My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Penyiksaan


__ADS_3

Nala mengurus sebagian rapat penting yang ga bisa di tunda, dia bekerja sampai larut malam.


~oOo~


Pukul 10.38


Nala teringat jika dia dan teman²nya harus ke mansion keluarga Adijaya di Sydney, Australia. Nala langsung pergi kesana diantar supir yang langsung pulang karna sudah malam juga.


Nala pun mengetuk pintu mansion dan pelayan yang membukanya, Nala dipersilahkan masuk karna semua sedang berkumpul di ruang tengah, Rani yang melihat Nala langsung menarik tangan Nala sampai duduk di sofa.


"Apa kabar, sayang?," tanya Rani sambil memeluk Nala dari posisi duduk.


"Baik kok, tante," jawab Nala sambil tersenyum tipis.


"Kok tante sih, manggilnya mama aja ok," balas Rani.


"Iya... ma," ralat Nala agak ragu.


"Lu kok baru pulang, Na. Lama banget ya rapatnya?," tanya Lyra.


"Lu ogeb nya kebangetan dah, kan ada rapat lain trus belom lagi berkas² nya, dasar Lyra ogeb," jawab Dika sambil meledek.


"Sutt... udah! jadi ga?," tanya Arya yang mulai ga sabaran.


"Jadi apa?," tanya Lyra, Dika, Ica, Alfie, Rani, Karina.


"Hadeh....," sisanya tepok jidat kecuali Arga.


"HexDrak! lupa klean?!," ujar Arya ngegaz.


"Eh iya, lupa gue. Jadi kan?," tanya Lyra memastikan.


"Jadi lah," jawab Nala.


"Yosh kuy," ajak Ica sambil berdiri.


"Loh²? kalian mau kemana?," tanya Rani yang bingung.


"Mau main bentar, ma. Ga lama kok, tenang aja," jawab Nala sambil ikutan berdiri.


"Masa main malem² gini sih?," tanya Rani.


"Kalian mau pergi malem ini, yakin? udah malem gini loh," sahut Arga.


"Gapapa kok....."


"Panggil papa aja," ujar Arga memotong ucapan Nala.


"Eh? em... iya kita boleh pergi kan, pa?," tanya Nala.


"Ya udah sana," jawab Arga santai.


"Loh? papa kok biarin mereka pergi sih pa?," tanya Rani ga terima.


"Biarin aja lah ma," jawab Arga.


"Papa....," kesal Rani.


"Ma, pa. Leon sama kak Cleo mana?," tanya Nala berjalan menjauh dari sofa diikuti yang lainnya.


"Ada apa mencariku?," tanya Leon datar sembari menuruni tangga.


"Lu darimana aja si?," tanya Arya balik sambil mendekati Leon lalu merangkulnya.


"Gue? dari kamar gue lah, apa salahnya ini kan rumah gue," jawab Leon datar dan membiarkan teman²nya mengoceh.


"Udah! ayo ke pergi," ajak Nala.


Mereka pergi ke markas TBB di Sydney, Australia, setelah disambut mereka yang termasuk jendral tertinggi langsung disibukkan dengan beberapa berkas anggota dan perkembangan.


~oOo~


Eh eh sebelum itu Author ngeralat jabatan mereka dalam TBB :


-Nala/Phoenix : Leader, pemegang kekuasaan tertinggi


-Leon/Lion : Wakil leader, jendral tertinggi


-Arya/Dragon : Jendral 2 serangan jarak jauh, sniper


-Dika/Devilfish : Jendral 1 serangan jarak dekat, petarung jarak dekat


-Feter/Fox : Jendral 3 serangan diam²


-Lyra/Werewolf : Jendral 5, mengacaukan formasi musuh


-Vier/Vampir : Jendral 4, paling kejam (tapi ga sekejam Nala + Leon) karna suka darah, paling sering siksa orang


-Karina/Angelfish : Jendral muda, ngurus perairan dan pecinta senapan runduk


Kalo untuk sekretaris pribadi + bodyguard mereka masuk dalam tim khusus Forte special, ingat eps 28.


