
"Hari ini, kalian akan pergi ke dimensi lain," jawab Kojhiro santai.
"APA?!!!," pekik mereka semua tak percaya.
~oOo~
Setelah perbincangan yang melelahkan, Nala dkk masuk ke dimensi lain. Nala merasa rindu pada teman²nya di dunia persilatan.
"Ini...."
"Ini hutan hewan roh," jelas Kojhiro santai.
"Hewan roh?," tanya Karina bingung.
"Hewan roh itu hewan pendamping seorang pendekar yang membuat kontrak sehidup semati, hewan itu yang akan membantu sang pendekar saat kita sedang membutuhkannya atau apapun. Dia akan selalu setia, hewan ini juga bisa dijadikan sahabat, pendekar atau bukan bisa menaklukkan hewan roh tapi akan sulit jika yang ditaklukkan hewan roh spesial," jelas Nala datar.
"Oh... gitu, trus kita disini ngapain? cari hewan roh?," tanya Veronica.
"Iya, disana ada sebuah tanah lapang, kita kesana dulu," ajak Kojhiro.
Mereka pun sampai di tanah lapang yang luas itu.
"Jendral, kita mau apa disini?," tanya Alfie.
"Kita akan lihat hewan roh milik Nala dan Leon juga spirit mereka," jawab Kojhiro.
"Nala, silahkan," ujar Kojhiro mempersilahkan.
Nala berjalan ke tengah² tanah lapang itu dan mengeluarkan zona spirit beast dari tangannya, muncullah Three B dengan ukuran aslinya.
"Hah??? jadi Three B adalah hewan roh?!," seru mereka kecuali Leon, Feter dan Kojhiro.
"Iya, Blazt adalah singa YinYang generasi spesial, singa ini jauh lebih kuat dari singa di neraka dan nirwana, dia juga bisa berbicara layaknya manusia. Dia bisa berubah menjadi 3 bentuk, yang pertama bentuk alami seperti ini lalu bentuk biasa seperti di mansion dan bentuk kucing," jelas Nala.
"Bing adalah hewan roh legenda dengan kekuatan es dan kemampuan terbang yang terbaik, salah satu spirit legenda. Dia bisa berubah jadi 2 bentuk, pertama bentuk alami seperti ini dan kedua bentuk biasa seperti burung biasa," sambung Nala.
"Bell adalah spirit beast legenda, burung Phoenix langka dengan kekuatan api abadi dan nyanyiannya sangatlah merdu, salah satu spirit beast spesial yang paling diburu. Dia hanya bisa berubah menjadi 2 bentuk, bentuk alami dan bentuk biasa," lanjutnya panjang.
"Baik, hewan roh Nala adalah Three B kalau spirit mu apa?," tanya Kojhiro.
Nala memejamkan matanya lalu di bagian belakang sebelah kanan Nala terlihat sesosok bayangan gelap tapi disisi kirinya terdapat sosok bayangan putih dan ditengahnya terdapat sesosok dengan tanda YinYang, belum lagi tubuhnya berwarna merah darah.
"A apa itu?," tanya Lyra tercekat.
"3 spirit ku," jawab Nala lalu menghilangkan ketiga spirit yang mencengangkan itu.
Prok prok prok
Kojhiro bertepuk tangan atas apa yang Nala tunjukkan.
~oOo~
Pemberitahuan :
Spirit/jiwa spirit adalah bentuk sejenis kekuatan yang terbentuk setelah seseorang menjadi pesilat, ada juga yang sejak lahir sudah memiliki jiwa spirit karna keturunan.
Hewan roh/spirit beast sering juga disebut beast, apa artinya udah dijelasin.
Profesi :
A. Pesilat/pertapa (terhormat)
(maksud dari pertapa itu adalah seorang pesilat akan menyerap Qi seperti sedang bertapa)
Tingkatan seorang pesilat :
Tingkat awal, level 1-10.
Tingkat menengah, level 1-10.
Tingkat akhir, level 1-10.
Tingkat spirit bumi, level 1-10.
Tingkat spirit langit, level 1-10.
Tingkat petarung spirit junior, level 1-10.
Tingkat petarung spirit senior, level 1-10.
Tingkat jendral muda, level 1-10.
Tingkat jendral menengah, level 1-10.
Tingkat jendral akhir, level 1-10.
Tingkat kaisar bumi, level 1-50.
Tingkat kaisar langit, level 1-50.
Tingkat alam dewa, level 1-100.
Tingkat nirwana, level 1-100.
Masih ada tingkat ranah dewa tapi belum pernah tercapai, inti dari seorang pesilat adalah mana, semakin kuat mana-nya maka semakin banyak pula Qi yang mereka serap, Qi adalah elemen alam yang berbentuk lingkaran dengan warna² tertentu.
B. Alchemist/ahli kimia (terhormat)
Tingkat 1-10.
Seorang alchemist akan sangat sulit untuk naik tingkat karna mereka harus bisa membuat obat/ramuan yang tingkatannya melebihi mereka, ada beberapa tingkatan lagi yang jarang dicapai seorang alchemist.
Tingkat ahli, tahap awal, menengah dan akhir.
Tingkat master, tahap awal, menengah dan akhir.
Tingkat legenda, tahap awal, menengah dan akhir.
Tingkat dewa, tahap awal dan akhir.
