My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Eps 75 : Perang sipil 2


__ADS_3

"Guru, ada apa dengan...."


~oOo~


Masih dihari yang sama


Tempat yang sama


Suasana ruangan menjadi hangat karna obrolan singkat mereka, Nesya diam menyimak dan berbicara dengan Lav melalui telepati.


'Lav, kau mendapatkan apa yang kuminta?.'


'Ya master, Lav mendapat beberapa info. Pertama, saat ini perguruan hitam putih sedang dijaga sangat ketat oleh para murid dan guru disana. Kedua, guru Tianchai terluka parah. Ketiga, kakak pertama perguruan hitam putih sedang mengikuti acara di suatu tempat jadi tak bisa ikut menjaga perguruan.'


'Masih ada lagi?.'


'Tentu, master. Saat ini di dimensi Brilea ada sekelompok orang bernama soul blood yang berbuat onar, nyonya Lea sendiri sempat turun tangan dan memporak-porandakan kelompok itu tapi siapa sangka soul blood masih bisa bangkit.'


'Baiklah, bagaimana dengan kakakku dan posisi Guardian saat ini?.'


'Tuan Wira–.'


'Panggilnya kak saja,' potong Nesya dengan telepati.


'Ah... itu sedikit tak sopan, ku panggil paman saja ya, boleh ya.'


'Terserah.'


'Ok, master apa sebaiknya nona datang ke ruang dimensi saja? Lav akan menjelaskan semua nya,' usul Lav.


'Tak bisa Lav ku sayang, aku tak bisa meninggalkan mereka disini, lagipula suasana sekarang adalah suasana perang,' balas Nesya membuat Lav lesu kemudian kembali memberitahu kan info.


'Paman pertama sedang berada di Australia, mengurus perusahaan tapi.... Lav dengar kalau akhir² ini dia di teror.'


'He?? Diteror?!!,' Nesya terkejut.


'Iya, master. Saat ini pelakunya sedang di kejar asisten paman. Lalu bibi ketiga sedang sibuk belajar dan mengurus butik, disisi lain dia juga mendapat teror. Untuk paman kedua... dia sedang berada di dimensi Brilea bersama pria yang bernama Arsene, mereka sedang melawan mahluk dimensi Brilea yang sangat besar, setahuku namanya Narus.'


'Nares ya...? em... itu terdengar seperti monster berkaki 2 dengan ekor besar dan panjang, berkepala 5, menyemburkan racun dan elemen berbeda di setiap kepala, dengan sisik keras berwarna emas. Mirip seekor naga ya?.'


'Iya master. Narus hewan yang mengerikan dan untuk posisi Guardian team, mereka akan sampai besok hari.'


"Nesya, apa yang sedang kau pikirkan?," tanya Leon berbisik disaat teman²nya masih mengobrol.


"Hanya mengobrol singkat dengan Lav," bisik Nesya membalas.


"Oh.. ayo keluar, biarkan mereka berbincang," ajak Leon berbisik.


"Hm.. Guru," panggil Nesya.


"Aku dan Leon ingin mencari udara segar sebentar, hanya diluar tenda untuk berjaga. Boleh ya?," bujuk Nesya dengan puppy eyesnya, dia tau gurunya itu takkan membiarkannya begitu saja.


"Ck kau ini (ga tega:D), baiklah. Hanya diluar tenda, karna tenda kita dekat dengan tiang kuno kalian disana saja ok," balas Kojhiro, Leon pun pergi.


"Baiklah," jawab Nesya lalu mencium pipi guru kesayangan nya itu lalu pergi.


"Haih... anak itu, sebaiknya kalian juga istirahat," ujar Kojhiro.


"Baik, jendral," balas Satya yang sudah merebahkan tubuhnya di karpet yang saat ini menjadi alas tidur mereka.


Diluar tenda


"Aku tau kau lelah, kemari dan tidurlah," ajak Leon yang sudah bersandar di tiang kokoh kuno dari batu.


Nesya menghampiri Leon dan duduk di antara kakinya, meletakkan kepalanya di dada Leon sambil melihat pemandangan bintang dan bulan, tangan kiri Leon melingkar sempurna di pinggang ramping Nesya, hembusan angin sepoi² membuat suasana nyaman, hampir membuat mereka lupa kini berada di antara perang sipil.