Untuk Guardian team sendiri memiliki struktur organisasi yang cukup sederhana tapi tak bisa di pandang remeh, strukturnya :


-Kapten tertinggi tetap jendral TBB yang dirahasiakan


-Kapten : Crystal


-Wakil kapten : ......


-Sekretaris : ......

__ADS_1


-Bendahara : .....


-Komandan : ......


-Penasehat perang : ....


-Pembawa pesan : .....


Tapi di Guardian team terdapat beberapa kelompok khusus dan formasi² yang terbilang berbeda juga unik, diantaranya :


Kelompok :


-Little Guardian \= Berisi bocah² yang masih baru.


-Magic Guardian \= Berisi bocah² yang ahli dalam mencari info dan serangan diam², sering membantu team yang dipimpin Fox.


-Ada kelompok bocah medis juga


Author : Kenapa manggilnya bocah? karna rata² umur anggota Guardian 5-12 tahun karna itu sedikit yang mencapai 17 tahun.


Formasi :


-BloodTiger/macan darah : Langsung menyerang titik vital musuh membuat gerakan secepat kilat, terlihat brutal tapi terencana.


-BlackSwan/angsa hitam : Membunuh sniper yang sudah membidik tanpa suara, mengambil alih senapan lalu mengontrol jalannya penyerangan, biasanya di lakukan Magic Guardian.


-DarkTurtle/kura² gelap : Formasi bertahan dengan sebagian orang menjaga terang²an dan sebagian lagi bersembunyi di kegelapan untuk menunggu kesempatan, saat kesempatan datang orang² dalam kegelapan akan membawa target pergi sejauh jauhnya tapi tetap dalam pengawasan, sedangkan tubuh target dalam pertarungan hanyalah boneka yang digerakan ahli boneka tenaga dalam, lalu dengan cepat mereka mengakhiri pertarungan itu.


-Random/acak : Melakukan serangan secara acak sehingga tak bisa di lihat musuh karna kecepatan juga ketepatan, sergap, habisi, dalam kontrol.


Masih ada beberapa formasi lagi.


~oOo~


Nala menyeringai kejam begitu melihat berkas dari Magic Guardian, jendral lain yang melihatnya merasa merinding kecuali Leon pastinya, teman²nya yang ga ikut TBB malah main kartu.


"Kalian mau ikutan?," tanya Nala pada Alfie dan Ica.


"Boleh aja," jawab Ica santai.


"Kak Alfie kan militer, mau ikut juga?," balas Lyra.


"Emang kenapa? ga boleh ikut ya?," tanya Alfie.


"Boleh kok, tapi kak Alfie ga boleh ngasih tau siapa² tentang misi ini. Tapi sebenarnya kita dapet misi dari kemiliteran, tau kenapa? karna HexDrak sudah meresahkan semua orang," jawab Nala lalu semua orang menatapnya.


"Yang bener? kita di bolehin ngebantai mereka?," tanya Arya tak percaya tapi terdengar senang.


"Hah.... bebas dong kalo kita mau bantai mereka," sahut Dika dengan senyum di wajahnya.


"Heh, gue ikut yak," sahut Karin membuat nya di tatap orang 1 ruangan.


"Lu mau ikut? lu kan yang paling muda diantara kita semua," gumam Dika.


"Iya deh tapi jangan ngacau," ancam Nala.


"Vyone gimana?," tanya Feter tiba².


"Lu mau dia ikut misi ini gitu? padahal dia ada di markas pusat," tanya Leon datar membuat Feter terdiam.


"Lain kali aja, kemampuan nya juga masih kudu di tingkatin lagi," jawab Nala.


Malam itu TBB atau lebih tepatnya Nala dkk + Alfie sama Ica, cuma mereka sama mafioso 10 orang doang buat ngebersihin.