Hewan roh :
Hewan roh dibagi menjadi beberapa tingkat, masing² hewan roh memiliki keunikan tersendiri dan juga bentuk² yang cukup unik.
Spirit beast dibagi menjadi level 1-20.
Spirit beast spesial, level 1-10.
Spirit beast legenda, hanya ada 10 jenis di dunia persilatan.
Nala memiliki 2 dari 10 jenis spirit beast legenda yaitu Bing dan Bell. Ari, Wira dan Gusion juga memiliki hewan roh.
~oOo~
Back to story
"Hebat sekali," puji Kojhiro dengan wajah sumringah.
"Kau bisa duduk disana, dan Leon tunjukkan hewan roh dan spirit mu," ujar Kojhiro.
Leon menurut dan melangkah ke tempat Nala berdiri sebelumnya, dan Nala pergi ke samping tanah lapang itu, Nala beristirahat bersama Three B sambil memperhatikan teman²nya.
Leon mengeluarkan seekor singa betina yang sejenis dengan Blazt, Nala sedikit tersentak melihatnya, Leon menyuruh Nala dan Blazt mendekat.
"Ini singa betina yang kukatakan waktu itu, namanya Violet. Bagaimana jika kedua singa ini kita jodohkan saja?," tawar Leon dengan senyum tipis.
"Aku tidak ingin memaksa, jika Blazt dan Violet memang saling suka menurut ku tidak masalah, aku tidak ingin merusak kebahagiaan hewan roh-ku," jawab Nala sambil membelai Blazt penuh kasih sayang.
"Violet," panggil Blazt, Violet langsung menoleh ke arah Blazt.
2 hewan roh itu saling berkenalan dan mulai akrab tapi mereka juga tak setuju jika mereka dijodohkan.
"Bagaimana dengan spiritmu?," tanya Nala.
"Menyingkirlah," jawab Leon ga nyambung.
Nala dan Violet juga Blazt menyingkir ke tempat aman, Leon menunjukkan spirit nya dan terlihatlah mahluk aneh gabungan golem es dan beruang, spirit es.
"Jadi dia benar² sudah pernah ke dimensi ini," gumam Nala.
"Tuan Lion pernah ke dimensi ini?," tanya Blazt kaget.
"Iya, dia pernah cerita," jawab Nala.
"Nona, dia cocok dengan nona-ku ini," goda Bell.
"Bell, cukup," tegur Nala.
Three B aslinya memang bisa bicara karna spesial, mereka mulai mendapatkan hewan² roh masing².
Dan ternyata.... serigala yang dipelihara Lyra itu spirit beast guys😲!!!! kaget aing, dah sisanya kaga usah disebutin, malezzz.
Dika sial*n : Yah... Author masa ga disebutin sih
Author : Bodo amat😒
Lyra : Author laknat😠
Veronica cerewet : Author!!!!! kenapa gue yang cans bat ini di suruh masuk ke dimensi ini sih?????!?!!!!!!!!!!!!! sial*n lu!😬😡
Author : Bac*t🌈
Back to story, ga usah dengerin tokoh² cerewet cari sensasi itu.
Kini mereka memulai pelatihan di tengah hutan yang dipenuhi hewan roh, mereka tidak diganggu spirit beast lain karna Nala, ya.. Nala cukup ditakuti di dunia persilatan bukan hanya karna kekuatan dan kemampuan, tapi latar belakangnya cukup kuat.
Nala/di dunia persilatan di panggil Li Yue, adalah anak dari iblis ungu/Natasha (dipanggil iblis karna kehebatannya dan ungu karna warna matanya) dan Raja Li Alf, raja yang sangat ditakuti karna kekejamannya belum lagi harta dan paviliun yang ditinggalkan mereka membuat Nala tak memikirkan uang lagi di dimensi ini.
Nala dkk sedang berlatih di dalam gubuk yang mereka bangun, mereka dapat menyerap begitu banyak lingkaran Qi karna memang energi alam yang kuat.
"Hah... selesai," gumam Nala.
"Jendral," panggil Nala.
"Jangan panggil saya Jendral, panggil saja guru. Ada apa?," tanya Kojhiro.
"Harap semuanya tau, jika di dunia persilatan ini, nama saya adalah Li Yue bukan Nala," jawab Nala dengan suara jelas dan tegas, Leon dkk menghentikan pelatihan mereka sebentar.
"Li Yue..., kalau begitu namaku adalah Haotian," sahut Leon.
"Aku apa ya?," gumam Karina.
"Namaku Dong Jue," sahut Arya.
"Nama dari mana itu?," tanya Lyra agak mengejek.
"Diamlah!," seru Arya balik.
"Sudah², namaku An Wu," ujar Alfie menengahi.
"Kak An," panggil Nala dengan senyum.
"Ada apa Yue?," tanya Alfie tentu dengan senyum juga.
"Kalian harus terbiasa dengan panggilan² ini," sahut Kojhiro.
"Baik guru," jawab mereka serempak.
"Em... guru, namaku bagaimana?," tanya Karina polos.
"Oh ya ampun, kau imut sekali," ujar Arya gemas.
"Baiklah, begini saja. Karina namamu sekarang Li Anya, Lyra namamu Wen Yu Vier namamu...."
"Tata," ujar Vier memotong ucapan Kojhiro.
"Tata?," tanya Kojhiro.
"Aku ingin nama yang berbeda," jawab Vier datar tapi santai.
"Kalau begitu aku ingin nama Velly saja," sahut Veronica.