Cup


Leon mencium puncak kepala Nesya dengan sayang lalu membelai tubuhnya supaya tak kedinginan, entah kenapa Leon sangat menyayangi Nesya dan tak ingin membiarkannya terluka.


"Perang ya? Leonardo, apa kau pernah ikut perang sebelumnya?," tanya Nesya.


"Perang antar mafia? tentu aku pernah," jawab Leon lembut.


"Bukan, maksudku perang sungguhan seperti saat ini," ralat Nesya.


"Em... pernah, saat itu aku berusia 8 tahun. Aku menjadi Mvp disana, menyenangkan karna mendapat kenalan baru," balas Leon.


"Kenapa? kenapa kamu yang Mvp?," tanya Nesya.


"Karna... saat itu aku menyelinap ke markas musuh dan mendengar strategi mereka, aku kembali dan memberitahukan itu pada pemimpin yang tak lain ayahku," jawab Leon.


"Papa Arga pernah bawa kamu ikut perang?," tanya Nesya agak terkejut.


"Iya.. supaya aku lebih kuat," jawab Leon.


"Ternyata... tujuan papa Arga sama dengan tujuan kakek," celetuk Nesya.


Hening


"Leonardo, apa kau menyayangi ku?," tanya Nesya tiba².


"Ya, aku sangat menyayangimu, sangat," jawab Leon yakin sambil memeluk pinggang Nesya dan meletakkan kepalanya di bahu Nesya.


"Dan kuharap kau tak menganggapku sebagai pengganti ayahmu, my princess," lanjut Leon membuat Nesya tersadar.


"Aku tau, kau dan ayah punya banyak perbedaan dan persamaan. Kau... jauh lebih nyaman daripada ayahku sendiri, kasih sayang yang kau berikan bukanlah kasih sayang dari seorang ayah, apa kau tau? kasih sayang mu itu seperti seorang kekasih pada pasangannya," jelas Nesya membuat Leon sukses merasa sedikit canggung padahal mereka sering berpelukan seperti ini.


Deg


Deg


Deg

__ADS_1


Bunyi detak jantung Nesya dan Leon terdengar jelas dan cepat, wajah Nesya sedikit memerah, di tengah sunyinya malam 2 sejoli ini merasa canggung untuk pertama kalinya, dinginnya malam seakan tak berasa untuk mereka, mereka malah merasa hangat dan sedikit terlalu hangat (>_<).


"Ekhem.. sebaiknya kita dirikan tenda untuk mereka, karna tak mungkin kita membiarkan mereka tinggal di tenda guru," usul Nesya.


Leon pun melepaskan pelukannya dan berdiri diikuti Nesya, Nesya membersihkan bokongnya dari pasir, lalu mereka melangkah ke mobil jeep, mengambil tenda dan mendirikannya, setelah selesai mereka memanggil teman² yang ternyata sudah tertidur.


Di tenda mereka


"Ah... kantukku jadi hilang," gerutu Satya.


Kini mereka berada di tenda dengan penerangan temaram tapi mereka sudah terbiasa sehingga mereka dapat melihat teman² dengan jelas.


"Aku merasa perang sipil ini adalah ulah seseorang," celetuk Vyone yang anehnya lagi duduk di pangkuan Feter.


"Lu... kok tiba² deket sama Feter?," tanya Nesya membuat pandangan semua orang mengarah ke Vyone dan Feter.


"Itu karna dia ngambil first kiss gue tadi," jawab Vyone kesal.


"Kan gue dah minta maaf, ga sengaja tau," balas Feter berbisik.


"Hump..."


Vyone memalingkan wajahnya ke arah lain, yang lain diam.


"Apa... ini jebakan ya?," gumam Vier membuat Nesya menegang di tempat.


"Jangan bilang... dia yang melakukan nya," lirih Nesya yang dapat di dengar Leon.


Dengan cepat Leon memeluk Nesya dari belakang dan menenangkan nya, tubuh Nesya kembali rileks dan secara tak sengaja payud4ranya mengenai tangan Leon, dia ga sadar loh:v🌚, tapi Leon sadar dan membiarkannya saja.


"Ahh~," suara desahan membuat semua orang di tenda terkejut.


Bukan dari Vier, Lyra atau Vyone tapi dari Nesya, mereka sukses melongo melihatnya.


"Anjirr kesempatan dalam kesempitan," gumam Satya yang melihat Leon merem4s gundukan kenyal Nesya.


"Uhuk...," Arya terbatuk dengan wajah memerah.