SKIP


Mereka dah bantai mafia HexDrak, cuma nyisain leader dan jendral² nya aja, Leader + jendral HexDrak di kurung di ruang siksa, kali ini bukan Dika bukan juga Lyra ato Vier melainkan Nala sendiri yang akan nyiksa mereka, alasannya sederhana karna leader HexDrak, si cewe ular udah bikin Wira celaka.


Malam itu nama HexDrak di dunia gelap sebagai organisasi mafia hanya tinggal catatan saja, para anggota nya bahkan udah di habisi semua, TBB memang ga bisa diusik dan dianggap remeh.


Tap


Tap


Tap


Bunyi langkah kaki seseorang terdengar di lorong markas TBB menuju ruang siksaan, dialah Nala dan cambuk kesayangan nya, di ruang siksaan sendiri udah ada teman²nya yang menunggu + ngeliat gimana sih cara siksa Nala.


WARNING!!! ADEGAN KEKERASAN, BAGI YANG BERADA DI BAWAH UMUR 18 TAHUN DAN BENCI KEKERASAN HARAP DI SKIP AJA EPS INI!!❎🚫🔞


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"Bangunkan dia," perintah Nala.

__ADS_1


Byur


Seember air es mengguyur tubuh leader HexDrak dan jendralnya.


"Ugh... dimana gue?," tanyanya liriu sambil menahan rasa dingin dan sakit yang menusuk.


"Di neraka," jawab Nala dengan seringaian kejam di wajah yang ditutupi topeng dan cambuk kesayangan nya yang dimainkan di tangan kanan.


"Siapa lo?," bentaknya sewot.


"Pencabut nyawamu," jawab Nala kejam dan mengeluarkan sedikit aura membunuh yang pekat.


Ko cuma dikit sih thor? karna ga mungkin Nala ngelepas semua auranya sedangkan disana masih ada anak buahnya sekaligus sahabatnya, bisa² mati semua trus Nala bisa lepas kendali.


"Woy! siapa lo?!!," bentak jendral 1 HexDrak padahal kedua tangannya terikat ke belakang sebuah kursi besi.


"Lu yang udah bikin kakak gue kecelakaan kan?," tanya Nala sambil mengangkat dagu leader HexDrak dengan tangannya.


"Emangnya siapa kakak lu, hah?!," tanya leader HexDrak balik dengan sewot.


"Dahlah, males ngeladenin kalian. Mending langsung aja yok," jawab Nala sambil memulai mencambuk leader + jendral HexDrak.


Ctar


Ctar


Ctar


Argghh


Ctar


Selama beberapa menit hanya terdengar suara cambuk dan erangan kesakitan, Nala menyeret dan menenggelamkan mereka ke sebuah kolam yang dipenuhi garam, sebut aja kolam garam, tubuh leader + jendral HexDrak sudah ada di dalam kolam garam dan hanya menyisakan kepala mereka untuk bernapas.


"Hii.... ngeri, pasti sakit banget tuh," gumam Dika yang merinding melihat kekejaman Nala sedangkan Leon dan Vier menyeringai seram.


"Arrrgggggghhhhh..... dasar monster!," seru salah satu jendral HexDrak yang merasa kesakitan karna cambukan Nala yang beracun ditambah luka yang terendam air garam.


"Yes, it's me," jawab Nala lalu tertawa.


Siapapun yang mendengar tawa Nala saat itu merasa ketakutan yang teramat sangat, bahkan teman²nya kecuali Leon dan Vier merinding, Nala kembali mengangkat tubuh leader + jendral HexDrak hingga mereka terikat dengan kedua tangan di atas dan wajah penuh darah juga air garam.


"Gimana? enak kan?," tanya Nala dengan seringaian.


"You're monster!," seru jendral 2 HexDrak.


"Yes! i'm monster," balas Nala.


Nala kini mengambil pisau lipat lalu mulai menyayat pipi, tangan, leher, dan beberapa bagian tubuh lain, dengan kejam Nala bahkan juga menyiram air garam setelah memberi mereka luka dengan pisau lipat.