"Tidak bisa, kau harus ganti nama," bantah Leon datar.
"Yah...," gumam Veronica murung.
"Begini saja, namamu Shen Erie," usul Nala.
"Shen Erie? boleh juga, panggilnya Erie dong," balas Veronica kembali bersemangat.
"Iya deh iya, Erie," ujar Lyra membuat Veronica makin senang.
"Namaku Haoguian, Ian," sahut Feter datar, singkat, padat dan jelas.
"Baiklah namaku Dong Xu," sahut Dika disertai tekad.
"Hahahaha...," suara tawa 10 orang itu (kecuali Dika kan jadi 10) meledak setelah mendengar tekad Dika.
"Guru, siapa namamu sekarang?," tanya Nala setelah berhenti tertawa.
__ADS_1
"Nama guru adalah Tianqu," jawab Kojhiro yang berganti nama menjadi Tianqu.
"Tianqu? sepertinya aku pernah dengar nama itu," gumam Nala.
"Sudah², ayo berlatih kembali," ajak Kojhiro.
Mereka kembali berlatih sampai kantuk menyerang, dikarenakan Nala ga ngantuk jadi semaleman dia berlatih, tak terasa pada pukul 3 pagi Nala menyelesaikan latihannya, dia beranjak berdiri untuk meregangkan ototnya yang terasa sakit karna duduk terus.
"Wah.. tidak kusangka aku sudah tembus sampai tingkat spirit langit level 8," gumamnya setelah mengecek tingkatan nya.
Nala beranjak keluar lalu melakukan olahraga seperti di dunianya, setelah olahraga Nala pergi sejenak untuk berburu dan mencari kayu bakar, Nala mendapat 3 ekor rusa dewasa yang lezat pastinya, setelah berburu dan mengumpulkan kayu bakar, Nala menemukan sebuah danau.
Tanpa basa basi lagi, Nala segera meletakkan hewan buruan dan kayu bakar di dekat danau, dia juga menanggalkan pakaiannya dan segera masuk ke dalam danau, Nala tak takut jika seandainya ada seekor buaya atau hewan berbahaya lainnya di danau itu karna mereka tak akan bisa menyentuhnya.
Setelah mandi Nala berpakaian kembali dan melihat sebuah token, dia mengambilnya dan sayangnya token itu tercebur ke dalam danau, anehnya token itu malah menciptakan pusaran air yang membuat Nala penasaran, dia melompat masuk ke pusaran air itu dan mengetahui jika token dan pusaran air itu adalah portal/kunci menuju tempat lain.
~oOo~
Ket : [...] kalo kek gitu anggap aja judul, soalnya Author bakal kira eps ini panjang banget.
Oh iya, Nala dkk kita ganti namanya selama di dunia persilatan guys.
Jadi Nala dkk itu emang udah paham sama bahasa di dunia persilatan ini, trus mereka bisa komunikasi lancar deh sama penghuni yang lain trus hormat nya tuh ga kaya di negara² di sini geto loh, gimana ya kaya kekaisaran cina ato apapun yang ada hormat sambil bungkuk + tangannya bentuk simbol ato apapun.
~oOo~
[ Istana baru untuk Li Yue ]
Yue sampai di sebuah bangunan yang begitu megah, di sisi²nya terdapat gelembung² air yang indah, belum lagi pilar yang didominasi warna biru, Yue masuk ke dalam tempat misterius itu sambil mengamati seisinya.
"Selamat datang, nona," sapa seorang pelayan perempuan yang membuat Yue sedikit kaget dan langsung menoleh.
"Silahkan ikut saya," ajak pelayan itu sebelum Yue bertanya.
Yue masuk ke dalam bangunan itu lebih dalam, mulailah terlihat betapa megah dan mewahnya tempat itu, banyak pelayan berjejer rapi seperti saat dia di mansion di Jepang.
Setelah koridor yang panjang dan luas, Yue sampai di sebuah ruangan dimana ruangan tersebut terdapat beberapa singgasana yang selalu didominasi warna emas, perak dan biru.
Sebagian besar pelayan di tempat itu adalah perempuan, Yue bisa melihat jumlah laki² di tempat ini hanya ±50 orang beserta para pangeran, bukannya pria Yue malah melihat seorang wanita cantik duduk di singgasana yang paling megah juga mewah.
"Hormat saya pada yang mulia ratu," sapa Yue sambil hormat tapi ga bersujud begitu menyadari kalau wanita di hadapannya adalah ratu dari istana/kerajaan ini.
"Sudahlah wahai pendekar, saya ingin bertanya kenapa pendekar tidak bersujud seperti yang lain?," tanya sang ratu.
"Saya hanya akan bersujud pada langit, bumi, sang penguasa alam semesta, dan kedua orang tua saya. Saya juga akan selalu menghormati orang yang menghormati saya," jawab Yue membuat sang ratu, para pangeran dan putri juga semua orang tertegun.
"Siapa namamu, wahai pendekar?," tanya sang ratu dengan senyum ramah di wajahnya.
"Nama saya Li Yue, yang mulia," jawab Yue sopan dan senyum tipis.
"Yue, nama yang bagus," puji salah satu pangeran begitu saja.
"Terima kasih atas pujiannya, tuan pangeran," balas Yue sopan.
