My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Eps 79 : Kebenaran 2


__ADS_3

Kamar Nesya di jet pribadi


"Jadi perkataanmu benar ya?."


Nesya bergumam sendiri sambil memberikan berkas itu pada Leon.


"Apa yang harus kulakukan?," tanya Dean bingung.


"Katakan yang sebenarnya lah, kebenaran lambat laun akan terungkap," jawab Nesya.


"Gue bingung," balas Dean.


"Trus? lo mau ngapain? nikahin dia gitu?," tanya Leon.


"...."


Dean terdiam.


"Apa gue harus nikahin dia ya? gue terlanjur cinta ke dia, dan... gue rasa, rasa cinta gue malah makin menjadi jadi," aku Dean.


Leon dan Nesya menatap Dean serius.


"Lo... mau nikahin dia? padahal lo tau dia adik kandung lo?," tanya Nesya serius.


"Ya, gue... pengen nikahin dia, gue pengen nikahin Vyone," jawab Dean.


Duarrrr!


Penyataan itu sukses membuat Nesya ternganga dan Leon? dia bertepuk tangan mendengarnya dengan wajah yang... aneh, bingung, kaget, bangga dan masih banyak lagi.


"LO GILA?!!," Nesya terkejut sampai berteriak.


"?."


"Dean! lo sama Vyone tuh kakak beradik kandung!," tegas Nesya membuat lubang dalam di hati Dean.


"//Jleb//," Dean sekali lagi dihantam batu besar berisi kenyataan yang menyakitkan.


"Eh? maaf.. gue kelepasan," ujar Nesya kembali tenang.


"😞😢 lo bener nes, makanya gue mau tanya.. sebenernya pernikahan sedarah kaya gini boleh ga sih?," tanya Dean dengan perasaan kecewa yang mendalam.


"Ekhem! antara boleh dan ga boleh sih, menurut gue," jawab Leon.


"Leon bener, pernikahan sedarah itu punya banyak resiko, dengerin ini baek²!."


Dean mendengarkan dengan seksama.


"Pertama, hubungan lo bakal di tentang keluarga lo yang udah tau identitas asli Vyone."


"...."


Dean termenung, Leon menyimak ae.


"Kedua, kalo lo sama Vyone sampe ena² lo bakal dianggep berzina sama agama maksudnya agama islam yang berkembang pesat beberapa abad ini. Ketiga, pernikahan kalian bakal dianggap ga sah oleh agama. Keempat secara ilmiah pernikahan sedarah membuat bayi yang akan lahir nanti memiliki resiko besar mengalami kelainan genetika."


Jederr!


Perkataan Nesya yang terakhir membuat Dean serasa di sambar petir di siang bolong, maksudnya di atas awan (di atas jet pribadi).


"K k kelainan genetika?!," Dean terkejut.


"Huh... lo tau masyarakat mesir kuno kan?," tanya Nesya.


Dean mengangguk.


"Masyarakat mesir kuno demi menjaga darah bangsawan telah menikahkan anak cucu mereka dengan saudara sedarah sendiri, bukan hanya itu saja beberapa firaun memiliki kelainan genetika parah," jelas Nesya.


"Te terus? a apa yang terjadi?," tanya Dean.


"Tentu saja sebagian dari genetika itu menurun pada anak dan cucu mereka, kau pikir itu sesuatu yang bagus? itu akan membuat beberapa sistem tubuh menjadi bermasalah dan tidak seimbang," jawab Leon.


"...."


Dean kembali termenung.


"Kenapa itu bisa terjadi?," tanya Dean.


"Dari yang kusimpulkan sih ya... setiap orang memiliki genetika berbeda tapi apabila genetika itu bertemu, setiap genetika yang rusak mungkin akan berkumpul di tubuh sang bayi membuatnya mengalami kelainan genetika," jawab Nesya.


"Mungkin teorinya seperti itu," lanjut Nesya.


"Lalu? gue harus gimana?," tanya Dean frustasi.


"Lupakan hubungan antara kalian berdua, lupakan perasaan kalian lalu mulailah hubungan baru. Kau tau? kalian berdua seperti ini karna kalian saling jatuh cinta dan lagi itu adalah cinta pertama kalian, mungkin akan sulit tapi cobalah," jawab Leon memberi saran.


"Akan kucoba, terima kasih sarannya. Kalau dilihat lihat kalian cocok juga ya," ujar Dean sambil menggoda membuat Nesya mendelik kesal, dan Leon menjadi datar.


