My ID Is Leader Mafia In The World

My ID Is Leader Mafia In The World
Excer White, si hacker handal


__ADS_3

Tak lama kemudian Nala dan yang lain datang ke markas TBB di London, Nala disambut dengan hangat disana tapi Nala hanya mengangguk dan langsung pergi ke tempat dimana White berada.


~oOo~


"Bagaimana keadaan mu, White?," tanya Nala datar saat sampai di ruangan tempat White berada.


"Sudah lebih baik, nona," jawab White patuh sambil membungkuk karna tau Nala orang Jepang.


"Terima kasih atas pertolongan nya, nona. Jika nona tidak menolong saya, maka saya akan berakhir di ruang siksaan mereka," sambung White tulus dan serius.


"Jika kau mengkhianatiku, mengkhianati TBB maka kau juga akan berakhir di ruang siksaan milikku yang jauh lebih kejam dari orang² itu," ancamnya dengan nada datar tapi terdengar jelas dan mengerikan di telinga anak buahnya.


"Saya tidak akan mengkhianati anda maupun TBB, saya tidak berani," balas White dengan suara bergetar karna takut.


"Kenapa mereka mengejarmu?," tanya Nala datar.


"Karna... beberapa file itu," jawab White sambil menunjuk kotak hitam yang di atasnya bertuliskan huruf W besar berwarna silver.


"Filenya ada di dalam kotak itu, anda bisa membukanya, nona," sambung White sambil duduk lagi.


Kakashi mengambil kotak itu lalu memberikan nya pada Nala, Lina dan yang lain membawa kursi untuk Nala dan mereka duduk, setelah Nala duduk, Nala membuka kotak hitam itu, di dalam kotak itu terdapat sekitar 20 flashdisk yang terisi penuh akan file.


"Segini kau bilang 'beberapa'?," tanya Lina dengan agak mengejek pada White setelah melirik isi kotak itu.


"Hehe, di situ terdapat 21 flashdisk yang terisi penuh karna file, itu semua aku retas dari semua organisasi mafia di seluruh dunia," jawab White meninggalkan kesan formal dan agak.. malu mungkin.


"Seluruh dunia?," tanya Wang sik tak percaya.


"Iya, aku menyelesaikannya dalam waktu 1 minggu non stop," jawab White.


"1 minggu?!," kini Mei yang terkejut.


"Ho'oh, kenapa? oh aku tau, kau adalah ketua divisi IT di TBB 'kan," tebak White tepat sasaran.


"Iya," jawab Mei agak malu.


'Ternyata White ini jauh lebih hebat dariku, rasanya kemampuan ku dengan dia sangat jauh berbeda,' batin Mei murung.


"Kau sangat hebat, nona Fani. Keamanan IT yang ada kembangkan sangat kuat, saya benar² kewalahan untuk meretas TBB," ujar White antusias.


'Mei, walaupun kemampuan White lebih kuat tapi kau juga tak kalah kuat, jangan menjadi rendah diri ataupun tinggi hati, karna kau tau di atas langit masih ada langit,' ujar Nala pada Mei menggunakan telepati.


'Hem... iya kak, maafkan aku,' balas Mei menggunakan telepati.


"Apa isi dari file² ini?," tanya Wendy yang akan mengambil 1 file tapi tangannya langsung di tepis oleh Nala.


"Jangan sembarangan sentuh, Mita," tegur Lina.


"Maaf²," balas Wendy sambil mengibaskan tangannya yang terasa sakit.


"File² itu berisi rahasia² semua organisasi mafia di seluruh dunia termasuk rahasia dari awal mereka terbuat sampai sekarang," jawab White telat.


"TBB dan TAC juga ada?," tanya Yi Fan.


"Hem... kalo itu cuma sedikit dari yang kudapat, karna sistem keamanan baik IT maupun yang lain sudah sangat kuat sampai² aku kesulitan mendapatkan file lebih banyak tentang TBB dan TAC," jawab White murung.


"Oh iya, pondasi TBB dan TAC baik IT maupun yang lain sangat³lah kuat dan canggih sampai aku benar² kesulitan menembusnya, apa nona Fani yang membuat pondasinya?," tanya White penasaran.


"Bukan aku, tapi nona Phoenix yang membuat pondasi IT nya, aku dan yang lain hanya mengembangkannya saja," jawab Mei bangga, White kaget, takjub dan ternganga mendengarnya.