"Apa yang kau lakukan?," protes Nesya berbisik dengan wajah memerah.


"Entah, tapi tadi aku ngerasa enak aja gitu," balas Leon dengan polos dan frontal membuat Nesya ingin menamparnya.


Nesya mencoba melepaskan diri dari pelukan Leon sayangnya itu terlalu kuat membuat Nesya kesulitan.


"Coba lo ngedesah lagi, ntar gue makan sahabat lo," celetuk Satya membuat pelototan dari Lyra.


"Gue tampol ye," kesal Lyra.


"Gitu amat si," ujar Satya cemberut.


"Ciwi² jangan ada yang ngedeket ke gue," perintah Dean mengundang tanya.


"Jangan² lo ngaceng (junior tegang) lagi?," tanya Satya membuat Dean mengusap wajahnya kasar dan mengangguk.


"Gini loh... belajar dari pengalaman aja ya, sebulan setelah masuk SMP ada cewe yang gangguin + godain Dean, suatu hari cewe itu sengaja bikin Dean ngaceng habis itu dia berakhir di ranjang Dean semaleman sampe ga bisa jalan," jelas Satya membuat semua menatap horor Dean.


"Trus? Dean berarti bobol title nya dong?," tanya Dika kaget.


"Orang cewe itu dah ga virgin," jawab Satya.


"Trus masalah nya?," tanya Nesya penasaran.


"Dean itu kalo setiap urusan apalagi tentang se*s susah buat berhenti kecuali dia yang capek," jawab Vier yang memang deket sama sepupunya itu.


"Hi... ngeri ih," semua menatap horor Dean yang mati²an menahan hasratnya.


"Vyon, lu aja situ tidurin junior nya Dean," celetuk Dika membuatnya mendapat jitakan keras dari Vyone.


"Gila kali ya, gue ntar ga bisa jalan gimana?!," kesal Vyone.


"Sejauh ini Dean belum pernah bobol title cewe tuh," balas Vier polos.


"Ga boleh," bantah Feter.


"Dahlah, gue keluar aja," balas Dean.


"Ko jadi pengap ya?," tanya Vyone yang tubuhnya mulai berkeringat.


"Sama," jawab Dika.


"Gue keluar, pengap ama panas njer," balas Vyone yang ga tahan.


"Ngikut," sahut Lyra, dia tau kalo Satya lagi nafsu.


Mereka pun keluar sedangkan Nesya tidur di pelukan Leon, Vier mulai tertidur di dekat Nesya dan Leon.


"Kita ngapain?," tanya Arya.


"Tidur aja lah," jawab Dika yang bisa mengatur nafsunya.


"Ck," Satya memilih keluar, Arya, Feter dan Dika memilih tidur.


Disisi Dean


"Shit! pake ngaceng segala lagi," gerutunya.


"Lu gerutuannya ga jelas njer," sahut Vyone dari arah belakang Dean yang lagi mukulin pohon, Dean menoleh.


"Ngapain lo disini?," tanya Dean dengan wajah memerah menahan hasratnya.


"Gue cuma mau nanya, cewe yang dimaksud Satya itu Rien kan?," tebak Vyone.


"Iya, dia yang nge-jal4ng di club lo," balas Dean.

__ADS_1


"Lo yang buat dia tergila gila sama se*s kan?," tebak Vyone lagi.


"Mungkin, malem itu dia sangat menikmati," jawab Dean yang sudah merasa lebih tenang.


"Dan lo?," tanya Vyone.


"Ya, dia enak tapi kejadian itu ga keulang lagi," jawab Dean sambil berbalik.


"Apa sih yang bikin lo spesial di kalangan cewe terutama yang pernah lo tidurin sampe nge-jal4ng di club gue?," tanya Vyone penuh selidik.


"Gue ga tau, kenapa? lo mau coba?," tawar Dean.


"...."


Vyone terdiam, Dean pun pergi ke mobil jeep yang berada ga jauh dari posisi mereka saat ini, Vyone cepat menariknya hingga mereka kembali bertatapan.


Cup


Tanpa aba² Vyone mencium dan mel*mat bibir Dean, Dean terkejut dan diam sambil menatap Vyone.


'Astaga... sudah kuperingatkan tetap saja keras kepala, gadis nakal,' batin Dean.


'Ck, apa²an ini. Bibirnya begitu nikmat, pantas para wanita itu sangat menikmati nya,' batin Vyone kagum.