"Kau begitu sopan, nak. Perkenalkan nama saya ratu Xia Rui, saya adalah ratu dari kerajaan air hitam putih," ujar Xia Rui memperkenalkan diri, Nala mengangguk pelan lalu memberi hormat.
"Biarkan saya memperkenalkan anak² saya, ini adalah putra mahkota Xi Ron, di sebelahnya adalah pangeran kedua Xi Arz, sebelahnya adalah pangeran yang terakhir, pangeran ketiga Xi Froz," sambung Xia Rui sambil menunjuk anak²nya.
"Senang bertemu dengan anda semua, tuan pangeran," sapa Yue ramah dan sopan sambil hormat.
"Senang bertemu dengan anda juga, nona Li Yue," balas Arz dengan senyum dan hormat.
"Yang ini adalah putri pertama Xia Wei Wei, di sebelahnya adalah putri kedua Xia Lin, disebelahnya lagi adalah putri ketiga Xia Yuanlu, lalu ada putri keempat Xia Lanfei, dan yang terakhir putri kelima Xia Arling," ujar Xia Rui sambil menunjuk putri²nya.
"Salam hormat saya dan senang bertemu anda semua, para tuan putri," salam Yue.
"Senang bertemu nona Yue juga," salam balik putri pertama Xia Wei Wei.
"Nona Yue," panggil Xia Rui.
"Ya, yang mulia," jawab Yue.
"Kerajaan kami membutuhkan bantuan karna kami sering diserang seekor hewan roh yang cukup kuat," ujar Xia Rui sopan.
"Jadi yang mulia ratu ingin saya membantu kerajaan ini melawan hewan roh itu?," tebak Yue.
"Benar, nona Yue. Apa anda bersedia membantu kami?," tanya putri ketiga Xia Yuanlu.
"Baiklah, saya akan membantu tapi saya tidak bisa di sini terlalu lama, saya tidak ingin membuat teman² saya mencari saya karna khawatir," jawab Yue penuh kesopanan.
"Tidak masalah, nona Yue. Nona adalah seorang pendekar, jadi kami hanya ingin anda membantu kami saja, terima kasih karna sudah mau membantu kami," balas Xia Rui.
"Boleh saya tau hewan apa yang mengganggu kerajaan ini? dan dimana sarangnya?," tanya Yue.
"Hewan yang mengganggu kami adalah naga air YinYang terkuat sepanjang masa, kami kewalahan untuk menghadapinya. Sarangnya berada di dalam palung terdalam, naga itu sering menyerang pada pagi hari. Mohon bantuannya, nona Yue," jawab putra mahkota Xi Ron.
"Baiklah, tapi ampun beribu ampun yang mulia bisa antarkan saya ke tempat itu?," tanya Yue berhati hati.
"Ya, para pengeran akan ikut bertarung denganmu," jawab Xia Rui tegas.
Akhirnya Yue dan 3 pangeran itu pergi ke sarang naga air YinYang, sesampainya disana Yue merasa ada yang aneh, pasalnya suhu air di sana sangat tidak stabil, ini akan cukup menyulitkan.
"Yang mulia pangeran bisa bertarung?," tanya Yue.
"Ya, kami bisa bertarung karna itulah ibunda ratu meminta kami untuk ikut dengan anda," jawab Xi Ron.
"Baiklah begini saja, saya akan menghadapi naga itu secara langsung dan para pangeran bisa membantu dari jarak jauh, bagaimana yang mulia?," tawar Yue.
"Hm... boleh juga," jawab Xi Arz.
"Mari yang mulia," ujar Yue mempersilahkan.
Yue bertemu seekor naga berwarna biru dengan corak YinYang di tubuhnya, naga air YinYang. Naga air terkuat sepanjang masa, kini Yue berada di hadapannya tapi Yue tetap berdiri tegap dan tak terpengaruh dengan aura tekanan yang dikeluarkan naga itu.
"Apa mau mu, gadis kecil?," tanya naga itu dengan angkuh.
"Kenapa kau menyerang kerajaan air hitam putih?," tanya Yue langsung.
"Aku hanya mengambil barang milikku saja, apa salahnya jika aku pergi mengambil nya?," tanya naga itu balik.
"Barang apa?," tanya Xi Ron.
"Mutiara cakra pembuka yang kujaga," jawab naga itu.
Mutiara cakra pembuka adalah mutiara yang berbentuk cakra, di dalamnya terdapat dunia kecil yang dapat dibuka jika mutiara itu memiliki tuannya, ternyata naga ini adalah penjaga dari mutiara cakra pembuka itu.
"Tidak ada mutiara itu di kerajaan, bukankah mutiara itu sering dibawa ikan hiu yang bermain²?," tanya pangeran Arz.
"Bohong! jelas sekali mutiara itu berada di kerajaan itu," tukas naga itu, dia terus bersikeras rupanya.
Zing..
"Wah, gadis kecil. Mutiara cakra pembuka mengakuimu sebagai tuannya, buatlah perjanjian darah dengan mutiara itu, bagaimana pun mutiara cakra pembuka adalah sebuah mustika roh," ujar sang naga.
"Huh... aku tidak tertarik😒," celetuk Yue acuh.
1 detik
2 detik
3 detik
"APA?!!!!!," seru mereka termasuk Naga kecuali Xi Froz terkejut.
"Apa kau bercanda?!! mutiara itu adalah mustika roh spesial, dan kau tidak tertarik menjadi tuannya?!!," pekik sang naga.