"Dan untuk pondasi yang lain kami yang melakukan beberapa hal untuk pondasi seperti pencarian anggota, itu pun masuk dalan rencana nona," sahut Yi Fan bangga.


"Farel," panggil Nala.


"Ya nona," jawab Lina sambil mendekatkan dirinya pada Nala.


"Kau................ suruh Shin untuk...............," perintah Nala sambil berbisik.


"Baik, nona," jawab Lina menyanggupi.


Lina langsung berdiri dan membungkuk sejenak pada semua orang di ruangan itu, lalu pergi bersama Wang sik yang ditarik paksa.


"Lani," panggil Nala.


"Kau dan Kei......................................," perintah Nala sambil berbisik.


"Baik, nona. Saya pergi sekarang, saya permisi," ujar Yi Fan menyanggupi lalu membungkuk dan berlalu pergi bersama Kakashi.


"Mita," panggil Nala.


"Ya, nona," jawab Wendy sambil mendekat.

__ADS_1


"Pesan............................," perintah Nala sambil berbisik juga.


"Sekarang?," tanya Wendy, Nala mengangguk pelan.


"Saya permisi," jawab Wendy sambil membungkuk lalu pergi dengan langkah mantap.


Brak


Pintu ruangan itu di tutup dengan cepat dan rapat, Nala berdiri lalu mengambil laptop milik White setelah meletakkan kotak hitam itu, Nala memberikan laptop itu pada White lalu memanggil Mei untuk berdiri.


"Fani, White, ada tugas untuk kalian," ujar Nala datar tapi tegas, White dan Mei langsung berdiri tegap dan menyimak dengan seksama.


"Tugas kalian adalah..........................," perintah Nala sambil berbisik.


"Kami harus melakukan itu?," tanya Mei, Nala mengangguk pelan tapi pasti.


"Lakukan dengan cepat dan baik lalu kirim pada tabletku," jawab Nala serius.


"Baik, nona," jawab White dan Mei bersamaan.


Nala segera pergi dari tempat itu setelah memberikan perintah dan instruksi, Nala sampai di mansionnya pukul 11 malam, saat itu semua sudah beristirahat di kamar masing² bahkan sebagian besar para maid dan mafioso juga sedang beristirahat.


"Darimana saja kau?," tanya Rescha yang duduk di ruang tengah.


"Kau mengkhawatirkanku, heh?," tanya Nala balik dengan sedikit mengejek.


"Huh, Nala kakek tidak bercanda," jawab Rescha serius.


"Hum?," gumam Nala, dia mendekati kakeknya yang duduk di sofa.


"Ada apa, kakek?," tanya Nala lembut di hadapan Rescha, Rescha menarik Nala sampai duduk di sofa dan dia memeriksa keadaan Nala.


"Aku baik² saja, kek. Jangan khawatir," ujar Nala lembut saat Rescha memeriksa nya.


"Kakek peringatkan ya, ga usah cari masalah lagi deh sama Thunder," ujar Rescha.


"Emang kenapa, kek?," tanya Nala.


"Nala sayang, backing Thunder itu lebih kuat. Kalo kamu kenapa² gimana?," tanya Rescha penuh perhatian.


Inilah sisi lain Rescha, di balik ketegasan dan kekejamannya tersimpan sisi baik yang begitu perhatian pada cucunya terutama Nala, cucu kesayangan nya, Rescha memang terlihat tegas dan kejam pada Nala tapi itu semua dilakukan karna dia sayang, sangat sayang pada Nala.


"Kakek, dengerin Nala. Justru karna Thunder + backing nya kuat malah bikin Nala lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya, Nala jadi bisa lebih siap buat nerima resiko setelah Nala dapet hak waris," jawab Nala lembut.


"Huh... kalo Nala kenapa² dan butuh bantuan bilang ya sama kakek," balas Rescha menenangkan.


"Ok👌," ujar Nala sambil tangannya membentuk👌.


Author : Paham lah slur...😁


"Ya udah tidur sana," balas Rescha sambil mengacak rambut Nala.


"Em... kakek juga tidur ya, dah kakek~," ujar Nala.


Cup


Nala mencium pipi Rescha, ya... dia dan kakeknya memang akrab tapi jarang ditunjukkan pada orang lain, Nala beranjak pergi ke kamarnya, di kamarnya Nala malah membuka 3 laptop miliknya.


