambil mengambil mini bakpao tapi ga di kasih ke Vyone.


"Gigit aja," lanjut Dean.


Vyone ingin menggigitnya tapi sayang dia kalah cepat sama Vier yang langsung melahap separuh mini bakpao di tangan Dean, sisanya malah di makan Dean.


"Habis," ujar Dean sambil tersenyum mengejek.


"Vier!!," seru Vyone makin kesal.


"Wleee😜," ejek Vier sambil memeletkan lidah.


"Nih gantinya," ujar sebuah suara dari samping Vyone.


Ternyata Feter membelikan Vyone bakpao ukuran besar dan jangan lupa dengan coklat yang banyak, Vyone tersenyum senang dan langsung memakan bakpao pemberian Feter dengan lahap.


Feter duduk di sebelah Vyone dan mengacak rambut panjang Vyone gemas, lain halnya mereka ber-empat, Satya malah terus²an menggoda dan mengejek Lyra, juga jangan lupakan Dika yang ikutan meledek Lyra.


Sedangkan Nesya sedang berhadapan dengan 2 pria, Leon dan Arya yang... istilahnya mungkin caper (cari perhatian :v), Nesya ga sadar kalo dia di tatap benci sama beberapa cewe yang suka sama Leon dan Arya, tentu saja ada beberapa orang yang masih penasaran apa sih hubungan mereka.


"Ekhem! maaf mengganggu nih ye, hubungan kalian semua tuh apa ha?," tanya Anjani yang bingung.


"Sahabat dari SD," jawab mereka serentak.


Mereka yang dimaksud itu Nesya, Leon, Arya, Feter, Vyone, Dean, Vier, Lyra, Dika dan Satya.


"Keluarga kita juga udah saling kenal kok apalagi si Nesya sama tante Rani, mamanya Leon ye kan," sahut Dika agak menggoda Nesya.


"Trus? lu iri gitu ha?," tanya Nesya sewot.


"Eh santuy dong Queen," jawab Satya sambil mencubit hidung mancung Nesya.


"Um.. huh," balas Nesya ngambek imut.


"Utututu... ngambek nih ye," ledek Dika, Satya, Arya, Lyra dan Leon serentak.


"Ish.. kompak banget monyed² laknat di depanku ini," gumam Nesya.


"Kalo kita monyed situ berarti apa dong?," tanya Lyra tak terima.


"Gue? ya bidadari lah ya," jawab Nesya dengan percaya diri.


"Huu... maunya," balas Lyra, Leon, Arya, Dika dan Satya.


SKIP aje ok


1 Minggu kemudian


Sabtu, 28 Juli


Nesya dkk serta anak² kelas 7A dah pada kumpul di villa milik Leon, mereka sudah mulai berolahraga dan belajar bela diri sejak tanggal 23 Juli, sesuai perjanjian mereka bakal nginep disini selama akhir pekan dan bakal berangkat sekolah bareng di hari seninnya.


Bersambung...


~oOo~


Eum... untuk beberapa eps kedepan Author mau nge-shot Lyra dulu ye, gpp kan? yosh

__ADS_1


Next eps! bye..


__ADS_2