Tak lama Dean menggendong Vyone dan membuka pintu mobil jeep, membaringkan Vyone di jok belakang dan membalas kegiatan panas yang Dean suka, tanpa mereka sadari Lyra menyaksikan kegiatan itu sambil melongo bahkan Satya yang mengikuti nya terkejut.


'Ck, agresif seperti Lyra. Lanjutkan kawan tapi hati² jangan sampai membuat Vyone kecewa,' batin Satya.


Satya sudah menduga Vyone penasaran dengan Dean apalagi wanita di club keluarga Lynn begitu menikmatinya, yah.. Dean memang kadang meniduri wanita lain tapi yang udah ga virgin, Dean sendiri walau masih remaja tapi sudah banyak meniduri wanita.


SKIP


Esok pagi


Vyone dan Dean tidak benar² melakukan se*s, syukurlah... Vyone masih virgin ups!😉, oh iya Vyone sama Dean akhirnya pacaran dong, uhuk... Author iri😫😭.


Semua sudah bangun, Nesya dkk hanya akan mengamati dari dalam mobil jeep, Dean tidur di jok paling belakang, di pangkuan Vyone, Lyra tertidur di bahu Satya, Vier tertidur saking ga nyamannya tidur di karpet. Nesya mengamati dan mengawasi dari laptop yang pernah dia masukkan ke ruang dimensinya, Leon diam sambil memainkan ponsel dan terkadang bertelepati dengan Candy, Feter tertidur di jok belakang mobil 1 lagi, Arya bermain laptop, Dika bermain game di ponsel.


Saat ini perang sipil kembali pecah, bahkan lebih parah dari sebelumnya, para tentara mencoba memisahkan tapi ada pihak ketiga yang ikut campur, mereka mengincar para tentara. Nesya terkejut melihat ada seseorang yang mengenakan pakaian kuno dengan pedang kuno, langsung saja dia membangunkan teman²nya dan menyuruh mereka bersiap.


Diluar dugaan, jendral Kojhiro membiarkan orang itu melukainya seolah olah dia memang menunggu ajal, saat itu Nesya sangat terkejut, dia berlari sekuat tenaga menerobos para warga sipil yang saling bertarung. Saat itu jendral Kojhiro terkena luka di dadanya, jantung memberikan efek fatal dan membuatnya sekarat.


Tepat saat itu Nesya datang dan memangkunya.


"Hati², ambil kotak kecil di tasku. Carilah kebenarannya, guru menyayangi mu. Kau akan mendapat guru yang lebih baik dariku," lirihnya membuat hati Nesya sangat sakit.


"Guru... tolong, jangan berkata seperti itu ya. Yue mohon guru," balas Nesya dengan air mata yang mulai jatuh.


Leon, Arya dan yang lain melihat Nesya menangis, rasa sakit sangat terasa di dada Leon, sesak, dia sedih melihat gadis yang amat dia sayangi menangisi orang menurutnya berharga.


"😊Guru sudah hidup ribuan tahun, melihat sejak awal kehidupan modern, guru bukanlah orang dimensi ini. Jagalah diri baik², dia akan menjemput guru, salam untuk Rescha," lirih Kojhiro dengan senyum pasrah.


Astaga.. Kojhiro menghembuskan napas terakhir nya di saat perang makin memanas, pihak ketiga tadi melukai banyak tentara, tepat saat itu Guardian tiba. Mereka terkejut melihat Kojhiro meregang nyawa.


"Nona...," panggil Crystal lirih.


"Habisi pihak ketiga yang mengincar para tentara, hentikan perang ini. Suruh mereka buat kesepakatan, katakan pada mereka jika aku mendengar adanya perang sipil disini, bersiaplah pergi ke neraka. AKU PHOENIX! AKU YANG MEMERINTAHKAN KALIAN MENGHABISI PIHAK KETIGA ITU!! JALANKAN PERINTAH SEKARANG!!," kesabaran Nesya habis, pihak ketiga yang dimaksud adalah dalang dari peperangan ini.


Nesya berkata dengan nada sangat dingin dan datar membuat niat membunuhnya makin pekat dan kental, dia pun berseru sampai bisa membuat momentum perang, segera para anggota Guardian menghabisi tapi menangkap sebagian pihak ketiga yang ternyata adalah ter*ris yang dipimpin Andy, sayangnya Andy kabur


Baju hitan Nesya dipenuhi darah yang mengalir dari tubuh Kojhiro, tiba² tubuh gurunya itu menghilang dan digantikan tubuh palsu, lantas dia berdiri dan menatap ke depannya kosong.