Ting


Notifikasi e-mail di salah satu laptop Nala, Nala membuka e-mail itu dan membacanya dengan seksama.


Author : Kalian penasaran apa sih yang suruh Nala ke anak buahnya?


Author : Ok, karna Author baek dan tidak sombong:v. Jadi Author bakal kasih tau apa yang Nala suruh ke anak buahnya😊


Saat ini Lina dan Wang sik sedang ada di pelabuhan, untuk apa? melihat kegiatan jual beli ilegal milik Thunder dengan BlueSam (BlueSam adalah mafia milik seorang pria bernama Sam, mereka berkuasa di pelabuhan kota London).


"Kau pergi ke pelabuhan untuk melihat bagaimana cara perdagangan gelap Thunder dengan BlueSam, tawari mereka keuntungan yang lebih baik dari Thunder, tapi sebelum itu kau harus membuat kejadian yang seakan akan Thunder melakukan kesalahan dan membuat BlueSam marah, suruh Shin untuk ikut dengan mu juga, ini misi yang menyenangkan juga berbahaya, kalian perlu kerja sama dan ketepatan, jangan sampai ketauan mereka," kata² Nala teriang di telinga Lina.


"Jadi kita harus melakukan sesuatu terhadap mereka?," tanya Wang sik sambil berbisik.


"Iya, ini perintah dari nona," jawab Lina mantap.


"Baiklah, ayo kita lakukan," ujar Wang sik semangat, mereka memulai misi mereka bersama.


Jika mereka berdua ada di pelabuhan, berbeda dengan Yi Fan dan Kakashi, mereka berdua berada di markas Thunder cabang London, Inggris.


"Kita mau lakukan apa pada mereka?," tanya Kakashi yang bingung karna tiba² di tarik pergi.


Perlu di ketahui jika Yi Fan dan Kakashi sedang mengawasi dari atas pohon tertinggi di dekat markas Thunder.

__ADS_1


"Kau dan Kei pergi ke markas Thunder cabang London, Inggris. Cegah mereka untuk kirim bantuan jika kabar tentang misi Farel dan Shin sudah sampai pada mereka, cari tau apa rencana mereka selanjutnya, kirim e-mail pada laptopku setelah mendapat rencana mereka, usahakan kalian ga sampai ketauan, adu domba para pemimpin Thunder dengan siasat licikmu, buat pertahanan dalam mereka rusak, ingatlah! kau harus hati²," Yi Fan teringat perintah Nala pada mereka berdua.


"Kita masuk diam² ke dalam organisasi mereka, kita rusak pertahanan dalam dan buat mereka kacau, itu perintah nona," jawab Yi Fan.


"Ada lagi?," tanya Kakashi lagi.


"Ada, kita harus cegah mereka kirim bantuan kalo misi Shin dan Farel berhasil, kita juga harus kirim e-mail tentang rencana mereka selanjutnya," jawab Yi Fan.


"Menyenangkan tapi berbahaya, nona benar² licik mau menghancurkan Thunder dengan perlahan dan bersih," puji Kakashi bangga.


"Tentu saja, nona Phoenix yang terbaik," balas Yi Fan.


"Sudahlah, ayo kita mulai misi kita," sambung Yi Fan.


Mereka memulai misi yang cukup berbahaya karna sekali ketauan buyar sudah rencana Nala, eits... tapi Nala masih punya rencana cadangan dungs, bukan Nala namanya kalo ga punya rencana cadangan.


Lina + Wang sik di pelabuhan, Yi Fan + Kakashi di markas Thunder, apa yang dilakukan Wendy? Wendy di suruh memesan sesuatu oleh Nala penasaran ga? ya udah karna Author ga pengen readers mati penasaran jadi Author kasih tau deh.


"Pesankan jet pribadi milik ku untuk bersiap besok pagi, aku akan pergi ke Greenland bersama Dika karna dia yang tau seluk beluk Greenland, kau beritahu penanggung jawab TBB di sana jika kami akan datang, suruh semua orang elit di TBB cabang Greenland berkumpul di ruang rapat setelah kami datang," itu perintah Nala pada Wendy.


Wendy langsung melesat pergi ke taman belakang untuk menelepon pihak bandara jika mereka akan pergi dengan jet pribadi besok pagi.