"Hahaha... baiklah, gue bercanda kok, santuy²," balas Dean menyudahi aksi jahilnya.


"Sampai jumpa kawan²," sapa Dean sambil berlalu.


Dean pergi tak lama seorang gadis muda nan cantik keluar dari kamar mandi, wajahnya murung dan dia terlihat terkejut juga sedih.


"Kau sudah dengar semuanya bukan?," tanya Nesya dengan santainya.


"Hiks... jadi itu alasannya," lirihnya.


"Kemarilah Vyone, jangan sedih. Kami akan menghiburmu," ujar Leon menarik Vyone yang dari tadi mendengar pembicaraan di kamar mandi.


Vyone duduk di antara Leon dan Nesya, mereka menguatkan Vyone dengan beberapa nasihat juga elusan lembut di punggungnya, mereka tau kini Vyone sangat rapuh.


"Apa yang dia katakan padamu saat dia mengamuk di toilet sekolah?," tanya Vyone perlahan.


"Dia bilang 'Masa iya seorang kakak mencintai adik kandungnya sendiri? mencintai dalam arti sepasang kekasih, hubungan yang kami jalani adalah hubungan terlarang!' itu yang dia katakan," jawab Leon.


"Vy sayang, ini kenyataannya, oh iya sepertinya kita akan mendapat mainan baru lagi," balas Nesya membuat sedikit cahaya di wajah Vyone.


"Beneran?," tanya Vyone perlahan.

__ADS_1


"Iya, tapi... Arya! kau tak mau masuk?," Nesya mengatakan itu pada Arya yang berada di luar, btw peredamnya udah dimatiin.


"Ck, kau sudah tau ya..."


Arya pun masuk ke dalam, dia terlihat membawa berkas juga, apa²an ini mau konsultasi juga? kalian pikir Nesya itu konsultan apa?! hah.. lanjut!.


"Jadi? lo juga mau konsultasi kaya mereka ber-empat?," tanya Nesya.


"😕Berempat?," tanya Arya dan Vyone bersamaan.


"Satya, Dean, Vyone, sama yang terakhir Lyra, ditambah elo juga jadi 5," jawab Leon.


"Njer... kalian kaya pasangan konsultan aja," ledek Arya.


"Pintu keluar pesawat ada di sayap kanan dekat toilet atau di sayap kiri, silahkan kalo mau keluar," kesal Leon.


"😐Sorry," balas Arya.


"Btw Ly konsultasi apaan?," tanya Vyone.


"Ly konsultasi tentang dia terima atau engga si Satya," jawab Nesya datar, dia malas membicarakan hal menyangkut itu.


"Lah? elu kok kaya ga suka gitu kalo bahas masalah percintaan?," tanya Arya, Nesya memutar bola matanya malas.


"Buat apa sih pacaran? kalo mau deket kan tinggal jadi sahabat kek atau apa kek, trus kadang cinta itu bikin gila," jawab Nesya.


"😓."


Mereka bertiga tak bisa berkata kata mendengar pendapat Nesya.


"Ntar juga kalo jatuh cinta pendapat kurang ajar lo terpatahkan, ye ga ye ga?," tanya Arya.


"Ho'oh," jawab Vyone.


"...."


Leon diam, memikirkan apa yang Nesya bicarakan.


Arya pun mengganti topik pembicaraan, skip aja nanti kita bakal tau apa percakapannya.


~oOo~


Brussel, Belgia


(ga ada potonya maap)


Nesya dkk pun sampai di Brussel, Belgia. Sebelum turun dari pesawat, Nesya mendapat telepon dari asisten²nya, mereka menunggu di Brussel karna ada urusan penting katanya, urusan bisnis yang harus di ikuti Nesya.


"Huh.. tak bisa ya kalian saja," gumam Nesya.


Dia berganti pakaian, sebagai CEO termuda di dunia bisnis Nesya harus lah memanfaatkan bakatnya, shit! dia malas berurusan dengan pria² tua itu.


Saat pintu jet terbuka, Nesya sudah mengenakan kemeja kerja yang sudah di sediakan, dibawah sana ada asisten mudanya (bukan sekretaris pribadi, karna mereka lagi pelatihan lanjutan di Thick Mist Island kecuali Farel yg ada misi), asisten muda yang dimaksud adalah asisten penanggung jawab di setiap negara.


Biasanya mereka di rekrut Nesya karna mengenal baik negara itu dan fasih berbicara bahasa asing, umur rata² sih 19-23 tahun, baru lulus SMA ada loh.