"Begini saja, jika kau menjadi tuan dari mustika roh itu maka aku akan menjadi hewan roh mu? bagaimana?," tawar sang naga.
"Aku sudah punya 3 hewan roh😒," jawab Yue acuh.
"Cih, aku tidak mau tau kau harus menjadi tuanku dan mustika roh itu!!!," seru sang naga tidak terima.
"Kenapa harus teriak², kau tau aku jadi makin malas meladenimu😒❄," ujar Yue datar + dingin dengan aura menekan yang jauh³ lebih kuat dari sang naga dan hanya dapat di rasa kan para hewan saja bahkan naga itu meringkuk takut.
"Ba bagaimana bisa kau melakukan itu gadis kecil?," tanya sang naga dengan suara bergetar, ketiga pangeran itu terperangah melihatnya.
"Itu tidak penting."
"Kudengar mutiara cakra pembuka itu memiliki dunia kecil yang indah di dalamnya," sambung Yue, suara dan auranya kembali normal.
"Ya, mutiara itu memang memiliki dunia kecil di dalamnya," jawab sang naga dengan suara normal.
"Baiklah aku akan menjadi tuannya," balas Yue.
Yue melakukan perjanjian darah dengan meneteskan darahnya pada cakra itu, tak lama kemudian mutiara itu menjadi milik Yue, naga YinYang itu juga menjadi hewan roh Yue. Sebelum itu sang naga memberikan sebuah cincin penyimpanan, dimana di dalam cincin itu terdapat banyak sekali pakaian dan barang² bagus.
"Ini adalah cincin penyimpanan untukmu, karna kau sudah menjadi tuanku, cincin itu bisa menyimpan benda mati dan hidup," ujar sang naga.
"Baiklah Yan," balas Yue.
Naga itu masuk ke dalam cincin dan menjadi hewan rohnya, Yue dengan cepat bisa menguasai cara mengendalikan cincin itu.
"Mari kita kembali yang mulia," ajak Yue.
Di Istana
Semua orang menyambut kedatangan keempat orang itu dengan suka cita, ratu Xia Rui dan anak² nya bahkan sampai hampir bersujud di kaki Yue, tentu saja Yue tidak membiarkan itu terjadi, orang² baik tidak boleh bersujud di kakinya, hanya orang² yang menurutnya bersalah saja yang pantas bersujud di kakinya.
Ratu Xia Rui sendiri bersumpah akan selalu mengabdi pada Yue, dia dan anak²nya selalu menjunjung tinggi adab dan keadilan karna itu dia tak segan untuk bersumpah pada Nala.
Di dunia persilatan, kalian harus ingat bahwa hukum rimba sangat berlaku, slogan mereka adalah.....
'Yang kuat menindas yang lemah dan yang lemah akan mati.'
Dahlah, Yue akhirnya pergi dari kerajaan itu. dia mendapat simbol dan kunci masuk ke dalam kerajaan, dimanapun ia berada, selama ada air tawar yang luas maka dia bisa membuka pintu ke kerajaan air hitam putih.
Yue bertemu teman²nya yang baru bangun tidur, dia meletakkan 3 rusa dewasa buruannya di tanah lalu mulai memasak rusa panggang, setelah matang mereka pun memakannya sampai habis.
Mereka berlatih selama 3 hari di dalam hutan itu, dan mereka berkembang dengan pesat karna energi Qi yang kuat.
~oOo~
[ Kota Nan ]
Setelah berlatih Nala dkk pergi ke kota Nan, kota dekat dengan ibu kota negeri ini, kota yang cukup besar dan ramai yang tempatnya berada sekitar 10 km dari hutan hewan roh, itu kota terdekat ke hutan hewan roh, tentu saja mereka menggunakan ilmu meringankan diri untuk pergi kesana, saat sampai di perbatasan Nala dkk termasuk Kojhiro menutupi identitas dan berjalan dengan aura kemisteriusan.
Mereka sampai pada waktu makan siang jadi mereka makan di salah satu kedai disana.
"Kita mau bekerja sebagai apa?," tanya Shen Erie setelah makan.
"Assassin? atau mau menjadi prajurit saja?," tanya Haotian datar.
"Sebaiknya kita lihat pekerjaan di salah satu organisasi perdagangan saja," usul Yue.
"Benar juga," balas Haotian.
"Ayo pergi, kita butuh pekerjaan," ajak Yue.
Mereka pun keluar dari tempat itu dan berpencar mencari pekerjaan, Li Yue, Wen Yu, Li Anya, Tata dan Shen Erie pergi ke organisasi Searchwork, anggap aja kek gitu namanya.
Sedangkan Haotian, Dong jue, Dong xu, Haoguian dan An Wu pergi ke organisasi GoldenMo, Tianqi sendiri pergi entah kemana.
Kelima gadis yang bahkan belum berusia 12 tahun itu masing² mengambil misi tingkat tinggi, misi Li Yue adalah mengambil buah kaca hitam, misi Wen Yu adalah mendapatkan 3 permata kristal, misi Shen Erie adalah mencari 5 buah persik dewa, misi Li Anya adalah mendapatkan batu kristal es di puncak bukit dan misi Tata adalah mendapatkan buah anggur perak, semua misi itu ada di hutan kabut.
"Kita mendapat misi yang sama, di hutan kabut," ujar Yue.
"Iya, sudahlah. Ayo pergi, kudanya juga sudah disiapkan," ajak Erie.