Tinggal Mei dan White, 2 orang itu sibuk berkutat dengan laptop masing² di ruangan yang sama, Mei ga balik ke mansion tapi nginep di markas TBB, Wendy, Yi Fan, Kakashi, Lina dan Wang sik juga sama, nginep di markas TBB.


"Tugas kalian adalah meretas sistem keamanan IT Thunder, supaya mereka ga bisa minta bantuan ke markas pusat, White, kau hacker yang sudah handal, kau bisa ajari Mei beberapa trik. Hati² jangan sampai posisi kalian terlacak, kerjakan dengan bersih dan cepat, masuk juga ke 3 perusahaan milik Thunder," perintah Nala masih diingat jelas oleh Mei dan White.


"Kak White, umur kakak berapa?," tanya Mei sambil membiarkan jari² imutnya menari dengan lincah di atas keyboard laptop.


"Umurku baru 12 tahun, kau sendiri?," jawab White tetap fokus.


"Oh... kalo aku baru 8 tahun," balas Mei santai dan tidak menyadari White yang tercengang.


"8 tahun?," tanya White tak percaya tapi tangannya tetap menari di atas keyboard.


"Iya, dan nona Phoenix dan yang lain baru 9 tahun, sedangkan Kei dan Shin 10 tahun," jawab Mei lagi.


"Astaga... kalian lebih kecil dariku tapi bisa lebih hebat dariku," gumam White kembali fokus.


"Sudahlah, kak," tegur Mei.


Pada malam itu 7 orang suruhan Nala sibuk mengurus kegiatannya masing².


Back to Nala


E-mail itu di kirim oleh Wendy rupanya.


'Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan, dah ya. Ngantuk nih, bye sis~


 


-Mita'


 


Itu isi e-mail dari Mita alias Wendy, Nala menutup e-mail itu lalu mulai mencolokkan flashdisk dari White ke satu per satu laptopnya, dia bisa mengamati data² itu dalam waktu yang lumayan lama, karna ada 21 flashdisk sedangkan file nya di setiap flashdisk udah penuh, lagian mafia di seluruh dunia itu banyak woi! ga bisa Nala baca semuanya dalam waktu 10 menit-1 jam.


Kenapa Nala bisa tau kalo Thunder mau ngelakuin perdagangan gelap? soalnya di bagian tutup kotak itu terdapar tulisan.


'Malam tgl X Januari 20XX Thunder dan BlueSam akan melakukan jual beli ilegal di pelabuhan tempat markas BlueSam'


Kira² itu tulisannya, tulisan itu di tulis oleh White sendiri, udah² koq jadi ngelantur gini arahnya, back to Nala.


Saat membuka file² di masing² flashdisk Nala selalu mendapat jebakan berupa virus, itu pasti White sengaja karna kalo dia kehilangan flashdisk nya dia bisa menjaga keamanan file di dalamnya, Nala nampak agak puas dengan apa yang diberikan White, si hacker itu.


5 jam kemudian tepatnya jam 4 pagi Nala selesai membaca + menyimak file² itu, dia meletakkan filenya kembali dan menyimpannya di tempat khusus, Nala kaget saat melihat jam, dia tak tidur semalaman! dan kantung matanya mulai terlihat walaupun ga terlalu kontras.


"Haish... sial*n bat, niatnya mau baca² doang eh malah ga tidur semaleman," gerutu Nala.


"Tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur," sambungnya.


Naka beranjak berganti pakaian lalu memulai aktifitas nya, yang lain juga bangun agak siangan kecuali Leon, entah kenapa dia bangun jam 4 pagi mungkin karna udah biasa kali ya latian jam 4 pagi, setelah pemanasan Nala pergi bersama Leon ke markas TBB sambil membawa topeng dan berlari dari mansion utama ke markas TBB.


Semua anggota TBB membiasakan diri dengan bangun pukul 4 pagi untuk berlatih, ini selalu Nala biasakan pada semua anak buahnya, sesampainya di markas Nala dan Leon menggunakan topeng mereka sebagai penyamaran.


Mei baru saja bangun karna dia tidur jam 2 pagi sedangkan White masih terlelap.


Bersambung....


~oOo~


Excer White, si hacker handal

__ADS_1


Next eps! bye..


__ADS_2