"Selamat datang kembali presdir," sapa mereka dengan bahasa Inggris.


"Cyntia," panggil Nesya.


"Ya presdir," jawab Cyntia, asisten muda di Belgia, berusia sekitar 20 tahun.


"Kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?," Nesya menanyakan itu dengan nada datar.


"Ya presdir, mari ikuti saya," ujarnya mempersilahkan.


Cyntia mengambil jas khusus presdir dan memasangkannya pada Nesya, jam tangan pun di pasangkan (rolex gaes), setelah itu mereka pun turun dengan wajah dingin dan datar, mereka berpencar dengan Nesya pergi ke perusahaan ***** dan teman²nya ke mansion milik Arya, yang memang ada di Belgia (padahal mereka punya mansion masing² di setiap negara).


"Cyntia, bagaimana kabarmu?," tanya Nesya kembali seperti semula.


"Saya baik² saja nona muda," jawab Cyntia dengan senyuman.


"Baguslah, kalau kau sakit minta tolong saja pada sekretaris mu yang mengurus sementara, kalau ada masalah cepat beritahu aku. Aku tak ingin ada masalah yang makin menjadi jadi di perusahaan," jelas Nesya.


"Tapi kalau kau bisa menanganinya sendiri, kau tidak usah memanggil ku, cukup memberitahukan saja apa yang terjadi lewat e-mail," lanjut Nesya.


"Tentu nona," jawab Cyntia cepat.


"Tapi kalau kau berani berkhianat," ujar Nesya datar dan dingin.


"S saya t tidak b b berani n nona muda," balas Cyntia dengan keringat dingin di dahinya.


"Baiklah..."


SKIP


Esoknya


Mansion keluarga Lynn



Nesya dkk sudah sampai di mansion keluarga Lynn, mereka cuma ngerubah penampilan dan sikap jadi kaya orang lain.


"Oh.. jadi ini ya, si anak yang dibuang. Ck ck ck ck ck tak berani datang sendiri, membawa teman untuk menemani, sungguh mengejutkan hahaha," ejek sepupu perempuan Vyone yang bersender di salah satu dinding di mansion itu.


"Cih... terserah apa katamu," gumam Vyone dingin, sangat dingin.


Nesya dkk berdiri di belakang sofa kecuali Nesya yang duduk di sebelah Vyone, karna Vyone ngerasa ga enak sama Nesya. Disana bukan hanya ada keluarga Lynn tapi ada juga keluarga Fav, apa²an ini?.


'Ck ck ck ck, rupanya keluarga Fav sudah tidak sabar ya,' batin Nesya dengan senyum kecut.


"Ada apa?," tanya Vyone dingin.


"Hei, kau tidak di ajarkan etika ya?!," bentak salah satu paman di keluarga Lynn.


"Siapa anda bisa memerintah saya?," tanya Vyone membuat pria itu bungkam, bukan suara tapi aura Vyone yang membungkamnya.


"To the point sajalah, saya tidak punya banyak waktu," ujar Vyone dingin.

__ADS_1


Keluarga Lynn kecuali si tua bangka (ayahnya Vyone) menggeram kesal, Revandra Fav pun angkat bicara.


"Namamu Vyone Lynn benar?," tanya Revandra.


"Ya benar," jawab Vyone datar.


Nesya dkk kecuali Vyone : *nyimak mode on


"Bacalah berkas itu," balas Revandra menunjuk berkas di atas meja.


Vyone menurut, saat membacanya dia mengernyit lalu semakin lama matanya memancarkan kesedihan sekaligus kesenangan yang tertutupi di waktu bersamaan.


"Jadi... aku bukanlah anak kandung dari tua bangka itu?," tanya Vyone datar sambil mengangkat 1 kakinya dan memandang si tua bangka yang tampak pucat.


'Haha.. mati kau,' batin Nesya dkk kecuali Dean dan Vyone.


"H–."


Salah satu dari keluarga Lynn ingin protes tapi terhenti oleh Revandra yang berkata 'benar'.


"😏Kalau begitu... aku tak perlu menahan diri lagi dong," gumam Vyone membuat mereka (keluarga Lynn) merinding.



Vyone mengeluarkan pistol dari balik pakaiannya, mengisinya dengan peluru dan...


Dor!


1 timah panas melayang ke tubuh si tua bangka.


"Akhh!."


Serunya kesakitan saat timah panas itu telah bersarang di lambungnya membuat lambungnya bocor.