Mereka bersama ksatria lainnya langsung pergi ke hutan kabut dengan kuda masing², di perbatasan hutan kabut mereka bertemu bandit yang menyekap putri negeri itu, mereka meminta para pendekar untuk diam dan tidak menyelamatkannya.
"Dia siapa?," tanya Anya datar.
"Putri kaisar negeri ini," jawab Yue santai.
"Ayo selamatkan dia," ajak Wen.
"Untuk apa?," kini Erie yang bertanya.
"Lumayan kalo kita di undang ke kekaisaran ya 'kan?," goda Wen.
"Ck, dasar kalian. Sudah selamatkan saja dia," suruh Yue.
"Yah... kok nyuruh sih? ya udah deh aku selamatin dia," ujar Wen mengalah.
Akhirnya Wen Yu melompat turun dari kudanya dan langsung berdiri di hadapan ketua bandit, si ketua bandit kaget bukan main melihat Wen Yu.
"Menyerah atau mati?," tanya Wen dengan nada dingin dan datar, suasana mencekam mulai terasa.
Wen Yu mengambil sang putri secara paksa dan mendudukkannya di atas kudanya, dia kembali bertanya.
"Menyerah atau mati?," tanya Wen, kumpulan bandit itu gemetar termasuk ketua bandit tapi mereka tak mau menyerah.
"Ok, fixs. Mati," ujar Wen, detik berikutnya yang terjadi adalah Wen bergerak begitu cepat dan...
Krak
Srak
Sret
__ADS_1
Srak
Srak
Suara² itu didominasi teriakkan kesakitan yang begitu memilukan.
Jleb
Crat
Wen Yu menusuk jantung ketua bandit lalu menariknya dan darah menyembur dengan deras, semua ksatria di sana kecuali Yue dkk merasa merinding dan kagum karna Wen Yu bisa membunuh mereka dalam waktu singkat.
"Sudah?," tanya Yue.
"Ya, selesai dan begitu lemah," jawab Wen Yu.
Wen Yu naik kembali ke kudanya, tepat dibelakang sang putri yang sudah bebas, dia tetap bisa mengendalikan kudanya karna memang sudah mahir.
"Putri anda ingin pergi kemana?," tanya Wen Yu.
"Saya hanya ingin pergi ke kemah kakak saya, pendekar, tapi mereka malah menangkap saya dan menjadikan saya tawanan. Bisakah anda mengantarkan saya ke kemah kakakku?," tanya sang putri lembut, khas seorang putri.
"Baiklah, suatu kehormatan bisa bertemu dan mengantar seorang putri cantik nan lembut seperti anda," ujar Wen Yu sopan sambil memacu kudanya berjalan.
"Kau bisa bermulut manis rupanya," sindir Erie.
"Kau iri kan, dasar Erie," balas Wen Yu.
"Cih, hei Wen Yu, jangan sombong, ingat! di atas langit masih ada langit," tegur Erie.
"Sudah, cukup! kalian dari tadi brisik saja, mau ku sumpal ya mulut kalian?!," ancam Tata yang kesal.
"Iya²," balas mereka lalu terdiam, sang putri terkekeh kecil mendengar perdebatan mereka.
Tak lama mereka sampai di kemah pangeran negeri ini, ksatria yang lain kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Putri diturunkan di depan kemah pengeran dan Yue dkk pergi melanjutkan perjalanan, mereka berpencar ke tempat tujuan masing².
#Li Yue pov#
Aku mencari harus mencari buah kaca hitam, ternyata tempat itu di jaga oleh seekor spirit beast dengan rank/level lebih dari 10, buktinya aku melihat seekor kelinci rank 10 menjadi mangsanya, disana juga banyak orang yang mengambil misi sama sepertiku.
Spirit beast itu adalah seekor badak hitam rank 13, ck, dia bukan tandinganku, dengan santai aku berdiri di hadapan badak itu, dia mau menyerang tapi...
Ctak
Aku menjentikkan jari di tangan kananku dan seketika sebuah petir menyambar si badak, badak itu jatuh pingsan, para ksatria lain terperangah melihat aksiku tapi aku tidak peduli.
Aku mengeluarkan sapu tangan dari cincin penyimpanan pemberian Yin, dan mengambil buah itu lalu memasukkannya kembali ke dalam cincin, aku berpikir mau kuapakan badak ini, bunuh? ah jangan, ku lelang saja jauh lebih menguntungkan.
Dalam sekejap badak hitam itu masuk ke dalam cincin penyimpanan juga, aku pun segera pergi dari tempat itu.
#Li Yue pov off#
Sisanya ga usah lah ya, nanti kepanjangan.
Jadi Li Yue udah selesai, Wen yu juga sudah mendapatkan 3 permata kristal dan dalam perjalanan ke tempat berkumpul yaitu pohon di persimpangan tempat mereka berpisah, Tata sudah menunggu di bawah pohon itu lalu Yue datang, tak lama Wen datang dan bergabung. Anya sudah mengalahkan penjaga buah kristal dan sudah mendapatkan buahnya kini dia turun gunung ke tempat teman²nya.
Mereka berempat sudah berkumpul tinggal Erie saja yang belum, akhirnya setelah menunggu ±10 menit Erie datang membawa 5 buah persik dewa di kantungnya.
"Lama sekali, bro," gerutu Wen kesal.