Suara erangan sakit kembali terdengar nyaring di ruang siksaan bahkan lebih keras, Nala memotong satu per satu jari leader HexDrak dengan pisau lipat, Nala juga membuat mereka menangis saking sakitnya dan dia hanya tertawa senang karna keinginannya terpenuhi.


Ingat tidak? Tasha, bundanya Nala punya jiwa psyco dan itu menurun pada Nala, jadilah jiwa psyco Nala tertawa senang melihat para tawanannya kesakitan sampai menangis, satu jendral HexDrak sudah mati karna siksaan Nala.


"Wah wah, tangan nya bagus nih. Jadi pajangan buat gue aja ya," ujar Nala pada jendral 3 yang memiliki tato di tangan kanannya.


"No!! Nooooooooo!!!!!!," teriaknya saat tangan kanannya di potong tepat di bagian tato.


"Argghh!! psikopat!," serunya sakit.


"Yeah! i'm monster and psikopat," balas Nala atau lebih tepatnya jiwa psyco Nala makin senang.


Tak lama kemudian jendral HexDrak itu mati karna racun di tubuhnya, sisa jendral 1 dan leader HexDrak saja yang masih hidup.


Nala memotong kedua kaki jendral HexDrak lalu memberi racun yang lebih kuat dari sebelumnya, tak lama jendral itu mati karna racun kuat yang diberikan Nala, sekarang tinggal leader HexDrak saja yang tersisa, dengan tubuh gemetar hebat, dia benar² merasa takut mengetahui Nala adalah psikopat yang bisa membuat nyawanya hilang dengan cepat.


Author : Nala bukan psikopat woy, cuma punya jiwa psyco doang


Lyra : Apa bedanya ogeb?!


Author : Ya jelas beda, gobl*g


Ica : Beda gimana anyink?!!


Author : Bac*d lu bocah


Nala : Dahlah back to story aja


"Udah tau apa kesalahan lo, hum?," tanya Nala.


Si leader HexDrak menggeleng cepat, rasa takut membuatnya merinding, Nala memotong kedua kaki leader HexDrak, lalu mulai menguliti tangan si leader HexDrak perlahan, yang dikuliti berteriak saking sakitnya, Karina dan Ica keluar dari ruangan itu karna ga tahan sampe muntah di luar ruangan juga merinding, mereka berdua terutama Karina terduduk lemas di lantai.


Tak lam Alfie, Lyra, Dika dan Arya merasa ketakutan yang begitu mencekam, apalagi secara ga sadar Nala melepaskan 15% auranya, 4 orang itu keluar karna udah ga tahan lagi.


Sisa Feter, Leon, Vier dan Nala juga jangan lupakan leader HexDrak si wanita ular yang tangannya terkuliti dan kakinya putus, Feter diam begitu melihat dan merasakan aura Nala.


Vier langsung antusias melihat Nala yang menyiksa dengan begitu sadis, Feter menarik Vier keluar ruangan begitu mendapat kode dari Leon, Vier mengomeli Feter, dia lupa kalo dia itu dingin + datar, Leon memperhatikan Nala yang menyiksa tawanannya dengan begitu sadis, seperti di dunianya sendiri.


Akhirnya leader HexDrak itu mati dengan mengenaskan, Nala membakar jasad² tawanannya itu, saat berbalik Nala hanya melihat Leon yang tersenyum sambil memberikan sebotol air mineral, Nala bahkan ikut tersenyum padahal pakaiannya penuh dengan darah.


"Udah puas bunuh mereka?," tanya Leon saat Nala sudah duduk di sebelahnya.


"Hn... puas," jawab Nala sambil minum air mineralnya.


Nala dan Leon berbincang sejenak lalu pulang ke mansion milik Leon dengan teman² yang lain, di mansion ternyata semua udah tidur.


SKIP pagi


Waktu sarapan bareng kedua orang tua Leon cukup asik dan pengertian juga walaupun kadang² Rani lebay kaya Ica sama Lyra.


Bersambung.....

__ADS_1


~oOo~


Sorry up lama, lagi kosong nih otak Author😁


__ADS_2