"Kuharap, keluarga Fav tidak keberatan dengan sikapku," ujar Vyone dengan pistol yang masih ada di tangannya.


"Dean juga pernah membunuh orang di depan kami, lakukanlah. Aku sebagai ibumu malah merasa bangga, jangan menahan diri. Kau sudah... di perlakukan buruk oleh mereka," ujar Riana Fav, istri dari Revandra Fav, ibu tiri Vyone dan ibu kandung Dean (?).


Vyone tampak murung tapi kemudian dia merubah wajahnya, seringaian terpatri di wajahnya yang cantik, keluarga Lynn merinding melihatnya.


"Baiklah, karna ibuku yang memimpin keluarga ini sebelumnya maka mulai saat ini seluruh aset dan kekayaan keluarga Lynn ada di tanganku, Vyone Lynn Fav," ujar Vyone dengan lantang membuat smirk di wajah teman²nya.


"Sekarang, kalian punya 2 pilihan. Bersumpah setia padaku atau mati disini," lanjut Vyone.


"Hahaha😂😈," tawa mengerikan Nesya dkk membuat siapa saja merinding.


"Astaga... gue lihat pertunjukkan yang sangat menarik nih, aduh.. gue lupa bawa pop corn lagi," celetuk Lyra disela tawanya.


"Eh, gue bawa pop corn, yok lanjut nonton," balas Vier mengambil pop corn yang di tempatkan di wadah besar.


"Wih.. bagi² woy," balas Satya.


Jadilah mereka nonton pertunjukkan itu, Riana dan Revandra hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah melihat kelakukan mereka yang aneh.


"Lanjut Vy~," ujar Nesya.


"Okyu! jadi gimana? ya atau tidak?," tanya Vyone menodongkan pistol nya.


"...."


"Aelah tangan gue pegel nih," keluh Vyone.


Dor!


Si tua bangka mati cepat dengan timah panas di kepalanya, padahal tadi dia lagi menderita loh gegara lambungnya bocor haha😈.


"Yah.. ko dibunuh sih, tadi tuh dia dah menderita tau. Kan bagus kalo di biarin lebih lama," keluh Dika.


"Bicid lu, tinggal nonton aja juga apa susahnya," balas Arya.


"Heleh😒," balas Dika.


1 per 1 keluarga Lynn bersumpah setia dan sebagian lagi mati karna mencoba kabur, Vyone membiarkan adik sepupunya yang masih kecil dan beberapa anggota keluarga Lynn yang baik padanya juga beberapa yang telah bersumpah setia.


"Nes," panggil Vyone.


"Hm?."


"Gue pergi dulu ya, mau cari angin."


"Em.. baiklah, hati² ya Vy, jangan lupa pulang. Ga pulang gue geprek lo," ancam Nesya membuat Vyone merinding sebentar lalu tertawa.


"Iya² bye², my besplenqu tecayang~," ujar Vyone yang alaynya kumat.


"Utututu... bye² my besplenqu~," balas Lyra membuat yang lain tertawa.


"Vyone," panggil sebuah suara, Riana Fav.


"Ya... bu," jawab Vyone sedikit canggung.


"😊, hati² ya sayang. Maafin ibu karna udah misahin kamu sama Dean, tapi inilah kenyataan nya," ujar Riana lembut membuat Vyone terdiam.


Riana memeluk Vyone, ada rasa kerinduan dan kasih sayang di pelukan itu, Vyone merasa kalau Riana benar² tulus.


"😊, gapapa kok bu.. Vyone seneng bisa bebas dari keluarga Lynn ini," balas Vyone dengan suara sedikit bergetar.


"Ya sudah, kalau Vyone mau pergi boleh² aja kok tapi.. Vyone harus pulang sebelum jam 11 malam, ngerti?," tanya Riana mengeluarkan auranya.


"E e... i iya bu, t tenang aja😊," jawab Vyone dengan senyum yang agak dipaksakan.


"Bagus," balas Riana lalu berbalik pergi.


"Huft... ternyata ibu Riana juga mengerikan ya seperti mama," gumam Vyone.


Tiba² seseorang menarik Vyone, Vyone terkejut tapi dia tak memberontak, dia mengikuti langkah orang yang membawanya, mereka pergi dengan mobil ke suatu tempat.



Tempatnya👆

__ADS_1


~oOo~


Siapa hayo?? maap baru sempet up, soalnya banyak tugas + bahan ceritanya kurang.


__ADS_2