"Woy! gue harus bla bla bla," Erie ngoceh banyak.
"Sudah cukup! aku kembali ke Searchwork untuk mendapatkan imbalan," ujar Yue menengahi.
Di tempat lain
GoldenMo
Haotian, Haoguian, Dong Jue, Dong Xu dan An Wu sedang mengambil misi di GoldenMo, mereka mendapat misi sebagai Assassin.
"Ck, keahlianku," gumam Haotian.
"Ayo cepat kita selesaikan, lalu temui yang lain," ujar An Wu.
Mereka mulai bekerja lalu dengan cepat pekerjaan itu selesai, mereka segera pergi mengambil imbalan dan menunggu kawan² yang lain.
Kini semua sudah lengkap, ya kecuali Tianqu, mereka menuju pelelangan dan melelang beberapa barang.
"Permisi, saya dan teman² saya ingin melelang beberapa barang," ujar An Wu sopan.
"Baiklah, silahkan ikuti saya," balas pelayan wanita itu.
Mereka meletakkan barang² yang ingin mereka lelang di sebuah ruangan lalu mereka pergi ke ruangan lain untuk melihat lelang yang akan dimulai, kelihatannya tempat lelang itu seperti arena DA bedanya adalah panggung nya berada di bagian ujung dan didepannya para peserta lelang.
Jadi Yue dkk tuh duduk 1 ruangan gaes berhubung mereka rekan tim geto loh, ruangan² disana berada di atas, lantai 3, beberapa dari mereka berjejer dekat jendela untuk mengamati lelang yang akan dimulai.
"Anya, hati². Jangan sampai wajahmu terlihat dari bawah," tegur Yue tanpa menoleh, dia, Haotian, Tata dan Haoguian sedang bermain kartu dari dimensi mereka tentunya.
"Maaf, kak," balas Anya sambil membenarkan posisinya.
"Lelang sudah dimulai, kalian hati²," ujar An Wu mengingatkan, dia sedang duduk sambil membaca buku/kitab yang didapatkannya.
"Dong jue, Dong Xu. Kalian tidak mau lihat?," tanya Erie yang antusias melihat lelang.
"Nanti saja," jawab Dong jue, dia dan Dong Xu sedang bermain catur dimensi ini, ya... dengan bantuan Yue dan Haotian yang sudah berpengalaman.
"Iya, nanti kalo ada barang menarik kasih tau ya," sahut Dong Xu.
"Iya deh iya," balas Wen Yu malas.
Lelang pun dimulai.
"Barang pertama adalah obat giok tingkat 6, bisa menyembuhkan berbagai luka luar. Dibuka dengan 5 juta emas," ujar MC di atas panggung, pelelangan itu berlangsung dengan harga yang makin fantastis.
"Yue, apa obat itu berguna?," tanya Tata datar sambil tetap bermain kartu.
"Iya, tapi hanya tingkat 6, aku bisa membuat tingkat tak tertandingi. Kalau kau mau juga tidak masalah kok," jawab Yue acuh.
"Tidak usah lagipula kita tidak punya banyak uang," sahut An Wu.
"Siapa bilang?," tanya Yue dan Haotian bersamaan dengan wajah acuh tapi terdengar meremehkan.
"Memangnya kalian punya uang yang banyak untuk lelang ini?," tanya An Wu balik sambil menurunkan buku bacaannya.
"Kau serius, kawan?," tanya Wen Yu antusias sambil menoleh.
"Hei hei jangan bercanda," sahut Erie.
"Nanti kuceritakan, kini kalian tinggal melihat apakah ada barang bagus atau tidak," balas Yue kembali acuh.
"Oh, baiklah," balas Wen Yu malas.
Barang kedua skip, barang ketiga skip.
"Barang keempat adalah badak hitam level 13 yang sudah ditaklukkan oleh seorang master yang tak ingin disebutkan namanya," ujar MC.
"Bukankah kau yang menaklukkannya, Yue?," tanya Erie.
"Memang, tapi stt... jangan beritahu siapapun," jawab Yue santai.
"Ok ok, santuy mamank," balas Wen Yu sambil mendekati Yue lalu merangkulnya.
"Sahabat gue emang the best deh," puji Wen Yu sambil cengengesan.
"Jangan pake lo-gue disini, ntar dipandang aneh," tegur Haotian.
"Iya deh iya yang udah pernah kesini," balas Wen Yu dengan nada mengejek sambil melepaskan rangkulannya.
Tok tok tok
Pintu diketuk perlahan, kesepuluh orang itu membenarkan tudung dan jubah mereka lalu mengubah sikap menjadi dingin dan berkharisma master.
"Masuk," jawab Yue dari dalam dengan suara dingin.
Sebelumnya mereka sudah membereskan permainan kartu dari dimensi mereka, seorang pelayan pria memasuki ruangan dengan sedikit menunduk.
"Permisi master, apa anda masih ingin melelang barang?," tanyanya karna sebelumnya Yue yang memanggil pelayan itu.
"Lelang ini," jawab Yue sambil mengeluarkan setangkai bunga.
"Ini bunga mawar es 100 tahun, bisa membuat seseorang awet muda dan meningkatkan kemampuan pesilat jiwa es," sambung Yue sambil memberikan bunga itu.
"Baik, master," balasnya sigap.
Pelayan itu pun pergi keluar ruangan, dam setelah pintu ditutup pelelangan badak hitam jatuh ke harga 20 juta emas, lalu semua orang di ruangan itu menatap Yue dengan tatapan penasaran.