'Kenapa? kenapa lord tertinggi membiarkanku merasakan semua ini?! kenapa?!!,' batin Nesya membuat Lav yang mendengar nya merasa takut, bersalah dan sedih.


Lav hanya bisa diam di ruang dimensinya, sedangkan para dewa di dunia atas tersenyum sinis, kalau saja Nesya tau tentang ini, dia bisa memusnahkan dunia atas dan membuat mereka menyesal. Tianlong, orang yang mengambil dan mengganti jasad kakaknya pun merasa geram, marah dan sedih. Karna bukan hanya Tianqu yang mati tapi Tianchai juga tiada selang beberapa menit, Tianlong merasa agak frustasi membuat hewan² di benua misteri merinding sendiri karna Tianlong melepas aura nya yang begitu menyeramkan.


Nesya pun membawa jasad palsu itu ke Jepang, Rescha langsung datang ke pemakaman khusus.


15 Januari 20XX


Hari kematian Twins Tian di 2 dimensi berbeda, sepanjang prosesi pemakaman Nesya menjadi dingin, sangat dingin sama seperti yang lain, Vyone mencoba menghibur mereka tapi hasilnya sia², hanya waktu yang dapat mengubah murid² jendral Kojhiro ini.


'Master..,' panggil Lav.


'Ada apa, Lav?,' tanya Nesya datar.


'Sebaiknya master mengunjungi ayah dan ibu master, sekalian saat kita berada di Jepang,' usul Lav hati² membuat Nesya merindukan orang tuanya.


'Baik,' jawab Nesya singkat.


Setelah pemakaman ala militer itu, Nesya pergi ke pemakaman khusus keluarga Nero dengan membawa sebuket bunga, teman²nya mengikuti nya secara diam², dia tau tapi tetap diam. Pemakaman ini bukanlah seperti pemakaman lainnya, pemakaman ini berada di rumah kecil yang indah dan cantik, Nesya menghela napas pelan sebelum masuk dan berdua pada sang pencipta.


Teman²nya tetap mengikuti nya sampai Nesya berhenti di 2 lemari kaca seukuran tubuh manusia, dibawah tanah itu ada makam kedua orang tuanya yang sudah terbujur kaku, Nesya memejamkan matanya dan kembali menangis, dia menangis tanpa suara.


"Ayah... Bunda... kakak... Yue datang," lirihnya dengan air mata bercucuran.


Nesya mengelus foto kedua orang tuanya, disebelah kedua makam itu terdapat makam kecil, itu adalah makam Angga, kakak keempat Nesya. Nesya menangis sejadi jadinya tanpa mengeluarkan suara, isakannya dapat terdengar jelas di rumah kecil ini membuat teman²nya merasa sesak.


"Yue mendapat teman yang setia seperti pesan bunda, Yue menjadi anak yang kuat dan mandiri seperti pesan ayah, Yue menjadi anak yang pemberani seperti pesan kakak. Hiks... maafkan Yue tidak datang beberapa tahun yang lalu, maaf.. hiks... maaf," lirih Nesya sambil menggenggam buket bunga.


Dia membawa 3 buket bunga, 2 berukuran sedang dan 1 berukuran kecil, dia meletakkan buket bunga itu di atas makam kedua orang tua dan kakaknya lalu berdoa. Lav menangis di ruang dimensi, Candy apalagi, dia udah nangis kejer di dimensi Dominiq.


"Semoga kalian tenang di sana, Yue juga berusaha menepati janji Yue ayah. Yue pamit pulang, maaf jika terlalu singkat, Yue... minta maaf, maaf," Nesya membungkuk 45° di depan 3 makam itu, tangisan Nesya tak terbendung lagi.


Banyak pasang mata memperhatikan Nesya, kakek dan omanya, ketiga kakaknya yang mengamati dari CCTV, teman²nya, para bawahannya yang saat ini sedang mengawalnya.


Nesya pun pergi dengan air mata yang terus keluar membuat matanya lelah, dia kadang berfikir, sang pencipta sangat menyayangi nya tapi kenapa derita dan bebannya begitu berat?.


Bersambung....


~oOo~


Nexttttt!! jan lupa Like, Comment, Rate dan Vote

__ADS_1


__ADS_2