"Nanti kujelaskan," ujar Yue menanggapi tatapan teman²nya itu.
SKIP
Yue dkk sudah mendapat kan begitu banyak uang, di dunia ini emas digunakan sebagai alat pembayaran, Yue menggiring teman²nya ke sebuah tempat yang asing.
~oOo~
[ Paviliun kabut ]
Mereka digiring ke sebuah paviliun megah dan mewah tapi terlihat menyeramkan dengan dominasi warna merah dan hitam juga ada hijau lumut.
Mereka masuk ke dalam, tempat itu dikelilingi kabut yang tebal tapi Yue tetap melihat dengan jelas, kabut di sekitar paviliun itu cukup tebal sampai mengaburkan pandangan padahal hari itu masih terang.
Mereka masuk ke dalam gerbang dan berjalan ke pintu masuk yang begitu besar juga megah, tiba² saja pintu terbuka dan terlihat seorang gadis muda yang lebih tua dari Yue, dia membungkuk hormat lalu berkata.
"Selamat datang kembali, nona muda," sapa nya, dia mempersilahkan Yue dkk masuk ke dalam paviliun.
Di dalam paviliun itu sungguh berbeda dengan bagian luarnya, bagian dalam paviliun itu sangatlah nyaman dan hangat berbeda sekali dengan keadaan luarnya.
Yue memang tak menggunakan penyamaran karna semua teman²nya di dimensi ini sudah tau wajah aslinya, dengan santainya Yue menjatuhkan tubuhnya ke sofa empuk di ruang tamu.
"Hah... capeknya, Lu shi. Bagaimana kabarmu?," tanya Yue pada pelayan wanita yang ternyata adalah teman sekaligus orang kepercayaan nya di dunia persilatan.
"Kabar saya baik, nona. Nona sendiri bagaimana?," tanya balik Lu shi dengan senyum tipis di wajahnya.
"Tentu baik," jawab Yue senang.
"Em... Yue, siapa dia lalu tempat apa ini?," tanya Dong Xu yang sudah sangat penasaran.
"Duduklah dulu, Lu shi. Tolong buatkan kami minuman," jawab Yue makin membuat teman²nya penasaran.
"Baik, nona. Saya permisi," balas Lu shi sambil membungkuk hormat lalu pergi menyiapkan minuman, teman²nya duduk di sofa² empuk di ruang tamu itu.
"Kalian tau bukan jika aku pernah ke tempat ini?," tanya Yue.
"Ya," jawab Haotian.
"Semua yang kudapat di sini sebagian adalah hasil jerih payahku selama disini dan sisanya adalah warisan dari kedua orang tua ku," jelas Yue mengejutkan mereka.
"Ha??? maksudmu kedua orang tua mu pernah kesini?," tanya Wen Yu kaget.
"Iya," jawab Yue, Haotian hanya tersenyum tipis tapi hangat.
Haotian beranjak duduk di sebelah Yue dan memeluk nya dari samping, Yue tidak merasa risih saat Haotian terus²an memeluknya, dia menjelaskan apa yang ingin diketahui teman²nya.
"Aku akan kenalkan anak buahku," ujar Yue, Li Yue bertepuk tangan sebanyak 2 kali dengan tempo pelan.
Lalu sekitar 10 laki² dan 9 perempuan berjejer rapi di dekat sofa tempat Yue dkk duduk, bagi laki² menggunakan pakaian serba hitam disertai topi, masker dan sarung tangan sedangkan yang perempuan 4 mengenakan pakaian pelayan dengan warna berbeda dan sisanya menggunakan pakaian ketat hitam sama seperti laki².
"Ini adalah ke 20 anak buahku disini," jelas Yue.
"Pasukanmu banyak sekali," puji Dong Jue yang sempat ternganga.
"Sebenarnya ada 20 karna ditambah Lu shi, benar bukan?," tebak Yue.
"Benar, nona muda," jawab mereka serentak.
"Em... maaf nona, siapa pria yang memeluk nona?. Setahu saya itu bukanlah salah satu dari kakak nona muda," ucap salah seorang di antara mereka.
"Oh, dia ini Haotian. Sahabatku yang paling dekat denganku," jawab Yue sambil membelai tangan Haotian yang memeluknya.
"Kalau begitu kenapa nona dan tuan muda sangat dekat seperti berpacaran saja," celetuk Lu shi sambil meletakkan cangkir berisi teh.
"Hei!," tegur rekannya.
"Eh.. maaf nona, saya sudah lancang," ujar Lu shi menyadari kesalahannya dam segera berlutut dan hampir bersujud tapi dihentikan oleh Yue dengan kata² nya.
"Jangan pernah berlutut padaku karna kesalahan kecil seperti tadi, berdiri atau kubuat kau tak bisa berdiri selamanya," ancam Yue dingin + datar, membuat semua orang kecuali Haotian merinding ketakutan.
Bla bla bla
Sejak hari itu Yue dkk tinggal sementara di paviliun milik Yue yang disebut paviliun Kabut.
Bersambung....
~oOo~
Wow!!! Author ga nyangka bisa sampe sepanjang ini, readers! sampe lebih dari 5000 kata dungs😙😁
So, tetep tungguin eps selanjutnya yang mungkin bakal panjang juga
__ADS_1
Next eps, guys! bye...